Life is a Drama: Chapter 1 (real section)

Standar

disarankan membaca intronya dulu! ^^
Intro

chapter 1, 

Don’t cry because you are leaving, smile because you were there…

                Sejak kecil umma, appa mengajarkan untuk tidak mudah menyerah dan tidak mudah menangis. Aku hanya percaya saja kalau di dunia ini ada peri air mata yang jahat, yang mengambil hati manusia jika ia tidak berhenti menangis setelah meneteskan 3 tetes air matanya. Walaupun aku putri satu-satunya dari konglomerat Hwang, aku tidak dibiasakan hidup manja. Hanya saja…satu lelaki itu…

               “Uuuummmmmaaaa…” teriakku saatku jatuh di jalan beraspal karena baru belajar naik sepeda roda dua.

“Berdiri sendiri, Hyunie sayang!” teriak umma dari kejauhan. Aku mulai mewek karena sakit di lutut ditambah umma tidak mau menolongku. Appa juga menyuruhku berdiri sendiri.

“Hyuuunie, gwenchana?” teriak oppa sembari berlari mendekatiku dan mengulurkan tangannya ingin meraih lenganku.

“DONGHAE!!!” Teriak umma dan appa barengan dengan wajah galak.

“Wae? Aku ingin menolong adikku sendiri kok”, balas oppa dengan masih memegang lenganku.

“oppaaaa…” bisikku manja, setetes air mata mulai jatuh.

“Donghae, kalau kau menolong Hyunie itu sama saja kau membiarkan dia ketergantungan padamu. Itu tidak baik buatnya, Donghae.” Ucap Appa sambil berjalan mendekati aku dan oppa.

“Hyunie harus belajar mandiri, dia sudah 7 tahun, kau sudah terlalu sering memanjakan dia. Jika kau terus memanjakannya, maka itu artinya kau tidak sayang padanya, kau mau adikmu tidak bisa hidup tanpa tanganmu?” tambah umma sembari tersenyum. Airmataku jatuh lagi, saat itu aku merasa umma dan appa tega.

“tapiii” ucap Donghae lirih. Cengkraman tangannya mengendur.

“Ayo berdiri putri appa yang paling cantik sedunia, kamu pasti bisa.” Ucap Appa sembari menatap kepadaku.

“Ayo Hyunie, ingat tidak boleh menangis lebih dari 3 tetes!” senyum umma kepadaku.

Akhirnya aku berdiri sendiri tanpa oppa. Aku juga menahan tetesan airmata terakhirku agar tidak tumpah.

“Tuh Hyunie bisa kan tanpa Donghae oppa.” Tambah umma sembari memeriksa lututku yang sedikit lecet. “nanti kita obati ya sesampainya di rumah.” Tambah umma lagi.

“iiiya…” lirihku. Aku melirik sekilas ke Donghae oppa. Ia mengisyaratkan kata mianhe dari mulutnya.

“Karena Hyunie sudah hebat berdiri sendiri, hadiah dari oppa adalah gendongan belakang! Umma dan Appa gak boleh komentar, kan Hyunie tadi udah bisa berdiri sendiri.” Senyum Donghae lebar.

“come on hyuniee, oppa akan menggendongmu sampai rumah!”

“asiiiik…” teriakku senang.

            Umma dan Appa hanya menggelengkan kepala saja melihat tingkah kami berdua. Dan aku membisikkan ucapan terimakasih di telinga Donghae oppa, malaikat penjagaku…satu lelaki yang tidak bisa untuk tidak memanjakanku.

######

13 years ago…

Key mulai terbatuk-batuk, wajahnya pun mulai pias pucat pasi, keringat dingin nampak mulai keluar di sekujur tubuhnya. Sedangkan gadis kecil di sampingnya masih ribut soal langit yang malam itu tidak berbintang satu pun. Sedangkan, anak laki-laki berusia sekitar 9 tahunan di belakang mereka hanya diam mengikuti langkah kedua bocah itu.

“Key, gwenchana?” gadis itu kaget melihat teman di sampingnya terus menerus batuk.

“tidak apa-apa Hyunie…” jawab Key lemah diselingi batuk-batuk kecil.

“Aku salah ya membawamu main sampai hari gelap?” raut muka gadis tersebut sedih.

“Oppa, bagaimana?” lanjutnya sambil menoleh ke belakang.

“Kau tadi sebelum main sudah minum obat kan key?” tanya anak laki-laki di belakang tersebut.

“Sudah hyung”.

Hyunie menggandeng tangan Key. Key membalasnya dengan tersenyum.

Sesampainya di rumah Key…

“Omo, Hyunie! Kan ahjuma sudah bilang berkali-kali kalau mau bermain itu di rumah saja. Sekarang Key sakit lagi, matahari sudah terbenam dan kalian baru pulang!” Omel seorang wanita separuh baya yang merupakan Ibu Key.

“maaaf…Hyoyeon ahjuma…” ucap Hyunie terbata-bata karena takut dengan ahjuma yang super galak. (maklum janda, jadinya bawaannya sensii aja :p)

“Key itu gak bisa kena angin sore, Hwang Seohyun!” ketus Hyoyeon tambah sangar. Hyunie jadi merem melek dimarahin. Sedangkan Key masang tampang bersalah karena sebenernya dia juga yang kepingin banget main layangan di taman.

“Maa…aa” baru saja Hyunie akan meminta maaf lagi, anak laki-laki yang sedari tadi di belakang Key& Hyun maju dan angkat bicara.

“Hyunie ga salah umma, aku yang tadi mengajak mereka main jauh-jauh ke taman”.

Oppa…? ucap Hyunie dalam hati.

“KIM YESUNG!!! Sungguh T.E.R.L.A.L.U kamu, sudah tau adikmu ini lemah” marah Hyo, sambil menggeplak kepala Yesung. “Sekarang kalian masuk! Hyunie juga masuk rumah sana, daritadi oppamu juga bolak-balik kesini mencarimu.” Ujar Hyo mulai melunak.

“Iya…dadah Key!!” ujar gadis itu sembari tersenyum kepada Key yang mulai masuk pagar rumahnya. Ia lupa mengucapkan terimakasih ditolong Yesung.

Samar-samar terdengar Hyo yang masih memarahi Yesung, dan bertanya lembut kepada Key “kau baik-baik saja kan Key sayang? Umma cemas, nak…”

Hyunie masuk ke dalam rumah yang berada tepat di depan rumah Key tadi dengan gontai. Setibanya di dalam ia disambut oleh pengawal cerewetnya.

“Hyunieeeee sayang oppa kemana saja?” teriak anak laki-laki dari dalam rumah.

Donghae oppa semakin mirip Hyo Ahjuma, huh…’, ucap Hyunie dalam hati.

####

Keesokan harinya…

Pagi ini Hyunie bangun tidur dengan wajah berseri sekali. Hari pertama dalam bulan baru ini ia bergembira sekali karena akan ke sekolah untuk pertama kalinya. Hari ini ia akan mengambil buku-buku dan melihat seragam sekolah pertamanya. Hyunie akan bersekolah di sekolah dasar yang sama dengan Key. Makanya pagi-pagi sekali ia sudah bangun, karena tidak sabar akan ke sekolah bersama dengan Key. Turun dari tempat tidur, ia langsung ke kamar Donghae yang terletak di samping kamarnya. Ia membangunkan Oppanya, pertama mengetuk pintu kamar kakaknya, lalu masuk dengan berlari-lari kecil menuju tempat tidur Donghae.

“oppa…oppa oppa!” panggil Hyunie sembari membelai rambut oppa tersayangnya itu. Donghae hanya menggeliat sekali tanpa membuka matanya.

“YA OPPAAA, bangun!” kali ini jemarinya usil menggelitik pipi Donghae. Yang dibangunkan belum bangun juga. Akhirnya dengan gemas, Hyunie mencubit perut Donghae.

“ADAWWWW…” Donghae langsung membelalakkan matanya sambil mengelus perutnya yang perih dicubit adiknya tadi.

“hehe hehe, mian oppa..abis oppa susah banget dibangunkan.”

“Ada apa my hyunie, kok pagi-pagi sudah membangunkan oppa?” kata Donghae sembari bangun lalu duduk di pinggir tempat tidur.

“oppa aku hari ini kan ke sekolah untuk pertama kalinya!”

“Iya oppa tahu, tetapi kan belum mulai belajar my hyunie, hanya ambil buku dan seragammu saja.”

“Iya, tetapi aku bangunin oppa untuk menemaniku sekarang juga ke rumah Key! Aku takut dia belum bangun karena kemarin sore kan dia sakit gara-gara aku.”

“Apa? Ke rumah Key pagi-pagi gini? Kamu aja belum mandi, hyun…” ucap Donghae sembari membelai rambut adiknya.

“Gamau, pokoknya ayo temani aku. Aku takut dengan Hyo ahjuma…” lirih Hyunie manja, tangannya menarik-narik tangan Donghae.

“Jeongmal bocah ini, kajja!” Donghae akhirnya pun bangun menuruti kemauan adiknya.

Sesampainya di teras depan rumah mereka…Chansung dan Uee yang memang sudah bangun terlihat sedang berbicara dengan Hyoyeon. Tampak juga Key dan Yesung disana. Donghae dan Hyunie heran mengapa pagi-pagi begini keluarga mereka sudah ngobrol dengan Ibunya Key. Setelah mereka menyamperi, Hyunie kaget karena Key dan Ibunya nampak sudah rapih dengan tas dan koper-koper besar mereka.

“Umma…” panggil Hyunie.

“Sayang, sudah bangun rupanya?” jawab Uee dengan lembut.

“Ada apa umma, appa?” tanya Donghae, matanya juga seolah bertanya ke sahabatnya Yesung. Yesung hanya menatap dengan tatapan sedih.

“Key-ah? Kenapa tidak menunggu aku? Kau ingin ke sekolah kan? Ini masih terlalu pagi Key-ah, seharusnya kita ke sekolahnya bersama.” Ucap Hyunie sambil memandang temannya itu. Key hanya diam, sesekali sambil terbatuk-batuk. Ia masih sakit sepertinya…Ucap Hyunie dalam hati.

“Key tidak ke sekolah Hyunie,” jawab Hyoyeon.

“Key-ah, kamu ingin bolos bahkan di hari pertamamu masuk sekolah?” jawab Hyunie lagi dengan wajah terheran-heran.

“Key tidak ke sekolah hari ini, besok, juga seterusnya. Kita berdua akan pindah ke Desa, nak Hyunie. Keadaan Key tidak baik dengan udara perkotaan.” Jawab Hyoyeon kembali. Hyunie tampak terkejut. Ia tau temannya itu memang sering sekali sakit-sakitan, tetapi ia kaget karena selama ini Key berjanji untuk bisa menemani Hyunie sekolah, selamanya.

“Ahjuma, maksudnya kalian tidak akan tinggal di Seol lagi?” tanya Donghae yang juga sama herannya dengan Hyunie.

“Kita berdua memang pindah, tetapi tidak dengan Yesung. Ia tidak ingin ikut, ia ingin tetap bersekolah di sini.” Jawab Hyoyeon.

Keadaan sempat menghening, Hyunie  mulai berkaca-kaca matanya, hanya satu orang yang ia tatap dengan mata bulatnya.

“Key-ah? Benarkah kau ingin pergi?” tanyanya kepada Key dengan memegang pundak Key.

Key menjawab dengan mengangguk.

“Jadi, kita tidak satu sekolah?” tanya Hyunie kembali.

Key kembali mengangguk lemah.

“Sampai kapan? SMP, SMA, Universitas, kita bersama kan?”

Key diam, matanya sendu menatap gadis dengan masih memakai gaun tidur dan rambut tergerai asal di depannya. Angin pagi itu serasa jauh lebih dingin ketimbang angin pada pagi-pagi lainnya. Hari yang dipikir Hyunie adalah salah satu hari yang menyenangkan berubah begitu saja dalam hitungan menit. Uee, Chansung, dan Donghae memandang sedih Hyunie, mereka tahu benar bahwa Hyunie sangat sayang pada Key. Mereka lahir di tahun yang sama, hanya berbeda musim. Sejak kecil mereka sudah sangat dekat bahkan sebelum mereka bisa berbicara. Dan sekarang, salah satu dari mereka akan pergi, pasti itu sangat menyedihkan kehilangan seorang teman yang benar-benar akrab.

“Ahjuma…kira-kira berapa lama di desa sana?” tanya Hyunie

“Ehm, ahjuma belum bisa memastikannya. Kita disana untuk mengobati Key, agar badannya sehat dan kuat. Jika nanti ia sudah menjadi laki-laki yang kuat, ia akan kembali ke kota.” Jawab Hyoyeon.

“tta..ta..pi, di sana Key sekolah kan, ahjuma?” suara Hyunie mulai tercekat. Hyoyeon tidak menjawabnya. Saat itu juga datang sebuah taxi.

“Baiklah, kami pamit dulu ya keluarga Hwang. Terimakasih untuk 10 tahun ini menjadi tetangga yang baik.”, Ucap Hyoyeon sembari memeluk Uee dan membungkuk hormat kepada Chansung. Uee membalas pelukan Hyoyeon, bagaimanapun selama ini mereka sudah menjadi tetangga yang baik dan saling membesarkan anak bersama. Meski Hyoyeon seorang janda, ia adalah sosok ibu yang bertanggung jawab kepada Yesung dan Key.

“Titip Yesung ya, dia akan tinggal bersama pamannya yang akan datang nanti siang.” tambah Hyoyeon yang disambut anggukan lembut Uee.

“Umma pergi dulu membawa adikmu, kau baik-baik di Seoul, jangan membuat ahjusi susah, belajar yang baik.” ucap Hyo kepada Yesung yang hanya menunduk.

Lalu, Key dan Hyoyeon mulai beranjak pergi menuju pintu taxi. Sesekali Key melirik Hyunie, seperti ingin mengucapkan kata-kata…Namun, Key diam saja sampai akhirnya masuk ke dalam taxi.

Seohyun POV

Key-ah…

ia mulai masuk taxi, sedari tadi matanya tidak lepas menatapku. Bibirnya bergetar seolah ingin berbicara sesuatu. Dan aku menangis melihatnya. Aku yang dirangkul oppa mulai berteriak menangis…

“Jangan pergiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii Key!!!!!!!!!!!!!!! Key…Key…Key…” tangisku mulai pecah. Ini adalah airmata pertamaku, yang jatuh lebih dari tiga tetes. Karena hari itu aku kehilangan seorang teman yang mengetahui diriku lebih dari aku mengetahui diriku sendiri. Aku tidak mau tumbuh dewasa tanpa Key! aku sedih!

Donghae oppa mulai mengelus pundakku, umma dan appa terlihat kasihan dan iba kepadaku. aku terus berteriak “KEY…KEY…”

mungkin Key mendengar jeritanku atau ia sudah mendapatkan keberanian untuk berbicara akhirnya ia keluar dari taxi yang sudah sempat berjalan. Ia berlari kecil ke arahku. Ia menggamit tanganku.

“Ikut aku!” ajaknya ke sebelah jalan menjauhi kumpulan orang-orang.

“Hyung juga ikut aku!” ajaknya kepada Yesung oppa.

Aku, Key, dan Yesung oppa bertiga telah sedikit menjauh dari kerumunan orang. Airmataku masih mengalir.

“Hyunie…mianhe, benar-benar minta maaf padamu karena tidak bisa sekolah bersama”, kata Key parau. aku tidak menjawab.

“Hyung, tolong jaga sahabatku ini ya…Hyunie sejak dulu ingin sekali lomba lari denganku, tetapi aku tidak kuat. kau harus menggantikanku lomba lari dengannya ya. huk huk huk.”, Key berbicara kepada Yesung oppa dengan diselingi batuk-batuk kecil.

“Key…” lirihku, tanganku masih ada di tangannya.

“Hyunie juga menyukai ice cream rasa vanilla, jangan sekali-kali hyung membelikannya rasa cokelat karena ia tidak menyukainya. Hyunie benci hamburger, kalau ia lapar ketika bermain, lebih baik kau membelikannya goguma.” Key terus berbicara kepada Yesung oppa.

“Key, yang terpenting kau harus sehat, disini ada aku, Chansung ahjussi, Uee ahjuma, dan Donghae yang menjaga Hyuniemu,” ucap Yesung oppa sembari menepuk pelan pundak dongsaengnya tersebut.

“Key, ppali! nanti kita ketinggalan kereta!” teriak Hyo ahjuma yang berdiri dekat taxi.

Key menoleh sebentar, lalu menatapku kembali. aku membalas menatapnya dengan masih berlinangan airmata. Key menghapus airmata di pipiku.

“Kita bertemu lagi nanti setelah dewasa ya, Hyun…kau harus janji tumbuh menjadi gadis yang cantik, hehe…” aku menjadi tertawa mendengar ucapannya, airmataku pun ternyata telah berhenti.

“Key, kau juga harus sehat! aku akan selalu menunggumu pulang.” kataku seraya mencium pipi sebelah kiri Key. Key nampak malu ketika kucium. Lalu ia berlari lagi menuju ummanya, dan masuk ke dalam taxi. Aku melambaikan tanganku kepadanya, namun ia tidak sempat melihatnya. Dan taxi yang membawa Key pun melaju dan menghilang di persimpangan jalan. Yesung oppa menepuk-nepuk punggungku, lalu umma appa yang tersenyum kepadaku.

“Sebagai sahabat yang baik, kamu harus mendoakan Key agar selalu sehat ya, dengan begitu kalian akan bisa berkumpul lagi.”, ucap umma lembut sambil jongkok di hadapanku. Aku mengangguk dalam. Lalu giliran appa yang mencubit pipiku. “Hyunie, tidak akan kesepian karena Key tidak ada, Hyunie pasti akan mendapatkan teman-teman yang banyak, ara?” appa mengacak rambutku, dan lagi-lagi aku mengangguk. masih menatap persimpangan jalan di depan yang kini lengang.

Terakhir Donghae oppa menyamperiku,

“Jangan sedih lagi Hyunie, kalau kau bersedih oppa lebih sedih, tersenyum ppali!” ucapnya sembari menarik bibirku untuk tersenyum.

“Yiia oppa! sakit!”

“makanya tersenyum!” oppa kini tertawa melihat aku cemberut.

“iya aku tersenyum!”

“lebih manis lagi!” goda oppa terus-terusan.

aku pun tersenyum, tetapi masih ada yang hilang di dalam sini…

‘Key…padahal kita udah berjanji tumbuh besar bersama…’ lirihku.

tbc…

Note:

ini adalah chapter 1, real section 1…dimana isinya baru tentang flashback di masa lalunya Seohyun, Key, Yesung, Donghae. Ini baru gambaran mengenai kehidupan keempat tokoh yang ada.

Ohiya, maksud dari real section adalah part yang menceritakan kehidupan nyata, bukan menceritakan drama. Jadi nanti setiap chapter terbagi, real section atau drama section ^^

sedih deh yg komentar cuma 1-2 orang hikss…jelek banget ya ffku? ayodong bantu semangatin biar aku lebih handal dikit. Gomawo ya chingu :* kisshug.

31 responses »

  1. yaa ammpunnn !!!
    sedih liat key pergi😦
    dan seneng waktu seo cium pipi key😀
    lanjutannya jangan lama2 yah chinggu —–>

    • asiik dikunjungin sm onnie SJ ^^ no problem onn aku juga goguma tp lg berkurang kadarnya untg ada ff onnie yg buat kegogumaan aku msh ada hoho. ada juga ff yongseo tapi belum kelar, nnti dibaca ya onn klo udah selesai. janjiii ya^^

    • salam kenal Ria🙂
      makasih mau baca ff2 alakdarnya disini, smoga ga bosen ya thx ^^
      Kyu udh nongol di chap slnjtnya ko slmt mbca,..

  2. yach,,aku raders baru, lam kenal..ni flashback yach..^^oiya tar Seohyun jadi sama siapa nech??sama Kyu donkz^^puppy eyes..

  3. >>niie akku dateng lg *SKSD:modeon*
    = donghae oppa.aa brppa thn ??
    =agak rancu neach dii kata “menyamperi” harusnya kan “menghampiri” … *bukankritikcumasaran*
    =daebak onnie !!! Tetep smangat ea … HWAITING !!! ^^

  4. Ngeliat kehidupan seo kyknya kasihan bngt ya di suruh dewasa saat umurnya msh kecil..tp ak jg salut sama appa eomma dan oppa seo yg sll ada buat seo..
    Sedih deh saat key ninggalin seo yg merupakan sahabatnya..
    Ini ada seokyu nya kn chingu?klo da banyakin moment seokyunya ya..^ ^

  5. bagus bngt ff’y menyentuh d.hati
    Byk hal tntng sahabat d.sini
    Dlm menjalin persahabatan psti ad rintangan yg d.hdapi n kita hrus mengatasi’y agar ‘PERSAHABATAN’ bkn hnya sekedar teori . . . . . .

  6. Anyeonghaseo, reader baru.
    Iseng-iseng utak atik google, eh nemu blog ini.
    Aku suka banget pairing seokey dan aku adalah shawol. Salam kenal.
    Key sakit-sakitan ya ceritanya? Tapi dewasanya udah sehat kan?
    Seohyun kecil-kecil udah agresif nyium-nyium uri diva, hehe.
    Kalo bisa banyakin fanfic pairing seokey ya thor..

  7. aQ nGGk prcya aknd ke ajaibnd dunia MncpTknd Otak sprTi kak,arThur…..

    tau nggk kak,!,wkTu aQ bca pst key Trn dri Taxi dan m’mbrThknd sGLa k’biasaan seohyun Tnpa Trsa air MtaQ Trn M’mbshi pi2q……

    aQ brsykr ke pda aLLaH krNa aLLaH mncpTknd MkLhL sprTi k’k

  8. Seo kecil-kecil sdh berani cium pipi key ih gemes(?) deh#toel hidung seo
    ehh yahh nanti key kembali kan? T,T
    yesung baik deh sm seo#peluk erat ddangkomang*eh
    bweh fishy hae over protective ya…
    Yg aku bayangkn bagaimana pas seo nanti sdh menikah msh protec gk y?#entahlah
    bc yg bagian key mau ninggali seo benar-benar menguras air mata TT^TT
    gk sabar nanti seokey ketemuan lagi^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s