Princess of the Moon: 3 (end)

Standar

"fanfic seokyu"

FanFiction

PRINCESS OF THE MOON

 (Three-End)

 

By_Artemisgoddess

 

Main cast:

Seohyun-Key-Kyuhyun-Minho-Yuri

Theme Song: Talking to the Moon (Bruno Mars)

 

I know you’re somewhere out there
Somewhere far away
I want you back
I want you back…

 

 

Semakin intensnya pertemuan Seohyun dengan Kyuhyun membuat Seohyun bisa turun ke bumi pada malam-malam biasa. Selalu datang ke kamar Kyuhyun, menyerahkan tubuhnya, birahinya hanya untuk namja bumi tersebut. Percintaan kedua makhluk tersebut tidak bisa dilogikakan, mereka lebih banyak bercinta ketimbang berkata-kata. Mereka saling merindukan tanpa tahu apa yang mereka rindukan. Satu yang pasti, mereka selalu bisa menyatu dalam deruan nafas senggama, melebur dalam pergulatan intim tiada batas. Selama ini mereka tidak pernah bercekcok seperti halnya pasangan normal. Sampai pada suatu ketika, Kyuhyun meminta Seohyun untuk tetap tinggal di bumi selamanya, menjadi istrinya…

 

“Bagaimana bisa kau meminta aku menjadi istrimu?” Suara Seohyun jelas sekali memperlihatkan keterkejutannya.

“Salahkah itu?” Kyuhyun menghela nafas sepersekian detik, baru melanjutkan kalimatnya.

“Sepertinya, aku tidak bisa lepas darimu…”

“Hhhh…bagaimana bisa dua makhluk berbeda bersatu? Kyuhyun, tidak ada satu pun logika yang bisa menjawab akan hubungan ini.” Ucap Seohyun sembari memakai gaunnya.

“Kita memang berbeda, tetapi kita tetap bisa bersama kan? Tinggalah disini, Seohyun…” Kyuhyun memandangi Seohyun dengan ratapan menyiksa.

“Aku tidak bisa,” meskipun aku ingin…

Seohyun lalu kembali terbang menuju kerajaan bulannya, tanpa ia sadari Minho sudah menantinya disana.

 

Seohyun tentu kaget ketika Minho telah menunggunya. Tak pernah terbayangkan oleh Seohyun akan dilihat oleh kakaknya sendiri ketika ia baru berpergian dari bumi. Minho pastilah marah besar melihat kenyataan adik satu-satunya itu sudah melanggar ketentuan alam mereka.

“Oppa?”

“Kau selalu turun ke sana?”

“Maksud oppa?”

“Jawab saja Seohyun! Sejak kapan kau mulai turun ke bumi?”

“Aku tidak mengerti maksud oppa,”

“Seohyun! Kau telah mengecewakan aku dan abuji kalau ia sampai tahu. Kau menjalin cinta dengan seorang namja bumi heh?”

Seohyun terperangah menerima kenyataan bahwa oppanya kini telah mengetahui rahasia terbesarnya. Yang ia bisa lakukan hanya menangis, karena ia sadar benar mulai kini pasti akan sulit menemui Kyuhyun lagi. Bahkan terancam tidak akan pernah bisa bertemunya lagi.

~.~.~.~

 

Seohyun tengah melamun memandang ke bawah, ke sebuah tempat Kyuhyun berada. Malam ini adalah malam purnama, namun entah kenapa ia tidak bisa turun ke bumi seolah kekuatannya telah sirna. Tanpa ia tahu Minho sudah membatasi batas jangkauan jarak pandang antara langit dan bumi.

Kini jarak bulan dan bumi tiada pernah dekat lagi sedekat dulu.  Minho telah melakukan suatu filterisasi dengan bantuan kecepatan cahaya, ia mengerahkan seluruh tenaganya guna membatasi penglihatan Seohyun. Sehingga Seohyun tidak bisa sejelas dulu lagi melihat bumi, terlebih melihat Kyuhyun. Begitu pun yang terjadi pada Kyuhyun di bawah bumi sana, ia heran mengapa belakangan ini tidak bisa menemukan wanita cantik keperakannya di malam purnama.

 

Kemana perginya putri bulan cantik itu? Marahkah ia setelah aku memintanya untuk tinggal disini? Aku memang bodoh mengharapkan hal yang mustahil tersebut. Gadis itu datang tiba-tiba, mengambil hatiku tiba-tiba, menghilang pun tiba-tiba. Kyuhyun merenung seorang diri di atas beranda kamarnya, tempat dimana ia selalu menunggu Seohyun turun dari bulan. Matanya tak lepas dari bulan yang sedang bertengger di atas langit sana, secercah harapan selalu muncul di hatinya apabila melihat kilatan cahaya dari langit, mengira itu pertanda kehadiran Seohyun. Namun, harapannya tak datang juga karena Seohyun tak pernah hadir lagi menemuinya, bercinta padanya.

 

At night when the stars
light up my room
I sit by myself…

Kyuhyun tersenyum tipis ketika ia memutuskan kembali mengingat rangkaian peristiwa yang telah dilaluinya bersama Seohyun. Tak pernah habis pikir akal sehatnya menerima kenyataan dirinya bisa jatuh cinta kepada seorang perempuan asing yang bukan manusia. Kyuhyun pun kembali menoleh melihat bulan yang bulat dengan sempurnanya.

“Datanglah, meski malam ini saja…” lirih Kyuhyun pelan.

“Selama ini kita jarang berbicara dengan kata-kata, aku terlalu takut berbicara padamu. Bibirku selalu kelu jika sudah berhadapan denganmu. Aku belum bilang aku mencintaimu, tolong hadirlah…karena aku tidak bisa kesana.” Kyuhyun berbicara kepada bulan seolah bulan mendengar lirihannya.

“Hah sincha! What a fool I’ve been! Hhhh…” dengus Kyuhyun, masih tak beranjak dari posisinya yang duduk mendekap kedua kakinya sambil menatap tajam bulan purnama di kelamnya langit malam.

 

Talking to the Moon
Try to get to You
In hopes you’re on
the other side
Talking to me too
Or am I a fool
who sits alone
Talking to the moon

~.~.~.~

 

Diam-diam Minho pergi menemui Yunho dan meminta agar mencarikan jodoh untuk Seohyun. Minho memiliki gagasan bahwa jika Seohyun menemukan pangerannya, maka perlahan-lahan Seohyun pasti bisa melupakan namja semu-nya yang tinggal di bumi. Minho sepertinya lelah melihat Seohyun yang mulai memiliki hobi baru, yakni melamun seorang diri di atas menara kerajaan, meratap memandangi bumi. Eonniedeulnya yang sudah jauh-jauh datang dari planet tata surya mencoba menghibur Seohyun, namun Seohyun masih sedih meratap. Begitu juga dengan Key yang merupakan sahabat terdekatnya saja tak mampu membuat keceriaan Seohyun kembali.

Dengan hati-hati Minho meminta kepada ayahnya agar mencarikan Seohyun jodoh, tanpa memberitahukan sebabnya. Minho sebisa mungkin tidak menceritakan akan kejadian yang menimpa adiknya, yang terlibat dalam percintaan kepada manusia bumi.

“Mengapa kau tiba-tiba berinisiatif mencarikan jodoh untuk Seohyun?” tanya Yunho dengan wibawa yang kental sekali sebagai pemimpin kerajaan langit.

“Aku rasa, uri Seohyun sudah cukup dewasa untuk mengenal cinta. Dan, aku sebagai oppa-nya tidak ingin ia jatuh cinta kepada orang yang salah. Maka dari itu, alangkah lebih baik apabila kita saja yang menentukan siapa laki-laki yang pantas buatnya.” Jawab Minho dengan takzim.

“Seohyun, putriku…aku masih selalu menganggapnya gadis kecil, tak kusangka ia sudah dewasa kini. Benar katamu, kita harus mencari lelaki baik-baik dan tepat untuknya.  Baiklah, besok appa akan menggelar sayembara di seluruh kerajaan langit guna mencari jodoh untuk Seohyun. Kau yang atur segala tetekbengeknya,”

“Arasho, appa!

 

Keesokan harinya, sayembara digelar di kerajaan langit. Banyak para putera-putera langit, bahkan putera-putera laut ikut sayembara pemilihan calon suami buat putri bulan. Seohyun dengan enggan diriasi oleh para dayang-dayangnya, hatinya sebenarnya malas harus hadir di sayembara, meski sayembara itu sendiri adalah acara dirinya.

“Seohyun, ada apa pada dirimu? Lihatlah, tubuhmu menjadi ringkih dan kurus seperti ini?” tanya Yuri yang baru saja masuk ke kamar Seohyun. Seohyun yang sedang dirias hanya menoleh kepada Yuri lewat pantulan cermin besar di hadapannya.

“Tidak apa, eonni…” balas Seohyun pelan.

“Tidak apa bagaimana? Kau belakangan ini tidak seceria dulu. Apa yang sedang terjadi?”

“Aku benar-benar tidak apa.”

“Kau yakin?”

“Ne…”

“Lalu mengapa hari ini kau tampak tidak semangat? Ini kan hari dimana kau bertemu dan memilih jodohmu. Akan ada banyak namja tampan yang hadir hari ini, hihi…” seru Yuri sembari mengelus rambut Seohyun yang tergerai bebas ketika para dayang-dayang selesai menghiasinya dan beranjak keluar meninggalkan Seohyun hanya berdua dengan Yuri.

Seohyun sempat diam sesaat. Di dalam hatinya menggumam haruskah ia bercerita pada Yuri eonni akan permasalahannya. Akan keengganannya mengikuti sayembara cinta ini.

“Yuri Eonni, apa Minho oppa tidak bercerita apa-apa padamu mengenai diriku?” tanya Seohyun.

“Anii, bercerita apa maksudmu?”

“Eonni, apakah cinta pernah salah?”

“Cinta tidak pernah salah, Seohyun, kalaupun yang bisa salah adalah caranya. Pertanyaanmu aneh, sebenarnya apa sih yang sedang terjadi?” Yuri nampak penasaran.

“Salahkah apabila aku mencintai seorang manusia bumi?”

“HAH?!” Yuri terpekik kaget.

“Aku tidak menginginkan adanya sayembara ini, karena aku sudah mencintai laki-laki lain. Laki-laki itu seorang namja bumi, aku dengannya sering bertemu pada malam-malam purnama, kami saling mencintai…”

Yuri dengan sempurna bengong di tempatnya, mendengar pengakuan dari mulut Seohyun.

“Kau serius?”

“Nee eonni, aku dan laki-laki itu bahkan sudah sering berhubungan badan. Kyuhyun, namanya Kyuhyun…seseorang yang hangat, berbeda dengan kaum kita. Minho oppa mengetahui kisah cinta kami lalu dengan kekuatannya ia memfilter jarak pandang bumi dan bulan.” Ucap Seohyun sedih.

“Kau? Berhubungan badan dengan manusia bumi? Bagaimana bisa kau mencintainya?” tanya Yuri masih tak percaya.

“Ada rasa penasaran awalnya untuk terjun ke bumi, lalu setelahnya bertemu dengan Kyuhyun. Aku langsung jatuh cinta pada pandangan pertama ketika melihat sorot matanya. Aku yang terbiasa dengan kedinginan dan kebekuan menjadi hangat bila disampingnya. Hatiku tidak bisa berbohong bahwa ada perasaan bahagia yang membuncah ketika dijamah olehnya. Aku ingin bersamanya, eonni…” Seohyun mulai berkaca-kaca saat mengutarakan perasaannya.

“Seohyun…mianhe kali ini kau memang salah. Tidak seharusnya kau memiliki perasaan itu kepada manusia bumi.” Ucap Yuri seraya membelai punggung Seohyun.

“Eonni bilang tadi tidak ada cinta yang salah?”

“Benar, tapi kau mencintai orang yang salah dalam keadaan yang salah. Cinta seperti itu hanya akan menghadirkan kesengsaraan tak berujung, Seohyun.”

“Tapi, bukankah tidak bisa menapikkan cinta begitu saja? Sama halnya dengan eonni yang dulu mencintai tunangan adik eonni sendiri. Secara logika itu cinta yang salah, tetapi disitulah justru kekuatan cinta kalian diuji.”

Yuri terdiam mendengar ucapan Seohyun.

“Tapi, bagaimanapun juga cinta kalian tidak bisa bersatu…” jawab Yuri dengan nada getir. Sebenarnya ia merasa kasihan dengan Seohyun, namun ia harus membantu menyadarkan Seohyun bahwa dirinya salah.

“hhhhh….” Seohyun menghempaskan dirinya di kursi. Saat itu juga Minho datang masuk kamar.

“Seohyun, apa kau sudah siap?” Tanya Minho mengecek keadaan adiknya itu, tetapi Seohyun tidak menjawab.

“Acara sayembara sudah akan dimulai, kajja!” Ujar Minho kembali.

“Oppa…aku tidak ingin menikah dengan orang lain, aku hanya mencintai Kyuhyun! Izinkan aku turun menemuinya, oppa!!! Jebal…” isak Seohyun sembari memegangi lengan Minho.

“Hentikan omong kosongmu, Seohyun. Lupakan namja itu!  Berpikirlah realistis!” balas Minho tegas.

“Oppa jahat!!!!!!!!”

“Ini demi kebaikanmu, tolong mengertilah Seohyun. Yuri-ah, tolong benarkan riasan Seohyun dan segera susul aku keluar, appa sudah menunggu disana.” Ucap Minho kepada Yuri.

“Ne…”

 

Sayembara pun dilangsungkan, Seohyun terlihat duduk lesu di atas singsana merak keperakan disamping Yunho dan Minho. Satu persatu namja-namja maju ke depan memperlihatkan kebolehannya di depan Seohyun. Namja-namja itu tampan-tampan, baik, dan hebat, namun Seohyun tidak melihat ada yang seperti Kyuhyun-nya.

 

“Bolehkah aku mencoba menggenggam tanganmu?” tanya Seohyun kepada salah satu namja peserta sayembara.

“Tentu saja, tuan putri.” Balas namja tersebut.

Sesaat Seohyun menggenggamkan tangannya di tangan namja tersebut.

“Dingin…aku tidak suka.” Lirih Seohyun.

“Maksud tuan putri?”

“Aku mencari namja yang hangat, yang bila di dekatnya aku seperti terbakar namun menyenangkan.” Ujar Seohyun membuat Minho dan Yunho terperangah dibuatnya.

“Apa maksudmu, nak?” tanya Yunho.

“Disini tak ada satupun pria yang aku suka!” ujar Seohyun seraya bangkit dari duduknya dan meninggalkan arena sayembara. Semua yang ada disana tercengang melihat Seohyun.

“Ada apa dengan anak itu, Minho? Sepertinya ada yang tidak beres,” tanya Yunho sembari beranjak berniat menyusul Seohyun.

“Biar aku yang susul dan berbicara pada Seohyun, appa.”

Kemudian Minho pun bergegas menyusul Seohyun masuk ke dalam. Di dalam kamar peristirahatannya, Seohyun sudah berbaring di tempat tidur yang terbuat dari awan putih.

“Tuan putri sepertinya jatuh sakit, suhu badannya panas sekali.” Ujar seorang dayang yang ada disitu kepada Minho.

“Seohyun, gwenchana?” tanya Minho seraya menyentuh kening Seohyun.

Seohyun hanya mengangguk pelan.

“Aku akan panggilkan tabib ya. Sekarang kau istirahatlah dulu.”

 

~.~.~.~

 

Hari-hari pun berlalu, kondisi kesehatan Seohyun bukannya malah membaik tetapi malah memburuk. Tubuhnya menyusut kurus, pipinya yang tadinya berisi menjadi tirus menonjolkan tulangnya. Makanan yang dimasukkan selalu dimuntahkan, sehingga ia kekurangan gizi dan menjadi lemah. Sehari-hari pun dihabiskan oleh Seohyun hanya untuk melamun dan memandang kosong ke arah bumi. Hatinya hanya mendamba seorang Kyuhyun. Tabib-tabib sakti pun tak ada yang kuasa menyembuhkannya, obat dari segala obat mujarah di seluruh negeri pun tak ada yang bisa menyembuhkannya.

Raja Yunho pun akhirnya tahu kenyataan yang sebenarnya, bahwa putri bungsunya itu jatuh cinta kepada manusia bumi. Awalnya Yunho marah dan dengan tegas melarang Seohyun berkoneksi lagi dengan bumi. Sejak itulah Seohyun makin sakit-sakitan memendam rasa cinta dan rindu yang teramat dalam.

 

Suatu pagi,

Key memandangi Seohyun dari kejauhan dengan tatapan sedih. Benar-benar tidak kuasa apabila kau melihat orang yang kau sayangi menjadi terpuruk dan merana seperti itu. Key tahu benar, hanya Kyuhyun lah obat yang ampuh untuk kesembuhan Seohyun.

“Seohyunnie, bagaimana kabarmu hari ini?” tanya Key menghampiri Seohyun yang sedang melamun dengan pandangan kosong.

Seperti biasa, Seohyun hanya diam tidak menjawab.

“Aku membawakanmu buah delima, kau makan ya?” tanya Key yang lagi-lagi tak direspon Seohyun. Key hanya menghela nafasnya.

“Boleh ya aku menyisir rambutmu?” Key dengan lembut menyisir rambut Seohyun yang panjang dan agak kusut. Tapi Seohyun tetap membisu dan membatu.

“Bicaralah, sudah setahun ini kau tidak berbicara padaku. Apa kau tidak rindu padaku?” Tes..Tes…airmata Key mulai menetes. Hatinya benar-benar ikut sakit melihat yeoja yang dicintainya itu menjelma seperti mayat hidup. Ya, sudah setahun Seohyun membisu, seolah jiwanya tidak lagi menghuni raganya. Bukan hanya pada Key, kepada Minho, Yunho, dan eonnideulnya pun Seohyun tetap tidak mau berbicara.

“Aku mohon sembuhlah, Seohyunnie…jebal…” lirih Key.

 

~.~.~.~

 

Dua orang dayang terdekat Seohyun berlari menghadap Minho dengan cemas, mengabarkan bahwa Seohyun jatuh tak sadarkan diri. Minho dan Key yang kebetulan sedang bersama langsung berlari melihat keadaan Seohyun. Dan benar apa yang dikatakan para dayang tersebut, bahwa Seohyun sedang tak sadarkan diri tergeletak lemah di perbaringannya.

“Mengapa ia bisa pingsan?” tanya Minho kepada salah satu dayang.

“Anu, pangeran…”

“Apa? Bicaralah yang jelas!”

“Anu, tadi tuan puteri memaksakan diri terjun ke bawah. Tapi, karena terlalu lemahnya tuan puteri terjatuh…” jawab dayang takut-takut.

“Kalian membiarkan tuan puteri terbang?!!!!” Teriak Minho mulai marah. Key yang disampingnya mencoba menenangkan.

“Maafkan kami…”

“Ya sudah, kalian sekarang tolong panggilkan para tabib kesini secepatnya.” Ujar Key.

 

Beberapa jam berlalu, namun Seohyun belum sadarkan diri juga. Yunho yang mendengar kabar akan ambruknya puteri bungsunya itu langsung segera mengunjunginya. Meski terlihat marah, Yunho menyiratkan banyak kesedihan di raut wajahnya. Ia menyadari, kesakitan yang dirasakan Seohyun adalah akibat terlalu keras dirinya menghakimi Seohyun.

“Bangunlah, maknae…” lirih Yunho yang duduk di tepi ranjang Seohyun berbaring.

“Appa, kurasa ini salah kita.” Ucap Minho pelan dalam nada penyesalan.

Seohyun benar-benar seperti mayat, andai tidak ada hembusan nafas pelannya pastilah setiap yang melihatnya menganggap tubuh ini sudah tak bernyawa. Beberapa tabib sibuk menderaskan mantra-mantra disekitarnya, namun tidak ada hasil yang signifikan.

“Appa berjanji, jika kau terbangun nanti, apapun yang kau minta akan appa kabulkan, Seohyun…” Ucap Yunho.

“Oppa juga berjanji tidak akan lagi keras kepadamu, Seohyun…” Ucap Minho.

‘Lihatlah, Seohyunnie…semua orang menyayangimu, apa kau dengar? Bangunlah, aku menunggumu…’ ucap Key dalam hati.

Hening…

Key nampak sedang ada di sebuah ruangan yang mirip sebuah perpustakaan. Banyak rak berisi buku-buku di ruangan tersebut. Dan Key ada di salah satu lorong, terlihat sedang sibuk membolak-balik sebuah buku tebal berukuran jumbo berwarna merah hati dengan hiasan benang emas.

“Buku ini menjelaskan bahwa ada kemungkinan seorang manusia bumi bisa mengunjungi kerajaan kami. Berarti aku bisa membawa manusia itu kesini, ya! Aku akan melakukannya demi Seohyun.” Ujar Key dengan mantap. Lalu ia buru-buru pergi, menuju bumi.

 

Di bumi,

“Kyuhyun, apa sebenarnya alasanmu tidak segera menikahi Victoria? Bukankah lebih dari setahuin ini kalian menjalin hubungan bukan? Lagipula usiamu sudah tidak muda lagi, Kyu.” ucap seorang wanita paruh baya, yang merupakan omma Kyuhyun.

“Omma, apakah omma lupa bahwa ini hanya perjodohan semata-mata yang omma buat?”

“Ya, memang omma yang mengenalkanmu kepada Victoria. Tapi, bukankah kau juga sudah mulai menyukainya?”

“Anii, aku hanya mencoba menuruti omma saja. Aku belum ada keinginan menikah dengannya.”

“Kau jangan menjadi laki-laki yang jahat! Kau sudah memberikannya harapan, lantas sekarang kau tidak berkeinginan menikah dengannya!”

“Aku mencintai gadis lain, omma!”

“Aish, kau selalu bilang mencintai gadis lain, tapi mana sampai sekarang kau belum pernah memperkenalkan pada omma siapa gadis tersebut.”

“Ia hanya sedang menghilang, tapi aku yakin dia akan kembali.” Ucap Kyuhyun seraya melihat sekilas langit di atas sana.

“Omma tidak mau mendengar apapun lagi alasan! Kau harus menikahi Victoria secepatnya! Omma beri waktu seminggu ini untuk kau melamar dia!” ucap Omma Kyuhyun sambil beranjak keluar dari apartemen milik Kyuhyun.

“ARGHHHH!!!!” Pekik Kyuhyun emosi, melempari segala benda yang ada di kamarnya.

“KAU DIMANA??????”  Raung Kyuhyun penuh emosi.

 

Tiba-tiba saja, dari atas langit terdengar bunyi gemuruh diiringi cahaya keperakan kebiru-biruan. Lalu dengan cepat, muncul sosok Key turun ke beranda apartemen Kyuhyun.

“Seohyun? Kau kah itu?” tanya Kyuhyun langsung membuka jendela kamarnya.

“Anii, aku bukan Seohyun. Aku Key, sahabat Seohyun dari kerajaan langit.”

“Kau sahabatnya? Lalu dimana Seohyun? Ia tidak ikut?”

“Ia sedang sakit parah karena terlalu merindukanmu. Aku kesini ingin meminta bantuan padamu, mau kah kau berkunjung ke langit? Aku pikir, Seohyun bisa tersadar dari tidur panjangnya apabila mendengar suaramu.”

“Bisakah aku berkunjung ke dunia kalian?” tanya Kyuhyun antusias.

“Bisa, hanya saja…”

“Hanya saja apa?”

~.~.~.~

 

Dua orang laki-laki melangkah beriringan menuju sebuah kamar besar, dimana di dalamnya Seohyun sudah lama tertidur. Wajahnya tetap cantik, meski pucat dan terpejam. Satu dari dua laki-laki tersebut mempersilahkan para dayang untuk keluar. Lalu satu laki-laki lainnya benar-benar shock setelah melihat Seohyun dengan mata dan kepalanya sendiri.

“Seohyun?” lirihnya dalam.

“Mengapa ia bisa separah ini?” Kyuhyun mulai mengeluarkan airmatanya, tidak tega melihat wanitanya terlihat sangat menderita. Terlebih lagi derita yang dialami Seohyun dikarenakan dirinya.

“Ia sangat merindukanmu, tetapi ayah dan kakaknya melarang keras untuk menemuimu. Setiap hari hanya dihabiskannya untuk melamun, tidak makan, tidak tidur, dan sampailah fisiknya tidak lagi kuat menanggungnya.”

“Seohyun?” panggil Kyuhyun mulai membelai kening Seohyun.

“Baiklah, aku tinggal dulu sebentar. Berbicara dan sentuhlah dia, aku harap ia bisa bangun karena kehadiranmu.” Pamit Key kepada Kyuhyun.

“Gamsahamida,.”

Dan kini di ruangan besar itu hanya ada Seohyun dan Kyuhyun. Situasi yang sering mereka lalui dulu di bumi. Namun, keadaan sedikit berbeda, mereka bukan sedang lagi bercinta, melainkan terpisah antara kesadaran dan ketidaksadaran. Kyuhyun dengan lembut membelai pipi tirus Seohyun, menyentuh bibir pucat Seohyun, lalu mengecupnya dengan rasa kerinduan yang tiada terkira.

“Bogoshipo…” bisik Kyuhyun tepat di telinga Seohyun.

“Bangunlah, apa kau tidak merasakan kehadiranku?”

“Bangun! Bangun! Hu..hu..hu..” Kyuhyun mulai menggoncang-goncangkan tubuh kaku Seohyun.

Kyuhyun mulai mencium kembali bibir Seohyun dengan lebih dalam.

“Ah, benar saja! Kau bukanlah Snow White yang akan terbangun hanya karena sebuah kecupan.”

“Maukah kau bercinta?” Tiba-tiba saja terlintas ide di kepala Kyuhyun untuk melakukan hubungan intim dengan Seohyun. Entah mengapa ide gila tersebut bisa terlintas di benaknya, yang ia pikirkan bahwa keterikatan dirinya dengan Seohyun memang bermuara pada hubungan seksual. Ia berpikiran, Seohyun akan terbangun ketika mereka kembali bercinta. Maka, mulailah Kyuhyun membuka gaun milik Seohyun, dan membuka pakaiannya.

Kyuhyun mengawali dengan menciumi bibir Seohyun dengan hasrat yang membara, ciuman panas tersebut turun sampai ke leher Seohyun. Kyuhyun tetap merasakan api cinta yang membara meski Seohyun terbelenggu dalam kepasifan. Dengan kuat, Kyuhyun memasukkan alat kelaminnya ke lubang vagina Seohyun. Kyuhyun seorang diri mengerang, tanpa balasan. Posisi pun tetap sama, yakni Kyuhyun dengan perkasa di atas tubuh Seohyun. Kyuhyun memaju-mundurkan alat kelaminnya dengan suara desahan sekaligus rintihan tangisannya. Perih, itulah yang ia rasakan di hatinya, harus mencumbui kekasihnya dalam keadaan seperti ini. Kyuhyun merintih menahan isak tangisnya, ia mencoba tetap bergairah memompa kejantanannya pada vagina Seohyun, meski hatinya teriris.

“Bangunlah, honey…apa kau tidak ingin bercinta denganku? Mengapa kau tega membiarkanku bermain sendiri? Hu..hu..hu..”

Di tengah-tengah adegan bercinta yang dilakoni seorang diri oleh Kyuhyun, pintu kamar Seohyun terbuka. Nampak, Key di depan pintu dengan wajah marah luar biasa.

“Bajingan!!! Apa yang kau perbuat kepada Seohyun, hah?!!” Pekik Key langsung menghampiri Kyuhyun yang masih telanjang.

“Aku hanya…”

BRUKKKK!!! Hantaman keras dari tangan Key mengenai tepat di wajah Kyuhyun. Dengan sigap Key beralih ke Seohyun, menutupi tubuh polos Seohyun dengan selimut.

“Kau memanfaatkan ketidaksadarannya dengan perbuatan itu?!” Key kembali menonjok Kyuhyun dengan brutal. Namun, tidak satupun pukulan Key dibalas oleh Kyuhyun.

“YA!! Aku hanya berpikiran ini bisa membangunkannya.” Bela Kyuhyun.

“Biadab! Jiwamu sangat manusia sekali!!!”

“Aku hanya terbesit melakukan ini, karena ini adalah kegiatan yang kami senangi dulu…” lirih Kyuhyun dengan tampang tersiksa.

“Kau dan Seohyun sering melakukan ini?” shock Key tidak percaya. Hatinya remuk redam ketika Kyuhyun mengangguk.

“Pergi kau dari sini! Aku menyesal membawamu kesini!”

“Tolong, aku ingin Seohyun melihatku saat ia tersadar.” Pinta Kyuhyun.

“Pengawal! Tolong bawa manusia bumi ini kembali ke dunianya.” Perintah Key pada kedua pengawal yang langsung mengangkut tubuh Kyuhyun.

“Setelah aku sampai di bumi nanti, benarkah yang dulu kau bilang?” tanya Kyuhyun.

“Dee!”

“Berarti, tidak akan pernah lagi aku bertemu dengannya?” Kyuhyun nampak sangat menyesali sesuatu.

“Itu keputusanmu, aku harap kau tidak menyesal.” Jawab Key dengan tegas.

“Tolong sampaikan jika dia bangun nanti, aku selalu percaya bumi berputar dan akan ada saatnya entah 2500 tahun kemudian, kita bertemu lagi dalam wujud yang berbeda, namun memiliki belahan jiwa yang sama.”

“Kau mengetahui legenda kita juga rupanya?” Key terkejut atas ucapan Kyuhyun.

“Dee, aku percaya legenda itu, karena aku merasakan sudah lama mengenal Seohyun ketika pertama kali berjumpa dirinya. Tolong, sampaikan padanya aku mencintainya…” Kyuhyun pun lenyap dibawa pergi oleh 2 pengawal langit tersebut.

Tinggalah seorang diri Key termenung disisi ranjang Seohyun.

 

Ah, legenda itu selalu berkata benar. Mengapa kisahnya selalu sama? cinta di antara kita bertiga? Key teringat pada suatu ketika ia menemukan sebuah buku legenda kerajaan bulan. Judul buku tersebut adalah: “The moon, star, and the human”. Legenda tersebut mengisahkan akan legenda putri bulan yang selalu terjebak dalam cinta terlarang dengan manusia bumi. Awal mulanya adalah kisah putri bulan yang bunuh diri karena pengorbanannya terhadap manusia sia-sia dikarenakan pria yang dicintainya selingkuh. Sejak saat itu kutukan tak terhindarkan, setiap 2500 tahun, kisah akan berulang dengan cerita yang berbeda namun sama. Berbeda dalam hal sekelumit permasalahannya, tetapi tetap sama dalam hal pelakonnya, yakni putir bulan, pangeran bintang, dan manusia bumi. Cinta segitiga itu selalu berulang setiap 2500 tahun bumi berputar dan endingnya pun selalu tidak bahagia. Dan Key yakin benar jika saat ini adalah waktu pas 2500 tahun, ia sudah mulai curiga ketika ia mengalami cinta dan sayang yang berlebihan kepada Seohyun. Dan mendapati Seohyun jatuh cinta dengan manusia bumi, membuat Key makin yakin bahwa kini saatnya titisan leluhur mereka bersemayam dalam diri mereka.

Menurut buku yang dibacanya pun, ada versi yang mengatakan bahwa ini sebenarnya kutukan putri bulan karena tidak membalas cinta pangeran bintang. Sehingga keturunan putri bulan setiap 2500 tahun akan selalu berakhir tragis hidupnya. Ada koneksi yang tidak bisa dimengerti oleh ketiga peran ini, meski ingin keluar dari garis ketentuan, hati dan jiwa mereka akan tetap kembali pada rotasi legenda 2500 tahun ini.

“Tidak akan kubiarkan hidupmu berakhir tragis, Seohyunnie…”

 

Seohyun pov

 

Yang ada di kepalaku saat ini adalah setitik cahaya yang terang benderang, memaksaku untuk terbangun. Ah, namun mataku ini masih belum kuasa untuk membuka kelopaknya. Samar-samar kudengar suara lirih tangisan seseorang.

“Saranghae, bangunlah, Tidak akan kubiarkan hidupmu berakhir tragis, Seohyunnie…” itulah kalimat yang kudengar dari seseorang itu. Seohyunnie? Hanya seseorang di seluruh alam ini yang memanggilku dengan nama itu. Sungguh aku penasaran siapa orang ini, mengapa sebegitu sedihnya ia akan diriku? Aku ingin membuka mata…

Tapi, aku pun ingin terus terpejam. Karena barusan aku bermimpi indah, sangat indah…aku bercinta dengan Kyuhyun, lelakiku. Ah, sudah lama sekali tubuh kami tidak bersentuhan. Aku mengidam-idamkannya sehingga terbawa dalam mimpi. Tapi, tadi adalah mimpi luar biasa, seperti kenyataan merasakan deruan nafasnya ketika mencumbuiku.

Haruskah aku bangun?

Ku buka pelan-pelan kedua kelopak mataku. Auw! Cahaya diluar menyilaukan, apa karena aku sudah terbiasa dengan gelap? Aish! Sangat silau! Sudah berapa lama sih aku menjadi putri tidur? Huh.

 

Seohyun pov end.

~.~.~.~

 

Key menyadari kedua mata Seohyun bergerak-gerak, juga jemarinya yang melakukan gerakan kecil.

“Seohyunnie?”

“Key-ah?”

Seohyun pun akhirnya terbangun dari tidur panjangnya, meski masih tampak lemas, Seohyun tetap berusaha membuka matanya lebar-lebar.

“MINHO HYUNG, SEOHYUN SUDAH TERSADAR!” spontan Key berteriak memanggil Minho.

“Seohyun, kau bangun juga akhirnya.” Ucap Key dengan tangis bahagia.

“Key, sudah berapa lama aku tertidur?”

“Sangat lama…semua mengkhawatirkanmu, Seohyun. Gwenchana?”

“Aku lapar…” Senyum Seohyun.

 

“SEOHYUN!!!” Pekik Minho yang datang dengan Yuri.

“Seohyun, kau sadar juga akhirnya. Kami mencemaskanmu sayang…” lirih Yuri tak kuasa menahan tangis bahagianya.

“Eonni, oppa, mianhe…”

Di bumi,

“Kyu, kau menghilang kemana saja selama ini?” jerit tangis Victoria pecah ketika melihat suaminya datang setelah puluhan tahun menghilang.

“Mianhe, aku tidak bisa menjelaskan padamu.”

“Kau tahu tidak? Kau brengsek!!!” PLAKK! Dengan emosi Victoria menampar pipi Kyuhyun.

“Siapa itu eomma?” ujar seorang namja muda berusia sekitar 20 tahunan.

“Ah? Ini…ini…teman lama eomma, sayang.”

“Oh. Apa ahjussi teman appa juga?” tanya pemuda itu lagi.

“Anii, sudah kau pergi kuliah lah nanti telat.” Sergah Victoria.

“Baiklah, aku pergi dulu ya eomma! Mari ahjussi, annyeong!” pamit pemuda tersebut.

“Siapa dia, Vic?” tanya Kyuhyun penasaran. Melihat pemuda tadi, seperti mengenal seseorang.

“Anakmu…” jawab Victoria dengan getir.

“Anakku???” tanya Kyuhyun tak percaya.

“Ya, anak yang kau tinggalkan selagi usianya baru 2 minggu dalam kandunganku. Saat itu aku benar-benar terpuruk, Kyu dengan menghilangnya dirimu. Eomma pun turut stres.”

“Eomma??? Dimana ia sekarang?”

“Sudah lama meninggal karena terus memikirkanmu.”

“EOMMAAAAA!!!!” Jerit Kyuhyun putus asa.

“Kemana saja dirimu selama 20 tahun ini? dan mengapa sekarang kau datang lagi? Aku sudah cukup bahagia dengan anak dan suamiku, lebih baik kau pergi.”

“Kau sudah bersuami?”

“Dee, kau kira aku wanita bodoh yang hanya menungguimu setiap malamnya? Membesarkan MinHyukkie seorang diri sangat berat untukku.”

“Mianhe, Vic…jeongmal mianhe.”

Kyuhyun mengingat kembali perjanjiannya dengan Key, bahwa ia bisa ke kerajaan langit dengan sebuah resiko. Yakni, ketika ia kembali ke bumi maka waktu akan bergulir lebih cepat berlipat-lipat. 1 hari di bulan, bisa saja 1 tahun waktu bumi. Ini terjadi karena filterisasi yang dilakukan Minho sewaktu mencegah adanya penglihatan Seohyun kepada bumi. Sehingga, bulan dan bumi adalah satelit yang saling berdekatan namun memiliki jarak waktu yang sangat berjauhan. Kyuhyun saat itu menerima resiko dengan akal sehatnya. Dan sesaat sebelum berkunjung ke bulan ia memutuskan menikahi Victoria demi kebahagiaan Eommanya. Tak menyangka, bahwa ia telah menelatarkan anak kandungnya sendiri, dan kini anaknya pun tak mengenal dirinya adalah ayahnya. Kyuhyun pun memutuskan tidak akan menganggu hidup baru Victoria dengan suami barunya.

Di kerajaan bulan,

Hari demi hari berlalu, keadaan Seohyun berangsur-angsur memulih. Ia sudah mulai bisa makan dengan Key yang telaten merawatnya.

“Jujur Key, apa saja yang terjadi selama aku tertidur? Lalu kau bilang harapanku untuk hidup itu sangat kecil, bahkan tabib pun tak bisa menyembuhkanku. Jadi, mengapa aku bisa tersadar pada hari itu?”

“Jujur Seohyun, sebenarnya yang membuatmu bisa bangun adalah manusia bumi itu…”

“Hah! Maksudmu Kyuhyun???”

“Ya, waktu itu ia datang kesini atas permohonanku.”

“Kyu kesini? Apa jangan-jangan itu bukan mimpi?” gumam Seohyun yang teringat akan mimpi bercintanya dengan Kyuhyun.

“Heh? Kau mimpi apa?” tanya Key.

“Lalu, sekarang bagaimana keadaannya? Ia kembali ke bumi?” Tiba-tiba perasaan rindu itu mencuat lagi di hati Seohyun. Perasaan ingin bertemu dengan lelakinya itu hadir lagi.

“Ia pada hari itu juga Kyuhyun kembali ke dunianya.”

“Aku ingin menemuinya!” Seohyun langsung bergegas menuju kerajaan Yunho untuk meminta izin turun ke bumi.

“Tapi, Seohyunnie…” Key bermaksud memberitahu Seohyun bahwa Kyuhyun pastilah sekarang sudah menua. Namun, belum sempat Key berbicara, Seohyun sudah sekejap menghilang.

“Appa, aku mohon sekali ini saja aku ingin bertemu dia. Aku ingin mengucapkan terimakasih dan ingin mengungkapkan perasaanku sekali saja.”

“Kau bermaksud meninggalkan langit selamanya?” tanya Yunho.

“Tidak appa, aku akan kembali lagi. Selama aku tertidur ada banyak hal yang aku baru tahu. Appa, tidak ingkar janji kan? Asal Appa tahu, meski aku tertidur aku bisa mendengar semua omongan kalian, tentu saja aku juga mendengar janji Appa kepadaku.”

“Aish anak ini! baiklah, minta Minho membukakan gerbang untukmu pada saat purnama nanti malam.”

“Dee. Gomawoooo…”

 

Lalu pada malam purnama, Seohyun turun ke bumi, ke beranda tempat Kyuhyun berada. Betapa kagetnya ia saat melihat, laki-laki yang di beranda bukanlah Kyuhyun-nya, melainkan seorang kakek-kakek tua.

“Siapa kau? Dimana laki-laki penghuni rumah ini?” tanya Seohyun kepada laki-laki tua itu yang sedang menatapnya dengan mata berbinar-binar.

“Akhirnya, kau datang juga…akhirnya, aku tahu kau selamat dari tidur panjangmu…” lirih laki-laki tua itu sembari mendekap Seohyun.

“Lepaskan aku, kek. Aku mencari seseorang, bernama Kyuhyun!”

“Aku Kyuhyun…”

“Heh?” Seohyun melepaskan diri dari pelukan kakek itu.

“Sincha, aku adalah Kyuhyun. Laki-laki yang sering bercinta denganmu setiap bulan purnama. Putri bulan, apa kau tidak mengenaliku?” Kakek-kakek yang ternyata adalah Kyuhyun itu menatap lekat-lekat manik mata Seohyun.

“Mustahil, mengapa kau sudah setua ini?” ucap Seohyun sembari memandang jauh ke dalam mata Kyuhyun, meski wajah dan penampilannya sudah tua, sepasang mata itu sama sekali tidak berubah, masih hangat ketika ia memandangnya.

“Mengapa aku sudah setua ini? itu pernyataan salah, Seohyun. Memang sudah waktunya aku tua, karena waktu kita sudah tidak sama lagi. Aku telah menjelajah waktu setelah sesaat berkunjung ke kerajaanmu.”

“Kyu, mianhe…tidak seharusnya kau mengorbankan waktumu hanya untuk sedetik menemuiku.”

“Tidak apa-apa, aku tidak menyesal setelah mengetahui kau bisa bangun dari tidurmu setelah aku…” Kyuhyun nampak malu meneruskan kalimatnya.

“Benarkah selagi aku tidak sadar kau mencumbuiku?” tanya Seohyun penasaran.

“Iya…mianhe…”

CUP! Seohyun mengecup kening Kyuhyun lembut.

“Gomawo, jeongmal gomawo sudah membuatku sembuh, sudah memberikan hatimu, sudah menjadi kisah terindah dalam hidupku. Saranghae…mungkin ini terdengar terlalu terlambat untuk kau dengar. Tetapi, aku memang benar-benar mencintaimu.” Ucap Seohyun dalam linangan airmata yang turun membasahi pipinya.

 

“Sudah lama aku menunggu kau mengucapkan itu, kukira aku tidak akan pernah mendengarnya sampai 2500 tahun kemudian. Kau tahu? aku juga sangat menyayangimu, dan menginginkan kau bisa hidup bahagia, Seohyun…”

“Aku rasa ini 2500 tahun terbaikku dan aku tidak peduli legendaku, hanya ingin berterimakasih padamu.”

Kyuhyun memeluk Seohyun seerat-eratnya, ada perasaan lega, bahagia menjalar diseluruh tubuhnya saat wanita ini mengucapkan kalimat cinta untuknya. Ia sadar benar di kehidupan ini mereka lagi-lagi tidak bersatu, namun cinta mereka lebih dari menyatu.

 

“Aku ada ini untukmu, terimalah sebagai ungkapan terimakasihku.” Ucap Seohyun sembari mengulurkan sebuah botol bening berisi air jernih sekali.

“Apa ini?” tanya Kyuhyun.

“Cairan panjang umur, kau bisa hidup selamanya, Kyu…Ini sebagai ganti karena aku telah menyia-nyiakan separuh usiamu.” Terang Seohyun dengan mimik sedih.

“Ah sincha! Aku tidak perlu cairan ini. Buat apa aku hidup selamanya tanpa ada dirimu? Sia-sia dalam keabadian? Lagipula, jika aku hidup selamanya, aku tidak bisa terlahir kembali pada 2500 tahun kemudian? Tidak bisa mengukir kisah denganmu lagi?” Senyum Kyuhyun mengembang di bibirnya.

“Kau benar-benar mempercayai kita akan bertemu lagi di 2500 tahun kemudian?”

“Tentu saja! Dan aku harap di kehidupan kita selanjutnya, kita bisa bersatu…”

“Lalu bagaimana akhir kisah ini?” tanya Seohyun lagi.

“Sudah jelas bukan? Ada seseorang yang selalu menantimu sejak berjuta-juta tahun lalu, dan kurasa ini masanya kalian berdua.” Seohyun sepertinya mengerti siapa yang Kyuhyun maksud.

“Boleh kita berciuman?” tanya Seohyun ragu.

“Masih selera dengan kakek-kakek? Hehehe…” Goda Kyuhyun.

“Masih, asal berciumannya sembari menatap matamu…”

Lalu Kyuhyun menenggelamkan Seohyun dalam ritme ciuman yang lembut dan pelan, tidak sepanas dulu. Mereka berakhir di ujung purnama, satu bab dari legenda cinta mereka berakhir. Kyuhyun pun memutuskan membuang cairan abadi yang Seohyun berikan, dan meninggal dalam usia yang wajar.

 

Sementara itu,

“Tidak adil ya Key, buku ini bilang bahwa ini adalah kutukan putri bulan karena menyakiti hati pangeran bintang yang mencintainya.”

“Maksudmu?”

“Ya, tidak adil bagi putri bulan. Bagaimana dia tahu isi hati pangeran bintang sebenarnya jika pangeran itu sendiri tidak pernah mengungkapkan isi hatinya.”

“Oh ya, benar juga…”

“Aku rasa akhir kisah kali ini harus berbeda…” sindir Seohyun kepada Key yang sudah gugup karena tahu arah pembicaraan ini.

“Selalu…” ucap Key pelan menelan ludah sebelum meneruskan kalimatnya. “Selalu mencintaimu, Seohyunnie…entah berjuta-juta tahun yang lalu atau sekarang. Perlu kau tahu, perasaan sayang ini tidak semata-mata ingin memilikimu. Perasaan sayang ini hanya selalu mencoba menjagamu agar kau tetap bahagia dan bersinar.” Jujur Key mengungkapkan isi hatinya yang selama ini terpendam.

Seohyun menitikkan airmatanya, terharu. Ia masih ingat dengan jelas, potongan-potongan gambar saat ia tertidur panjang, ia mendengar suara Key. Selalu suara Key. Suara Key menangis, suara Key menyemangatinya untuk bangun, suara lirih Key yang merindukan dirinya, suara Key yang mencemaskannya, dan selalu suara Key. Saat itulah ia tersadar ada hati yang selama ini ia acuhkan. Dan ia pun berjanji jika ia terbangun nanti, ia harus membalas perasaan Key.

“Gomawo, Key-ah…” ucap Seohyun di tengah-tengah tangis bahagianya.

~.~.~.~

 

Legenda putri bulan pun kali ini berakhir bahagia. Kisah ini adalah cikal bakal mengapa bulan dan bintang selalu senantiasa saling menemani di kelamnya langit malam. Akan tetapi, bagaimana kehidupan mereka di 2500 tahun kemudian? Mereka akan terlahir kembali, sebagai putri bulan, pangeran bintang, dan seorang manusia bumi.

 

 

-The End-

 

Author’s Note:

Sebenernya awalnya mau di password, tapi NC nya gak nendang ternyata jadi aku membatalkan pemaswordan ^^v Mian kalau ff ini hancur, tapi alhamdulilah bisa mengakhirinya juga. okee bagi kalian yang membacanya, harap KOMENTAR yaaaaa!! Maaf sekali lagi author sangat2 byk kerjaan, jadi belum bisa publish FF2 yang lainnya. gomawo🙂

40 responses »

  1. Yaaaa….sedih liat endingnya😦
    Kyu jadi kakek2. Tapi untung aja Seo tetep cinta yey….ga papa deh disini Seo ama Key. Tapi bikin sequel donk utk kehidupan 2500 yang akan datang. Bikin yg happy endingnya SeoKyu😀 *maksa*

  2. Wah kyuppa ny udh jd kakek-kakek tp seo ny ttep masih cinta sm kyuppa.ending ny sedih unnie bukan seokyu tp seo sm key y,gpp ff ny ttep bgus,menarik.unnie d tnggu ff yg lainnya y hwaiting🙂

  3. yaaa… kyunya udah kakek2.. hahhaha
    tapi hebat ya..demi cintanya ke seo dy rela buang cairan pnjang umur itu khkkhkh
    ceritanya bagus…. neomu joahaeyeo..
    cepet lanjut ff yg laen yah, thor..

  4. yahhhh kyu qo meninggal sih thor???
    kirain bakal jadi muda lagi dan bersatu sm seo..:(
    menyedihkan min baca part ini…
    good job min!!

  5. chingu quh nyerah deh cr part 2 ny..gag dpet dpet jd quh bc lsg part 3 z deh
    jd seo ma key neh
    kyu gag kbayang mka mu yg mnjd kakek kakek….wkwkwkwjwk
    kra” da sqeul ny gag neh yg crtain kyu stelah 2500 thun?

  6. New reders.
    Senangdeh ketemu blog km yg isinya ffnya seo semua, q suka secara q penggemar berat seohyunie.^^
    bakalan mampir terus deh ksni…
    waww ne ff daebak bener.
    Klo gk salah ini ff chap sebelumnya bukannya pernah dipublis dsmtown? Napa gk dipublis st lg? Mank ad yah legenda it?
    Hmm author boleh minta PW ff km?”
    saya tunggu deh seokyu 2500 thn kemudian, hehe…
    Ff Seokyu selanjutnya maksudnya.^^

    • iyaa krn aku sangat sangat suka sm Seohyun jadinya ff2 disini kebanyakan dia🙂
      salam kenal ya, jgn bosen2 buat mampir-baca-and komen hihi.
      Legenda kayak begini sih ga ada, karangan gila author aja hehehe😀

  7. Suka bgt cuma agak kecewa akhirnya seo ama key knp gk ama kyu aja???…
    Kyu nya dijadiin pegawai istana gitu setelah mereka mati

  8. Y ampun trnyata minho oppa dah tau klo seo srng trun ke bumi u nmuin kyu oppa,, q sdh pas seo dah gak bsa trun lg k bumi krna lrngan minho oppa dan appa’a,, jd seo jtuh skit gra2 rasa kngen’a trhdap kyu oppa,, q kget pas kyu oppa jdi kakek2,, nmun seo msh pnya rasa cnta trhdp kyu oppa,,tp syang’a mrka tak bsa brsatu,krna sdah tkdir’a,,,
    mav y chingu bru komen skrng.

  9. Alhamdulillah… sebelum aku UAS,, sempetin dulu nongol disini buat baca FF tercinta…
    huuaahh lama banget gak pernah kesini,, ^^

    sedih sih,,, bukan Seokyu endingnya tapi happy juga coz putri bulan gak sengsara… huhhuhuhu nangis bayangin Kyu udah tua….
    yaah gak apa apa juga sih sekali kali Seo ama Key…

    suka banget sama FF ini…aku suka alurnya trus kata perkatanya juga…#huuaahh aku kan gak bisa bikin FF,, jadi pengen dech…
    alhasil kerenn.. ddaebak!!!
    terus berkarya yach…. fighthing!! ^0^

  10. ‘what a fool i’ve been’
    evil(mls ketik kyu#plak) dirimu memang pabo XP#dibunuh sparkyu
    ow jadi kepengen liat seokey
    oennie belakangan ini banyak yg pasangi seo dgn member EXO loh#stlh promosi besokny ditemukan tak bernyawa di sungai karena wires ngamuk(np:dibunuh dgn cubitan#GJ)

  11. yah walaupun haapy ending, tp menurutku ini sad ending,
    ga adil buat kyu, ampe jd kakek-kakek msh mnungggu seohyun na,😦

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s