Snowy Wish

Standar

SNOWY WISH

 

Main Cast, only:

Seohyun

Yoona

Genre: Yuri (?), Romance

Note: FF ini aku buat iseng aja untuk menyambut hari Natal ^^. Ini bukan Oneshoot kayanya, tp lebih ke ficlet sepertinyaa…

WARNING: Ini FF YOONHYUN ! So, bagi kalian yang tidak suka dgn PAIR ini lebih baik menyingkir!🙂

FF ini aku serahkan sepenuhnya pada kalian dalam menginterpretasinya, mau dibilang Yuri ya tidak apa-apa, mau dibilang hanya kasih sayang antara Eonni dan Dongsaengnya juga gak apa. Itu hak kalian mau menilai apa trhdp Ffku ini. Yang pasti, aku mengharapkan komen kalian. Kalau gak komen aku sumpahin di datengin Pit hitam hahaha😀

Di malam menjelang Natal cuaca di kota Seoul sudah semakin dingin membeku. Salju turun satu persatu ke jalan-jalan, pohon-pohon, dan atap-atap rumah. Biasanya di malam natal anak-anak SNSD tetap memiliki jadwal untuk tampil di sebuah event, lalu baru setelahnya mereka merayakan bersama-sama dengan anak-anak SM lainnya setelah sebelumnya menyempatkan beribadat terlebih dahulu. Begitu juga dengan malam ini, sehabis mengisi acara di sebuah Plasa Seoul, anak-anak SNSD balik ke dorm melakukan persiapan party.

Party malam Natal dipelopori oleh empunya SM sendiri, yaitu Lee Soo Man. Ia menggelar acara malam Natal yang gegap gempita di sebuah Night Club yang di sewa pribadi.

Di Dorm SNSD

Para member sedang sibuk mempersiapkan diri mereka masing-masing. Yuri tengah konsentrasi merias wajahnya tanpa mempedulikan jeritan Sunny yang minta pendapat tentang gaun apa yang sebaiknya ia kenakan.

“Yuri-ah, kasih pendapat dong. Mending gaun hitam beludru ini atau dress merah ini?” Sunny menyodorkan dua potong pakaian di depan mata Yuri. Namun, Yuri tak bereaksi. Ia tengah mangap-mangap saking konsentrasinya sedang meletikkan bulu matanya memakai mascara.

“Ya! Percuma aku minta pendapatmu! Hu..hu..” Sunny langsung kesal karena dicuekkin dan memilih beralih ke Sooyoung yang sedang asik ngunyah di meja makan. Bertanya pada Sooyoung membuat Sunny makin sakit hati karena jawaban Sooyoung adalah mau pakai apapun tetap saja kau terlihat tetap Danshin.

Taeyeon dan Tiffany sibuk menyisir rambut dengan mesranya, Hyoyeon beda lagi, ia malah lagi kepusingan mau pakai sepatu apa. Semua sibuk (kecuali Jessica yang nyuri-nyuri tidur di sofa), tanpa mengetahui maknae mereka diam-diam sedang menahan sakit. Seohyun memang sedang tidak enak sejak pagi, tetapi bukan Seohyun namanya kalau tidak mengeluh. Ia tetap memaksa ikut tampil di Plasa Seoul siang tadi dan menampilkan performa 3 lagu. Alhasil, tubuhnya malah semakin drop. Sesampainya di dorm ia lebih memilih masuk kamar dan berbaring di tempat tidur, Seohyun tidak memberitahu keadaannya pada eonnideulnya. Ia memejamkan mata menahan sakit yang mendera tubuhnya, demamnya sepertinya tinggi karena terlihat dari tubuhnya yang menggigil.

Hanya Yoona yang mencari dimana Seohyun karena sejak sampai di dorm ia tidak melihat maupun mendengar suaranya.

“Yul eonni, lihat Seob gak?” Yoona bertanya pada Yuri yang masih asik make-up.

“Anni…emangnya kemana maknae?” Yuri menjawab sambil memoleskan bibirnya dengan lipstik berwarna merah terang.

“Kalau aku tahu, juga aku gak nanya eonni. Di ruang tengah semua pada kumpul kecuali Seob dan Sica eonni.”

“Sica? Kemana my Jess? Dia ikut-ikutan hilang?” Yuri langsung panik ketika mendengar Jessica juga gak ada di kumpulan member SNSD di ruang tengah.

“Ditanya malah balik tanya, huh. Kalau Sica eonni palingan tidur di sofa!” Yoona langsung ngeloyor pergi ninggalin Yuri.

“Hyo eonni, lihat Seob? Dia ada di kamar kalian gak?” tanya Yoona kepada Hyoyeon.

“Belum ngeliatnya sejak pulang tadi, mungkin masih bersiap di kamar.” Jawab Hyoyeon.

Yoona langsung beranjak menuju kamar Seohyun dan Hyoyeon. Perasaannya sedari tadi tidak enak memikirkan maknaenya. Yoona pun mengetuk pintu kamar Seohyun berulang kali namun tidak ada jawaban dari dalam. Yoona pun membuka pintu kamarnya dan langsung masuk. Ia kaget karena Seohyun bukannya malah bersiap party malah terlihat sedang tidur di tempat tidur. Yoona melangkah mendekati tempat tidur Seohyun, dan Seohyun terbangun.

“Ah Yoona eonni…” lirih Seohyun ketika melihat Yoona menghampirinya.

“Kenapa belum siap-siap?” tanya Yoona seraya duduk di tepian tempat tidur. Seohyun berusaha bangkit namun tidak bisa karena lemah rasanya untuk bergerak.

“SEOB! Kau kenapa?!” pekik Yoona melihat Seohyun ambruk kembali ke kasur. Yoona menangkap lengan Seohyun dan tiba-tiba bergidik karena merasakan hawa panas dari tubuh Seohyun. Lalu dengan sigap ia menempelkan telapak tangannya di kening Seohyun.

“Ah…kau panas sekali Seob. Demam tadi pagi belum turun-turun juga?” Yoona tampak khawatir memeriksa suhu tubuh Seohyun.

“Belum eonn, tapi aku baru saja minum obat, pasti sebentar lagi sembuh. Aku mau siap-siap dulu buat berangkat party.” Lirih Seohyun sambil berusaha kembali bangkit dari tidurnya. Namun, tak kuasa karena pusing mendera kepalanya.

“JANGAN MEMAKSA UNTUK BANGUN!” teriak Yoona agak marah.

“Maksudku, jangan memaksa diri untuk kuat, Seob. Sejak pagi kulihat kau sudah tidak kuat, tetapi kau tetap memaksa bernyanyi. Kau jarang sakit, dan jika kau sakit berarti itu parah!” Yoona melunakkan nada bicaranya, ia melihat Seohyun dengan sedih.

Seobaby terlihat pucat sekali, bibirnya biru, matanya sendu, dan God, keningnya panas sekali. Ottokhe? Aku tidak bisa melihatnya sakit seperti ini, aku salah telah membiarkannya kecapekan karena jadwal kami.

“Ke dokter ya?”

“Anii, tidak separah itu eonni…” tolaknya halus.

“Aku ambilkan termometer dulu ya dan membuatkan teh hangat.”

Yoona keluar kamar dan kulihat eonnideul semuanya sudah rapih untuk berangkat ke party bersama anak-anak SM.

“Yoong, mana Seohyunnie?” tanya Taeyeon pada Yoona.

“Eonni, sepertinya aku dan Seob tidak ikut ke party…Seob sakit, demamnya tinggi.”

“Aah jinjja?” ucap Jessica kaget.

“Ia masih demam? Tadi ketika kutanya ia bilang sudah sembuh…” ucap Hyoyeon.

“Ah, kalian tahu kan uri Seohyunnie itu anak yang tidak mau bikin susah.” Ucap Fanny. Lalu, semua member SNSD beranjak ke kamar Seohyun, kecuali Yoona yang menuju dapur untuk membuat teh hangat.

Seohyun rupanya terlihat tertidur kembali, Jessica mendekat dan menyentuh keningnya dengan hati-hati karena takut membangunkan.

“Ya ampun, dia panas sekali.” Bisik Jessica khawatir.

“apa tidak dibawa ke Dokter?” tanya Sooyoung.

“Mana ada Dokter buka praktek malam-malam begini, Natal lagi!” imbuh Sunny.

“Husstt! Kalian jangan berisik dong! Nanti Seob bangun!” Yoona datang membawa teh hangat, kompresan, dan termometer.

“Eh, bagaimana nih kita jadi pergi atau tidak? Sudah jam segini, acara pasti sudah mau dimulai. Tapi, uri Seohyunnie sedang sakit…” Ucap Taeyeon.

“Bagaimana kalau panggil eonni dan oppa manager?” usul Yuri.

“Kalian pergi saja, biar aku yang jaga Seohyunnie disini. Kasihan eonni dan oppa manager sedang merayakan natal bersama keluarga mereka. Tidak enak juga dengan Soo Man ahjussi dan yang lain jika SNSD tidak datang.” Ucap Yoona menatap eonniedeulnya.

“Serius Yoong? Aku khawatir dengan Seohyunnie…” ucap Tiffany melirik Seohyun yang masih memejamkan matanya.

“Ne..kalian tenang saja. Nanti, jika dia bangun akan aku kompres badannya agar panasnya turun.”

“Baiklah kalau begitu, Yoong. Jaga Seohyunnie ya, kalau ada apa-apa langsung hubungi kami.” Ucap Taeyeon.

“Arasho. Salam buat yang ada disana ya…”

“Nee..kami pergi ya!”

“Tunggu dulu, aku mau cium Seohyun dulu.” Sela Jessica. Ia lalu menghampiri Seohyun dan mengecup lembut kening maknaenya.

“kami pergi ya, Hyunnie…” bisik Jessica, wajahnya dekat sekali dengan Seohyun. Yoona mendelik tajam melihat perlakuan Jessica ke Seohyun. Hatinya tidak rela melihat Jessica mengecup kening Seohyun, terlebih lagi di depan matanya.

“Eonni pergilah, nanti terlambat.” Yoona menginterupsi Jessica yang masih mengelus rambut Seohyun.

Lalu, para member SNSD pun pergi ke acara Party SMFam kecuali Seohyun dan Yoona.

Yoona mulai mengompres kening Seohyun meski Seohyun masih tertidur. Dengan hati-hati ia mengompres dan memeriksa suhu tubuh Seohyun dengan termometer. Di ruangan kamar Seohyun pun dipasangi aromatheraphy khusus buat orang yang sedang demam. Selesai semua itu, lalu Yoona beranjak keluar, membiarkan Seohyun beristirahat.

Beberapa puluh menit berlalu dan Seohyun belum bangun. Jam dinding berdentang 5 kali, menandakan sudah pukul 24.00 dan itu artinya tanggal 25 telah datang. Yoona kembali masuk ke kamar Seohyun, dengan pelan-pelan ia membuka pintu kamar agar suara decitannya tidak mengganggu putri tidur yang sedang terlelap disana.

Yoona menghampiri Seohyun dan mengecup bibir Seohyun pelan.

“Merry Christmast, dear…” bisik Yoona di telinga Seohyun. Seohyun hanya menggeliat tanpa terjaga dari tidurnya.

Sedih melihatmu terbaring lemah seperti ini, Seob…Padahal malam-malam Natal sebelumnya kita selalu melihat salju yang pertama kalinya turun. Lalu kamu membuat boneka salju untukku, lalu kita membuka hadiah bersama dari para SONE, dan terakhir kita make a wish bareng di beranda sambil menatap langit. Jebal, bangunlah Seob…lihat salju sudah turun, kau sangat suka salju kan? Kita menghias pohon natal bersama…hiks…hikss. Airmata Yoona jatuh satu-satu, hatinya miris dan sangat khawatir melihat Seohyun sakit seperti ini. Semakin lama tetes airmata Yoona berubah menjadi isakkan.

“Eonni?” lirih Seohyun terbangun dari tidurnya karena mendengar suara isak tangis yang datang dari Yoona.

“Seob, kau sudah bangun?” Yoona buru-buru menyeka airmatanya dan menyentuhkan tangannya di kening Seohyun. Panasnya rupanya sudah mendingan dan itu membuat Yoona sedikit lega.

“Eonni kenapa menangis?” tanya Seohyun masih lemah.

“Anii…aku hanya sedih melihatmu sakit seperti ini. Mianhe ya Seob, tidak bisa menjagamu.”

Seohyun tersenyum simpul kepada Yoona.

“Eonni buat apa meminta maaf? Eonni sudah menjagaku dengan baik kok.” Ucap Seohyun seraya bangkit dari baringannya.

“Eonnideul kemana?” tanya Seohyun

“Mereka sudah berangkat ke Party, tadinya mereka ingin disini saja. Tetapi, aku yang memaksa untuk mereka tetap datang.” Jawab Yoona.

“Yah…Yoona eonni tidak ikut gara-gara aku ya? Mianhe…”

“Jangan merasa bersalah seperti itu, kesehatanmu jauh lebih penting.”

“Eonni, tadi aku mimpi dicium olehmu. Hihi…”

“eh? Jinjja?” Yoona sedikit kikuk menjawabnya.

“Iya disini nih..” ucap Seohyun sembari menunjuk bibirnya yang kembali dari warna pucat ke warna merah.

Wajah Yoona berubah merah padam.

“Eh, Seob lihat salju turun!” Yoona mengalihkan pembicaraan dengan menunjukkan salju yang turun di luar jendela.

“Ah iya! Eoniiii, aku mau lihat salju di luar!” rengek Seohyun.

“Andweee, kau belum sembuh benar!”

“Jeballllll, aku akan sembuh melihat salju. Aku kan sangat suka sekali salju…”

Setelah memaksa, akhirnya Yoona membolehkan Seohyun melihat salju di luar.

Di beranda Dorm SNSD…

Seohyun dan Yoona nampak sedang menikmati salju yang turun dengan indahnya. Yoona sesekali membetulkan letak selimut tebal di tubuh Seohyun. Sesekali juga ia genggam tangan Seohyun untuk sekedar memastikan apakah masih hangat.

“Seob, apakah kau kedinginan?” tanya Yoona cemas.

“Anni…” jawab Seohyun tersenyum.

“Kalau kedinginan bilang eonni ya!”

“Nde…eh eonni, kita make a wish yuk!” ajak Seohyun antusias.

“Ayo! Tutup matanya sekarang!”

Lalu keduanya menutup mata mereka, di dalam hati masing-masing mereka membuat harapan di malam Natal penuh salju ini.

‘Semoga SNSD selalu bisa bersama-sama dan terus sukses, semoga Eomma dan Appa sehat, semoga aku bisa melihat salju kembali tahun depan, semoga dan semoga…Terakhir, semoga  Yoona eonni tahu aku mencintainya dan aku ingin ia mengecup bibirku seperti di mimpiku tadi…’

 

‘Semoga SNSD akan menjadi GirlBand panutan dan kami bisa terus kompak , semoga Tuhan memberikan keluargaku kesehatan, Drama baruku bisa disukai masyarakat, semoga dan semoga…Terakhir, God…jangan buat Seobaby sakit lagi, bahagiakan dia terus, dan sampaikan padanya aku sangat mencintainya dan ingin selalu menjaganya.’

 

“Sudah!” ucap Seohyun dan Yoona barengan.

“Seperti biasa, ungkapkan salah satu dari permohonanmu tadi, Seob!” ucap Yoona.

“Eonni dulu! Hehe…”

“Baiklah aku dulu…mmh…” Yoona nampak berpikir ingin mengungkapkan permohonan yang mana.

“mmh…aku memohon pada Tuhan agar Ia terus menjagamu dan membahagiakanmu.” Lirih Yoona. Seohyun terperanjat mendengar ucapan Yoona.

“Wae? Jelek ya permohonanku?” ujar Yoona.

“Anniii…”

“Lalu apa permohonanmu?” tanya Yoona penasaran.

“Mmhh…aku…aku…aku ingin mimpiku tadi menjadi nyata, soal Yoona eonni yang menciumku.” Ucap Seohyun pelan, tapi sanggup membuat Yoona tergugu di tempatnya.

“Aish, anak ini permohonannya ada-ada saja! Cepat kau tutup matamu kembali dan bikin permohonan yang baru untuk mengganti permohonan tadi. Aisssh!” tukas Yoona.

“Ah eonniiiiiiiiii…” Seohyun mencemberutkan mukanya. Namun, Yoona tetap melotot menyuruhnya. Seohyun pun kembali memejamkan mata dan make a wish.

Ketika mata Seohyun sudah terpejam, Yoona dengan pelan mendekatkan wajahnya ke wajah Seohyun. Cup! Ia mengecup bibir Seohyun lembut dan tidak melepasnya. Seohyun membelalakkan matanya, bibir mereka masih menempel sehingga mata Seohyun bertemu pandang dengan mata Yoona karena saking dekatnya wajah mereka.

“Saranghae, Seob…” Yoona berbisik sambil melepaskan kecupannya. Seohyun langsung terharu dan memeluk Yoona dengan erat, seolah-olah takut Yoona akan lenyap.

“Nado saranghae eonni..Aku sangat bahagia…” balas Seohyun.

Lalu mereka berpelukan dalam damai Natal dan salju-salju menjadi saksi dua harapan mereka langsung segera terkabulkan. Permohonan Seohyun untuk dicium Yoona terkabul, sekaligus terkabul pula permohonan Yoona agar Seohyun bahagia. Snowy Wish…

-End-

YoonHyun always~~

22 responses »

  1. Wah wah wah… Ini dia yg dicari2 dr td, yoonhyun…
    Hahaha…

    Kalo menurutku sih ini yuri thor…
    Gud job author, i love this one, bagus ceritanya…
    Kutunggu karya selanjutnya thor, semangat!!!!

      • Siip eon🙂 tp aku ga cuman nunggu FF-mu yg life is adrama loh, aku nunggu yg princess the moon, let it bee, dan yg YoonHyun-nya berantem.. Pokoknya semua FF-mu yg belum ada lanjutanya deh🙂
        kekekeke

  2. suka nih pair YoonHyun,!!
    Mnurut Q sih, nie dh trmsuk yuri,,!
    Wlupun gk trllu suka yuri, yg pnting da seo ny, jd suka dch,!!
    Bkin lg ea yg pair yg da seo ny!!^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s