Copycat (FF Oneshoot/YoonHyun)

Standar

COPYCAT (Oneshoot/NC/ff YoonHyun)

Main Cast:

Im Yoona

Seo Joo Hyun

Lee Jong Hyun (CNBlue)

Theme Song: Let it Rain (SNSD)

 

Note: FF selingan nih saat-saat bosan dengan magang. Berhubung gak ada ide lanjutin ff2 yg ada, bkin oneshoot aja dulu. FF ini diisi oleh Yoona, Seohyun, dan Jonghyun CNBlue. Entah kenapa aku suka kalau Seohyun lagi ketawa sama Jonghyun hehe ^^. Oh iya, ini ff didominasi oleh Yoona POV karena dia yang merupakan sentral cast. FF ini NC! MENGANDUNG UNSUR DEWASA (KEKERASAN). Satu lagi, di akhir cerita aku punya pertanyaan yang siapa bisa jawab, hadiahnya boleh request ff apa aja🙂

 

Yoona pov

Namaku Im Yoona, aku berumur 24 tahun. Aku tinggal di sebuah apartemen dengan adikku yang bernama Im Seohyun. Kami terpaut usia 3 tahun, sejak kecil kami sudah ditinggal oleh eomma dan appa yang kecelakaan pesawat saat appa dinas ke luar negeri. Seohyun adalah segalanya untukku, aku bekerja demi memenuhi kebutuhannya, bahkan aku rela tidak kuliah demi bisa menyekolahkannya. Dia bukan hanya satu-satunya saudara yang tersisa, melainkan dia adalah cahaya kegelapanku, penyemangatku…

Di ruang tengah apartemen Yoona dan Seohyun, Malam hari…

Di ruang tengah nampak Yoona sedang sibuk mengepack barang-barang miliknya untuk dimasukkan ke dalam dus-dus besar. Sebentar lagi hari pernikahan Seohyun dan Jonghyun akan tiba, dan Yoona memutuskan untuk mengalah keluar dari apartemen tersebut demi Seohyun dan calon suaminya. Maka sejak seminggu yang lalu ia mulai menyicil membereskan barang-barangnya untuk dipindahkan ke apartemen baru yang akan ditinggalinya.

KREKK. Suara pintu depan terbuka. Seohyun masuk dengan ekspresi kedinginan, maklum bulan ini sudah masuk musim dingin.

“Kau akhirnya pulang juga, Seo..” ucap Yoona ketika Seohyun baru masuk dari pintu depan apartemen.

“Kan aku ke swalayan dulu membelikan barang pesanan eonni, pembersih kamar mandi, pisau cutter dan minuman…” jawab Seohyun sembari masuk dan menyerahkan sebungkusan belanjaan kepada Yoona.

“Jeongmal gomawo, Seohyun” balas Yoona tersenyum.

“Eonni yakin membawa cd-cd video idola tersebut?”

“Ya, eonni akan membawanya bersama dengan buku-buku bagian eonni juga. Karena inilah eonni rela keluar dari sini demi kau, hehe…”

“Wah CD TRAX ini punyaku eonni!” Seohyun mengambil alih sebuah CD dari tangan Yoona.

“Masa sih punyamu? Punyaku deh kayaknya.” Yoona merebut kembali CD yang dirampas tadi oleh Seohyun.

“Ih eonni pikun, inget gak waktu itu punya eonnie CD’nya dipinjem temen eonni yang namanya Yuri kalau gak salah, terus lupa dibalikin sampai temen eonni kuliah ke Chicago dan naas-nya CD itu kebawa olehnya.” Terang Seohyun panjang lebar.

“Oh iya, kau betul. Eonni yang lupa! CD ini memang punyamu. Mianhe Seohyun…”

“Gwenchana eonni, kalau eonni mau eonni boleh bawa CD ini. Aku sudah gak suka TRAX lagi karena MV terbaru mereka masangin couple ANEH! Kyuhyun Suju sama Victoria. Huhu…” ucap Seohyun merengut.

“Wahhh, beruntungnya diriku. Gomapta dongsaengku…” ucap Yoona riang.

“Sini sambil aku bantu…” Tawar Seohyun.

“Sebelum mengepak barang, bagaimana kalau kita bersulang terlebih dahulu untuk merayakan hari pernikahanmu yang akan datang sebentar lagi.”

“Tapiii eonni…”

“Tidak ada tapi-tapian!” bujuk Yoona yang langsung menuju dapur mengambil gelas dan menuangkan bir yang dibeli Seohyun tadi di swalayan. Yoona menuangkan bir ke gelas dengan raut wajah menyeringai, sesekali ia tersenyum.

Yoona Pov

Aku menuangkan bir ke dalam dua gelas, namun yang satunya lagi aku tambahkan dengan obat tidur. Untuk menidurkanmu Seohyun, selamanya…

Malam ini kau akan mati adik kecilku yang manis, aku yang akan mengirimkanmu ke eomma dan appa. Karena aku sudah muak denganmu, setan kecil! Aku memandang gelas di depanku ini, gelas berisi bir yang telah kucampurkan obat tidur. Pikiranku melayang kemana-mana, mengingat semua yang telah terlewati.

Flash Back (kenangan Yoona)

Semasa kecil…

“Eonni, huhu…huhu…” Seohyun kecil menghampiriku, pipi chubynya berlinang airmata.

“Kenapa, Seohyun? Siapa yang membuatmu menangis?” tanyaku cemas.

“Kyuhyun oppa tadi di sekolah iseng membuka rokku…semua anak-anak menertawaiku, eonni. Huhu huhu” ceritanya dengan masih menangis.

“Baiklah, nanti biar eonni marahi si Kyuhyun itu. Kau berhenti menangis ya, kita beli ice cream rasa goguma oke?” aku berusaha membujuknya, dan Seohyun pun berhenti menangis.

Remaja…

“Eonni, aku beli CD S.E.S juga dong…aku suka lagu yang Oh My Love juga, hihi…” Teriak Seohyun sehabis ia pulang dari sekolahnya suatu siang.

“Wah iya? Kok kamu bisa suka juga sama lagu kegemaran eonni?” jawabku riang karena adik kecilku ini sudah mulai tumbuh besar dan mulai menyenangi lagu-lagu berisi lirik cinta terhadap lawan jenis.

“Iya karena eonni suka, aku juga suka…”

——-

“Eonniiiiiiiiiiiiiii, ta raa…aku beli tas kayak eonni. Hihi…”

“Wah sama persis ya? Kenapa gak pilih beda warna, Seohyun?”

“Gak mau, aku mau yang sama persis kaya yang eonni punya.”

“Baiklah, kita kembaran lagi ya hehe…” jawabku tersenyum.

—–

“Eonni, aku gak jadi suka Jaejong deh…aku jadi kaya eonni suka sama Changmin, huaah dia tampan ya eonni! Aku sangat sangat sangat idolain dia.” Terang Seohyun ketika kita berdua habis ke music store membeli CD DBSK.

“Jjinja kukira kau setia dengan Jaejong?” tanyaku.

“Aku lebih suka Changmin, hihi…” balasnya manja.

—–

Seohyun awalnya adalah adik yang manis, ia dengan manjanya selalu mengadu kepadaku bahwa ia menyukai hal yang sama dengan yang kusukai. Mulai dari model tas, sepatu, kunciran rambut, menyukai artis-artis yang sama, lagu-lagu, sampai ke sikat gigi pun ia selalu mengikutiku. Semua orang yang mengenal kita selalu berkomentar yang sama: seperti anak kembar, lucu sekali, iri deh dengan keakraban kalian…

Aku pun senang-senang saja dengan kegemaran Seohyun mengikuti seleraku, namun lama-kelamaan hal itu berubah menjadi hal yang memuakkan.

Dewasa…

Sampai pada suatu hari sambil tersenyum dengan wajah polos Seohyun berkata begini padaku,

“Mianhe, eonni…lagi-lagi aku jadi suka dengan orang yang eonni sukai, dan tanpa sadar aku menyatakan cinta.” Ucapnya dengan mimik merasa bersalah.

“Siapa maksudmu? Lee Jonghyun?” tanyaku dengan sedikit bergetar. Aku menunggu jawaban darinya.

Lee Jonghyun adalah namja yang seumuran denganku, ia adalah orang yang aku sukai sejak masih di bangku SMA. Aku dan Jonghyun juga masuk Universitas yang sama, setiap hari kami selalu bersama-sama menjalani aktifitas. Nonton konser, bioskop, belanja, main game, makan, berenang, dan itu selalu Seohyun merengek minta diajak. Aku merasa yakin Jonghyun memiliki rasa yang sama denganku, hanya saja kami sudah cukup dewasa tanpa perlu lagi ada adegan pernyataan cinta.

Dan kini, Seohyun datang padaku mengabarkan jika ia juga mencintai namja yang yang dengan segenap hati kucintai.

“Iya Jonghyun oppa…aku dan dia sudah jadian tadi siang, hihi.” Mimik merasa bersalah Seohyun sudah pudar tergantikan senyuman termanisnya. Senyumnya seolah menyindirku. Ia tahu benar jika eonninya ini benar-benar mencintai laki-laki itu. Lalu? Mengapa ia tega? Jawabannya hanya satu: karena ia adalah setan kecil yang senang merebut kebahagiaanku.

Selama ini ia boleh meniruku apa saja, piyama, model rambut, fashion, novel kesukaan, boyband kesukaan, namun…mengapa namja yang kucintai juga harus ia ikuti? Bahkan ia yang menyatakan perasaan duluan.

——

Aku pulang lebih cepat dari biasanya dari kantor, ketika memasuki apartemen kulihat Seohyun dan Jonghyun-namja yang amat kusayangi-yang sudah resmi menjadi kekasih adikku sendiri—tengah bermesraan di dapur.

Di atas meja dapur Seohyun duduk menggelayut manja dengan Jonghyun. Kemeja yang ia kenakan sudah berantakan, begitu pun dengan kemeja Jonghyun. Entah apa yang habis mereka lakukan di dapurku.

Tangan Jonghyunku memegang pipi sebelah kanan Seohyun dan wajahnya mulai menghampiri wajah Seohyun. Bibir mereka bertemu, saling melumat, membasahi rongga mereka masing-masing, dan suara desahan mereka sampai ke telingaku. Tak terasa airmataku menetes menyaksikan percintaan Seohyun dan Jonghyun. Isakan tangisku tak membuat mereka tersadar sedari tadi aku tergugu berdiri melihat mereka. Walaupun kakiku melemas, aku berusaha lari dari situ ketika Jonghyun mulai bersuara,

“Seohyun, saranghae…”

“Eonni, tadi siang  aku meminta Jonghyun oppa melamarku hehe…” suara Seohyun bagaikan petir di siang bolong di telingaku. Sebegitu seriusnyakah hubungan mereka? Sebegitu jahatkah adik kecilku itu menyakitiku? Dan ia mengucapkannya seringan itu.

Malam harinya,

“Yoona-yah, aku bermaksud memohon izin darimu untuk melangkah ke jenjang yang lebih serius dengan Seohyun. Aku kira kau sudah tahu jika kami telah serius menjalani hubungan ini. Aku ingin menikahinya, aku sangat mencintai Seohyun. Yoona-yah…ku harap kau merestui kami”.

‘Tidak, Jonghyun…kau tidak mengetahuinya. Kau tidak mengetahui betapa sakitnya aku mendengar ucapanmu barusan.’

 

Flashback end.

Aku tersadar dari lamunan panjangku ketika Seohyun menepuk pundakku pelan.

“Eonni kenapa melamun?”

“Tidak, aku hanya lelah habis beres-beres semua. Ohya, ini minum, mari bersulang!”

Aku menegak birku sekali tegukan, sedangkan Seohyun akhirnya masuk jebakanku. Ia terlihat agak sempoyongan setelah meminum bir yang sudah kuberi obat tidur.

Ketika ia sudah tak sadarkan diri kugotong tubuhnya yang tak terlalu berat ke kamar mandi. Aku baringkan begitu saja tubuhnya di bawah ubin dingin kamar mandi. Aku bergerak cepat, takut-takut ia akan bangun dari tidurnya.

“Putri tidur, tidur ya selama-lamanya! HAHAHAHA!!!”

Aku mulai menuangkan dua pembersih kamar mandi yang Seohyun beli dari swalayan, aku campurkan keduanya di lantai. Bermaksud menghasilkan zat beracun untuk membuatnya tewas, namun ternyata tidak berhasil. Ketika ku cek, pembersih kamar mandinya ternyata memiliki unsur zat yang sejenis, sehingga tidak bisa menghasilkan gas berbahaya.

“Huft! Putri tidur ini merepotkan saja, mengapa kau tidak membeli yang zatnya berbeda?!” ku tendang tubuhnya karena kesal.

Tanpa pikir panjang, aku meraih cutter yang ada di lemari kamar mandi. Sepertinya rencana pembunuhan setan ini berubah. Ya, aku akan menyiletkan nadi di pergelangan tangannya, dengan begitu ia akan mati kehabisan darah.

Ketika ku mulai menyilet tangannya, tanpa tak sengaja ku menoleh ke bibir Seohyun. Pikiranku mengacau melihat bibir itu.

“Bibir ini, adalah bibir yang pernah merasakan kelembaban bibir Jonghyunku.”

Aku tergiur untuk mencium bibir dari putri tidur ini, alih-alih mencium bibir Jonghyun.

CHU!

Dengan lembut aku menghampiri bibir Seohyun, lalu melumatnya, semakin ganas. Dalam bayanganku, aku sedang berciuman dengan Jonghyun. Akhirnya…aku dapat merasakan bibir Jonghyun, dambaanku.

Ciumanku terhenti, mengetahui Seohyun sebentar lagi akan sadar. Aku mulai mengiris pergelangan tangannya dengan cara terbalik. Ini berguna agar mayat Seohyun nanti saat diidentifikasi, terlihat seperti percobaan bunuh diri. Aku menyayat tangan kurusnya, kupotong nadinya dengan santai. Darah merah segar segera mengucur dari tempat yang kusayat. Namun, aku belum puas. Kusayat lagi nadinya, dengan perasaan benci yang selama ini kutahan.

“KAU AKAN MATI, SETAN KECIL! KAU TIDAK AKAN LAGI BISA MENGAMBIL SEMUA MILIKKU! ARGGGGHHHH! HUU..HUHU…HUHU..”

Kusayat-sayat pergelangan tangannya hingga lukanya melebar. Pergelangan tangannya yang tadi tertutup kini terbuka dengan daging berwarna putih keluar bersamaan dengan keluarnya darah. Ketika ku rasa cukup, aku mencelupkan lukanya di bak air panas. Supaya darahnya tak berhenti mengalir. Bibir Seohyun mulai pucat kehabisan darah, aku tersenyum ketika melihat setan kecil ini tidak bernafas lagi. Dia telah mati.

“Mianhe, eomma, appa…aku telah membunuh adikku. Aku juga ingin bahagia dengan Jonghyun. HAHAHAHAHA!!!”

Yoona pov end.

Flashback (Jonghyun memori)

“Oppa aku mau menerima oppa dengan satu syarat?” bukannya menjawab pernyataan cintaku, ia malah mengajukan sebuah syarat.

“Syarat apa, Seohyun?” tanyaku.

“Oppa janji, jika aku menerima oppa menjadi pacarku, maka Yoona eonni harus tahu kalau yang menyatakan perasaan duluan itu aku, bukan oppa! Bagaimana?”

“eh? Kenapa begitu” syarat yang aneh pikirku.

“Oppa! Kan kita sudah sering membahasnya tentang perasaan cinta Yoona eonni ke oppa…”jawab Seohyun merajuk.

“Ne…ne…tapi kan aku sama sekali hanya menganggap Yoona sebagai sahabat”

“Iya, maka dari itu aku akan berbohong pada Yoona eonni dengan mengatakan aku yang menembak oppa. Aku tahu benar Yoona eonni itu orang dengan harga diri yang terlalu tinggi, Aku tak bisa membayangkan betapa malunya dia jika oppa malah mencintaiku…” ucap Seohyun sedih. Aku tak tega melihatnya selalu seperti ini, mengkhawatirkan eonninya secara berlebih.

“Arasho, aku akan menerima syarat itu.” Pada akhirnya aku setuju syarat gila ini.

“Gomawo oppa, saranghae…” ucapnya dengan tulus.

           

Flashback (Kasir swalayan memori)

Pada suatu malam, gadis itu nampak kebingungan ketika hendak membayar di tempatku.

“Ada apa agashi?” tanyaku sopan pada gadis tersebut.

“Eh, anio ahjumma…mian, boleh aku menukarkan pembersih kamar mandi ini dulu?” tanya gadis itu.

“Mengapa ditukar?” tanyaku heran. Tentu saja heran, melihat ada orang yang sebegitu telitinya melihat unsur kalor dalam sebuah pembersih kamar mandi.

“Iya ahjuma aku  ingin menukar karena aku takut pembersih ini membahayakan nyawa eonniku. Aku akan menukarnya menjadi zat sejenis sehingga aman dipakai jika tercampur.” Jawabnya.

“Wah agashi, kau sangat mengkhawatirkan eonnimu sekali.”

“Tentu saja ahjumma, aku sangat menyayanginya melebihi nyawaku sendiri. Aku tidak ingin terjadi apa-apa padanya.” Jawab gadis itu dengan tersenyum, lalu ia berlari kecil kembali ke rak pembersih kamar mandi, menukar salah satunya dengan jenis yang sama.

‘Sungguh baik sekali hati anak itu…’

 

Flashback end…

 

Yoona menjadi tidak waras semenjak itu, ia sering tertawa dan menangis sendiri. Dan mengenai kematian Seohyun, polisi menyatakan bahwa kasus ini adalah kasus bunuh diri karena ada bukti struk belanjaan atas nama Im Seohyun membeli cutter dan dua pembersih kamar mandi. Jonghyun nampak terpukul akan kematian tunangannya, dan memutuskan menetap di LA memulai hidup baru.

Sementara itu, di sebuah kamar mandi, dua sikat gigi kembar diam terpaku di depan cermin. Merindukan ketika masa-masa ia dipakai oleh kedua adik kakak yang saling menyanyangi dulu. Namun, rasa cinta dan sayang itu berubah menjadi sebuah kesalahpahaman…

-END-

Note: hahayy, ff ini Cuma keisengan semata. Ayoayo, ada yg bisa tebak gak ff ini mengadaptasi alur dari cerita apa? Ada yang bisa jawab? Boleh request dibikinin ff deh bagi yang bisa jawab hoho ^^

Komen ya, gomawoooo…

26 responses »

  1. AKU TAUUUUUU:mrgreen:
    dari conan. Kalu suruh nyebutin volume berapa sih ga inget. Tapi beneran aku tau. Terakhirnya ada darah nempel di headband-yoko-okino si kakak kan?

    mana hadiahnya? Hehehe..

    • wah ketebak sama Nilam ~~
      pasti demen conan juga ya? hahayy Anda tepat sekali, kalau dari komik Conan tepatnya vol.20🙂
      byk nih ff yg pengen aku adaptasi dr conan, abis seneng cerita pembunuhan hehe (**,)

      hadiahnyaaa apa ya? apa maunya haha😀

      • aku suka conan ^^
        requestnya? terusin itu life is a drama. per chapter makin panjang yah. trus cepet….. mana mana seokyu momentnyaaaaaaaaa *plakkk* *authornya nyesel deh uda open request begini muehehehehhhh*

  2. ya ampunn… seobaby kasian bnget..
    sking syngnya malah jd cpyct,, hehehhe
    yoona udah di luar bts ksabarannya tuh. mkanya ky gtu

    oya, thor… aku minta PWnya over her dead body prt 2nya dunk

  3. Aku tau ini dari komik conan😀 soalnya aku pernah baca komik conan yg kaya gini, yg ceritanya adik-kaka, yg adiknya selalu nyamain sama kakanya. Tp adiknya itu sebenrnya sangat sayang sama kakanya.
    Yg abis dibunuh kamar mandinya dikasih solasi kan?
    Kekeke, oh iya.. Minta PW buat part yg blood itu dong😀 penasaran ceritanya, sama lanjutan yg life is a drama ya🙂 jgn lama2 eon ^o^ banyak2 bikin FF yg diadaptasi dari komik eon #maksa/digampar
    pokoknya FF-mu daebak🙂

  4. Author ne sama kayak aq, aq jg suka aja namja yg dipairingin ama seo. Tp tetap yg dpt feelnya seokyu forever, mrk number one dihati aq.
    Ahh aq nyari2 kemana2 ff yg ad castnya seo ama jonghyun cn blue, aq suka jonghyun diantara member yg lain. Akhirnya ketemu jg walaupun sad end, buat lg dunk cast mrk yg happy end?
    Yoona tega nya dikau bunuh uri seohyunie…:)

  5. Dari comic conan vol. berapa gitu gak tau pokonya ade yang selalu nyamain barangnya sama kakanya. trus habis dibunuh kamar mandina kasih solasi kan???😀

  6. aku tau itu conan kan? ehehehe
    kalo ga salah nama adiknya mina ^^
    penggemar yoko okino kan mereka tuuh? *yg di conan* aku suka tuh kasus yang itu hehehe

  7. satu kata…KEREN!!!
    Dari yuna pov,rasanya sebel banget ma seo..

    tp di ending malah terharu gtu tau seo sayang bgt ke yuna..

    oya,req yulsic dong tp jangan yg tragis..🙂

  8. Keren, daebak!😀
    Tapi kasian jonghyun gak jadi nikah sama seo😦
    Ceritanya diambil dari alur komik conan *volume berapanya gak tau*
    Ini nama tokoh seohyun kalo di conan-nya kalo gak salah Miina, ya kan? ^^

  9. Eoooonn aku inget!! Ini dari conan kan?? Kkk~~ ternyata kita sama2 suka conan.. Aku udah nyadar dari si seohyun sama2 suka ngikutin apa yang di sukain kakaknya hehe

  10. Wah saya juga suka conan, tpi gak semengerikan ini ceritanya..
    Kayak cerita saiko
    Gak ngebayangin yoon eon jadi monter jahat gitu.
    Terus berkarya🙂 hwaiting

  11. Aiiiiih Yoong salah paham ma Hyuniee, huuuuh justru Hyuniee ngelakuin itu sayang ma Yoong, ..
    Kesalahpahaman membawa petaka(?)

  12. ya alloh,,yonna eonnie kok kjam bgnt y.?
    pdhl kn seohyunie udh baek ma yonna eonie.?
    tp kok mlh jadi korbn pngniaya’an.?

  13. huwaa ternyata aku bener😀
    Dari pas Seohyun sebut pisau cutter, pembersih, sama minuman tuh udah mikir, kayaknya dari Conan nih, eeh bener aja kan :p *curcol
    Tapi aku udah ketinggalan lama banget commentnya -.-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s