Life is a Drama Chap 3 (real section part 1)

Standar

Life is a Drama Chap 3, Part 1

seokyu ff

Life is a Drama

Seohyun POV

Aku dan Kyuhyun tidak pernah bertemu lagi. Terakhir kali kulihat ia pada saat malam inagurasi, untuk pertama kalinya kulihat ia bersama orang lain selain Sungmin. Ya, waktu malam inagurasi aku melihat Kyuhyun didampingi oleh seorang bapak-bapak seumuran Appaku, yang mungkin adalah Appanya. Hanya seorang bapak itu, tidak ada yang lain yang menemaninya di malam inagurasi tersebut. Malam itu aku tidak sempat menyapanya karena terlalu sibuk dengan appa, umma, Donghae oppa, Yesung oppa, dan Shindong ahjussi yang memang sengaja datang di malam inagurasi untuk memberiku ucapan selamat.

 Aku bertanya-tanya dalam hati, apakah kami benar-benar berpisah tanpa sebuah kalimat perpisahan…? Pergi begitu saja? Rasanya sesak membayangkan setahun lebih aku menyukainya dan berakhir hanya dengan begini saja. Aku benci tidak bisa menangis, ini membuat dadaku sesak! Mengapa umma selalu mengajariku untuk tidak menangis? Aku jadi susah sekarang, tidak ada cara menghilangkan beban ini.

Kyuhyun, jika tidak ada ucapan selamat berpisah di antara kita sekarang, mungkin memang bukan ini kisah akhirnya,

“Never say goodbye because on one sunny day we will meet again.”

 

Seohyun Pov end.

Suatu siang, di sebuah University ternamaan di Seoul.

Hyunie, Tiffany, dan Yoona sedang melihat hasil seleksi ujian masuk University Victory. Di sebuah halaman kampus paling diincar se-Korea Selatan itu sudah terpampang papan besar yang mencantumkan nama-nama calon mahasiswa yang berhak masuk. Setelah berkutat mencari-cari nama mereka, akhirnya orang yang pertama kali berteriak adalah Fany.

“Yeeeeyyy, aku menemukan nama kita! KITA LOLOS!!!” teriak Fany yang langsung disambut lonjakan kaget Hyunie dan Yoona. Mereka pun memastikan penglihatan Fany, dan ternyata benar, mereka bertiga dinyatakan lolos dan telah diterima di University Victory, departemen Seni Teater. Ketika mereka tengah berselebrasi, nampak Donghae dan Yesung datang ke arah tiga gadis itu.

“Chukae, aku sudah tahu sejak pagi kalau kalian lolos.” Ucap Donghae sembari mengecup pipi Hyunie. “Chukae juga buat kalian berdua,” tegur Donghae ke Fany dan Yoona.

“Gomawo oppa…” jawab Fany langsung. Sedangkan Yoona hanya membungkukkan badannya kepada Donghae.

“Berarti oppa sudah tahu hasil seleksi ini sejak pagi?” tanya Hyunie.

“Iya, nih bocah kunyuk ini yang dari pagi sudah mantengin papan besar ini untuk mencari namamu,” ucap Donghae sembari menunjuk Yesung.

“Iya Hyun, habisnya aku penasaran, chukae ya kamu sekarang menjadi juniorku di fakultas Kesenian.” Ucap Yesung seraya menyodorkan tangannya memberi selamat.

“Gomawo oppa…aku, Fany, dan Yoona akan menjadi juniormu yang baik dan manis. Hehe…” balas Hyunie.

“Yoona, aku kaget kau juga mengambil jurusan ini. Kau tidak hanya sekedar mengikuti kemauan aneh dongsaengku ini kan?” tiba-tiba Donghae membuka percakapan kepada Yoona. Yoona nampak sedikit gelagapan ditanya Donghae. Ia hanya tersenyum  kikuk dan mengangguk, lalu pura-pura melihat papan pengumuman lagi. Donghae hanya menghela nafas melihat reaksi Yoona yang selalu sama sejak dulu terhadap dirinya.

“Yoona itu jago dalam segala hal, oppa…pasti dia akan jago juga dalam hal akting. Hehe..”sambung Fany.

“Oh begitu…baiklah kalian sekarang sudah jadi mahasiswa, setelah masuk sini hati-hatilah terhadap namja yang penggoda. Kalian bertiga kan cantik, pasti akan ada banyak namja yang tertarik, hati-hati dalam pergaulan.” Terang Donghae memberikan nasihat.

“Yesung-ah, fakultasku kan jauh dari fakultas seni, aku minta tolong padamu untuk menjaga Hyunie dengan baik ya.”  Sambung Donghae lagi.

“Ya! Donghae oppa, kenapa hanya Hyunie yang kau titipkan ke Yesung oppa?” protes Fany.

“iya iya, maksudku juga untuk kalian bertiga. Tolong ya Yesung-ah ^^”

“Ara, Donghae-ah. Mereka sudah kuanggap seperti adikku sendiri,” balas Yesung. ‘Ya…kecuali kau, susah sekali diriku menganggapmu hanya sebagai adik…’ bisik Yesung dalam hati sembari menatap seseorang di depannya.

“Hyunie!” pekik Yoona tiba-tiba yang masih anteng memelototi papan pengumuman. Sontak saja Hyunie dan yang lainnya laget mendengar pekikkan Yoona.

“Ada apa, Yoon?” tanya Hyunie menghampirinya, disusul Fany.

“ddiii…dii…aa…dia, masuk universitas ini juga…” ucap Yoona dengan kalimat terpatah-patah.

“dia?” jawab Hyunie dan Fany berbarengan.

“ini…” balas Yoona, tangannya menunjuk papan pengumuman.

“21234673 – Cho Kyuhyun Glory High School (Fakultas Seni, Departemen Seni Teater).” Eja Fany kepada satu nama yang ditunjuk Yoona.

“Hah?” Fany heran sendiri kalau nama yang diejanya adalah Cho Kyuhyun.

“Hyun?” panggil Yoona kepada Hyunie yang tiba-tiba saja melamun.

“Ada apa sih?” tanya Donghae penasaran terhadap obrolan ketiga yeoja tersebut.

“Ahh ne, bukan apa-apa oppa. Hanya menemukan takdirku kembali.” Ucap Hyunie dengan senyum misterius.

Donghae menatap Fany dan Yoona seolah bertanya apa yang terjadi pada dongsaengnya itu. Namun Fany dan Yoona menggelengkan kepalanya serentak. Tidak berapa lama kemudian datang seorang yeoja cantik berpakaian modis ke arah mereka.

“Sohee onnie!!!” teriak Hyunie dan langsung berlari memeluk yeoja yang ternyata bernama Sohee itu.

“Hyunie bunny, apa kabar? Kudengar dari Donghae oppa kau masuk Universitas sini juga ya? Chukae ^^” ucap Sohee ramah.

“Iya onn, aku keterima disini, aku jadi bisa ganggu kalian kalau pacaran hoho,” goda Hyunie yang langsung disambut cubitan Donghae yang tepat sasaran di pipi chuby milik adiknya itu.

“huhu oppa!!!” protes Hyunie sembari mengelus pipinya yang tadi dicubit.

“Oppa ke fakultas dulu ya, ada kuliah sebentar lagi. Kau langsung pulang atau menunggu kuliah oppa?, jangan meminta Yesung menemanimu karena dia ada kuliah juga!” tanya Donghae sekaligus mengancam supaya adiknya itu tidak merengek minta ditemani Yesung. Karena Donghae tahu benar, walaupun ada kuliah sekalipun, Yesung pasti rela mengabulkan apapun kalau Hyunie sudah merengek dengannya.

“Memangnya Hyunie mau minta ditemani kemana? Kamu ingin melihat-lihat fakultas Seni?” tanya Yesung dengan mengacuhkan ucapan Donghae sebelumnya.

“Anni, aku mau pergi dulu ke suatu tempat dengan naik mobil Fany, lagian kalau aku nunggu disini, Sohee onnie pasti tidak akan memberiku izin, hihi…”

“Hyunie bunny kau senang sekali menggoda kita berdua, awas ya kalau kau punya namjachingu akan aku godain!” balas Sohee bercanda. Hyunie hanya terkikik geli.

“Baiklah, kalau kau minta temani kemana, panggil saja oppa ya!” ucap Yesung sembari mengangkat jempolnya, lalu beranjak pergi. “oke oppa!” koor Hyunie dan Fany.

“Ya, sudah semuanya bye-bye! Hati-hati di jalan, jangan pulang malam-malam!” Donghae pun berlalu, tangannya merangkul pundak Sohee mesra. Sohee memberi kissbye sekilas pada Hyunie lalu balik merangkul namjachingunya dengan manja. Sepasang mata menatapnya dengan keredupan yang teramat sangat sedih. Sakit memang melihat seseorang yang kita cintai diam-diam dekat dengan perempuan lain.

Di mobil Fany.

Sejak tadi Hyunie dan Yoona hanya berdiam diri saja, Fany heran melihat kedua sahabatnya kenapa jadi aneh, padahal seharusnya mereka berbahagia karena telah berhasil lolos masuk Victory University.

“Hyunie…kita main ke rumah mu dulu ya?” ucap Fany memecah keheningan yang telah berlangsung lama di mobilnya.

“Iya” jawab Hyunie singkat.

“Kita beli ice cream di Kedai dekat rumahmu ya?” tanya Fany lagi.

“Iya” lagi-lagi jawaban singkat yang keluar dari mulut Hyunie.

Fany pun iseng melontarkan pertanyaan lagi, karena ia sedikit BT sedari tadi diacuhkan dengan dua sahabatnya itu.

“Kau yang traktir kan Hyunie?” tanya Fany yang sebenarnya ingin menjebak Hyunie, karena pasti jawabannya “iya”.

“I..heh?” baru Hyunie akan menjawab iya, tiba-tiba ia tersadar dan langsung saja matanya melotot ke luar memandang Fany yang sedang menyupir sembari terkikik menahan geli.

“Andwee!!!” sergah Hyunie yang sudah sadar sedang dijebak.

Alhasil Fany pun ngakak.

“cih, giliran minta ditraktir aja langsung sadar dari lamunan. Lagi lamunin apa sih? Oh iya!” Fany seolah mengingat sesuatu dan menepok jidatnya sendiri. “Tadi di kampus kan kita nemuin nama Kyuhyun di papan pengumuman ya? Benarkah ia sekolah di Victory juga, Hyun?”

“Iya sedari tadi aku memikirkan itu, aku masih tidak percaya Kyuhyun masuk Victory, ah anio yang aku tidak percaya itu bukan soal masuk Victory-nya. Tetapi, Departemen yang ia pilih. Ia masuk Departemen Seni Teater sama dengan kita, inikah yang disebut keajaiban?” Hyunie sangat terheran-heran menemukan kenyataan yang ada.

“Entahlah…tapi kau senang kan?” Fany bertanya sembari melihat kaca spion, melihat Yoona yang sama sekali tidak ikutan ngobrol dan masih asyik melamun dengan pikirannya sendiri.

“Fany-ah! Kau masih bertanya apakah aku senang atau tidak? TENTU SAJA AKU SENANG!” teriak Hyunie tepat di kuping Fany yang membuat Fany langsung gelagapan. Namun, Fany tidak membalas perlakuan Hyunie, ia menggedikkan pundaknya ke arah belakang dengan maksud memberitahu Hyunie ada yang tidak beres dengan Yoona.

Hyunie otomatis menengok ke belakang ke arah bangku penumpang, Yoona masih menatap kosong ke arah jendela luar.

“Mencintai seseorang dengan diam-diam itu memang beresiko sangat besar.” Celetuk Hyunie tiba-tida dengan gaya bicara yang santai.

“Heh?” sahut Fany heran kenapa tiba-tiba Hyunie berkata demikian.

“Iya, karena tidak ada alasan untuk cemburu…” ucap Hyunie lagi.

“Maksudmu apa sih Hyun?” bisik Fany yang masih belum mengerti.

“Yoona sedang cemburu…” balas Hyunie dengan bisikan yang hanya bisa didengar oleh Fany.

“Hah? Cemburu?” Teriak Fany kelepasan sehingga membuat Yoona tersadar dari lamunannya.

“Kalian sedang membicarakan apa?” tanya Yoona melongokkan kepalanya ke depan.

“Tau tuh Fany dari tadi gak jelas begitu,” jawab Hyunie seraya menunjuk Fany yang kini menunjukkan keprotesannya dibilang gak jelas.

“Oh…”sahut Yoona, lalu kembali menyenderkan kepalanya ke bangku.

“Sssttt!” gumam Hyunie kepada Fany sembari meletakkan jari telunjukknya di depan bibir. “biarkan sampai dia yang bercerita sendiri…” bisik Hyunie lagi kepada Fany. Fany hanya mengangguk walau di kepalanya masih ada tanda tanya besar apa yang sebenarnya terjadi pada Yoona.

Setibanya di rumah Hyunie…

Setelah memarkir mobil di garasi rumah Hyunie, mereka bertiga pun menuju kedai ice cream langganan mereka yang berada tidak cukup jauh dari rumah kediaman keluarga Hwang. Suasana siang itu lumayan terik karena Seoul sedang ada pada pertengahan musim panas. Musim kesukaan Fany. Dan menyantap ice cream di musim seperti ini adalah pilihan yang tepat. Sesampainya di kedai mereka bertiga memesan ice cream masing-masing dengan rasa yang berbeda. Hyunie mocca, Fany strawbery, Yoona vanilla. Mereka menyantap ice cream sembari asik mengobrolkan soal dunia kampus yang akan mereka sambut. Tanpa mereka sadari, sedari tadi ada sepasang mata yang terus mengawasi mereka.

“Hei kalian berdua merasa gak sih ada yang mengikuti kita sejak tadi sampai di rumah Hyunie lalu perjalanan ke kedai dan sekarang?” bisik Fany kepada Yoona dan Hyunie. Yoona menggelengkan kepalanya.

“Kau kebanyakan nonton film spy sih, Fany-ah” ucap Hyunie sembari mengikat rambutnya tinggi-tinggi karena merasa panas.

“Benar! Ada namja yang tadi terus mengikuti kita, waktu makan ice cream di kedai namja itu juga terus-terusan melihat ke arah kita, khususnya melihatmu, Hyun!” ucap Fany ketakutan.

“Jeongmalyo? Dia naksir Hyunie kali, kan udah biasa seperti itu.” Jawab Yoona acuh tak acuh.

Seohyun pov

Fany memang sering berfantasi seperti film-film action atau spy, buktinya aku dan Yoona tidak merasa ada yang menguntit atau mengikuti kita.

“Tapi, agak menakutkan saja jika kita diikuti. Bisa saja kita dirampok, lalu huaah kita dijual karena kita kan cantik-cantik. Huaah…” Ucap Fany mulai paranoid. Aku hanya tertawa kecil melihat sikapnya yang memang terlampau berlebihan.

Dan tiba-tiba saja,

“AUUUCCCH…” Aku merasa ada yan menarik ikatan rambutku sehingga rambut yang tadi kuikat terlepas kembali tergerai bebas. Belum sempat aku menengok siapa yang menarik rambutku, kulihat Fany sudah pasang aksi.

“Rasakan! Rasakan kau penguntit! Aku sudah tahu kau berniat jahat pada kita, kau kira aku pabo seperti kedua temanku ini yang santai saja menghadapi penguntit jelek sepertimu!” cerocos Fany kulihat ia memukul-mukuli seorang namja bertopi dengan tas tangan dan sepatu berhaknya. Namja itu melindungi wajahnya dari serangan brutal Fany.

“Tunggu tunggu! Aku bukan penguntit!” bela namja itu dengan masih melawan pukulan-pukulan Fany. Aku dan Yoona terbengong-bengong. Fany perlahan mulai bisa mengontrol dirinya.

“Kalau bukan penguntit lalu kau siapa? Kenapa kau tadi menyerang temanku?” sergah Fany dengan masih memegang tas dan sepatunya, bersiap-siap menyerang lagi jika diperlukan.

“Hah? Menyerang temanmu? Aku hanya…”

“YA! Kau tadi menarik rambutku hingga ikatan rambutku terlepas!” kataku mulai emosi.

“Oh ini?” tanya namja itu sembari menyodorkan ikatan rambutku yang berbentuk keroro.

“Apa maksudmu berbuat begitu? Dan kau juga mengikuti kita sejak tadi kan? Kau juga yang ada di kedai ice cream tadi kan?” cerocos Fany nampak kesal.

Sesaat namja bertopi itu terdiam, wajahnya tidak terlalu kelihatan karena topinya tersebut. Namun, bisa kurasakan jika ia sedang menatapku tajam. Perlahan ia membuka topi sportnya. Ternyata wajah dibalik topinya itu masih muda dan tidak mengkilaskan sedikitpun wajah perampok atau penguntit.

“Kamu masih suka kodok jelek berlendir ini, Hyun…?” ucap namja itu tiba-tiba. Ia melangkah mendekatiku seraya menyodorkan kunciran keroroku. Aku kaget karena ia mengetahui namaku dan kesukaanku terhadap keroro. Siapa namja ini?

Secara spontan aku menjauh dari namja yang mendekatiku dan berlindung dibalik Fany dan Yoona.

“Kau kenal dia Hyunie?” tanya Yoona kepadaku. Aku tentu saja menggeleng karena memang aku tidak merasa mengenalnya.

“Kamu melupakanku?” tanya namja itu dengan ekspresi sedih.

“Ya! Siapa kau sebenarnya? Seenaknya bilang my keroro kodok jelek berlendir!” ucapku seraya mengambil dengan kasar kunciran yang ada di tangan namja yang tingginya tidak terlalu jauh dari tinggiku.

Ketika tanganku mengambil kunciran dari tangannya, tiba-tiba saja tanganku digenggam kuat oleh tangannya. Matanya tajam namun lembut menantang mataku. Wajahnya kian dekat, makin dekat, dan sangat dekat ke wajahku. Aku terbeku di tempatku. Aku merasa hatiku bukan takut, malahan merasakan ada sesuatu yang melegakan menghinggapi. Ketika menatap wajah namja itu sepersekian detik, dengan tiba-tiba ia menarik tubuhku ke dalam pelukannya.

“Bogoshipo, Hyunie…” ucapnya pelan di telingaku.

Di dalam pelukannya ini aku merasa ada kerinduan yang terobati, aku merasa mengenal sentuhan namja ini. Aku ikuti naluri hatiku yang tidak bisa melepas pelukan namja ini.

“Key…?” lirihku.

Benarkah dia Key? Sahabat masa kecilku yang selama ini pergi? Aku terus bertanya-tanya dalam hati.

Lalu aku melepaskan pelukannya. Aku tatap mata namja di depanku itu dengan pasti. Kalau ini benar Key, walau setelah sekian lama berpisah pasti aku masih bisa menemukan sisa-sisa sorot mata Key kecilku…

Keresahanku dijawab begitu saja dengan anggukan kecil namja tersebut.

“Iya ini aku, Key…” ucapnya sambil tersenyum.

DEG!

“k…ka..u, kau…benar Key? Sahabat kecilku?” tanyaku memastikan.

“Benar aku Key sahabatmu Hyunie, yang 13 tahun lalu pergi.” Sahutnya dengan masih tersenyum.

Dia, dia benar-benar Key. Wajahnya, tingginya, kulitnya, rambutnya, semuanya berubah…berbeda dari Key kecil yang kukenal. Hanya sorot matanya yang tajam namun hangat yang masih tertinggal di sana, yang masih bisa kukenal.

Tidak terasa airmataku menetes, sontak aku memeluknya. Dan kami berpelukan lagi…

Seohyun pov end.

Yoona dan Fany nampak keheranan melihat Hyunie dan Key yang tengah berpelukan. Namun, tidak berani menginterupsi. Sampai pada akhirnya Hyunie dan Key melepas pelukan panjang mereka.

“Kau!!! Kau jahat Key-ah!” ucap Hyunie sembari melotot ke arah Key.

“Waeyo?”

“Kau tidak pernah memberi kabar apapun! Tidak pernah ke Seoul! Tidak mengirim surat atau fotomu! Kau juga tidak mengizinkanku berkunjung ke Daegu! Aissshhhh!” cerocos Hyunie dan memukul pelan ke dada Key. Key hanya tersenyum dan membawa Hyunie ke dalam pelukannya lagi. Namun, kali ini pelukan singkat karena Hyunie mulai ingin mencerocos lagi.

“Curaaang! Kau mengenaliku karena foto yang aku titip pada Yesung oppa kan? Huhu…”

“Foto? Yesung hyung tidak pernah membawakanku fotomu. Lagian aku mengenalimu karena kunciran kodok jelek ini tuh. Tadi aku melihat kau datang dengan kedua temanmu ini, aku tadinya belum tahu yang mana dirimu diantara kalian bertiga. Setelah aku mengawasi, aku yakin kalau kau yang Hyunie karena kunciranmu kodok butut ini.” Jelas Key panjang lebar.

“Aneh, padahal aku menitipkan fotoku pada Yesung oppa…eh, kau bilang apa tadi? Berhenti mengatai my keroro kodok jelek!” Hyunie bersungut-sungut.

“Hey, kalian jangan asik sendiri dong…” potong Fany tiba-tiba.

“Eh? Oh iya…aku lupa. Fany, Yoona kenalkan ini Key. Kalian masih ingatkan dengan ceritaku dulu?” ucap Hyunie sembari memperkenalkan Key dengan Yoona dan Fany.

“Fany” ucap Fany berjabat tangan dengan Key.

“Key” balas Key.

“Yoona”

“Key”

Mereka pun akhirnya berkenalan.

“Key, akhirnya kau datang juga. Temanku ini sudah lama merindukanmu. Setiap hari pasti aja ada yang mengingatkan dia padamu.” Kata Fany yang langsung disambut pelototan Hyunie.

“Jeongmal? Benarkan Hyunie segitu kangennya kah kau padaku?” tanya Key dengan tersenyum.

“Aissh Fany kau berlebihan sekali!” Hyunie mencoba mengalihkan pertanyaan Key.

“Kita ngobrol-ngobrolnya jangan di tengah jalan begini yuk.” Ucap Yoona.

“Oke kita ngobrol di rumahku saja ya…ayoo Key kau harus cerita padaku 13 tahun ini kau bagaimana dan ngapain saja. Oh iya, aku harap kalian juga bisa akrab dengan Key ya? Karena kita kan seumuran semua, dan 4 musim kita bisa lengkap. Key jadi autumn ya…”

Mereka bertiga pun jalan menuju rumah Hyunie…

tbc.

Note: haihai jumpa lagi di Life is a Drama ^^ chap kali ini jujur emang boring banget karena lagi2 masih belum ada konflik cerita. Chap ini emang sengaja hanya menceritakan baliknya Key🙂 dan memberikan clue kalau Kyuhyun akan satu sekolah lagi dgn Seohyun. Chap ini juga aku mau kasih tebak2an…:

*yoona kenapa ya?

*siapakah yang dipandang Yesung?

*Kenapa Hyunie bilang Yoona lagi cemburu?

haha silahkan terka2 sendiri readersku, semoga next chap akan lebih seru dan mulai ada konflik. Silahkan koment, kritik, saran, protes juga boleh, ASAL JANGAN SIDERS!!! GRRGRGRR

Oke, gomawoyo ^^

28 responses »

  1. Yoong pusing liat hae & cewenya
    yesung ngeliatin seo
    yoong cemburu dong sama cewenya hae

    okay,,,, tunggu takdir seokyu. Eh *jadi ada side thought. Itu beneran kyu ga tau seo pengen masuk situ juga? Kali aja kyu denger2 seo pengen ke situ, dan….hahaha. Oke lupakan. Kyu ga tau. Jadi itu takdir*

    cepetan ituuu, putusin hae, biar cepet sama yoong. Btw hae notice yah sama yoong, berarti ntar yoonhae ga susah2 amat lah.

    key kuliah juga ga?

    • Nilaam, selalu asik nih komennya kiss duluahh :* hehehe

      mmhh hae emang akn putus bntr lg, tp utk sm yoona msh jauh jlnnya😀

      Key kuliah jg dong ^^

      yup paling gampang emang jwb takdir (?) tunggu lanjutnya yaa dan jgn bosen2 komentar🙂

  2. aq komen disini dulu yah…next aq komen lagi….

    kyu belum keluar yah….aq suka seokyu….semoga seo jadi sama kyu deh….amin

    next part jangan lama2 yah chingu….aq tunggu…

    • mkaciih Ria, ditunggu komen2 lainnya ^^
      oke ditunggu ya part 2nya semoga bisa cepeeet.

      oya, kyu udah ada di part sbelumnya🙂

  3. yg pasti karena Yoona cemburu Hae mesra sama Sohee.. Yesung ngeeliat Seo karena Yesung suka sama Seo, poto2nya Seo ga dikasih ke Key cz untuk koleksi pribadi Yesung,,*kelebihan kayaknya.. truz karena Yoona suka sm Hae & cemburu sama Sohee..
    lanjut yc,.aku mau SeoKyu akhirnya..^^

    • waahh dugaannya hampir semuanya tepat (authornya ga bakat buat cerita lbh misterius dikit haha)

      okee tunggu lanjutannya, gomawo udah komen jgn bosan2 yaa hehe ^^

  4. akhirnya keluar jga chap ini🙂
    aku tauuu !!
    yg dipandangin yesung itu hyunie ..
    trus yoona cemburu am hae oppa n sohee …

    akhirnya my key pulang jga ..
    thor key nya jga kuliah di t4 nya hyunie jga ya ??

  5. aq cb jawab p’tnyaan diatas…
    1. Yoona lg cembokur ma hae oppa sm soohee jg
    2. Aq rs yg dipandang yesung oppa itu hyunnie..hehe
    3. I think so hyunnie tw klo Yoona sk sm oppa’a..hehe
    Gomawo chingu..d tg next part’a segera..hehe

  6. Mian, aku langsung komen di part ini abisnya udh ampe part 3..
    Yonna pasti cemburu ngeliatin hae yang mesra2an.. Trus yg di liatin sma yesung mesti seohyun..
    . Next part..

  7. yeyeye key balik! Key balik!
    Ntar bikin key jadi cowok terpopuler di sekolah dong thor. Trus dia deket banget ma seohyun dan bikin kyuhyun cemburu. Bikin kyuhyun menyesal karena pernah nolak seohyun. Hehe

  8. Yihaa key come back!#dance bonamana😄
    ohh yg jadi autumn ny key toh em eung#angguk-angguk
    eits evil kyu ngambil fakultas seni(ketemu ma seo eonnie lagi dong)
    seo, if you get hurt…
    Don’t sad, because i’m and seomates here#plak😄
    yoona get hurt because she look donghae and sohee moment#ow
    yesung look seohyun, because he loves seohyun#look clouds(yesung shipper bukan awan) kekeke😄
    seo said yoona jealous
    because she knew that winter yoona had feeling(love) to her older brother(read:hae)
    ckckckck…Love is confusing me wkwkwk
    i hope this ending seokey#sorry to wires*bow

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s