Last Hug (Oneshoot)

Standar

LAST HUG (Oneshoot/Fanfic Haesica/Fanfic Yoonhae)

"fanfic haesica" 

Main Cast:

Lee Donghae

Im Yoona

Jung Jessica

Genre: Sad

Notes: Kali ini mau buat FF yang castnya bukan My Seohyun hihi. Author mau mengangkat hal yang selama ini tabu diperbincangkan (*gaya host Silet*). Jadi, FF ini mengangkat cinta segitiganya Yoona-Donghae-Jessica (YoonHae-Haesica). Kisah ini terinspirasi dari sebuah lagu Dewi Lestari, lagu kesukaanku judulnya PELUK. Semoga kalian suka, *hoping*. RCL ya.

 

“If I could control my heart, I would stop it from falling in love with you…”

Aku terpaku di bangku taman seorang diri, menanti datangnya seseorang. Angin senja bertiup pelan, terasa panas menyentuh tubuhku. Aku masih bertanya-tanya dalam hati, apakah aku sanggup bertemu dengannya pada senja ini? Dan, apakah aku mampu menatap wajahnya untuk terakhir kali? Entahlah, aku tidak bisa menjawab semua pertanyaan hatiku.

Donghae oppa pun akhirnya datang, dari jauh dia sudah melihatku tetapi aku membuang tatapanku berusaha mengurangi kegugupan yang sedari tadi melanda. Dia datang dengan wajah mengeras, tanpa senyuman seperti yang biasanya ia lemparkan untukku. Selama 4 tahun ini ia selalu tersenyum apabila melihatku, namun tidak kali ini. Hhh..4 tahun? Bukan waktu yang singkat bukan? Pikiranku pun menerawang, ke masa-masa itu…

Flashback On

Perkenalan ku dengan Donghae Oppa terjadi di lift kantor, tempat aku pertama kali bekerja. Sebelumnya aku sudah mengenalinya karena kebetulan dia adalah General Manager di Divisi ku bernaung. Perkenalan singkat nan klasik itu terjadi saat aku tidak sengaja bertabrakan olehnya di depan lift. Map yang ada ditanganku terjatuh karena tabrakan tadi, saat aku ingin mengambilnya, namja bertubuh sedang-sedang itu juga sedang membungkuk mengambilnya. Tangan kami pun tidak sengaja bersentuhan sesaat. Lalu ia yang akhirnya mengambil map jatuh itu dan memberikannya padaku seraya tersenyum. Saat itu aku berpikir bahwa itu adalah senyuman termanis dari seorang namja kepadaku.

“Kamu karyawan baru ya?” tanyanya sambil masuk lift.

“Ne…” jawabku sekenanya.

Ketegangan tercipta karena di dalam lift hanya ada kami berdua.

“Siapa namamu? Im…Hyo, eh Hye? eh Hyuna ya? Im Hyuna bukan?” Ucap Donghae menerka-nerka.

“Saya Im Yoona, Pak.”

“Oh, chengsohamida Yoona-ssi aku salah mengenali namamu.”

“Ne, gwenchana, Pak.” Aku selalu menjawab sekenanya dan berusaha tidak menatap matanya saat berbicara.

“Bapak kesannya terlalu tua ya? Hehe…kenalkan saya Lee Donghae, kau bisa panggil aku apa saja. Tidak usah sungkan karena saya atasanmu dan kau bawahan saya. Kantor ini adalah kantor Media, jadi fleksibel. Tidak ada peraturan yang berbunyi karyawan wajib memanggil atasannya Pak.”

“Ne, arasho Pak, eh…Donghae-ssi.” Sangat kagok memanggil seorang bos dengan sebutan nama saja, walaupun nampaknya pertautan usia kami tidak lebih dari 5 tahun.

Bunyi dentang lift sudah tiba di lantai yang dituju membuatku dapat menarik nafas lega karena tidak berlama-lama lagi harus berdua dengan Bosku itu. Walaupun ku akui, hatiku sangat senang bisa kebetulan berkenalan padanya. Saat itu juga, di hatiku ada bisikan yang mengatakan: i’m falling in love with you.

Hatiku hancur berkeping-keping mendengar dirinya ternyata telah beristri dan bahkan sudah memiliki seorang buah hati. Jadi, selama ini perhatiannya hanya sebatas perhatian seorang atasan dengan bawahan. Dia hanya menganggapku dongsaeng, sedangkan aku menganggapnya lebih dari sekedar itu…

Istrinya cantik dan anaknya pun lucu menggemaskan. Jessica, nama istrinya adalah Jessica. Entah kenapa hati ini langsung tumbuh perasaan benci kepada sosok wanita tersebut. Melihat fragmen-fragmen kehidupannya bersama istri dan anaknya yang terlihat bahagia dan sempurna membuat hatiku sakit, perih, dan…entahlah rasanya ingin merampas kebahagian itu.

Aku sampai di bagian bahwa aku telah jatuh cinta. Namun, orang itu hanya dapat kugapai sebatas punggungnya saja. Seseorang yang hadir sekelebat bagai bintang jatuh yang lenyap keluar dari bingkai mata sebelum tangan ini sanggup mengejar. Seseorang yang hanya bisa kukirimi isyarat sehalus udara, langit, awan, atau hujan.

Mengetahui ia sudah berkeluarga nampaknya tidak menciutkan rasa cintaku, bukannya lenyap malahan rasa cinta dan suka itu semakin tumbuh. Hari-hari berlalu secara normal, hanya saja cinta ini tidak bisa dibilang normal. Aku berhasil mengirimkan isyarat-isyarat kepada Donghae oppa. Ia merespon cintaku dengan hati terbuka lebar seolah ia memiliki 2 kehidupan lain: kehidupan di rumahnya bersama istri dan anaknya serta kehidupan di kantor bersamaku.

“Yoona-ah, ke ruanganku sekarang.” Seru Donghae oppa dari telepon. Sesibuk apapun aku di depan meja komputer, selalu bisa kutangguhkan untuk menemui pangeranku di ruangannya.

“bogoshipo…” ujar Donghae oppa ketika aku baru menutup pintu ruangannya. Seminggu ini ia memang tidak masuk kantor karena ada urusan di kantor di Jepang.

“Me too, oppa” aku langsung menghambur ke pelukannya. Melingkarkan tanganku di lehernya. Donghae oppa tanpa basa-basi lagi langsung mencium bibirku, aku membalas ciumannya dengan penuh rasa. Tanganku mulai merengkuh wajahnya, menguasai ciuman kami berdua. Luapan rinduku tertuah dengan berekspresi seperti ini.

Jangan bilang aku tidak merasa bersalah jika sedang bercumbu dengannya. Rasa bersalah itu selalu menghantui pikiranku, bayangan keluarga harmonis Donghae oppa selalu terpantri dalam kepalaku. Bayangan keluarga harmonis itu menjadi retak, hancur, dan rusak ketika aku sedang berbuat dosa dengannya. Aku jahat? Memang…keegoanku melawan hati nuraniku. Aku mencintai Donghae oppa, ingin memiliki cintanya dan raganya.

Hari berganti hari, bulan berganti bulan, dan tahun berganti tahun. Aku dan Donghae oppa masih menjalani kisah cinta diam-diam. Rahasia kami hanya diketahui oleh ruang kerjanya dan sebuah kamar hotel yang biasa kami inapi. Tetapi, baru-baru ini pemegang rahasia kami bertambah satu, yaitu kamar apartemenku yang baru dibelikan Donghae oppa sebagai hadiah ultahku yang ke-22 tahun. Di kamar itulah kami lebih sering bercengkrama, tertawa, bercinta, melenguh, dan tidur bersama.

Pada suatu ketika aku merasakan kecemasan yang teramat hebat bahwa hubungan kami telah diketahui istri Donghae oppa, yaitu Jessica. Pangkal sebabnya adalah pada waktu semalam aku dan Donghae oppa bercinta hebat. Aku memberikan kissmark yang banyak di leher, dada,  dan punggung Donghae oppa. Entah kenapa aku berfirasat Jessica telah mengetahui hubungan gelap suaminya denganku. Dan kecemasanku terbukti, sehabis pulang kantor Jessica menemuiku dan mengajakku berbincang empat mata di taman.

Suasana hening senyap tercipta di antara kami berdua.

“Aku tahu sejak lama kau dan suamiku ada main di belakangku. Sejak Donghae oppa pulang ke rumah dalam keadaan mabuk dan meracau menyebut namamu, Yoona.” Ucap Jessica mengawali perbincangan kami.

Aku terdiam, tak berani angkat bicara.

“Lalu aku mulai mencari tahu tentangmu, tempat tinggalmu, dan riwayat hidupmu. Mianheayo telah mengawasimu beberapa waktu yang lalu.” Deg! Jantungku serasa terbetot dari tempatnya mendengar yeoja ini mengucapkan kata “maaf”? Masih bisa dia bilang maaf padaku dalam posisi ia yang menjadi korban kebejatanku?

“Kesan pertamaku padamu adalah, kau sangat cantik sekali. Membuatku minder harus menerima kenyataan wajar Donghae oppa berpaling kepadamu.” Jessica meneruskan berbicara dengan nada yang masih terdengar lembut, namun menusuk-nusuk hatiku. Malaikatkah wanita ini? Aku tak kuasa menahan bendungan airmata yang segera ingin jatuh. Dengan berani aku mulai angkat bicara.

“Unni…jeongmal mianhe…” isakku. Ku lihat Jessica menjadi panik melihatku menangis.

“Yoona, gwenchana? Jangan menangis.” Bujuknya seraya mengelus pundakku. Aku semakin merasa menjadi wanita hina, sangat hina melebihi seorang pelacur. Perlakuan Jessica kepadaku tak mestinya selembut ini, seharusnya ia marah, memaki-makiku, bahkan menamparku, setidaknya itu akan jauh lebih baik ketimbang caranya yang baik-baik seperti ini.

“Minumlah…” Jessica menyerahkan sebotol air mineral untukku karena aku sekarang menjadi senggugukan setelah menangis.

“Gomawo…”

“Mianhe membuatmu bersedih dan menangis.” Ucap Jessica lagi. Aku memberanikan diri menatapnya menyelami matanya mencari tahu apakah wanita ini berpura-pura baik atau memang sedemikian tulusnya. Dan jujur, matanya memang menyorotkan kesedihan yang mendalam, tetapi tidak ada kilatan amarah yang aku jumpai disana.

“Salahku memang masih berdiam diri ketika sudah mengetahui kau ada main dengan Donghae oppa. Andai saat itu juga aku bereaksi, pasti tidak akan menjadi sejauh ini. Kau sudah dinodai oleh Donghae oppa?” tanyanya mengaggetkanku.

“Eh?”

“Oh, mianhe Yoona aku menanyakan itu. Aku hanya ingin memastikan, karena pasti berat bagimu jika jalinan hubungan kalian sudah sejauh itu. Berat pastinya melupakan laki-laki yang sudah meniduri kita.” Ucap Jessica sedih. Ya, ucapannya memang benar. Aku sudah berkali-kali melakukan hubungan layaknya suami istri dengan Donghae oppa dan itu semakin membuatku terikat padanya. Sulit melepaskannya.

“Unni, cukupkah kau membuatku terus merasa bersalah? Kau ingin apa sekarang? Ingin aku menjauhi Donghae oppa? Aku sungguh tidak tahu apakah aku bisa!”

Jessica diam sesaat mencerna kata-kataku.

“Aku ingin, kau tinggal di rumahku. Aku bersedia kau menjadi istri kedua Donghae opa. Itu setidaknya lebih baik ketimbang kau terus-terusan menjalin hubungan gelap dengan Donghae oppa. Aku tidak mau orang lain, terutama keluarga besarku dan keluarga Donghae oppa tahu atas perselingkuhan ini. Nama besar keluarga kami bisa tercoreng, alangkah lebih baiknya jika dengan baik-baik kau datang ke rumah kami, memperkenalkan bahwa kau adalah istri muda Donghae oppa. Dengan begitu juga statusmu tidak menjadi rendah dicap sebagai perempuan penghancur rumah tangga orang.”

Aku tergugu mendengar uraian panjang yang dilontarkan Jessica. Ia memintaku tinggal dan menjadi istri kedua? Gila kah wanita ini? Apa ada istri yang normal yang dengan relanya berbagi suami dengan wanita lain?

“Apa yang bisa membuatmu yakin statusku tidak tercoreng dengan label wanita penghancur rumah tangga orang?” tanyaku.

“Karena rumah tanggaku tidak akan hancur Yoona…aku akan mencoba menerima kehadiranmu ditengah-tengah kehidupan kami. Dengan begitu orang lain tidak akan berkomentar negatif tentangmu, toh aku yang dimadu saja tetap tenang dan tersenyum.”

Aku bagai di skak mati oleh Jessica. Dan akhirnya aku menganggukan kepalaku setuju atas ide gilanya.

Akhirnya aku resmi menyandang nama Nyonya Lee. Seperti yang dimau Jessica, aku akhirnya tinggal serumah dengan mereka. Aku pun diperkenalkan kepada keluarga Donghae oppa dan keluarga Jessica, juga kepada tetangga-tetangga. Dikenalkan secara baik-baik oleh Jessica sendiri. Reaksi pertama dari keluarga mereka adalah tatapan jijik kepadaku. Mereka tidak menerimaku semudah itu, meski Jessica sudah rajin memberikan penjelasan kepada mereka bahwa aku tidak merusak rumahtangganya. Tetap saja, opini liar berkata aku adalah wanita penggoda suami orang. Aku bertahan atas semua sindiran orang-orang karena Donghae oppa selalu mencurahkan cintanya kepadaku.

Tinggal seatap dengan Donghae oppa dan istrinya tidak begitu buruk, karena Donghae oppa seperti biasa selalu lebih mencodongkan perhatiannya kepadaku. Jika malam datang, Donghae oppa lebih memilih tidur di kamarku, bercinta denganku. Pernah suatu malam, di tengah hujan deras. Aku tidur seorang diri di kamar, karena malam ini Donghae oppa tidur di kamar istrinya. Itu adalah paksaanku sendiri karena sudah seminggu full Donghae oppa tidur malam denganku. Dan kini aku menyesali paksaanku terhadap Donghae oppa. Aku merasakan kesepian dan kedinginan yang teramat dalam di tengah lebatnya turun hujan. Libidoku naik karena pengaruh cuaca, dan ingin sekali bercinta dengan Donghae oppa malam ini. Dengan tidak tahu malu, aku meng-sms Donghae oppa.

 

“Oppa, aku kedinginan. Andai kau ada disampingku,  kita bisa bercinta sepuasnya dan aku menjadi hangat olehmu.”

Tanpa diduga Donghae oppa sesaat setelah itu masuk ke kamarku.

“Aku baru saja membuka pakaian dalam Jessica ketika sms-mu masuk. Untung aku belum teramat horny dan sekarang aku memutuskan ingin menemanimu.” Ucap Donghae oppa langsung menyerbu tubuhku, melucuti satu persatu pakaianku. Aku berteriak-teriak geli dan kenikmatan karena Donghae oppa sangat dahsyat menggarap tubuhku. Sesaat kami selesai bercinta aku menangkap ada suara tangisan diluar kamar. Jessica menangis…ya, itu suara tangisannya. Mungkin ia mendengar lenguhan-lenguhan saat kami bercinta tadi. Hatinya pasti sakit karena malam ini Donghae oppa lebih memilihku…

Aku keluar dari kantor. Ini adalah inisiatifku sendiri. Aku tidak tahan dengan ocehan orang-orang mengenai diriku dan perselingkuhanku dengan atasanku sendiri. Donghae oppa adalah pengusaha terkenal di Seoul, berita perselingkuhanku sampai ke media massa. Orang-orang terutama kaum wanita banyak yang mengecamku dan menunjukkan simpati yang besar untuk Jessica. Aku seringkali dilempari telur busuk, ditampar oleh ibu-ibu, diludahi oleh para gadis-gadis dan perlakuan buruk lainnya. Sedangkan Donghae oppa tidak terkena imbasnya, hanya aku yang dikecam hina oleh orang-orang.

Aku sempat berpikir ini adalah rencana Jessica membalas dendam kepadaku. Aku menyangka ia pastilah berencana membuatku tersiksa dengan awal memberikan angin sejuk terlebih dahulu. Namun, dugaanku salah besar melihat ketulusannya kepadaku. Ia menangis apabila membaca artikel yang menjelek-jelekkanku, ia membersihkan tubuhku jika aku pulang dengan bermandikan telur busuk. Dan ia selalu memelukku, dan selalu mengucapkan satu kalimat: “Mianhe, andai saja aku tidak membuat Donghae oppa menjadi jatuh cinta padamu…andai aku bisa menjadi sosok wanita sempurna di depannya, kau pasti tidak akan terluka seperti ini…”

Hari-hari berikutnya aku kebanyakan mengisi hariku untuk melamun. Aku tidak memiliki pekerjaan lagi. Aku juga menjadi enggan keluar rumah karena orang-orang diluar sana masih mengintimidasiku. Apakah aku akan menghabiskan waktuku selamanya disini? Terperangkap dalam cinta segitiga yang tak akan pernah usai? Kemurunganku bertambah ketika Jessica tengah hamil anak keduanya bersama Donghae oppa. Tuhan, mengapa bukan aku saja yang mengandung? Setidaknya jika aku hamil, aku memiliki secercah sinar cerah menata masa depan. Aku menjadi cemburu habis-habisan melihat Donghae oppa kembali menunjukkan kasih sayangnya kepada Jessica yang tengah hamil. Sesaat dia tak melihatku, menganggapku tak ada.

Aku menangis meraung-raung di dalam kamar menyesali hidupku yang menjadi seperti ini. Suram dan layu. Aku masih bisa bertahan menghadapi cercaan dan deraan asal ada cinta Donghae oppa bersamaku. Tetapi, kini perhatiannya teralih untuk Jessica dan janin yang dikandungnya. Aku butuh perhatian! Dan jika aku memprotes keras kepada Donghae oppa, ia hanya bilang: “Kau harus mengerti, Jessica sedang hamil dan aku harus memberikannya perhatian ekstra.” Aku bisa berbuat apa?

Pada suatu siang aku mendengar sebuah kabar, entah ini kabar buruk atau bahagia. Janin yang dikandung Jessica lemah karena selama masa kehamilannya ia terlalu stres dengan banyaknya masalah. Aku berkesimpulan masalah itu adalah diriku. Jessica divonis tidak bisa melahirkan dengan selamat, pilihannya adalah dirinya atau bayinya yang hidup. Untuk kedua-duanya hidup adalah sesuatu yang sulit.

Aku pikir aku akan senang melihatnya menderita. Ternyata tidak, hatiku tercabik-cabik menyaksikan tubuh Jessica semakin hari semakin kurus sedangkan perutnya semakin membesar. Ia selalu memuntahkan kembali makanan yang dimakannya, sehingga ia menjadi kurag gizi. Dokter bilang ia stres akut sejak lama, namun baru berimbas sekarang karena terus ditahan-tahan. Aku menangis mendengarnya, ini semua salahku. Selama ini aku terperangkap dalam jurang yang menyesatkan Jessica dan Donghae oppa. Kebahagiaan mereka terengut paksa dariku, dari tanganku. Aku tak kuasa melihat Lee Na Hae, anak pertama Donghae oppa dan Jessica bersedih melihat eommanya kesakitan seperti itu. Aku tak kuasa melihat Donghae oppa tersiksa memikirkan keadaan Jessica. Ia mulai menyesali kesalahannya. Aku pun dan Donghae oppa semakin jarang berbincang. Aku harus melakukan sesuatu, aku harus membantu membuat keluarga ini bahagia kembali. Akhirnya aku memutuskan ingin bercerai dengan Donghae oppa dan meninggalkan rumah ini. Aku berharap, keadaan Jessica akan pulih tanpa ada lagi aku si trouble maker. Aku memutuskan esok sore akan memperbincangkan ini dengan Donghae oppa.

Flash back end…

Dan sampailah pada sore hari ini. Aku telah siap merangkum kata-kata. Donghae oppa duduk di sebelahku, pandangan matanya jatuh tepat di manik mataku.

“Aku ingin bicara serius padamu Donghae oppa…” aku mengawali percakapan diantara kami berdua.

“Kebetulan, aku juga ingin berbicara denganmu.” Ucap Donghae oppa menatap sendu kepadaku.

“Tetapi, sebelum kita bicara bolehkah aku memelukmu?” tanya Donghae oppa menggetarkan hatiku karena pikirannya sama dengan yang ada dipikiranku. Ia mulai membawaku ke dalam pelukannya. Aku termangu di bahunya, menahan sakit dan perih yang melanda hatiku kini. Aku tahu Donghae oppa juga merasakan hal yang sama denganku. Ku dengar helaan nafasnya yang berat seolah menahan kecamuk hatinya.

Menahun, kutunggu kata-kata yang merangkum semua. Dan kini kuharap dimengerti sekali saja pelukku. Tiada yang tersembunyi, tak perlu mengingkari rasa sakitku rasa sakitmu. Tiada lagi alasan inilah kejujuran pedih adanya. Lepaskanku segenap jiwamu, tanpa harus ku berdusta karena kau lah satu yang kusayang dan tak layak kau didera..

Kusadari diriku pun kan sendiri di dini hari yang sepi. Tapi apalah arti bersama berdua jika namun semu semata. Tak ada yang terobati di dalam peluk ini tapi rasakan semua sebelum kau kulepas selamanya. Tak juga kupaksakan setitik pengertian bahwa ini adanya cinta yang tak lagi sama.

“Mianhe selama ini telah banyak salah padamu, membawamu masuk ke dalam kehidupanku.” Lirih Donghae oppa masih dalam pelukan kami. Aku merasakan setetes airmatanya turun mengenai pucuk kepalaku.

“Jinjja…oppa jika ada yang harus disalahkan aku lah orangnya.” Ucapku, aneh tak ada airmata yang jatuh dari pelupuk mataku. Padahal alangkah lebih baiknya jika aku menangis dan tidak merasakan sesak di dalam dada seperti ini.

Donghae oppa mempererat pelukannya, tangannya mengelus kepalaku dengan sayang.

“Mianhe jika aku hanya bisa menjagamu sampai saat ini saja. Hatiku sebenarnya sakit melepaskanmu, namun aku lebih sakit melihatmu lebih menderita lagi karenaku. Dan lagipula ada Jessica yang lebih membutuhkanku, orang yang paling tidak aku inginkan kematiannya. Ia lemah walau ia tak mengakui, sedangkan aku tahu kau adalah wanita yang kuat dan tegar. Aku yakin kau bisa menata kembali hidupmu yang telah berantakan karenaku.”

Aku melepaskan diri dari pelukannya, kulihat air mata sudah berlinangan di pipinya. Sebegitunyakah aku di dalam hatinya? Sudah tertancap kuatkah posisiku di hatinya? Sampai-sampai ia rela menangis, bukankah aneh seorang namja menangis?

“Saranghae, Yoona…sampai kapanpun kau selalu ada di memoriku. Hiduplah bahagia, karena aku akan merasa sangat bersalah apabila kau tidak bahagia.” Donghae oppa mengakhiri dengan mengecup keningku lamat-lamat. Kuresapi kecupan yang mungkin adalah kecupan terakhirnya. Aku masih membisu, tak berkata dan tak menangis. Hampa…

“Peluk aku sekali lagi…” pintaku ketika ia sudah bersiap beranjak.

Aku dan Donghae oppa berdiri berhadapan, lalu kami kembali lagi berpelukan. Pelukan ini tak mengubah rasa perih hatiku menjadi sedikit lega. Hanya saja aku ingin menyimpan rasa dipeluk olehnya di dalam sebuah kotak bernama hati, dan menjadi kenangan.

Donghae oppa pun beranjak pergi meninggalkanku sendirian di taman ini. Airmataku baru jatuh menetes ketika Donghae oppa sudah tak ada di hadapku lagi. Berakhir sudah empat tahun ini aku mencintainya, berakhir di pelukannya…

-end-

Say thankyou

untuk Dee Lestari yang membuat sebuah lagu dgn lirik indah seperti ini🙂

untuk Yoonhae shipper Atau Haesica shipper yg brsedia komen dan mengkritik🙂

54 responses »

  1. Aduh mennnn…kalu bikin pairing yang bener dong..yoonhae tu beneran lho, jangan digangguin. Biasnya jadi susah. Jessica sama taec saja *ga tau mah kalo ini, taunya taec doang*

    ini bagus deh. Istri pertama baik banget gitu. Aku inget siapa ya. Katanya kalu istri rela dimadu tu dapetnya surga. Haduh salut sekali sama bini tuanya. Yah baguslah akhirnya istri mudanya pergi. Capeee liatnya. Dasar lelaki.

  2. sumpah demi apa aku sedih bacanya,..ada sequelnya ga buat melanjutan kehidupan c Yoona & Jess juga keadaannya gimana,..
    emang kalo udah cinta segitiga gini,..bini muda harus mengalah,..

  3. OMAIGAT, sumpah nyesek abis bacanya.

    ngebca semua tentang menduakan-diduakan itu trnyta menguras emosi y. =____=..*galau.

    biasanya gue suka peran2 yoona di fanfic dibndingkn member snsd lainnya-setelah Seohyun pastinya-, tapi pas ngebca ff ini, gue suka peran jessica dsni. suka banget.
    gue bukan haesica ato yoonhae shipper, tapi di cerita ini gue mau hae tetep sm istri pertamanya a.k.a jessica. Yoona sama yg lain dulu ya. okeee.
    di fanfic lain bikin yoonhae, thor. biar Yoonhae shipper kga ngamuk. hhe.

    bikin yg castnya Seohyun juga dong, dengan bahasa yg sangat ngena kayk gini y*reader ga tau diri.😄

  4. satu kata deh : n.y.e.s.e.k
    hadeh -_- ga sanggup nerima kenyataan ni kalo hae sms sica😦 bikin ff tentang yoonhae dong😀

  5. Sequel dong eon…..menurutku itu endingnya masih gantung -_-” oh iya eon. buat ff HaeSica juga doong~ *reader maksa minta digebukin* kalo beneran mau bikin sequelnya,jangan buat Jessica kenapa2 sama endingnya HaeSica ya eon~~ *digebukin beneran*

  6. HAESICA PLEASE!
    YAALLAH. Gue sampe nangis bacanya!
    Setegar itukah sica! Si yoona kaga tau malu bgt….. Aiss shireo!
    Alhamdulillah akhirnya donge nyadar, dan kembali ke sica!!
    BIKIN SEKUEL KHUSUS HAESICA nya dong thor!! Jebal bgt

  7. BAGUS BANGET!!!

    jadi ini temanya kayak perselingkuhan gitu ya..
    jessi tabah banget ya,, hae oppa juga terlalu napsu sihh
    hehhee.. eonni, aku suka!
    bagus banget

    eonni.. life is drama dan bride wars kok belum terbit?

  8. huhuhuhu Yoona~~~

    aduh si J itu dibilangin Donghae tu cinta sama Yoona eh~ malah d kawinin ….

    tuh Yoona jd kesiksa … tenang Yoona Dongsaeng akan membantu kamu untuk mendapatkan cinta kamu lagi #evil smile

    soalnya i’m Pyros!!!😀 #no bash

    eonni buat fanfic YoonHae dong …. please!!!🙂

  9. hiks maaf ni thor< saran aku mendingan bikin haesica sendiri yoonhae sendiri sica sama yoona jangan dijadiin orang ketiga hae biar ga ada yang bash yoona atau sica -____-

  10. gile nyesek banget .
    heddehhh gw buka shipper tuh pairing 2 2nya tapi nih ff nyentuh banget .

    gw harap authornya dengan senang hati membuat sequelnya

  11. Hiks Hiks Hiks Hiks untung ending.a HaeSica bkan yoonhae aku mkin benci ma yoona untung jessica tbah klw gkk abis loe ma jessica

  12. sedih……kenapa yoonhae g bersatu……soal q g suka haesica…..q maunya yoonhae…….buat lagi dong sequelnya …….yang yoonhae…..

  13. Wah menn… !!
    buat ceritanya yg bner dong !!
    nie cerita aneh !! yg pertama kali q baca !!
    Haha …
    tpi napa mlah Yoona yg pergi !!
    gue kan YoonHae Shipper !!

  14. ckckck..cmen gra2 ff kxk gini yg gag nyata pda bnci ma yoona…

    lok istri gag bisa ngebahgiain suami yah terima resikonya suami selingkuh,,,

  15. Hai, aku memang bukan sugen shipper, tapi aku tertarik dengan ff ini karena terinspirasi dari lagu dewi lestari dan alexa, yaitu peluk.
    Pemikiran kita sama sepertinya, aku juga memakai lagu ini untuk ending ff yaoi ku, ceritanya juga poligami.
    Ff kamu bagus banget, beneran😀.

  16. wahhh.wow.. ini ni ff yg aq tunggu2. ada yoona,jessica,donghae.. thor knpa gak diisiin yuri?.bwt squelnya dong thorr. and bwat donghae punya 6 istri skalian.. psti keren!! kalo mnurut qu ni ff masih ngantung, tapi bagus kok.aduhh tdi tu aq bingung bgt mau milih siapa, cz klo yoona itu kakak qu and jessica itu sahabatnya aq*plak*hehehe.tpi karang aq udh nentuin kok aq mening mlih AUTHOR. I LOVE YOU thorrrr

  17. nice ff thor!! sebenernya aku udah lama pernah baca ff ini wkwk cuman baru bisa komen sekarang hihi thor bikin ff yang pairingnya haesica lagi donggg ffnya yang ada konflik yang endingnya ga ketebak tapi bakal happy ending wkwk *oke ini ribet* hihi makasih:)

  18. Annyeong..

    Ah~ Sicca eoni, Baik banget dirimu.. authro ini ff keren.. kata-katanya pun ngena banget.. cuma menurutku.. akhirnya agak gantung ya?.. tapi gak masalah.. ini ff keren.. Hae oppa berhenti jadi labil ne..

  19. Suka sama sica disini dia baik banget lemah lembut tenang banget padahal di sini dia yg paling tersakiti untung akhirnya Haesica

  20. Yaampun jessica kenapa berhati malaikat banget sih:( sedih baca nya dan kesel juga sama yoona dan donghae nya itu-_-
    Tapi jessica nya bahkan rela di madu gitu demi kebahagiaan suami nya yaampun:(

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s