Life is a Drama: Chapter 2 (real section part 2)

Standar

Life is a Drama Chapter 2, part 2

yang belum baca part sebelumnya baca dulu ya…

Chap intro

chap 1

Chap 2, part 1

 

 

Trying to forget someone you love is like trying to remember someone you never met…

Seohyun POV

            Aku mengejar Kyuhyun sampai gerbang sekolah. Aku masih belum puas karena kemarin ia belum memberitahukan dimana ia akan meneruskan sekolahnya, padahal aku sudah berlari di lapangan seperti yang dimintanya.

“Kyuhyun-ssi!!” panggilku. Entah sengaja atau tidak ia tetap tidak menoleh.  Aku terus mengejarnya sampai ke jalan raya, dan akhirnya aku bisa menarik kemejanya. Hupp! ‘Yes dapat juga kau’, gumamku.

“Ada apa sih???!!!”, Kyu menyemprotku ketus.

“Waeyooo? Harusnya aku yang bertanya kenapa tidak menyahut sedari tadi kupanggil?”.

“Itu hakku!!!” ia memutuskan akan melangkah lagi. Segera saja kutahan lengannya.

“Kau mau apa sih?” gertaknya.

“Aku mau tahu jawaban kemarin, aku sudah berlari!”, aku lama-lama emosi juga berbicara sama orang dablek macam dia, tetapi di satu sisi aku cinta (?). “emmm, maksudku kau kan sudah janji akan memberitahuku jika aku melakukan syarat yang kau kasih…”, aku mengubah intonasi berbicaraku menjadi lembut kembali.

“Oh, sudah lupa tuh!”, jawabnya datar sembari menyebrang.

“Ya!!!” aku berlari mengejarnya. Dan tiba-tiba…BRUUUKK! Aku terjatuh karena menyandung sebuah batu berukuran lumayan besar. Dan sialnya aku jatuh dengan kaki terkilir.

“Wuaaawwww!!!”, aku meringis karena sakitnya minta ampun. Pergelangan kakiku terasa keseleo, perih dan ngilu. Lututku pun berdarah.

Kyu nampak menoleh mendengar debugan suara jatuhku dan suara ringisanku. Tetapi ia tidak mempedulikannya dan melanjutkan langkahnya lagi. Aku mencoba bangit berdiri dan Buukkk, aku terjatuh lagi. Sial, kakiku benar-benar keseleo dan tidak bisa digunakan untuk berdiri atau berjalan.

‘bagaimana bisa pulang?’ gumamku dalam hati.

Dan tiba-tiba saja, sosok Kyu sudah berdiri di depanku. Aku mendongak ke atas melihat wajah datarnya.

“Babo. Tidak bisa berdiri?”, tanyanya sembari menunduk melihatku. Aku hanya menggelengkan kepala lemah.

“Kau benar-benar gadis terbodoh yang pernah kutemui, mengejar orang sampai terjatuh. Sini aku bantu kau berdiri.” Ucapnya sembari mengulurkan tangannya. Aku raih tangannya dan mencoba bangkit. Sakit sekali terasa ketika aku menapak.

“auuch…” aku kembali ambruk.

“benar-benar tidak kuat ya?” Kini Kyu nampak mengubah wajah datarnya menjadi wajah setengah datar setengah kasian. Lalu ia memeriksa pergelangan kakiku dan membuka sepatu dan kaus kakiku. Dan betapa kagetnya aku sebagai pemilik kaki ini karena warna pergelangan kakiku sudah berubah menjadi biru lebam.

“Ini parah…” ucapnya pelan.

Lalu tiba-tiba saja ia berjongkok di depanku.

“Cepat naik!!!”

“Wae?”

“naik cepat ke atas punggungku!”

“Kk..kau mau menggendongku?”, tanyaku dengan nada setengah tidak percaya.

“Bukan mau, tetapi mau tidak mau!”.

Aku masih terdiam tidak yakin. Antara senang dan tidak percaya seorang Cho Kyuhyun pujaan hatiku yang sangat –sangat dingin mau menggendongku?

“Lama!! Hari sudah semakin gelap dan sudah jarang orang lewat, kau mau tidak pulang?”

“baiklah…” aku mulai meraih punggungnya, dan hupp aku sudah naik ke punggungnya dan merangkul lehernya. Ia meraih pahaku untuk dipegangi.

Jantungku langsung berdegup kencang. Ini untuk pertamakalinya aku digendong belakang oleh seorang namja, dan namja itu Kyuhyun! Hati ini benar-benar berbunga-bunga.

“Aiisshh kau benar-benar berat sekali! Pegangan yang erat kalau tidak mau jatuh!” Ucapnya sembari mulai berjalan. Aku tersenyum bahagia, meski ia terus-terusan bilang aku berat, bilang aku babo.

Kami berjalan di senja menuju malam. Dan tiba-tiba salju turun dari langit. Padahal ini bukan musim dingin tetapi salju tiba-tiba turun dengan deras. Kyuhyun tetap menggendongku dan kita tidak bicara selama perjalanan. Aku merasa mengantuk dan mulai tertidur di pundaknya, namun Kyu tiba-tiba memecah keheningan. Sayup-sayup kudengar suaranya.

“Hwang Seohyun, tolong jangan mencintaiku…”, ucapnya parau.

Aku terdiam, entah karena sudah tertidur atau apa. Aku hanya merasakan dingin. Badai salju telah datang.

“Bangun hei kau malah tertidur disini sih?”, masih terdengar suaranya lamat-lamat di telingaku.

“Bangun hei bangun! Bangun Hyunie sayang…”, aku mendengarnya ia memanggil dengan sebutan Hyunie? Dan sayang? Kubuka mata perlahan. Tampak Kyu berdiri dan wajahnya berada tidak jauh dari wajahku.

Ketika penglihatanku sepenuhnya jelas, aku tersontak kaget bukan kepalang.

“Kenapa Kyu berubah menjadi oppa??”, tanyaku sembari bangkit dari posisi terlentang di sebuah sofa.

“Kyu? Apa maksudmu Hyunie?” Donghae oppa mengerut-ngerutkan keningnya aneh melihatku.

Dan aku tersadar, Aisshh ternyata tadi MIMPI! Pertemuanku dengan Kyu dan moment aku digendongnya hanyalah mimpi? Huhu aku menangis dalam hati. Dan ini dimana? Sepertinya bukan di rumah. Oh iya!! Aku baru ingat, ternyata aku tertidur di rumah Yesung oppa.

“Aku kaget melihatmu tertidur di sofa ini, Hyun. Padahal baru aku tinggal sebentar ke kamar mandi. Dan aku bingung harus bagaimana karena ketika ku telpon Donghae ia belum pulang dari kampus. Jadi, kubiarkan kau tertidur disini selama dua jam.” jelas Yesung oppa.

“Kenapa oppa tidak membangunkanku?” tanyaku.

“Tidak tega, habisnya kau tertidur pulas, seperti lelah.” Jawab Yesung oppa sembari tersenyum.

Iya memang aku tadi lelah sekali. Aku habis curhat dengan Yesung oppa mengenai keinginanku masuk seni teater di fakultasnya. Yesung oppa adalah mahasiswa seni musik yang notabenenya satu fakultas dengan seni teater. Jadi, aku banyak bertanya-tanya mengenai itu padanya. Dan ketika sedang asyik ngobrol, Yesung oppa ke kamar mandi dan aku terlelap begitu saja. Huah babo Hyun!

“Lain kali kalau aku tertidur lagi dirumah oppa, bangunkan saja aku atau gendong aku ke rumah ya!”

“Ya!!! Masa kau mau minta gendong sama Yesung?”, Donghae oppa melotot ke arahku.

“Kenapa sih oppa?!” balasku merajuk.

“Ah sudahlah ayo pulang.”

“Aku masih ngantuk oppaa…gendong ya sampai kamar?” pintaku dengan wajah dimelas-melaskan. Dan seperti biasa, apapun yang kuminta darinya tidak ada yang tidak dikabulkan.

“Iya oppa gendong, ayo sini kemari,” kata Donghae oppa sembari memberi punggungnya. Aku hanya tersenyum kepada Yesung oppa yang melihat ke kami berdua.

“Aku pulang ya oppa, gomawo sudah dengar ceritaku dan memberiku pendapat…”, pamitku pada Yesung oppa yang mengantar kami berdua sampai depan pintu.

“Iya Hyunie, sama-sama. sampai rumah langsung tidur lagi ya…good night.” Balas Yesung oppa dan aku melambaikan tangan padanya.

Di tengah perjalanan menuju kamar, Donghae oppa tampak kesal sendiri.

“Kau bercerita apa dengan Yesung? Kok tidak bercerita pada oppa dulu sih?”

“Aku hanya curhat oppa…”

“ya kenapa curhat pada Yesung? Akhir-akhir ini kau sudah jarang curhat lagi pada oppa? Huhu.”

“Bukan begitu, oppa sih sudah sibuk sama Sohee unnie…”, uppss aku keceplosan. Seharusnya aku tidak boleh berkata seperti itu, karena pasti fatal akibatnya. Aku teringat dua kasus yang terjadi dulu. Donghae oppa putus dengan yeojachingunya karena aku. Pertama dengan Jessica dulu putus karena pada hari ia kencan aku menelponnya sambil menangis-nangis karena putus dengan Junsu oppa. Donghae oppa yang tidak pernah tahan mendengarku menangis langsung melesat mendatangiku dan melupakan Jessica. Dan karena itu mereka putus, walaupun kata oppa mereka memang sudah lama berantem dan tidak cocok satu sama lain. Lalu yang kedua, dengan Victoria unnie yeojachingunya yang juteknya amit-amit. Kalau dengan Victoria unnie memang aku setuju ia putus. Ia selalu meminta oppa mengantar jemputnya, membelanjakan dia, melarang Donghae oppa mengantar jemputku ke sekolah. Dan tentu saja Donghae oppa tidak suka dengan sikap semena-menanya itu, lalu oppa pun memutuskan dia. Parahnya sehabis diputusin Donghae oppa, dia melabrakku menuding aku yang telah membuatnya diputusin. Dasar nenek lampir, tidak sudilah aku mempunyai kakak ipar layaknya dia.

Dan sekarang Donghae oppa berpacaran dengan teman sekelasnya, Sohee unnie. Aku suka dengannya karena ia cantik dan imut juga ramah terhadapku. Aku tentu tidak mau Oppaku satu-satunya ini putus lagi karena tadi aku asal bicara. Jangan-jangan ia disangka playboy karena suka gonta-ganti pacar.

“Maksudku, oppa sekarang sibuk mempersiapkan Ujian Akhir bersama Sohee unnie…ya kan”. Aku meralat ucapanku tadi.

“Iya, aku akhir-akhir ini terlalu sibuk ya? Maafkan oppa ya, Hyunie sampai kau tidak bisa bercerita banyak lagi sekarang.” Ucapnya sedih. Aku jadi menyesal membuat oppa ngerasa bersalah seperti itu.

Sesampainya di kamar tidurku. Oppa menjatuhkan aku di kasur, dan ia duduk di sampingku.

“Baiklah, malam ini kau boleh becerita apa saja sampai Hyunie tertidur, oppa akan mendengarkan.” Katanya lembut.

Aku membaringkan tubuhku dan menarik selimut. Banyak hal yang rasanya ingin aku ceritakan kepadanya. Termasuk mimpi tadi. Tetapi aku bingung harus mulai darimana.

Lalu pada akhirnya aku pun bercerita semuanya kepada Donghae oppa. Tentang niatku masuk Victory University divisi Seni teater, tentang Kyuhyun, tentang kerinduanku pada Key…

“Oppa…”, terakhir aku menceritakan soal mimpi anehku di rumah Yesung oppa tadi sore.

“Kata orang, mimpi di sore hari itu biasanya akan kejadian di kehidupan nyata.” Jawab Donghae oppa setelah aku selesai menceritakan isi mimpiku.

“Jinja?”

“Kata orang Hyun…”

Aku berpikir-pikir. Kalau akan menjadi kenyataan berarti indah dong karena aku akan digendong Kyu ^^ tetapi…tiba-tiba aku teringat ucapan yang diucapkan Kyu saat menggendongku dalam hujan salju. “tolong jangan mencintaiku, Hwang Seohyun”. Ucapan itu akan menjadi kenyataan? Apakah Kyu tidak akan mencintaiku? Aku terus melamunkan hal-hal itu, sampai akhirnya terlelap.

Seohyun POV end

Keesokannya di Glory High School

Hyunie nampak tengah berbicara dengan Sungmin, namja yang sekelas dengan Kyuhyun dan juga namja yang satu-satunya akrab dengan Kyuhyun.

“Sungmin-ssi, jebal kasih tahu aku dimana Kyu akan kuliah nanti?”, ucap Hyunie yang pagi itu tampak cantik dengan rambut diikat kuda menggunakan pita bewarna merah.

“Aku tidak tahu, Seohyun-ssi…”, jawab Sungmin dengan wajah nampak menyesal.

“Semua penghuni sekolah ini tahu kalau kau adalah satu-satunya orang yang bisa berteman dengan Kyu. Mana mungkin kau tidak tahu, huhu.”

“Kyuhyun sangat tertutup bahkan denganku.”

Hyunie nampak putus asa. Sudah lebih dari puluhan kali ia bertanya kepada Sungmin, namun jawabannya tetap sama: “tidak tahu”.

“Arasho, jika kau sudah tahu, beritahu aku ya!” Hyunie pun melenggang meninggalkan Sungmin. Sungmin menatapnya dengan raut wajah kasihan.

“Mianhe, Seohyun-ssi aku tidak bisa memberitahumu karena Kyu yang memintanya…”, gumam Sungmin pelan.

Lalu seketika Sungmin berteriak,

“Seohyun-ssi!!! Kau harus tetap semangat! Percayalah kalau kau berjodoh dengannya, maka angin akan membantumu bertemu dengannya lagi!,” teriak Sungmin dengan senyum merekah kepada Hyunie yang nampak bingung. Hyunie pun kembali cerah mendengar semangat yang dilontarkan Sungmin.

‘Ya benar! Aku harus percaya takdir. Cho Kyuhyun adalah takdirku!’, gumamnya dalam hati.

“Hyunieee…kau memang sahabatku yang paling pengertian. Setelah ucapanmu di mobil tempo lalu, aku pun memikirkannya di pagi hari, malam hari, dan kini aku yakin jika aku bertekad menjadi aktris!!! Hahaha,,,” Ucap Fany ketika mereka bertiga sedang duduk-duduk menyantap cemilan mereka di bangku taman sekolah.

“Akhirnya kau menemukan cita-citamu, Fany-ah, chukae!” sahut Yoona.

“Kalau aku, masih ragu untuk masuk seni teater…aku kan susah untuk berbicara di depan orang banyak…”, sambung Yoona lagi.

“Tenang saja, Yoona! Kan ada aku, ffany ffany yang membantumu menjadi seorang superstar! Hahaha…!”

Hyunie nampak melamun sembari menyedot banana milk miliknya. Ia sepertinya tidak mendengar curahan hati sahabatnya. Melihat tingkah laku sahabatnya yang merenung melamun tersebut membuat fany dan yoona menghentikan obrolan seru mereka.

“gwenchana, Hyunie? Kau nampak tidak semangat sekali hari ini?”, tanya Fany yang membuat Hyunie tersentak sadar dari lamunannya.

“Nde…aku sedang sedikit cemas saja sebentar lagi kita akan ujian akhir dan akan lulus.”jawab Hyunie pelan.

Yoona merangkul pundaknya, seolah paham kegelisahan springnya itu.

“Kau cemas ya berpisah dengan Kyuhyun? Tenang Hyunie, dunia tidak akan berhenti berputar asal jika masih ada orang-orang yang berharap…”, ucap Yoona.

“iyaaa…” sahut Hyunie lemah. Lalu terdengar suara dentang bel tanda istirahat telah usai. Ketiga yeoja itu berjalan beriringan memasuki kelas, menyambut materi tambahan menjelang ujian akhir. Mereka bertiga bersungut-sungut belajar agar bisa masuk Victory University yang terkenal dengan penyeleksiannya yang super ketat.

Hari demi hari pun berlalu, Hyunie, Fany, dan Yoona selalu rutin belajar bersama guna menghadapi Ujian akhir. Fany dengan Yoona belajar matematika, pelajaran yang kurang dikuasainya. Sedangkan Hyunie, masih sibuk dengan pengintaiannya. Ya, akhir-akhir ini selain serius belajar, ia juga serius mengintai Kyuhyun. Mengintai kemana pun Kyuhyun pergi setelah pulang dari sekolah. Hyunie melakukan itu untuk mencari-cari tahu dimana kira-kira universitas pilihan Kyuhyun. Namun, pengintaian itu tidak berhasil sepertinya karena Kyuhyun ternyata mengetahui Hyunie diam-diam membuntutinya.

Hari ujian akhir siswa tingkat akhir di Glory High School tiba. Semua terlihat bersungguh-sungguh dalam mengerjakan soal yang ada. Begitu juga dengan ketiga sahabat itu, Fany sudah nampak percaya diri karena berkat Yoona yang mengajarkan dirinya matematika. Dan ujian yang berlangsung selama tiga hari itu pun selesai. Semua bersorak dan menyisipkan sedikit rasa cemas juga dengan hasil akhirnya seperti apa.

Hari min satu menjelang pesta kelulusan.

“Besok kita akan benar-benar berpisah sebagai classmate 3-a…”, ucap seorang yeoja bernama Hyuna yang merupakan dancer di kelasnya Hyunie.

“Iya, tidak akan ada lagi kebersamaan, kekonyolan, senda gurau di kelas ini…hikss…”, kali ini datang dari yeoja berbadan imut bernama Iu. Iu adalah siswa yang berbakat dalam menyanyi. Ia menjadi diva dari perwakilan kelas 3-a jika ada pentas-pentas bernyanyi. Dan sudah dipastikan ia akan masuk Victory University seni musik.

“Besok saat kelulusan, kau akan memberikan pidato kan ketua kelas?” tanya namja bernama Junho kepada Hyunie yang merupakan ketua kelas 3-a.

“Sepertinya aku tidak kuat jika harus berpidato, aku pasti akan menangis…”, ucap Hyunie yang menambah aura kesedihan pada kelas itu.

“Kita semua akan menjadi teman selamanya kan, walaupun kita kuliah di tempat yang berbeda-beda?”, sergah Minho.

“Iya, kita harus menjadi teman selamanya!”, celetuk Fany.

“Dan semoga kita semua sukses sesuai cita-cita kita masing-masing,” ucap Krystal yang tak lain adalah kekasih Minho.

“Iu menjadi penyanyi terkenal, Krystal menjadi skater handal, Hyuna menjadi dancer paling seksi, dan kau Hechul semoga impianmu menjadi tentara terwujud ya…hehe.” ucap Hyunie kepada teman-temannya.

Semua menderai tawa bersama di kelas kebanggaan mereka, di kelas yang sama saat pertama kali bertemu, dan di kelas yang sama mereka esok berpisah sebagai siswa yang pernah berjuang bersama-sama selama 3 tahun.

Fany, Yoona, dan Hyunie memisahkan diri.

“Di antara kita tidak akan ada kata perpisahan, karena memang kita tidak akan berpisah sampai kapanpun.” Ucap Fany dengan eyesmilenya. Yang disambut anggukan Yoona dan Hyunie.

“Hyun, kau besok akan menyatakan perasaanmu kepada Kyuhyun?” tanya Yoona. Membuat ekspresi Hyunie berubah seketika.

“Anioo, aku tidak sampai berpikiran sejauh itu, menembaknya?”. Jawab Hyunie.

“Hyunie-ah, kau sudah mengejar-ngejarnya selama ini, masa kau tidak akan menyatakan juga cintamu?”, sergah Fany.

“Iya betul, kau memang telah menunjukkan padanya rasa sukamu itu, tetapi kau kan belum bilang sendiri dengan mulutmu kalau kau menyukainya dan menginginkan dia menjadi namjachingumu.” Yoona berkata dengan mimik serius.

Seohyun POV

Aku terdiam. Memang benar kata kedua sahabatnya itu. Selama ini aku memberinya bekal, menjahitkan syal, memberinya susu, jatuh bangun mengejarnya…hanya bilang ‘aku menyukaimu’ saja yang belum pernah kulakukan. Tetapi, sungguh tidak pernah terlintas di benakku untuk memintanya menjadi namjachinguku. Selama ini aku menyukainya dengan rasa suka saja, tidak terbebani dengan harapan dia harus menjadi pacarku. Namun, sepertinya aku harus menyatakan perasaanku pada Kyuhyun besok saat upacara kelulusan. Harus! Sebelum semuanya terlambat…

Seohyun POV end

Hari kelulusan tiba…

Upacara kelulusan berjalan tegang saat kepala sekolah mengumumkan siapa-siapa saja yang lulus dan tidak lulus. Bahagia kelas 3-a dinyatakan 100% lulus, semua bersuka cita. Orangtua murid yang datang pun nampak berbahagia karena putra-putri mereka lulus.

Uee dan Chansung mengucapkan selamat dan memeluk Hyunie. Seulong juga datang untuk Yoona. Orangtuan Fany yang tinggal di Amrik juga sengaja datang ke Korsel untuk mengucapkan selamat dan mengajak Fany apakah ingin kuliah di Amrik, namun Fany tetap teguh memilih Korsel.

Setelah upacara kelulusan, saatnya pesta kelulusan yang diadakan meriah. Saat ini dekorasi di Glory High School berubah menjadi seperti pesta ulang tahun. Ada balon warna-warni, karangan bunga, dan pita-pita cantik. Saat pesta berlangsung, Hyunie mencari sosok Kyu yang sedari tadi tidak terlihat olehnya. ‘mungkin ia menyendiri lagi di pocin’, pikir Hyunie dalam hati.

Dan ternyata dugaan Hyunie tepat, di pocin tampak Kyu berdiri seorang diri. Hyunie pun menyamperinya, memberinya cotton candy. Kyu sudah nampak biasa tidak aneh lagi jika tiba-tiba saja Hyunie mengusik kesendiriaannya disini.

“Kenapa tidaak ikut pesta di lapangan?” tanya Hyunie mengawali pembicaraan.

“Aku tidak suka pesta.” Jawab Kyu singkat, seperti biasa.

“Hari ini hari kelulusan kita, selamat Kyuhyun-ssi…”

“Ya.”

“Sebenarnya ada hal yang ingin aku sampaikan selama ini padamu…” ucap Hyunie ragu-ragu. Jantungnya terasa 10 kali lipat berdetak lebih cepat dari biasanya. Hari ini ia memang telah bertekad menyatakan segalanya tentang perasaannya pada namja ini.

“Oh ya? Kebetulan aku juga ingin mengatakan sesuatu,” Ucap Kyu yang kini tatapannya beralih ke Hyunie. Tentu saja Hyunie tambah nervous mendengar ucapan Kyu. Apa yang ingin dikatakan Kyu kepada dirinya?

“Oh? Kau ingin mengatakan apa?”, tanya Hyunie setelah sepersekian detik jantungnya berasa berhenti bekerja.

“Kau saja dulu.” balas Kyuhyun.

“Ah, kau saja dulu…” balas Hyunie lagi. Mereka lalu terdiam. Hening.

“Baiklah aku dulu, aku ingin mengatakan…” Kyuhyun nampak menarik nafas sebentar sebelum melanjutkan ucapannya. Hyunie yang berada di samping Kyuhyun tampak tegang mendengar ucapan Kyuhyun. “Aku ingin mengatakan padamu, Hwang Seohyun…tolong jangan menyukaiku…” Deg. Hyunie mendengarnya dengan pasti apa yang diucapkan namja di sampingnya tersebut. Kalimat itu…adalah kalimat yang ada di mimpinya sewaktu ia tertidur di rumah Yesung. Hyunie terlihat ingin sekali mengeluarkan cairan dari airmatanya, dengan sekuat tenaga ia mencoba tidak menangis. Ditatapnya wajah tampan Kyuhyun dengan sorot kecerian yang pura-pura.

“Aisshh kau ini geer sekali! Selama ini aku membawakanmu bekal dan lain-lain karena aku ingin akrab denganmu…”, Hyunie bicara dengan suara sedikit bergetar. Ia mencoba berpura-pura tetap tenang dan tertawa.

“Ya, Kyuhyun-ssi aku hanya ingin akrab denganmu yang dingin…selama ini aku dikenal yeoja yang ramah dan setiap orang di Glory School ini semua kenal dan akrab denganku. Baik murid, satpam, guru-guru, penjaga sekolah, bahkan kau tahu? Kucing di sekolah ini pun akrab denganku. Karena apa? Karena aku Hwang Seohyun! Hehehe…jadi, aku sedikit kesal dan aneh karena hanya kau satu-satunya manusia di sekolah ini yang mengacuhkanku.” Jelas Hyunie panjang lebar. Entah kenapa ia bisa berkilah dengan mengarang cerita seperti itu.

Kyuhyun tetap tidak bergeming, ia bisa menangkap nada kepura-puraan dalam ucapan yeoja itu.

“Ya, baiklah jika aku salah sangka. Tetapi itulah yang ingin kukatakan…lalu, apa yang ingin kau katakan?” tanya Kyuhyun.

“Ehm…apa ya? Hehe aku lupa…” kikuk Hyunie.

“Ohya, aku ingin mengatakan ini…” Hyunie menjulurkan tangan kanannya, seraya menawarkan jabatan tangan. “Aku ingin mengatakan, senang berkenalan denganmu Kyuhyun-ssi…aku harap, ada namaku di memorimu tentang Glory High School, ya setidaknya sebagai pemberi bekal setiamu. Hohoho…” Hyunie tertawa, namun hatinya terasa pedih saat berkata itu, sungguh airmata di pelupuk matanya sudah tidak kuat untuk jatuh.

Kyuhyun menyambut jabatan tangan Hyunie dengan ragu.

“Gomawo…” Hyunie semakin bergetar ketika ia berjabatan tangan dengan Kyuhyun. Lalu tiba-tiba terdengar pengumuman yang dikumandangkan oleh kepala sekolah dari pengeras suara.

KEPADA SISWA-SISWI YANG TENGAH BERBAHAGIA, HARAP BERKUMPUL DI HALAMAN UTAMA GLORY HIGH SCHOOL UNTUK PELEPASAN BALON KE UDARA.

“Oh? Sudah saatnya ya. Ayo mari Kyuhyun-ssi kita ke halaman untuk melepas balon!” ajak Hyunie.

“Iya, kau duluan saja. Nanti aku menyusul.”

“Baiklah, aku duluan ya. Jangan lupa untuk menyusul!”. Ucap Hyunie. Ketika ia berbalik menjauh dari Kyuhyun, airmata di pelupuknya ia bebaskan jatuh. Ia menangis bukan karena Kyuhyun mengucapkan kalimat itu, tetapi ia menangis karena merasa bodoh. Bodoh karena takut tidak jadi menyatakan perasaannya selama lebih dari setahun ini. Dengan berderai airmata ia menghampiri Yoona dan Fany yang sudah berada di halaman.

“Sudahlah, Hyunie kau sabar ya…sekarang ini balonmu, tulisi dulu harapanmu di kertasnya.” Ucap Yoona.

“Tetapi, namja itu angkuh sekali. Huh aku ingin sekali mendampratnya dan menjambaknya! Ia telah membuat spring kita menangis, T_T” Ucap Fany beremosi.

“Sudahlah…omong-omong apa yang kalian tulis di kertas?” tanya Hyunie.

“R-A-H-A-S-I-A dong Hyunie! Masa harapan diberitahukan orang lain…” kata Yoona dan Fany kompak.

Setelah itu Hyunie memulai menulis harapannya di kertas.

“BAIKLAH SEKARANG KITA TERBANGKAN BALON INI BERSAMA-SAMA DALAM HITUNGAN KE-3” Ucap kepala sekolah.

1…2…3…serentak semua siswa-siswi yang telah lulus menerbangkan balon warna-warni ke atas. Suasana riuh dan sukacita, ada yang tertawa, menangis karena terharu, berpelukan.

Kertas harapan Fany:

Aku ingin menjadi idola! Aku akan membuktikan ke mami papi kalau aku bisa berhasil di Korea, negeri kelahiranku. Dan aku berharap selalu bersama spring dan winter selamanya ^^

Kertas harapan Yoona:

Semoga aku bisa membahagiakan appa…semoga suatu saat aku bisa dekat denganya, dan semoga aku, Hyunie, dan Fany bersahabat selamanya…

Kertas harapan Hyunie:

Susah menulisnya di saat baru merasakan pupus harapan😥

aku hanya berharap angin bisa membawaku kepada takdirku yang tepat…

semoga appa, umma, Donghae oppa sehat selalu. Menjalani hari kedepan dengan bahagia bersama Fany dan Yoona. Dan, cepatlah kembali Key…

 

Tbc…

ayo ayo apa pendapat kalian ttg chap ini?  hancur? sangat hancur? atau tidak bisa diucapkan hancurnya? haha…sbnrnya chap ini idenya muncul krn sering bangt ngalamin kejadian persis di mimpi. jadinya terinspirasi deh dimana moment seohyun mimpiin Kyu dan kejadian beneran T_T

Note: Readers, ayo dong komentarnya. Awas kalau yg udah baca tapi langsung ngabur! yg baca lgsg komen, author doain dapet pahala ^^

34 responses »

    • annyeong, hay reader baru, aku jg author baru, alias masih newbie🙂
      makasih.makasih,makasih
      jgn bosen2 ya untk baca ff disini dan kritik terus thx ^^

  1. iya semoga balik sebentar lagi, chap selanjutnya masih proses say, kan chap ini aja br update tadi. makasih ya udah kangen pacar saya❤ hihi

  2. Dudul. Aku ga baca part sebelumnya. Pantesan rasanya miss.

    Aku nangis ni waktu ditolak itu😥 aku berasa perlu pov yang cerita dari sisi kyu deh…. Aku mau tau kenapa kyu nyebelin gitu. Eh pokoknya kyu harus tetep jahat yah, aku suka banget🙄 Waktu lagi baikpun dia harus stay nyebelin:mrgreen: Dan yeah, taruhan, uda suka kan sama joohyun?

    Update soon, chinguya~:mrgreen:

  3. iya aku sengaja masih bkin aura2 mysteri si kyu kenapa songong ga ketulungan gitu. pas udah pada kuliah nanti kebuka pelan2 ko ya :*

  4. Daebak🙂 ahhh, sumpah.. Aku kasian sama hyunnie😦 key, kapan datengnya?
    Aku pengen hyunnie dan key bertemu😦 aku mau kyuhyun menyesal telah berbuat hal itu kpda hyunnie😦 huaaahhh🙂
    ditunggu part selanjutnya ya🙂

  5. kyu dirimu tega bgt sie ma seo. .??
    bkin kyu menyesal donx chingu udah bkin seo skt ht.n .
    key kpn munculnya nie. .?
    d tunggu part selanjutnya jgn lama2 ya. .:D

  6. kasihan seo… kyu jahat….
    msa kyu g da prsaan sm sx sih k seo…
    tng seo msh ad key.. “loh”

    lnjtkan ffnya… hehehe

  7. huaaa…ngapa jd gini kshn seo apa nnt kyuppa jd nyesel g y gr2 ngomong gitu nd pa alasan kyuppa ngomong gitu..hmm..gomawo chingu aq lngsung ya..^^

  8. Huu,sedih
    Kyu tega skali kau
    Ayo hyunnie jangan putus asa,tetep percaya takdirmu kyu hehehehe
    Smga cast d ff ini ga ad yg mninggal,i hate sad ending

  9. bagus n keren bngt aq suka jalan cerita’y tp kok kyu ngomong kyk gituh sich ama seo
    Aq mau’y ntar kyu bisa suka ama seo ya thor ^^

  10. seo yang sabar ya.. ga tega..
    kyuppa ko bisa ngomong gtu k seo? apa alsanny kyuoppa?
    harapan yoon, buat spa ya ?
    seo fighting.!

  11. Wauu q suka chap yg ne., ne coment perwakilan aj ya dr chap sebelumnya coz aq ruw ketemu ma ne ff jd mw cpt bacanya.^_^
    kasihan seohyun q,, dicuekin ma kyu..;(
    ya dh deh q lanjutkan bacanya dulu ya thor?”

  12. Mana key-nya? Gak sabar nunggu key-seohyun moment.
    Kyuhyun mister ice banget deh.
    Tapi mereka cepet banget ya udah mau kuliah aja.

  13. wah chan nya udh jd bp2.. Aq sk chan pairing nya m uee hehe.. Seo akhrny m sapa y thor? Kyu or key? Pnasaran nih..

  14. Amien semoga pahala’y bisa nghapus dosa masuk surga y hahahaha…..
    Aku coment baikan
    sedih ko kyu’y g punya perasa2n bnget

  15. Kyu, jgn2 ad sesuatu yg kamu rahasiakn sampai sifatmu seperti itu…
    Owhh aku bc menghayati pas sdh tbc kecewa😄
    harapan seo semoga key cepat kembali#iya key, ayo cepat kembali. Seo kesepian tuh
    sebenarny seo cinta atau hanya sebatas menganggumi kyu? Itu yg buat aku bingung
    yah moga2 seo suka key jadi cinta mereka saling terbalas#kabur liat wires bw bom😄

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s