The Traveler’s Time : Part 1

Standar

The Travelers Time (Part 1)

seohyunthunder

Cast:

Snsd Seo Joo Hyun

Mblaq Lee Joon

Mblaq Thunder

Snsd Yuri

BigBang TOP

2PM Taecyeon

Genre: Fiktif, kekerasan

Note:

Hai readers, ffku kali ini beda sama ff2 yang sudah2. Kali ini aku berfantasi ria dengan sebuah tema penjelajah waktu. Ada sebuah alat yang bisa membuat seseorang berteleportasi (pindah dari satu waktu ke waktu lain). Nah, disini Seohyun yang jadi pemeran utamanya (biasalah :p) dan kali ini aku ingin pasang cast lain supaya gak bosen hehe, mian kalau ada yg ga suka sama Mblaq/2pm/BigBang. Seohyun menjadi penjelajah waktu karena sebuah misi, dan ia menjadi terlibat di waktu yang tlah lampau dan waktu yang sebenarnya. Apa misi tersebut dan apa konfliknya? Saksikan saja di The Travelers Time ^^

Yang gak baca boleh ga komen, tapi yang baca tolong KOMEN ya! Hargai author walau dengan kata2 “hwaiting”. Gomawoooooo ^^

PART 1

Seohyun POV

            Kematian appa sangat memukul kami sekeluarga. Terlebih lagi, appa meninggal dikarenakan ditembak oleh seseorang. Kini hanya aku dan umma. Kami harus melanjutkan hidup berdua tanpa appa lagi.

Sebut saja aku Seohyun, aku adalah anak sematawayang dari pernikahan appa dan umma. Appaku bernama Top, dan ummaku bernama Yuri. Mereka bagiku adalah pasangan serasi dan romantis. Mereka berdua sangat menyayangiku dan memenuhi segala kebutuhanku.

Dari cerita umma, tidak pernah kusangka sebelumnya jika appaku adalah mantan seorang mafia yang cukup memiliki kekuatan di Seoul. Ia memiliki banyak bawahan yang tunduk padanya, dan juga memiliki banyak musuh. Tetapi, musuh appa tidak ada yang berani melawannya. Appa berhenti menjadi mafia setelah bertemu dengan umma yang merupakan seorang spy. Umma rencananya mendekati appa karena suruhan atasannya untuk menyelediki dan memata-matai segala kegiatan kemafiaan appa. Namun, entah karena pesona appa yang terlewat batas, umma akhirnya jatuh cinta kepadanya. Appa pun merasakan hal yang sama, dan ia mempertaruhkan karir kemafiaannya demi menikahi umma dan hidup tenang membentuk sebuah keluarga.

Appa pun memutuskan keluar dari dunia hitam yang membesarkan namanya. Keputusan appa mendapat protes keras dari bawahannya. Mereka semua tidak terima dengan keputusan appa. Merasa sulit melakukan kompromi, appa pun melarikan diri dengan umma. Mereka hidup di sebuah desa di Mokpo sebagai rakyat biasa. Sampai akhirnya aku terlahir ke dunia ini.

Setelah aku berusia 15 tahun, umma dan appa balik lagi ke Seoul. Kata umma, kelompok mafia yang dulunya di ketuai appa telah berganti kekuasaan. Orang yang menggantikan appa adalah musuhnya yang bernama Taecyeon. Berdasarkan cerita umma, ia adalah orang jahat, bertangan dingin, seringkali memperkosa wanita yang tak berdosa, dan tak sungkan membunuh orang yang melawannya. Berbeda dengan appa yang walaupun mafia, tetap berjiwa baik. Pergantian pimpinan itu memperburuk keadaan dan bawahan-bawahan appa menjadi terpecah belah. Ada yang masih setia menanti appa kembali dan ada yang menjadi kaki kanan Taecyeon. Sebagian mempersalahkan kepergian appa yang tiba-tiba dan lari dari tanggungjawab. Musuh appa kini datang dari pihak Taecyeon yang tidak menginginkan appa kembali, dan dari pihak bawahan appa yang kecewa dengan sepeninggalnya.

Appa telah tewas beberapa hari setelah kami tinggal di Seoul. Saat itu aku belum mengetahui jika appa mantan mafia. Lalu umma menceritakan dan memberikan aku kenyataan pahit jika appa dibunuh oleh salah seorang dari komplotan mafia. Entah dari pihak Taecyeon atau pihak yang dulunya bawahan appa.

“Seohyun, umma harap jika kau sudah besar kau dapat mengetahui siapa yang membunuh appamu. Dan kau harus membalaskan dendam pada orang yang telah membuat kita menderita seperti sekarang ini.” Ucap umma pada hari dimana seminggu pasca kematian appa dan aku serta umma menjadi gelandangan. Ya, harta yang aku dan umma masih miliki ludes oleh kebakaran yang terjadi dengan ganjil. Umma berprediksi jika kebakaran itu juga perbuatan orang yang sama dengan yang menembak appa.

“Aku janji umma, aku akan menemukan siapa yang membunuh appa, nyawa harus dibayar dengan nyawa.” Ucapku dengan dada yang bergemuruh.

Seohyun End POV

 

6 tahun kemudian…

Musim gugur

Seorang yeoja cantik masuk ke sebuah rumah berukuran sedang bercat putih. Ia masuk tanpa membunyikan bel ataupun mengetuk pintunya. Seolah-olah yeoja itu sudah biasa berkunjung ke rumah tersebut. Setelah masuk ia langsung menuju anak tangga dan naik ke atas. Rumah itu tampak sepi dan cahaya lampunya temaram. Setelah yeoja itu sampai di atas ia pun langsung masuk ke sebuah pintu berwarna cokelat di seberang tangga. Lagi-lagi yeoja itu masuk tanpa mengetuk.

“Kau sudah datang sayang?” sambut seorang namja yang berada di kamar berpintu cokelat tersebut. Namja itu sedang duduk di sudut kamar dengan laptop di depannya.

“Hari ini dingin sekali, musim gugur yang aneh,” ucap yeoja itu sembari melepaskan mantel berwarna cokelat susunya. Di balik mantel, yeoja itu masih menggunakan sweater rajutan lumayan tebal. Sweater itu pun dilepasnya, sehingga kini terlihat ia hanya menggunakan T-shirt berwarna putih ketat yang memperlihatkan bentuk tubuhnya.

“Kau pasti kedinginan sekali ya, sampai-sampai bermantel dan bersweater juga.” Ucap si namja yang bangkit dari tempat duduknya dan menghampiri yeoja tersebut lalu memelukknya. Yeoja itu pun membalas pelukan namja itu.

“Ingin aku hangatkan, Seohyun?” goda si namja seraya mencium bibir yeoja bernama Seohyun itu. Ciuman itu disambut Seohyun dengan antusias.

“Seberapa hangatkah yang kau bisa, my Thunder?”, ucap Seohyun melepaskan tautan bibirnya dengan bibir namja bernama Thunder itu.

Thunder menjawab tantangan Seohyun dengan memeluknya lebih erat dari pelukan yang pertama. Lalu dengan lembut ia menggiring Seohyun ke kasur bersprei putih yang ada tidak jauh dari mereka berdiri. Thunder membaringkan Seohyun dan menciuminya, Seohyun membalasnya. Ciuman Thunder kini sampai ke leher Seohyun. “Argghhh…” Seohyun spontan mengerang. Lalu ia mendorong tubuh Thunder yang dengan sempurna berada di atas tubuhnya.

“Aku tahu kau sangat bisa membuatku hangat, tetapi ini bukan waktu yang tepat honey…kau tadi di telepon bilang ada kabar baru mengenai penelitianmu.”, ucap Seohyun sembari bangkit dari kasur dan membenarkan T-shirtnya yang sudah setengah tertarik ke atas. Thunder hanya tersenyum melihat yeojanya menolak ajakan bercintanya.

“Kau yang memintaku untuk menghangatkanmu, hehe…Iya, ada perkembangan dari penelitianku. Aku rasa kita sudah mendekati kata complete. Setidaknya sudah 95 % rampung.”

“Benarkah? Ayo kita ke ruanganmu”, ajak Seohyun dengan wajah berbinar-binar.

“Tetapi, sebelum itu maukah kau…?”, Thunder kembali memeluk Seohyun dari belakang, menciumi tekuk leher Seohyun yang putih. Seohyun pun membalikkan badannya menghadap Thunder.

“Aissshhh Jeongmal! Kau jangan menggodaku terus. Ayo kajja! Tunjukkan aku kemajuan penelitianmu.” Ucap Seohyun nampak tidak tergoda dengan rayuan Thunder.

“Ya ya ya, aku menyerah. Kau selalu melupakan segalanya jika berkaitan dengan benda itu. Sampai-sampai rayuanku ditolak mentah-mentah hikss…”

“Ya! Pabo jangan sok melankolis. Ayo ahhh, Thunder!” kini Seohyun ber-puppy-eyes-ria.

“Baiklah my goddess”, dan akhirnya Thunder menyerah atas keinginannya lalu membawa Seohyun ke anak tangga yang ada di kamar itu. Dan sampailah mereka ke sebuah loteng gelap yang lapang. Disitu hanya ada sebuah mesin dan peralatan semacam kuas-kuas yang memiliki tombol-tombol. Di meja yang sedikit usang nampak satu perangkat semacam remote tv yang berbentuk lonjong dengan dua tombol besar berwarna merah dan hijau di atasnya, dan 3-4 tombol kecil berwarna hitam di bagian bawah.

“Aku sudah mengujinya, Hyun. Dan itu berhasil.” Ungkap Thunder sembari menunjuk benda yang mirip remote tv tesebut.

“Kau yakin? Dengan apa kau mengujikannya?” tanya Seohyun tampak penasaran.

“Kau janji dulu tidak membenciku jika aku menceritakannya?” Thunder balas bertanya.

“Waeyo kenapa harus pakai perjanjian segala?” ucap Seohyun dengan mata yang dipicingkan.

“Pokoknya kau harus janji, karena cerita ini sedikit mengandung unsur kesadisan.”

“nee aku janji!”, kata Seohyun tak sabar.

“Tadi aku mengujikannya dengan seekor kucing…aku membunuh kucing tersebut,” PLAKK! belum sempat Thunder meneruskan ceritanya, Seohyun sudah menampar pipi Thunder dengan tanpa ragu-ragu.

“Seohyun! Kenapa kau menamparku?” Thunder memegangi pipinya yang memerah.

“Kau jahat, kucing itu tidak berdosa, Thunder…” Seohyun terlihat seperti ingin menangis. Thunder jadi tidak tega melihat yeojanya jadi bersedih. Ia merengkuh kepala Seohyun dan membenanmkannya di dadanya.

“Mianhe sayang, aku habisnya tidak punya ide lagi selain ini…”

“Ya. Maafkan aku juga sudah menamparmu.”

“Aku lanjutkan ya…setelah aku membunuhnya, aku langsung menyetel alat ini ke waktu 15 menit sebelum aku membunuhnya dan aku klik tombol hijau. Setelah itu aku merasa pusing seperti berpindah dari hal ada ke hal yang tiada,  ya saat itu aku mulai berteleportasi, aku benar-benar di waktu 15 menit yang lalu, Hyun. Aku melihat kucing itu masih di keranjang, masih hidup. Berarti itu membuktikan aku benar-benar bisa pindah ke waktu 15 menit yang lalu.

Seohyun terdengar takjub oleh cerita yang dijelaskan namjachingunya tersebut. Senyum kemenangan nampak sangat jelas di binar matanya. Diraihnya remote teleportasi yang dimaksud, benda ini nampak biasa dan sama sekali tak nampak istimewa, namun kekuatan dibaliknya sungguh luar biasa.

“Lalu, seseorang yang telah berteleportasi tersebut bagaimana cara untuk kembali ke waktu normalnya sediakala?” tanya Seohyun.

“Tinggal merestartnya dan klik tombol merah, tadi aku berloncat lagi ke masa yang sesungguhnya.” Jelas Thunder.

“Terdengar mudah…” gumam Seohyun.

“Tidak semudah itu sayang, kau bilang mudah karena mungkin aku mencotohkan hal yang gampang. Pertautan waktu yang tadi kuujicobakan tidak terlampau jauh. Namun, jika waktu yang diinginkan terlampau jauh maka berbeda soal.” Terang Thunder serius.

“Maksudmu?” Seohyun mengerutkan kening tidak mengerti.

“Ya, seperti misimu untuk datang ke waktu jauh sebelum appa mu dibunuh. Kau tidak bisa langsung datang begitu saja ke hari tepat dimana appamu belum terbunuh. Orang-orang masa itu tidak akan bisa mengerti kehadiranmu. Dan itu bisa membuat tubuhmu terancam menciut.” Penjelasan Thunder membuat Seohyun bergedik ngeri, namun ia masih belum paham benar situasinya.

“Aku belum paham benar”

“Jadi intinya begini, jika kau ingin membalaskan dendammu untuk appamu yang mati, maka kau harus datang ke sang target jauh sebelum ia mengenal appamu. Karena jika kau datang kepadanya setelah ia menjadi kawanan appamu, maka ia akan bisa merasakan auramu terlebih lagi wajahmu mirip appamu.”

“Aku harus mendatangi bajingan itu sejak ia masih muda?” tanya Seohyun dengan sinis.

“nee, bahkan harus lebih dari mendatangi. Kau harus mengikatkan auramu lebih dalam kepadanya, sehingga ia tidak bisa merasakan aura masa depan dan ia tidak akan curiga. Kau juga harus ingat, dirimu tidak boleh nampak di hadapan orang yang sudah mengenalmu dimasa depan. Contohnya umma dan appamu, jika kau sengaja atau tidak sengaja terlihat mereka, maka sistem waktu akan rusak dan kau akan terlempar ke dunia hampa waktu. Terombang ambing dalam dimensi waktu.” Thunder mengucapkan kalimat terakhirnya dengan raut sedih. Betapa tidak sedih? Jika kekasihnya itu harus mengarungi waktu dengan resiko akan terlempar dari arus waktu.

“Ara, aku paham sekarang. Itulah sebabnya kau bilang aku harus mengikat auraku kepada brengsek itu, sehingga aura masa depanku bisa terkamuflase. Dan aku hanya boleh menampakan diriku di depan brengsek itu yang memang belum pernah melihatku di masa depan.”

“Pemahamanmu sangat baik sayang,” ucap Thunder membelai rambut Seohyun. Lalu ia melanjutkan ucapannya, “Dan jika auramu semakin seimbang antara masa depan dan masa lalu, maka suatu waktu kau akan mengalami dilema. Kau akan sulit membedakan mana waktu yang nyata untuk dirimu. Inilah resiko terbesarnya.”

“Apa? Jadi, disatu sisi aku harus mempertebal aura masa laluku dengan mengikatnya pada si brengsek itu. Sedangkan di satu sisi aku harus menjaga aura masa depanku untuk tetap lebih dominan? Bagaimana aku bisa?” Seohyun tampak frustasi.

“Ada diriku…kau harus selalu balik ke masa depan untuk bertemu denganku dan teman-temanmu atau apapun yang istimewa di masamu yang sekarang. Itu guna mempertebal aura masa depanmu. Dan jangan sampai kau jatuh cinta atau menyayangi sesuatu di masa lalu, cukup kau fokuskan targetmu saja.” Thunder merengkuh tubuh Seohyun. Meresapi setiap aroma tubuh Seohyun.

“Aku akan selalu balik kesini, Thunder…dan aku tidak akan pernah tertarik dengan masa lalu selain membunuh si brengsek Lee Joon itu!!!!” Ucap Seohyun dengan nada jijik dan nada amarah yang teramat sangat menyala.

Di hatinya kini yang tersisa hanyalah kebencian pada satu laki-laki bernama Lee Joon. Kawanan mafia bersama Top, ayah Seohyun. Yuri yang menceritakan pada Seohyun kalau orang itu yang telah membunuh appanya. Dan Seohyun bertambah benci ketika ia tahu, Yuri, ummanya rela mendapatkan informasi tersebut dengan cara menjadi wanita simpanan Ok Taecyeon, ketua Mafia Seoul yang baru. Yuri hanya menjadi pemuas nafsu Taecyeon semata, dengan cara melayani dirinya dan terkadang dipaksa melayani klien mafia dari kota atau negeri lain. Yuri pun akhirnya bunuh diri setelah dirinya memberitahu Seohyun kenyataan yang sebenarnya, dan menyuruhnya untuk membalaskan dendam pada orang bernama Lee Joon yang telah membuat keluarganya hancur berantakan.

Dan kini berkat bantuan pacarnya, Thunder, ia akan mulai misinya. Datang ke masa 30 tahun yang lalu, guna mencari Lee Joon.

TBC…

23 responses »

  1. ya ampun !!
    seo n yuri unnie kasian bnget😦
    hwaiting seo unnie bls kan dendam mu !!!
    author nya juga hwiting🙂
    di tunggu lanjutannya ,,

  2. Wow…. Pake mikir loh bacanya😆
    kasian sama yul…huhuhu…😥
    hebat hebat…keren, author…
    Eh sori aku ga mudeng, kenapa harus balik ke masa lalu? Kenapa ga bunuh joon di masa sekarang aja? Dia masih hidup kan?

    • krn 1 alasan: seo mau mencegah ayah dan ibunya (yuri&top) mati. tp itu baru gagasan seo seorang. *jiaah jd buka rahasia sm nilam haha :p

      eh eh, aku kira km ogah bc klo bukan seokyu ~_~
      gomawooo :*

    • :shocked: omo~~~ salut sama author… pasti rajin baca buku yah?

      ;lol: kkkkkk~ aslinya si gitu:mrgreen: aku cuma baca ff seokyu. baca ff lain kalo ada cast yang aku suka. terus ceritanya oke. kaya ff2 kamu ini. bagus2 loh ff kamu. ff seokyu tapi ga oke juga aku ogah baca. yang penting sih waktu baca ffnya aku ga ngerasa terganggu. yeah bisa tebak sendiri lah aku terganggu kalo apa😮 maklum, penuh delusi, ga waras jadinya

  3. ya crita.a kerend abist .
    i like it ..
    tp sayang bkan seokyu ,, ngga rela Seo d pasangin ma yg laind ..
    ngga bisa Kyuppa y chingu jd cast namja.a ? hehehe ..
    jgn bilang Seo ntar jtuh cinta ma Joon oppa ,, wah bisa kacau tuch klw gitu ,,Seo hwaiting !
    buat ff seokyu y chingu !

  4. Aq suka ad cople seohyun ama MBLAQ, q juga suka ama my thunder…^^
    Tp saya gk dpt feelnya mian…?
    Tp saya suka co’ ma pasangan seo ama thunder….#loh
    lanjutkan donk thor?

  5. yah kasian baru part1 top udah mati..aq suka bgt ni ff,,pairing baru,,selalu suka asal ada seo..hehe..smg nnti haapy end dan balik sma thunder..hehe
    next part ya author..gomawo

  6. Wow…
    Liat ff ini jadi terbayang mesin waktu doraemon#jiahh😄

    btw, nanti seo bimbang mau bunuh joon atau gk, karena sdh mulai suka ya?#kepo ih
    emm tragisny hidupmu yulseo#bengong liat kaca

    uwahh gk sabar baca next part nya…
    Keep writing thor…🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s