Life is a Drama Chap 3 (real section part 2)

Standar

LIFE IS A DRAMA

CHAP 3, PART 2 Real Section

Note: mulai dari chap ini, akan hadir cast-cast baru yang mendukung FF ini ^^

~~

Seohyun pov

 

Kedatangan Key membuat hidupku kembali ceria. Terlebih lagi ia mudah akrab dengan Fany dan Yoona. Key pun juga memutuskan masuk Victory University dan departemen yang sama denganku. Menurut ceritanya sih dia di Daegu sering ikut pementasan drama kecil-kecilan. Sebelum perkuliahan dimulai, aku Fany dan Yoona mengajaknya berkeliling Seoul. Key sudah pikun akan kenangannya di sini, tapi aku senang dia masih mengingat kenangan masa kecil kita berdua.

Dan, saat yang dinanti pun tiba. Hari ini adalah hari pertama kita berempat masuk kuliah. Hidup baru kami sebagai mahasiswa pun dimulai…

Seohyun pov end.

Donghae lari terbirit-birit karena sedari tadi adiknya terus-terusan mengklakson mobil sport miliknya. Hyunie nampaknya tidak sabar untuk masuk ke kelas pertamanya di Victory University. Yesung dan Key yang ontime senyum-senyum saja melihat kegelisahan Hyunie.

“OPPAAA!!! Jika dalam hitungan ketiga kau tidak turun juga, kau akan mati Oppa!” ancam Hyunie masih sambil pencet-pencet klakson.

“Hyunie, pagi-pagi berisik sekali sih. Kan Donghae sarapan dulu sebentar, kasihan diburu-buru gitu.” Ucap Uee yang keluar menghampiri maknaenya.

“Tapi, aku takut telat eomma…” rajuk Hyunie.

“Gak akan telat kok Hyunie.” Imbuh Yesung.

“Hyunie mah cuma gak sabar itu, Hyung!” tambah Key.

“I’m coming…” Donghae datang dengan roti di mulutnya serta susu di tangannya.

“Wesung wau wang nyewtir wyaw (Yesung, kau yang nyetir ya)” ucap Donghae masih mengunyah roti di mulutnya.

“Oke.” Balas Yesung.

“Lama!” ketus Hyunie pada Donghae sambil menghampiri Uee lalu mencium kedua pipi eommanya tersebut.

“Gak pamit sama appa?” tanya Uee.

“Udah tadi, dagh eommaa…” Hyunie kilat masuk mobil.

“Chu!” baru saja Hyunie masuk ke dalam mobil, pipinya sudah disambut sun kilat dari Key.

“Eh?” kaget Hyunie.

“Kenapa? Kok kaget sih? Kan sejak kecil kita udah biasa, cium-ciuman kalau mau pergi.” Ucap Key santai.

“Key-ah!!! Kan kaliah udah gede, masa masih cium-ciuman sih?” protes Yesung yang melihat adegan Key kiss Hyunie dari kaca pengemudi.

“Hah? apaan?” taya Donghae yang ketinggalan moment.

Pletak! “Jangan cium-cium sembarangan lagi lho Key!!!” ucap Hyunie seraya menggetok kepala Key.

“Auch! Aish padahal dulu aja yang suka cium-cium itu kamu…” balas Key menunjuk hidung Hyunie.

“Ahhh. Udahlah. Yesung oppa nunggu apa sih kok ga jalan-jalan?” Senggol Hyunie ke bahu Yesung.

“Eh iya.”

Mereka berempat pun berangkat ke Victory University.

Sesampainya di Victory University…

Hyunie dan Key langsung bergabung dengan Fany dan Yoona. Mereka berempat masuk ruang perkuliahan di departemen Seni.

“Good luck untuk kelas perdana kalian ya! Annyeong…” pamit Yesung kepada Hyunie, Key, Fany, dan Yoona. Ia pun langsung menuju kelas musiknya.

“Annyeong oppa!” balas Hyunie dan Fany. Serta lambaian tangan Key dan Yoona.

“Yuk masuk!” ajak Hyunie. Baru satu langkah memasuki kelas yang dituju, matanya tiba-tiba bertabrakan dengan sepasang mata tajam yang selama ini ia rindukan. Sepasang mata milik namja bernama Cho Kyuhyun…

“Kyuhyun-ssi…” panggil Hyunie spontan.

Kyuhyun yang memang tengah berlalu tepat di samping Hyunie pastilah mendengar panggilan tersebut. Ia menengok sekilas menatap Hyunie dengan tatapan standar, tidak lebih, lalu ia membuang mukanya dan kembali berlalu ke luar ruangan. Hyunie membeku di tempatnya. Lalu dengan cepat ia berbalik arah mengejar Kyuhyun.

“Kyuhyun-ssi!!!” panggil Hyunie lagi dengan nada suara yang telah dinaikkan 1 oktaf. Kyuhyun tak bergeming.

“CHO KYUHYUN!” Teriak Hyunie. Sampai-sampai mahasiswa yang ada disana menengok padanya. Entah karena malu atau apa, Kyuhyun pun akhirnya membalikkan badannya ke arah yeoja yang telah memanggilnya.

“Kenapa tidak mendengar panggilanku?” tanya Hyunie ketika ia sudah dekat dengan Kyuhyun. Kyuhyun masih diam, matanya tajam menatap Hyunie.

“Kau tidak mengenalku? Atau lupa?” tanya Hyunie lagi. Kyuhyun masih pasang tampang sok dan membisu. Hyunie jadi ketawa sendiri mengingat kebiasaan berbicara sama batu-nya dulu.

“Baiklah jika kau lupa atau tidak kenal. Kenalkan aku Hwang Seohyunie, sering disapa Hyunie. Aku juga mahasiswa seni teater, dan aku kira kita satu kelas. Mari berteman, hoyi-hoyi…!” ucap Hyunie seraya menyerahkan jari telunjuknya sebagai tanda perkenalan. Kyuhyun tidak membalas salam jari telunjuknya. Hyunie hanya bisa mendesah kecewa. Lalu ia membalikkan badannya menuju ruang kuliah dengan langkah gontai.

“Hwang Seohyun! Mengapa kau selalu mengikutiku?!” ucap Kyuhyun tiba-tiba ketika Hyunie sudah berlalu dari hadapannya.

“Eh?” Hyunie kaget ketika Kyuhyun akhirnya buka suara. Dilihatnya sorot tajam mata Kyuhyun yang menyiratkan ketidaksukaannya akan pertemuan kembali mereka.

“Aku? Aku mengikutimu?” tanya Hyunie untuk mempertegas pertanyaan Kyuhyun tadi.

“Aku tidak pernah sengaja mengikutimu. Kau tahu sendiri kan, ada namja yang berjanji ingin memberitahukanku kelak ia berkuliah dimana dengan syarat aku harus lari keliling lapangan? Tapi namja itu melarikan dirinya bergitu saja tanpa memberitahukan pada akhirnya. Jadi, sampai saat aku menulis nama Victory University, Departemen Seni Teater, aku tidak pernah mengetahui universitas pilihanmu! Tapi…tapi…” ucap Hyunie ragu-ragu meneruskan ucapannya.

“Tapi apa huh?” tanya Kyuhyun dengan tampang sok.

“Sudahlah, anggap saja kita baru kenal sekarang. Hari ini, detik ini. Kau Cho Kyuhyun dan aku Hwang Seohyun.” Ujar Hyunie berlalu meninggalkan Kyuhyun.

‘tapi…aku selalu mengingat wajah dan namamu, Kyuhyun! saat-saat aku menentukan pilihan aku selalu membayangkan wajahmu…dan aku selalu percaya takdir itu ada.’ Gumam Hyunie dalam hati.

Di ruang perkuliahan.

“Darimana sih Hyunie?” tanya Key ketika Hyunie sampai di kelas.

“Kau bertemu Kyuhyun-ssi?” tanya yoona.

“Dia kok kayaknya gak kenal kita ya? Belagu amat tuh anak.” Celetuk Fany.

“Kyuhyun itu namja yang tadi dikejar Hyunie?” tanya Key.

“Iya Key, itu namja yang dikejar mati-matian sama Hyunie sejak sekolah dulu.” Jawab Fany.

“Oh namja itu yang kamu ceritain malem-malem itu sama aku? Yang kamu bilang ganteng dan sempurna?” tanya Key lagi.

Hyunie mengangguk lemah. Ia masih sedih atas perilaku Kyuhyun tadi dengannya. Namun sedetik kemudian ia kembali ceria lagi, mengingat masih ada harapan untuknnya PDKT lagi dengan Kyuhyun. ~pantang menyerah ya, Hyunie~

JJ

“Eh, Minho! Kuliah disini juga?”

“Ya! Sooyoung-ah!”

“Sungmin!”

Ternyata beberapa siswa lulusan Glory High School, teman-teman sekelas Hyunie, Fany, dan Yoona yang masuk departemen teater juga.

Masih di ruang perkuliahan.

Ruang perkuliahan ini terbagi menjadi dua bagian utama. Satu bagian  merupakan ruang materi yang isinya sama dengan ruangan perkuliahan biasa, satu lagi berupa ruangan luas dengan panggung mini dimana ruangan ini digunakan sebagai latihan dan pementasan teater.

Di ruang materi, para mahasiswa sudah duduk di bangku pilihannya masing-masing. Hyunie duduk di samping Fany, di belakangnya Yoona dan Key. Kyuhyun tampak duduk di bagian pojok belakang bersama dengan Sungmin. Minho dan Sooyoung di baris kedua dari belakang. Sisanya adalah mahasiswa yang belum Hyunie kenal.

Tak berselang berapa lama datang seorang dosen perempuan yang masih cukup muda dengan seorang dosen laki-laki yang kira-kira umurnya sama dengan si dosen perempuan tersebut. Si dosen perempuan cukup membuat kaget dan terpana para mahasiswa yang ada di kelas. Mengapa? Karena dosen perempuan itu tidak lain dan tidak bukan adalah seorang aktris layar perak ternama yang sudah sering pentas drama, dan beberapa main di film layar lebar. Sedangkan dosen laki-laki tersebut memiliki paras wajah yang di atas rata-rata, dan ini membuat mahasiswi ribut sendiri melihatnya.

“Annyeonghaseyo, perkenalkan Yoon Eun Hye imnida. Panggil saja Yoon songsaenim. Saya disini sebagai dosen teater yang khusus mengajarkan teknik berakting. Sedangkan di samping saya, adalah Kim Jeong Hoon songsaenim yang juga dosen teater, namun lebih spesifik mengajarkan hal teater di luar akting.” Ucap Yoon dengan wibawa.

“Annyeonghaseyo seperti yang Yoon songsaenim bilang, saya Kim songsaenim akan mengajarkan kepada kalian apa-apa saja unsur teater, seperti tata panggung, artistik, dan olah suara.” Ucap Kim dengan senyum yang terus-terusan mengembang.

‘Ganteng….hihi.” Gumam Fany dalam hati.

“Oke sebagai pembukaan, saya akan absen terlebih dahulu mahasiswa yang ada di kelas teater ini. Nama yang saya panggil nanti tolong angkat tangan dan sekaligus menjawab pertanyaan saya. Arasho?” ujar Yoon sembari mengambil buku absen.

“Lee Sunkyu?” panggil Yoon.

“Ne! Lee Sunkyu imnida, tapi panggil saja Sunny” jawab seorang yeoja berbadan mungil berwajah cute dengan rambut dikuncir dua.

“Pernah falling in love?” tanya Yoon kepada Sunny.

“Ne…” angguk Sunny.

“Berikan quote yang menggambarkan jatuh cinta!” perintah Yoon.

“Ah ne…seperti yang Albert Einstein bilang: Gravitation is not responsible for people falling in love.”

“Wohoooo! Keren!” celetuk Sungmin dari bangku belakang yang tengah bertepuk tangan seorang diri.

“Good!” ucap Yoon.

“Wah, Sunny-ssi nampaknya sudah ada namja yang jatuh cinta padamu. Hehe…” komentar Kim yang tertawa melihat tingkah polos Sungmin. Sedangkan Sunny hanya menunduk malu, sesekali mencuri pandang ke arah Sungmin.

“Ciyee eheem ehem…weee” riuh parah mahasiswa mendengar bercandaan Kim songsaenim.

“Oke bisa lanjut?” interupsi Yoon saat kelas makin riuh mensoraki Sungmin-Sunny.

“Choi Minho?”

“Ne..”

“Film paling romantis yang pernah kamu tonton dengan yeojachingumu?”

‘film romantis yang pernah kutonton sama Krystal apa ya?’ pikir Minho dalam hati.

“Ah ya, film A Walk To Remember, Songsaenim…” Jawab Minho yang dibalas anggukan Yoon.

“Cih, masih saja ada yang bilang film itu film teromantis.” Celetuk seorang yeoja manis yang duduk tepat di sebelah Sooyoung. Dan Minho nampaknya mendengar celetukan yeoja tersebut. Ia pun mendaratkan tatapan tak senangnya ke yeoja tersebut, dan yeoja tersebut bales jutek.

“Oke. Sekarang, Choi Sooyoung! Kalian saudara?” tanya Yoon.

“Ah ne, kami masih saudara sepupuan.” Jawab Sooyoung.

“Oh. Apa yang terpenting dalam hidupmu?”

“Appa, Eomma, Makanan…” jawab Sooyoung jujur. Sontak seisi kelas tertawa mendengar jawaban terakhirnya. Makanan?

“Kwon Yuri!”

“Ne…” jawab yeoja yang disebelah Sooyoung, yang tadi sempat menceletuki Minho.

‘oh namanya Yuri!’ batin Minho.

………………………..

“Im Yoona?”

“Ne!”

“berikan quote mengenai “secret love”!” perintah Yoon kepada Yoona.

“Eh? Secret love?” Yoona nampak terkesiap dengan perintah songsaenimnya. Dalam hatinya ia merasa tepat kena sasaran, karena memang “secret  love” yang tengah dirasakannya kini.

He’s got my heart, but he just doesn’t know it yet…” jawab Yoona dengan ekspresi yang dalam seolah quote itu ialah luapan hatinya yang terdalam. Hyunie yang ada di depannya langsung menengok Yoona.

‘Yoona-ah…kau pasti lelah ya mencintai diam-diam seperti itu?’ gumam Hyunie dalam hati. Sementara Fany nyenggol-nyenggol Hyunie dengan ekspresi ‘tak tahu’nya itu.

“Yeoja cantik sepertimu pernah mengalami secret love juga?” tanya Kim songsaenim yang sedikit kaget dengan quote yang dilontarkan Yoona. Namun, Yoona hanya menjawabnya dengan senyuman tipis.

“Wah, Yoona kau dipuji cantik. Aku iri…huhu” bisik Fany ke Yoona yang ada di belakangnya.

“Oke, lanjut. Nam Gyuri?”

“Ah ne!” jawab seorang yeoja cantik berambut hitam pekat lurus sepunggung, kulitnya putih, matanya besar, serta bibirnya merah.

“Aktor Korea idolamu?”

“Aku sangat mengidolakan Won Bin dan Han Ji Won.” Jawabnya mantap.

“Ya, mereka memang aktor-aktor hebat.” Ucap Yoon menyetujui jawaban Gyuri.

“Jung Jessica?” panggil Yoon namun tidak ada mahasiswa di kelas itu yang menyahut atau angkat tangan.

‘Jung Jessica?’ gumam Hyunie yang nampak familiar dengan nama tersebut.

Tiba-tiba terdengar ketukan pintu kelas dan masuk seorang yeoja cantik berambut blonde dengan wajah sedikit takut.

“Maaf, Songsaenim saya telat. Bolehkah saya masuk?” ucap yeoja itu.

“Sica?” pekik Hyunie ketika melihat yeoja tersebut. Yeoja tersebut pun melihat Hyunie dan tersenyum.

“Sebenarnya saya adalah tipe orang yang tidak mentolerir keterlambatan, namun karena ini hari pertama kamu saya maafkan. Siapa namamu?”

“Jung Jessica, songsaenim…gamsahamnida.” ucap Yeoja itu seraya masuk dan duduk di bangku paling belakang yang masih kosong.

“Kau kenal dia Hyunie?” tanya Fany bisik-bisik.

“Ne, dia mantan Donghae oppa…” jawab Hyunie pelan. Namun, tetap bisa terdengar Yoona yang ada di belakang. Muka Yoona pun berubah ketika mendengar ucapan Hyunie.

“Tiffany?”

“Ne…”

………….

“Siwon?”

“Ne…”

………….

“Hwang Seohyun?”

“Ne…”

“apa pikiranmu tentang seorang teman dan seorang yang kita cintai, apa perbedaan diantara keduanya?”

“Ne, “A friend is someone you want to be around when you feel like being alone…” sedangkan cinta, er…er…ng…Love is when you are falling in love every day with the same person… Jawab Hyunie.

“Good quotes…” tanggap Yoon dengan tersenyum.

“Eh, apa-apa tadi? Coba ulang Hwang Seohyun, saya mau jadiin status facebook tuh quotesnya. Hehe…” imbrung Kim songsaenim. Semua siswa jadi terkikik geli dengan celetuk Kim songsaenim.

“Kreatif dikitlah Kim Songsaenim, hehe…” goda Yoon songsaenim.

“Baik, sekarang Kim Kibum?”

“Ne, panggil saja Key, songsaenim…” jawab Key.

“Baik Key, tadi kita sudah mendengar definisi cinta menurut Hwang Seohyun. Bagaimana cinta menurut pendapatmu?”

“Ah ne..bagiku cinta bisa hadir karena adanya persahabatan.” Jawab Key singkat.

“Maksudmu? Berarti kau tidak mempercayai cinta pada pandangan pertama?” tanya Yoon lagi.

“Ne, aku tidak percaya. Bagiku, seorang yang aku cintai haruslah menjadi temanku terlebih dahulu.” Balas Key dengan tersenyum.

Yoon dan Kim songsaenim mengangguk-angguk mendengar pendapat Key. Sedangkan Hyunie nampak terkesima dengan ucapan Key.

‘Ah, jashik! Cinta dan teman haruslah berbeda!’ gerutu Hyunie yang sepertinya menyangkal ucapan Key.

“Cho Kyuhyun?”

“ah ne…” jawab Kyuhyun.

Hyunie nampak menoleh sedikit ke arah Kyuhyun duduk.

“Apa arti hidup bagimu?”

Life is… a drama ! Hanya orang yang pintar berakting yang bisa bertahan hidup, menurutku…” jawab Kyuhyun pasti.

“Oke, good!”

“Taemin?”

“Ne…”

“Shindong?”

“Ne…”

“Sulli?”

“Ne…”

Yoon songsaenim terus mengabsen mahasiswa yang ada di kelas itu.

“Baik, saya sudah mengabsen seluruh mahasiswa disini, berarti total mahasiswa seni teater tingkat 1 berjumlah 22 orang. Baiklah sekarang kita buka materi pertama kita. Tetapi sebelumnya saya akan memberikan gambaran umum mengenai perkuliahan kita. Kim songsaenim, bisa membantu saya?” kata Yoon yang tengah berdiri di tengah kelas.

“Baik Yoon songsaenim. Anak-anak semua, kelas drama tentu berbeda dengan kelas-kelas lain karena disini kalian tidak hanya mendapatkan materi, namun juga ada praktek. Setiap 2 minggunya kita menelaah suatu naskah drama lalu latihan intensif, dan pada akhir bulan, naskah drama yang kita telah telaah akan dipentaskan.” Ucap Kim songsaenim panjang lebar. Semua mahasiswa di kelas nampak excited mendengarnya.

“Dan kalian akan pentas setiap bulannya di gedung teatrical University Victory yang megah tersebut.” Sambung Kim songsaenim.

“Gamsahamnida Kim songsaenim. Ya, dan mulai besok kita akan mempelajari naskah drama untuk dipentaskan di akhir bulan.” Ucap Yoon songsaenim.

“Apakah yang menjadi pemain kita semua, songsaenim?” tanya Fany.

“Ya, nanti akan ada audisi kecil-kecilan untuk menentukan peran. Kita juga dibantu mahasiswa seni musik dalam pengiringan lagu.” Jawab Yoon.

“wah seru-seru…” komentar siswa-siswa.

“Dan perlu diingat, kalian mulai sekarang akan  bersaing dalam memperebutkan peran utama. Karena nilai kalian dipengaruhi peran kalian dalam suatu drama.” Sambung Yoon lagi.

Semua siswa saling komentar dan berbisik-bisik sendiri.

“Ada pertanyaan?” ucap Kim songsaenim.

“Ya, Nam Gyuri?” Kim songsaenim mempersilahkan yeoja cantik tersebut untuk bertanya.

“Naskah yang akan dimainkan apa naskah terkenal atau buat sendiri, songsaenim?”

“Pertanyaan bagus, Yoon songsaenim bisa menjawab?”

“Naskah yang dimainkan adalah naskah yang sudah terkenal, itu bertujuan mempermudah kalian. Namun, pada akhir semester akan ada pertunjukan akbar yang distrudarai dan menulis naskah sendiri oleh kalian.” Jawab Yoon songsaenim tegas.

“Baiklah sepertinya hari pertama dicukupkan sampai sini. Besok kalian siap-siap menerima naskah perdana kalian. Dan besok pula kita akan belajar berekspresi dan pengaturan nafas. Annyeong!” ucap Yoon songsaenim mengakhiri perkuliahan.

Keesokan di kelas drama…

Seohyun pov

Di kelas yang cukup hening, nampak Yoon songsaenim sedang menerangkan materi di depan kelas.

“Ekspresi adalah bagian terpenting dari sebuah drama. Setiap aktor akan dituntut berekspresi sesuai lakon yang ia mainkan. Ada ekspresi bahagia, marah, benci, sedih, dll.” Terang Yoon songsaenim.

“Coba Fany-ssi, tunjukkan pada kita semua bagaimana ekspresi marah.” Seru Yoon songsaenim menyuruh Fany.

Fany nampak terkejut atas perintah dosennya tersebut. Tanpa malu-malu ia pun berdiri menghadap ke teman-temannya.

“Boleh menggunakan kalimat?” tanya Fany.

“Ya silahkan”

Sesaat Fany menarik nafas, lalu memejamkan matanya.

“KAU!!! KAU PENGECUT, KAU TIDAK PANTAS MENJADI PACARKU! KAU HANYA BISA MEMANFAATKAN HARTAKU!!” Fany berteriak dengan mimik marah yang sempurna. Alisnya bertaut satu samalain, tangannya ia kepalkan sekuat tenaga menahan geram yang keluar dari dalam dirinya. Ia berakting seolah sedang benar-benar merasakan amarah yang luar biasa.

Yoon dan Kim songsaenim bertepuk tangan memuji kepiawaian Fany dalam menunjukkan akting marahnya. Aku juga merasa kaget, Fany-ah ternyata memiliki bakat terpedam untuk menjadi aktris. Aku berseru memuji Fany yang kini kembali duduk di sampingku. Aku mengacungkan jempol ke arahnya, ia membalas dengan eye smile-nya. Yoona yang ada di sebelah Fany juga tersenyum kaget tak menyangka.

“Ya, Fany-ssi kau sudah cukup bagus memainkan emosimu. Hanya saja, semua ekspresi yang kita keluarkan itu harus memiliki klimaks. Nada suara juga penting diperhatikan, marah belum tentu harus bersuara keras atau tinggi. Begitu sebaliknya, bersuara tinggi belum tentu marah. Ekspresi marah juga bisa ditunjukkan walau hanya berlirih. Begini contohnya,

“Ka..kaauuu…tidak PANTAS menjadi kekasihku. KAU PENGECUT!”  Yoon songsaenim mencontohkan ekspresi marah dengan luar biasa sempurna, tangannya ia tudingkan di wajah Kim songsaenim, sorot matanya juga benar-benar memancarkan kemarahan. Aku dan juga siswa lainnya bertepuk tangan, takjub dengan akting dosen kami.

“Hehehe…seperti itu Fany-ssi dan juga lainnya. Gesture tubuh diperlukan untuk mendukung ekspresi kita. Dan coba memikirkan sesuatu yang membuat kita sampai pada ekspresi tersebut. Misalnya mengingat orang yang kita benci, mengingat kejadian yang membuat kita marah, dll.” Terang Yoon songsaenim.

“Ohya, sebelum mempelajar materi ekspresi selanjutnya. Saya akan memberitahukan pada kalian naskah drama yang dua minggu ini kita pelajari dan akan kita pentasi pada akhir bulan ini. Karena kalian adalah pemula, maka naskah pertama adalah lakon yang mudah dan sangat terkenal. Yaitu…naskah Cinderella.” Ucap Yoon songsaenim yang disambut riuh rendah komentar teman-teman.

“Cinderella?”

Tbc…

Note:

Siapa ya yang jadi peran Cinderella? Pangeran? Ibu tiri? Dua kakak tiri? Ibu peri? Ada yang bisa guess? Hihi…saksikan di Life is a Drama part selanjutnya yaa ^^

RCL ya, gomawo…

36 responses »

  1. seorang yang aku cintai haruslah menjadi temanku terlebih dahulu.???
    hwaaa key kayaknya suka sma hyunie tuh…
    ih kyuhyun oppa dingin banget jadi orang ..:P
    mnurutku yg jdi cinderellanya :hyunie ,pangerannya :kyuhyun *tpi pngenya key*
    ibu tiri :yuri , kk tiri sooyoung n ibu peri yoona ..
    tpi gak tau benr ato gak …hahaha *ngarang abis*
    udah ah lanjut ya thoor …

  2. Ahhh, suka semua quotes yg ada di FF ini xD aku sih maunya yg jadi cinderella hyunie, pangeran key *biar sosweet*
    ibu tiri gyuri, kaka tiri sooyoung dan sunny, ibu peri yoona atau tiffany.
    Hehehe xD
    ditunggu part selanjutnya ya xD

  3. WOW. author, kamu kuliah jurusan apa sih? seni yah? demen ih cerita sekolah drama gini. baguuuuuuuuus~
    yeah ayoooooo author… kyu harus stay songong. besok cinderella udah cerita seokyu belum? ntar kalu mereka kebagian peran berdua… ummmmmm… tambahin deh kadar songongnya. dan seo harus tetep ngejar2 kyu *plakkk* . iyah, biar ntar dapet klimaksnya waktu kyu nyesel banget.
    ahahaha yoong, quote-mu itu….. sabar yoong, bentar lagi dapet kok *sok tau*

  4. Bguss thorr ,,, LANJuT !!!

    Tapi aku pingin ada sekuel’a YoonHae .

    Oppa sukailah yoonaa !!!!!! * maksa *😀

    Mudah2an author yg baik hati membuat yoonhae bersatu.

    Kekekeke ~😀

    Mianhae yaa , koment’a disini !!🙂

  5. kpan yaa klanjutannya . . pngen ad scene khusus yoona yg mau nyatakn cinta sma donghae donkk !! ksihan yoona T.T
    MNCINTAI SCRA DIAM” !!
    kena bgt quote nya

  6. wah, banyakin seokey moment dong thor. Seohyun lihat key dong, key lebih baik dari kyuppa.
    cinderella : yoona
    pangeran : kyuhyun
    ibu tiri : fany
    sodara tiri : seohyun
    pengawal : key
    ibu peri : sooyoung
    *ngarang bebas*

  7. hadeeuuh kyu jutek amat sih ma seomma…seomma kan cantik baik dan tidak sombong *lebay* asiiiiiiiiiik ada kimyoon (KIM JEONG HOON-YOON EUN HYE) couple aku suka……LANJUUT YAAAAAAAAA

  8. Pengen yang meranin cinderella seohyun, pangerannya key atau kyu terserah deh~*pletak huehehe ditunggu lanjutannya author ~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s