Life is a Drama Chapter 2 (Real Section Part 1)

Standar

chap 1     

chap intro

Chapter 2 ( Real Section Part 1)

LIFE IS A DRAMA

No pressure, no diamonds dalam mengejar cintanya…

Masa sekarang…

Pagi hari, seperti biasa Hyunie langsung membuka jendela berandanya yang berada di lantai dua. Ia suka mendengar kicauan burung di pagi hari, dan ia juga suka memandangi sebuah kamar tepat di depan kamarnya, kamar milik Key dulu…yang kini ditempati Yesung. Itu atas permintaan Hyunie karena terkadang bila di malam hari butuh teman ngobrol. Hehe (nyusahin orang aja nih Hyun).

“Oppa, selamat pagi”, sapa Hyunie kepada Yesung yang juga sedang berdiri di beranda di seberang sana. Yesung langsung otomatis tersenyum melihatnya.

“Selamat pagi juga Hyunie…tidur nyenyak semalam?”, tanya Yesung.

“Lumayan, hihi…” jawab Hyunie. “Oppa, belum ada kabar dari Key tentang niat melanjutkan kuliah dimana?”, tanya Hyunie lagi yang dijawab gelengan kepala Yesung.

Sepertinya hampir tiap pagi deh si Hyunie ini menanyakan kabar Key kepada Yesung. Habisnya salah Key sendiri sih, demi apapun sumpah jahat banget dia. Bayangkan saja, sekalipun ia tidak pernah main ke Seoul sejak tinggal di desa 13 Tahun yang lalu. Beberapa kali Yesung memang berlibur di desa untuk bertemu umma dan dongsaengnya, hanya dengan cara itu Hyunie tahu kabar terupdate tentang sahabat masa kecilnya tersebut. Jahatnya lagi, Yesung dipaksa membawa foto Hyunie untuk diperlihatkan kepadanya, sedangkan giliran Hyunie meminta Key membawakan fotonya ia menolak mentah-mentah. Yesung diancam habis-habisan untuk tidak membuka identitas dirinya kepada Hyunie, alasannya untuk memberi kejutan jika mereka ditakdirkan bertemu kembali. Jadi, hingga detik ini Hyunie tidak tahu Key itu seperti apa rupanya, gendut atau ceking, tinggi atau pendek, rambutnya lurus atau keriting, ya Hyunie sama sekali tidak tahu. Yang ia tahu hanya Key masih mengingat dirinya…

“Oppa aku mandi dulu ya…”, ucap Hyunie mengakhiri pembicaraan di antara mereka berdua. “Oke!” jawab Yesung tersenyum manis sampai-sampai matany hilang jadi segaris.

“Eh oppa hari ini tidak ke kampus?”

“Ke kampus kok, nanti ada ujian nada interlude,” jawab Yesung. Yesung memang mahasiswa seni musik di Universitas Victory (fiktif), yakni kampus yang sama dengan Donghae.

“Oh, kalau begitu oppa lebih baik juga mandi, nanti telat hehehe…”

“Baik, Hyunie…tolong sampaikan ke Donghae untuk tidak telat ya! Hehe”.

“Araaa…”

Lalu mereka berdua sama-sama masuk.

####

Di meja makan, keluarga Hwang sudah berkumpul untuk menyantap sajian breakfast mereka.

“Umma, aku bawa sandwich isi udang pagi ini. Biasa ya umma 2 piece,” ucap Hyunie ketika di dapur kepada Uee.

“Kalau suka seseorang harus buat sendiri dong sandwichnya, nanti cowok itu jatuhcintanya sama umma-mu lho…”, goda Chansung yang sedang menyeruput kopi di meja makan.

“Huaah appa jangan dong, appa mau umma ditaksir anak remaja? Hehe…”. Ucap Hyunie sembari duduk di meja makan, di samping Donghae.

“Memangnya cowok itu seperti apa sih? 1 tahun ini kamu hampir selalu membawakannya bekal. Apakah dia anak baik-baik? Dia tidak memanfaatkanmu kan, Hyunie? Ajak dia kemari agar aku bisa kenal dengannya”, tanya Donghae yang sembari menyantap nasi gorengnya.

“Ya Donghae! Kau protektif sekali kepada Hyunie. Sepertinya dipikir-pikir kamu lebih cocok jadi appanya Hyunie ketimbang appa sendiri.” Chansung melirik ke Donghae.

“Ya yeobooo, kau seperti tidak tahu saja kelakuan Donghae sejak kecil kepada Hyunie.” Uee ikutan nimbrung di meja makan sembari menyerahkan 2 kantung berisi sandwich.

“Oppa, aku belum mau mengenalkan dia padamu. Nanti dia akan stres lagi jika oppa terus-terusan menelponnya dan menasehatinya agar bersikap baik-baik padaku. Aku tidak mau kejadian waktu itu terulang lagi, huhu…” Hyunie angkat bicara. Ia teringat dimana kejadian 2 tahun lalu saat Hyunie menjalin hubungan dengan teman prianya untuk pertama kali. Junsu pacarnya stres karena berpacaran dengan Hyunie sama saja seperti berpacaran dengan Donghae juga. Setiap hari ia harus memberi laporan kepada Donghae ngapain saja dengan Hyunie. Dan jika Hyunie Junsu bertengkar, Donghae langsung ambil sikap dan mengancam Junsu untuk tidak membuat Hyunie nangis. Padahal mah Hyunie juga nangis karena hal sepele, namanya juga ABG J tetapi oppanya memang keterlaluan protektifnya. Sampai akhirnya Junsu memutuskannya karena tidak kuat dengan kelakuan oppanya.

“Aku kan hanya memastikan kau jatuh cinta dengan cowok baik-baik Hyunie…” ucap Donghae lagi.

“Tenang saja oppa, aku sudah besar. Lagipula aku belum diterima oleh cowok itu. Walau sudah 1 tahun aku menyukainya dan memberinya bekal, ia belum menyukaiku…”, ucap Hyunie dengan tatapan yang berubah murung.

“Apa? Jadi anak appa yang cantik ini mengejar-ngejar cowok? Oh tidak bisaaa…”, Chansung gelenggeleng kepala.

“Iya tuh bener kata appa, buat apa kamu suka sama cowok cuek begitu padahal kamu udah baik kepadanya,” imbuh Donghae. “biarin sih oppa, appa, kan pemacu semangat namanya huhu…” Hyunie memasang wajah cemberut.

Uee hanya ketawa-ketiwi melihat tingkah anak dan suaminya.

“Pak, mobilnya sudah dipanaskan.” Tiba-tiba supir keluarga Hwang datang. Dia adalah Im Seulong yang merupakan ayah dari Yoona, sahabat Hyunie sejak di Glory Junior High School.

“Oh, baik. Terimakasih Pak Seulong.” Jawab Chansung. Dan kemudian pamit kepada Uee untuk berangkat ke kantor, tidak lupa mendaratkan ciuman mesra di pipi istrinya. Hyunie dan Donghae ber-ciyeee-ria melihat appa dan ummanya yang selalu romantis.

“Nanti jangan terlalu lelah ya di butik, kan kamu baru sembuh dari sakit.” Kata Chansung yang diiyakan Uee.

“Yuk Hyunie kita juga berangkat!” ajak Donghae.

“Okeee, umma appa kita berangkat dulu ya. Bye bye.” Seru Hyunie tak lupa juga memberi kiss kilat kepada Uee dan Chansung.

Donghae, Yesung, Hyunie berangkat bersama-sama. Sebelum ke tempat kuliah, Donghae mengantar dongsaeng tersayangnya terlebih dahulu ke Glory High School, yaitu tempat Hyunie bersekolah. Kini Hyunie sudah duduk di tingkat 3, dan itu berarti sebentar lagi akan lulus lalu melanjutkan kuliah. Hyunie berbeda dengan Donghae, umma dan appanya mengizinkan Hyunie untuk memilih bidang atau jurusan yang ia maui jika kuliah nanti. Sedangkan Donghae, ia dituntut untuk mengambil jurusan bisnis agar kelak ada yang mewariskan perusahaan Hwang Chansung. Untungnya Donghae juga tertarik dengan bidang bisnis, jadi ia tidak berontak sama sekali dengan tuntutan appanya. Kalau Hyunie, jauh dari kata tertarik terhadap bisnis. Ia lebih suka jalan-jalan, shoping, fashion, novel, wisata kuliner, nonton film bagus di bioskop, dan karokean. Makanya kini ia sedang dipusingkan akan memilih jurusan apa jika kuliah nanti. Apakah: Designer? Novelis? Tour guide? Kritikus makanan? Bintang film? Hehehe…

Sesampainya di Glory High School…

“Yoona, Fany aku mau memberikan sandwich ini ke Kyuhyun dulu ya…kalian duluan saja ke kelas.” Ucap Hyunie kepada kedua sahabatnya.

“Masih berjuang non…” goda Fany.

“Masih dong, apalagi sebentar lagi kita lulus-lulusan, jadi belum tentu bisa memberikan dia bekal lagi setiap pagi…” lirih Hyunie.

“Oke, Hwaiting princess spring!” Fany ber-eyesmile-ria. Yoona juga turut mengepalkan kedua tangannya memberi semangat. Hyunie pun berlari ke arah kelas cowok idamannya selama setahun ini, ke kelas Kyuhyun.

Ya, semenjak putus dari Junsu, Hyunie tidak lagi pernah punya kekasih. Baru sejak tingkat 2 di Glory High School ini ia merasakan jatuh cinta lagi kepada seorang pria. Namanya, Cho Kyuhyun. Namja pendiam dan terkenal dingin kepada yeoja. Wajahnya tampan, putih, rahangnya kokoh seperti terpahat dari marmer, badannya tinggi, dan suaranya bisa bikin orang melting jika mendengarnya. Namja itu jarang bergaul, hanya Sungmin satu-satunya temannya. Jika sepulang sekolah maka ia langsung pulang tidak mengikuti eksul yang ada. Banyak yeoja di sekolah ini yang tergila-gila kepadanya. Namun, Kyuhyun tetap terlihat angkuh dan tidak respect kepada mereka, termasuk kepada Hyunie. Seperti pada pagi ini…

“Kyuhyun-ssi, aku membawakanmu sandwich udang. Semoga kamu suka.” Ucap Hyunie dengan tampang berseri-seri seperti melihat malaikat. Padahal mah sikap Kyuhyun persis kaya batu, diem aja ga jawab ataupun bilang terimakasih. Tetapi namanya juga Hyunie yang selalu ceria, dia tidak tersinggung sama sekali dengan perlakuan Kyuhyun.

“Kyuhyun-ssi hari kau ada pelajaran olahraga, semoga kau bisa melompat lebih tinggi dari teman-temanmu lainnya, makanya aku juga membawakan banana milk.” Ucap Hyunie masih berwajah berseri-seri. Sungmin yang ada di sana jadi gak tega melihat yeoja cantik baik hati begitu dicuekkin. Ampundeh Kyuhyun!

Kyuhyun masih membaca sebuah buku, tidak menggubris perkataan yeoja di depannya sama sekali. Sampai pada akhirnya Sungmin menyikut Kyuhyun. Barulah Kyuhyun sadar.

“waeyo?”, ketusnya kepada Sungmin. Sungmin pun memberi isyarat akan kehadiran Hyunie. Kyuhyun pun dengan malas membalas tatapan Hyunie.

“Gomawo untuk bekal hari ini dan seminggu kedepan!”, jawab Kyuhyun dengan suara merdu selembut beludru. Ceilaah Hyunie gombal bae’😀

“Mwo?” Hyunie keheranan apa maksud Kyuhyun dengan seminggu kedepan?

“Iya, jadi seminggu ke depan jika kau membawakan aku bekal lagi, aku tidak perlu bilang terimakasih karena sudah aku rapel hari ini.” Glekk, Hyunie menelan ludah, Sungmin geleng-geleng gak keukeuh deh sama ke-cool-an sohibnya ini.

“Ara…gomawo Kyuhyun-ssi. Aku pamit ya! Sungmin-ssi jangan minta sandwichnya Kyu lho!” ucap Hyunie sembari tersenyum kepada Kyuhyun, melotot kepada Sungmin. Lalu ia beranjak pergi dengan langkah riang karena senang…

“Kyu, kasihan anak itu selalu kau acuhkan. Berbaiklah sedikit,” ucap Sungmin kepada Kyuhyun setelah Hyunie sudah jauh dari mereka. Kyuhyun hanya menggendikkan kedua pundaknya. Sungmin hanya berdecak, bingung kok sahabatnya ini lebih dingin dari gunung es yang ditabrak sama kapal titanic (apa nyambungnya dah?).

Istirahat sedang berlangsung…

Hyunie sedang mencari-cari sosok pujaan hatinya di lapangan utama Glory School. Seharusnya Kyu masih ada karena kelasnya baru selesai pelajaran olahraga. Setelah sekian lama muter-muter ga jelas mencari sosok dingin itu, ketemu juga akhirnya Hyunie dengan Sungmin (lho kok Sungmin?). Dari mulut Sungmin, Hyunie tahu kalau sekarang Kyu sedang menyendiri di pocin (pohon cinta), yakni sebuah pohon rindang yang bermitoskan kalau menembak seseorang di sana pasti pacarannya awet ^^

“Kyuhun-ssi…”panggil Hyunie. Sontak Kyuhyun menoleh. Lalu berpaling lagi.

“Sedang apa sendiri disini? Tidak makan siang? Tadi bagaimana olahragamu?”, cerocos Hyunie, namun seperti biasa tidak ada pertanyaan yang di jawab Kyu satu pun. Hyunie lalu tertawa sendiri, aneh kali ya dia seperti berbicara pada batu.

“Kyuhyun-ssi, kali ini saja aku ingin bertanya padamu, tolong dijawab, jebal…” melas Hyunie tanpa dibuat-buat. Kyu di tempatnya tergugu. Ia ingat perkataan Sungmin, untuk sesekali pada anak ini.

“Mau tanya apa?” jawab Kyu singkat padat dan jelas.

“eh…errr…anu…”, Hyunie heran sendiri kenapa dia tiba-tiba gugup. Mungkin ia gugup karena Kyu meresponnya.

“Anu Kyuhyun-ssi, setelah lulus dari sekolah ini kau ingin melanjutkan kemana?” tanya Hyunie. Lama Kyuhyun tidak menjawab pertanyaan yang dilontarkan Hyunie.

“Molla…”

“Maksudnya kau belum ada tujuan?” tanya balik Hyunie.

“Apakah aku mesti memberitahumu dimana aku akan kuliah nanti?!” Kyu mulai keluar ketusnya.

“Nde? Tetapi hanya saja aku ingin mengetahuinya…”

“Aku tidak mau memberitahumu.”

“Kau takut aku ikutin?” Hyunie memiringkan kepalanya agar terlihat lebih jelas wajah Kyu yang menyerongkan tubuhnya.

“Kau tahu itu!” balas Kyu makin menyerongkan tubuhnya.

“Ya!! Kau harus memberitahuku Kyuhyun-ssi!!” kini Hyunie tanpa sadar sedikit berteriak. Ditariknya baju olahraga Kyu dengan spontan. Mungkin Hyunie tanpa sadar begitu karena kebiasaannya merajuk kepada appa atau oppanya jika ingin sesuatu.

“Ya! Kenapa kau tarik bajuku??!” reflek Kyu memukul tangan Hyunie. Kyu segera sadar jika ia telah kasar pada wanita ini. Wajah Kyu langsung memantulkan wajah ngerasa bersalah. Namun, sebaliknya yang dipukul malah cengengesan alias kesenangan karena ngerasa ini pertama kalinya Kyu menyentuh tangannya (lebih tepatnya memukul). Kyu heran alias bingung kenapa ini gadis babo banget? Dipukul kok kegirangan.

“Baiklah jika kau ingin tahu sekolahku nanti, ada syaratnya!” ucap Kyu pelan.

“Apa? Apa syarat?” balas Hyun masih kesenangan.

“Mmh…lari di lapangan 7 keliling. Sanggup?”, Kyu bertanya dengan memberi penekanan pada kalimat ‘sanggup’. Hyunie langsung pucet seketika.

‘Lari?’ gumamnya dalam hati. Dulu sih ia amat menyenangi jenis olahraga satu ini, tetapi sejak Key pergi ke Desa ia berhenti menyukainya. Ia merasa hampa jika berlari hanya sendiri tanpa Key di sisinya yang menunggu di tepi lapangan. Meskipun Yesung seringkali mengajaknya, namun Hyunie kekeuh gak mau meneruskan hobinya tersebut. Selain lari, Hyunie juga jadi gak terlalu suka ice cream rasa vanilla. Yang tersisa dari dulu hingga sekarang adalah hobinya makan goguma dan nonton keroro.

“Tidak sanggup? Yasudah…” Kyu mulai beranjak pergi.

“Tunggu!!! Oke Kyuhyun-ssi aku akan berlari, kau tunggu disini!”, kata Hyunie sembari melesat menuju lapangan. Kyu terbengong-bengong. Serius tuh bocah babo mau lari 7 keliling?

Di lapangan…

Fany dan Yoona tampak cemas melihat sahabatnya tengah berlari-lari di lapangan.

“Yoona, cinta itu melelahkan ya?” ucap Fany tiba-tiba.

“Begitulah…”, jawab Yoona seadanya.

“Hey…hey, gaya bicaramu seolah kau pernah jatuh cinta! Siapa Yoona? Siapa lelaki yang  bisa menaklukkan salju yang membeku ini? Hoho…”, Fany nampak menggoda Yoona, sedangkan yang digoda menyemburatkan warna merah di pipinya.

“Ya! Bukan begituu…” elak Yoona.

“Huh, terserahlah kalau kau belum mau berbagi..”, Fany menghembuskan nafas kekecewaan terhadap sahabatnya yang satu ini. Yoona di antara mereka bertiga memang yang paling tertutup. Ia termasuk gadis pemalu, hanya kepada Hyunie dan Fany ia terlihat nyaman. Dulu awalnya saat berkenalan dengan Hyunie adalalah ketika ia ikut appanya ke rumah keluarga Hwang, ketika itu appanya melamar menjadi supir pribadi. Setelah itu Yoona dibiayai oleh keluarga Hwang dalam persoalan biaya pendidikan, sejak Junior High School ia selalu dengan Hyunie, dan selalu dengan Hyunie sama dengan selalu saja dengan Fany. Maka jadilah mereka bersahabat bertiga. Jika Fany dan Hyunie sudah berteman hampir 11 tahun, Yoona baru hadir 6 tahun terakhir. Awalnya pun Yoona sangat susah berbaur dengan Hyunie dan Fany, ia nampak minder karena kondisinya sebagai anak seorang supir. Beruntung Fany dan Hyunie adalah orang yang terbuka dan baik tanpa membedakan kelas sosial seseorang. Fany dan Hyunie sepakat jika di antara mereka bertiga, Yoona lah yang paling manis dan memiliki inner beauty.

“Aku akan cerita jika datang saat yang tepat,” ucap Yoona kemudian menimbulkan keingintahuan Fany bergejolak lagi.

“Tuh kan, kamu sudah jatuh cinta pada cowok!! Huhu berarti hanya aku saja dong yang belum bertemu pria idaman? Hikshiks.” Ucap fany lebay.

“Ya! Fany-ah aku gak bilang sudah menemukan pria idaman!”, Yoona jadi kalang kabut sendiri. ‘Aku belum bisa bercerita sekarang, Fany-ah…aku masih belum yakin dengan hatiku sendiri dan hatinya…’, gumam Yoona dalam hati.

“Yoona jahat!”, Fany masih teriak-teriak gajebo. Mereka berdua pun terlihat ribut sendiri sehingga lupa satu sahabatnya sedang terengah-engah berlari demi mendapatkan nama Universitas yang akan menjadi kampus Kyuhyun, pria idamannya.

Dan di suatu tempat, dari beranda atas sekolah, Kyuhyun memandangi seorang gadis yang masih berlari di bawah sana. Sorot matanya masih sama, dingin, angkuh. Lalu ia beranjak pergi, pulang.

Setengah jam kemudian, setelah Hyunie berlari..di Pocin,

“Ya! Kemana namja dingin itu?! Kan sudah dibilang kalau tunggu disini sebentar saja sementara aku berlari. Huh. Apakah menunggu 15 menit saja susah? Memang sih tadi 10 menit aku membeli minum di kantin dulu dan ngaso dulu karena capek.” Gerutu Hyunie yang nampaknya kecewa karena Kyuhyun tidak menepati janjinya.

Tiga gadis itu akhirnya pulang dengan mobil Fany.

“Jadi dia tidak memberitahukan akan sekolah dimana?” tanya Yoona dari bangku belakang kepada Hyunie yang duduk di sebelah Fany yang mengemudi.

“Enggak…” jawab Hyunie lesu.

“Lalu, perjuangan masih dilanjutkan?” tanya Yoona lagi.

“Tentuuuuu…tahu gak tadi untuk pertama kalinya Kyu memukulku lho,” pamer Hyunie sembari mengangkat lengannya yang tadi dipukul Kyuhyun. Fany dan Yoona bertatapan, berpikir satu kata: aneh.

“Kau selalu diacuhkannya, Hyunie, apakah tidak capek?”, kini Fany yang angkat bicara.

“Tidak. Selama ini aku sudah melakukan peningkatan dalam mengejar Kyu. Ingat kan musim dingin kemarin? Aku menjahitkannya syal dan dia ketahuan memakainya hihi…”, ucap Hyunie senang ketika membayangkan kejadian pada musim dingin yang lalu. Dimana ia menjahitkan sendiri syal untuk pujaan hatinya.

“iya dipakai, tetapi sebelumnya kau curi dulu syal lamanya dari locker, sehingga Kyuhyun tidak bisa berbuat apa-apa selain memakai syal darimu, ketimbang ia mati kedinginan di hujan salju waktu itu. Haha”. Fany meledek Hyunie dengan tampang puas. Hyunie menggetok kepala Fany. Memang benar apa yang dikatakan Fany, tetapi bagi Hyunie itu tetaplah sebuah perjuangan yang hasilnya memuaskan ^^

“Meski begitu aku tetap senang dia memakainya…dan sekarang Kyu juga perlahan mulai mau makan bekal dariku. Coba kalian ingat awal-awal aku menjadi pemujanya?”

“ya, ya aku ingat…dulu Kyuhyun-ssi selalu membuang roti darimu ke tempat sampah atau ke perutnya Sungmin.” Jawab Yoona.

“Iya betul. Makanya, melihat dia sekarang aku sedikit puas karena ia sedikit berubah terhadapku. Makadari itu aku tidak akan menghentikan rasa sukaku kepadanya.” Ucap Hyunie dengan mata menyala, api semangat berkobar dalam dadanya (lebay-).

“Tetapi Hyun, sampai sekarang kau belum tahu di mana ia akan kuliah…” tanya Fany.

“Ia, sekarang memang belum…tetapi aku masih ada akal mencari tahu.”

“Seminggu lagi ujian akhir lho, dan berarti sebentar lagi juga pesta kelulusan, kalian ingat kan?”, imbuh Yoona.

“Iya, tapi aku pasti akan bisa bertemu Kyu lagi…kalau jodoh gak kemana hehehe,” ucap Hyunie sok yakin. “Sekarang yang penting kita harus mempersiapkan ujian yang akan datang seminggu lagi, huaahh gak kerasa ya sudah mau lulus.” Sambung Hyunie.

“Betul! YOOOONAAAA, ajarin aku matematika lagi,” teriak Fany. Yoona menjawab enteng: “iya, sip!”. Lalu mereka terdiam, memikirkan hal masing-masing.

“eh tapi kita akan satu universitas kan?” tanya Fany tiba-tiba memecah kehingan sesaat itu.

“Ya kalau aku kan ikut Kyu Oppa aja, hihi…”. jawab Hyunie cengengesan.

“Aku ikut kamu aja, Hyunie. Terserah deh kamu mau dimana and ambil jurusan apa, hehe.” Fany juga ikut cengengesan.

“Kamu, Yoona? Mau ambil jurusan matematika?”, tanya Hyunie.

“Aku? Aku…hanya mau terus bersama-sama kalian aja heheh…”, jawab Yoona juga ikut cengengesan. (Hyunie penyebar virus cengengesan nih!)

“Okelah! Janji ya!”

“Tapi, jika mengikuti khas kamu Hyun, aku tebak kamu pasti sudah memiliki rencana kan lanjut kemana dan ambil jurusan apa? Mustahil bagi seorang Hwang Seohyun tidak memiliki ide-ide di kepalanya.” Kata Fany curiga. Hyunie tersenyum mendengarnya, Fany-nya memang terlalu kenal dirinya, sehingga selalu bisa menebak dengan benar.

“Iya. Sebenarnya aku sudah ada gambaran seperti yang dibilang Fany. Dan entah kenapa aku juga yakin Kyu akan disana juga…”

“Dimana?” tanya Yoona penasaran.

“Jurusan apa?” tanya Fany ikut penasaran.

Sesaat Hyunie diam, lalu menjawab pelan: “Universitas…Victory. Departemen Seni Teater!” Jawab Hyunie mantap.

Fany dan Yoona hanya terbengong-bengong.

Tbc…

Note:

gimana-gimana chap 2 ini? Ceritanya masih berkisar pengenalan lebih dalam ke ketiga tokoh utama ff ini. Chap selanjutnya masih chap 2, part 2 ya dan masih real section. Bagi yang membaca, RCL nya bisa J

Oh iya, aku sangat terima kritikan dan masukan untuk ff ini. Jujur ff ini masih bisa berkembang lagi, tidak statis. Jadi, jika ada yang request alur ceritanya aku akan pertimbangkan ^^

Gomawo…

33 responses »

  1. lanjut chingu. . .
    q sebernya seokyu wires tp q jg suka seokey #Plaakk di gitok wires. . .:P
    jarang bgt nemu ff seokey,d tunggu part selanjutnya chingu., , ,

  2. yeeyy akhirnya keluar juga chap 2 !!
    yahh gak ada key oppa di chap sini😦
    ya ampun kyu oppa cuek banget …
    lanjut yah chingu .

  3. Chingu ga mau protect ffnya aja?

    Ternyata aku ga baca part ini, pantesan kaya ada yang ilang. Yaampun chingu *peluk chingu* aku sukaaaaaaaaaaaa banget. Impressed banget deh sama usahanya joohyun. Salut. Dicuekin dibo’ongin dan pantang menyerah. Terharu aku, sampe berkaca2 mataku *maklum orang gila, uda ga rasional* jempol aku buat kamu chiiiiiiing,… Awwww aku suka banget kyu super nyebelin gitu! Such a drama! Greget banget lho bacanya.
    Chingu, tiffany kalo mau dikasih cowo, aku request siwon, atau kim hyunjoong. Trus yesung, biasanya sih sama yul, moon geun yeung deh sekali2. Hahaha. Key sama siapa ya?? Terserah chingu tapi, pokoknya udah seokyu yoonhae mah udah deh buat aku, aku pasti duduk manis ga rewel lagi😆

  4. yaahh jgn kelewat lagi ya ~_~
    mksdnya protect?

    wuaah, aku suka bgt deh km klo komen puanjang pooll :p diterima sarannya, kita lihat aja nanti ya soalnya akan ada byk cast nih dikedepannya. ah tp klo km duduk manis malah ga seruu ff aku ga panjang lg sm komen km wkwkk😀😀

  5. Diprotect, dikasi password. Author2 kalu pada bete sama siders kan ffnya dipw. Yang baca ya yang minta pw dan dikasi pwnya dari chingu. Kalu yang dikasi pw itu ga komen, di ff berikutnya chingu pikir2 aja lagi mau kasi lagi pwnya apa engga😆

    • iya ya? aku sedih sihh kok jrang ada yg komen T_T pdhl pengunjungnya lumayan

      nty aj ngasih pw pas bagian seru hehehe.

  6. Aaaaa, aku galau(?)
    aku wires, tapi ko lebih suka seokey disini?
    Ck, soalnya ini salah satu couple favorit ku sih xD
    jadi seneg bgt kalo ketemu FF seokey, ahhh..
    Micheoseo😦 ditunggu part selanjutnya ya.. Daebak🙂

  7. iya dibawa enjoy aja ya, klo seokyu dsini bersatu ya berarti di ff lainnya seokey yg bersatu. klo dsini seokey yg bersatu, berarti di ff lain seokyu. adil makmur sejahtera deh hoho.
    doain ya biar ada ide :*

  8. wuah Kyu bener2 dech,, somse banget yach, tar nyesel kalo Seo udah berpaling,…
    tapi aku maunya tetep Kyu..sama Kyu, cz cocok aja mereka…
    lanjut…

  9. huaa…seo seo lucu banget….xixixi…ampe segitunya suka ama kyuppa…tp kira2 kyuppa bakalan suka g ya sm seo’a…..kshn kan klo g suka2 eh malah nnti suka sm cewek lain..hiks..hiks…andweee g rela…..lanjut ya chingu..gomawo…^^

  10. miann author bru mningglkn jejak,.
    keenkn baca+pnsran sh,.
    heeheeeheee
    seru nh ff’y,
    gila kyu dingin bngt, ksian seo,
    seo mau z d sruh lari, 7 ptran lg,.
    ksian bnt dh,.
    ok d tunggu yh posst” slnjut’y
    sekali lg miann,.
    bru mningglkn jejak,.

  11. waah, kyuhyun cool amat disini. Seohyun bener-bener agresif deh, gak malu ngejar-ngejar kyupa duluan.
    Key kok belum muncul ya? Gak sabar nunggu pertemuan mereka.

  12. Wuish kyu sini aku bw minyak panas biar melting#dibakar sparkyu
    aigo seororo, ngejer sampe gitu…
    Liat kyu begini jadi males endingny seokyu#ditampar wires😄

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s