The Most Beautiful Girl in The World (Part 1)

Standar

The Most Beautiful Girl In The World

"seokyu ff"

Fan Fiction

By_Artemisgoddess

Main Cast:

Seo Joo Hyun (Snsd)

Cho Kyuhyun (SJ)

Seung Ri (Big Bang)

Opening Theme Song:

Say Yes ! (Snsd)

Theme Song:

My Valentine (Martina McBride)

 

Boy, I see you walking by everyday
So, just stop in the name of love and just say yes
Say yes say yay yay yay yes

When I see the sky filled with shooting stars
There is a wish that I think of
Am I the only excited one because of my longing heart? (stop)
Even in this dizzy world, if only I can be by your side
I can follow you anywhere

 

Honestly, because I’m scared, I’m not enough, I’m worried that the scars will hurt
Do you know that I can’t easily express this painful heart?

PART 1

 “I don’t hate you for loving ‘her’…Nor do I hate ‘her’ for receiving the love I once wanted, but I hate you for pretending to care for me.”

Seohyun Pov

Hari ini adalah hari kelima di awal tahun baru. Seharusnya aku sudah kembali ke Seoul, seperti janjiku pada eomma. Tapi…nampaknya hatiku masih belum cukup kuat jika kembali ke Korea sekarang. Lebih tepatnya, belum siap jika harus bertemu dengannya.

“Aaahhh…” aku menghela nafas panjang. Sampai sekarang aku masih menyesal telah melakukan perbuatan itu. Sincha! Andai aku tidak sebodoh itu, pastilah aku tidak harus berada di Jepang pada liburan natal dan tahun baru ini.

Adalah perbuatan bodoh itu aku lakukan pada saat salju pertama kali turun di Seoul. Aku menyatakan perasan cinta pada seorang sunbae-ku. Pernyataan cinta di tengah turunnya salju pertama, yang langsung mencair karena: penolakan.

Namanya Seung Ri sunbaenim. Ia adalah seniorku di perguruan tinggi. Kami berkenalan pada salah satu acara yang diadakan oleh kampus. Dan aku jatuh cinta padanya, sejak pertama kali melihatnya dan mendengar tawanya. Ia adalah sesosok sunbae yang humoris dan seringkali berbuat lelucon di antara teman-temannya. Namun, entah kenapa jika bertemu denganku baik secara disengaja atau tidak, ia berubah menjadi laki-laki pendiam dan dingin. Karena merasa aneh, aku pun bertanya kepada sahabatku, Yoona. Aku bertanya mengapa Seung Ri sunbae seperti membenciku, dan enggan jika bertatapan denganku. Yoona malah mencurigai mengapa aku memiliki perkiraan seperti itu, maka pada akhirnya aku jujur padanya bahwa aku menyukai Seung Ri sunbaenim.

Dan pada suatu siang di kantin kampus, aku dan Yoona sedang menikmati makan siang kami. Lewat di depan kami, segerombolan sunbae-sunbae yang ada Seungri sunbaenim di antaranya.

“Seohyun-ah, kenapa tidak makan bersama kami?” Tanya salah seorang sunbae, yang bernama Donghae.

“Yee, sunbae tidak mengajakku. Kenapa memangnya? Donghae sunbaenim mau mentraktir aku ya? Hehe…”

“Ah, kalau soal traktir sih tanya sama Siwon nih! Ahaha…”

“Yoona-ah, makan siang apa nih?” Kali ini Siwon sunbaenim yang ikut nimbrung bercanda.

“Aku makan nasi goreng, sunbae.” Jawab Yoona gugup. Jelas saja ia gugup, Yoona bilang padaku beberapa hari yang lalu bahwa ia menyukai Siwon sunbaenim.

“Eh, Seohyun-ah dan Yoona-ah jangan memanggil kita dengan sebutan sunbae dong. Oppa saja bagaimana?” kali ini Taeyang sunbae beraksi dengan tatapan genitnya.

“Iya, oppa-oppa! Ayo coba memanggil kita oppa!” seru Donghae.

“Iya, oppaaaa…” ucapku sambil tersenyum, sedari tadi mataku tidak lepas mencuri-curi pandangan ke Seungri sunbae yang hanya diam sambil senyum-senyum melihat kelakuan kocak teman-temannya.

“Aigoo, Seohyun-ah aku memintamu memanggilku oppa tapi tidak dengan aegyo-mu itu. Oppa tidak kuatlah huaaah.”

“Hahahha! Playboy cap teri mau mulai beraksi. Hae, jangan menggoda Seohyun-ah nanti pacarnya marah.” Ucap Taeyang.

“Pacar?” tanyaku.

“Seohyun-ah punya pacar kan?” tanya Taeyang.

“Anii, aku masih sendiri oppa.”

“Yes!” teriak Donghae sambil loncat-loncat seperti kutu loncat.

“Lalu, dua laki-laki yang sering bareng denganmu dan Yoona itu bukan pacar kalian?” tanya Taeyang lagi.

“Bukan oppa, mereka berdua sahabat kami. Namanya Kyuhyun dan Jonghyun.” Jawabku, masih memandangi Seungri sunbae yang sedang sibuk ngobrol sama temannya yang kebetulan lewat. Aku kecewa, Seungri Sunbae tidak ikut nimbrung bercanda seperti kawan-kawannya yang lain. Apa karena ada aku? Hhh…

“Wah, berarti Yoona juga jomblo?” Siwon mengerjap-ngerjapkan matanya kepada Yoona dan alhasil membuat Yoona menjadi salah tingkah.

“Nee, kami berdua sepertinya belum laku,” ucap Yoona dengan mimik wajah pura-pura sedih.

“Hahaha! Mana bisa dua orang goddess seperti kalian belum laku. Pasti kalian nih yang pilih-pilih, atau standarnya ketinggian.” Ledek Donghae kepada kami berdua. Lalu semua tertawa, tak terkecuali Seungri sunbaenim. Omo…senyuman yang sangat manis, membuat dadaku berdebar tidak karuan. Aku benar-benar jatuh cinta padanya…

Author Pov

Di perpustakaan besar Universitas Seoul, Seohyun dan Yoona nampak sedang mencari-cari buku pengantar Statistika yang memang terkenal susah didapatkan. Saat sedang sibuk mencari, kebetulan Seungri juga sedang ada disana seorang diri, tanpa komplotan namja gila lainnya.

“Eh Sunbae!” pekik Yoona tiba-tiba. Seohyun pun kaget karena ia baru menyadari ada Seungri disana.

“Eh, Yoona disini juga? Sedang mencari buku apa?” tanya Seungri ramah, namun ia sedikit agak mengacuhkan Seohyun.

“Buku statistika. Oh iya, Seungri oppa, si Seohyun nih mau diajak ngobrol sama oppa. Katanya kenapa sih oppa jutek sama dia? Terus dia mikir kalau oppa gak suka sama dia.” Ucap Yoona yang sontak membuat Seohyun mendelik tajam ke arahnya, tidak menyangka bahwa Yoona sebocor itu.

“Ya! Yoona-ah! Kau bicara apa sih?” teriak Seohyun malu. Sedangkan Yoona terkikik geli melihat ekspresi kepiting rebusnya Seohyun.

“Apa sih Seohyun, kok bisa bilang aku jutek sih? Kan aku lucu kayak panda, ini bukan aku lho yang ngomong, tapi survey yang mengatakan.” Ucap Seungri dengan hangat plus senyumannya kepada Seohyun. Saat itu Seohyun sempurna tergugu, tidak percaya bahwa Seungri sunbae-nya akan bercanda seperti itu padanya.

“Heh? Panda kan gendut oppa, sedangkan oppa gak gendut.” Jawab Seohyun polos.

“Aigooo, lihat nih mataku. Banyak yang bilang mata panda, hikss…” ucap Seungri sambil mempertunjukkan lingkaran matanya yang memang hitam.

“Heh? Iya ya?” Tanpa sadar Seohyun mendekat ke wajah Seungri, memperhatikan dengan seksama kedua mata Seungri.

“He’em! Sekalinya ngobrol udah langsung deket-deketan gitu wajahnya. Hahahaha!” sindir Yoona yang langsung membuat Seungri dan Seohyun malu.

“Ya, sudah aku tinggalin kalian berdua disini ya. Aku lapar nih, Jong dan Kyu menunggu di kafetaria.”

“Oh, Yoona aku juga ikut kamu.”

“Hah, bukannya tadi kamu bilang perutmu sangat kenyang habis makan bekal goguma dari umma-mu?”

“Eh?”

“Seohyunnie, sama aku saja disini, temani aku membaca sampai Yoona kembali ya?” ujar Seungri, lagi-lagi dengan senyum yang mampu membuat Seohyun menganggukkan kepalanya tanpa sadar.

~

Sejak kejadian di perpustakaan pada waktu itu, Seohyun dan Seungri semakin dekat. Awalnya karena tiba-tiba Seungri mengirim pesan singkat pada Seohyun. Seohyun sama sekali tidak menyangka bahwa itu adalah nomor hp Seungri, rupanya Seungri diam-diam mendapatkan nomor Seohyun dari Donghae. Kedekatan mereka dimulai dari rutin sms-an, sampai menelpon ketika menjelang tidur. Seohyun merasa bahwa Seungri berbeda memperlakukan dirinya, seperti lebih dari seorang Sunbae-Hobae. Terlebih lagi, saat Seungri mencium bibir Seohyun di saat mereka sedang kencan di bioskop, meyakinkan hati Seohyun bahwa hatinya memang sudah dimiliki oleh laki-laki itu.

Back to Seohyun Pov

Kini aku menyandarkan wajahku di jendela beranda kamar. Sepanjang mata memandang, hanyalah bangunan-bangunan menjulang serta lampu-lampu terang benderang menghiasi kota Tokyo. Pemandangan disini sangat indah, kontras sekali dengan perasaanku. Aku kembali berair mata, mengingat serpihan-serpihan kenangan yang kutinggal di Seoul. Terlebih mengingat ciuman pertamaku, yang seharusnya menjadi kenangan manis. Hhh…

Aku iseng membuka I-phone ku, ku klik inbox. Sederet nomor yang sama tertera di kotak masukku. Nomor yang sudah sangat aku hafal, meski sudah berulang kali aku hapus. Air mataku terus menerus berjatuhan. Ada rasa hampa ketika membaca satu sms favoritku,

“Seohyunnie, setiap melihat fotomu. Aku selalu membayangkan, kamu yang ada disampingku, menggelayut manja dibahuku. Kamu, cantik sekali Seohyunnie…tapi aku menyukaimu karena kamu apa adanya. Karena aku terlalu menyanyangimu, aku hanya ingin kau menemukan seorang laki-laki yang bisa menyanyangimu sekaligus membahagiakanmu.”

~

Sebuah Kisah Sunyi

Hubunganku dengan Seungri oppa sulit di definisikan sejenis hubungan apa. Kami sangat dekat, rutin berkomunikasi, di waktu week end selalu menyempatkan untuk menghabiskan waktu bersama, baik sekedar makan malam atau pergi menonton bioskop. Selalu tertawa bersama, tanpa pernah berpikir jika ada sebuah hati yang terluka apabila melihat ini semua.

Ya, tanpa pernah aku sadari aku telah bermain api. Ini kenyataan yang aku terima pada waktu awal musim salju menyapa Seoul. Aku memutuskan untuk menyatakan perasaanku padanya, dan bertanya bagaimana hubungan kita selanjutnya akan dibawa. Kami janjian bertemu di sebuah taman bermain pada suatu senja. Aku menantinya di salah satu ayunan yang ada disana. Saat itu, hatiku benar-benar berdegup kencang memikirkan kata-kata yang akan aku ucapkan padanya.

“Oppa, selama ini kau yang selalu jujur akan perasaanmu padaku. Apa tidak pernah kau sedikit curiga bagaimana perasaanku padamu?”

“Heh? Aku sudah bisa merasakan tanpa kau beritahu.”

“Jeongmal?”

“Kau mencintaiku kan?”

“Ne…” jawabku lamat-lamat.

Lalu Seungri oppa mencium bibirku. Ini kali kedua kami berciuman. Pertama kali ia mencium bibirku, aku menangis terharu karena dengan Seungri oppa-lah ciuman pertamaku. Dan ciuman kami yang kedua ini, entah kenapa terasa sesak dan segera ingin aku sudahi.

“Seperti yang kau ketahui, aku pun mencintaimu. Menyukaimu sejak kau menjadi mahasiswi baru. Dan bisa dekat denganmu sampai saat ini, membuatku bahagia. Terlebih kau memiliki perasaan yang sama dengan yang aku rasa.”

“Lalu?”

“Lalu? Lalu apa Seohyunnie?”

“Oppa, aku ingin hubungan kita jelas. Aku mencintaimu, kau pun juga. Mengapa tidak kita pacaran?” ungkapku malu-malu. Akhirnya, keluar juga kalimat itu dari bibirku.

“Seohyunnie…sepertinya aku harus jujur sekarang.”

“Wae?”

“Kau ingat mengapa aku dulu selalu menghindar darimu?”

“Ne…”

“Kau ingat mengapa aku sering berdoa agar kau menemukan laki-laki yang baik?”

“Ya,” Aku memang sering aneh dengan Seungri oppa yang seringkali tiba-tiba menatap wajahku dengan ekspresi sedih dan berkata ‘Kau pasti mendapatkan laki-laki yang baik juga, karena kau sangat baik sekali, Seohyunnie!’

“Kau sadar bahwa kita selalu berjalan berdua jika tidak ada teman-temanku?”

“Ya, ada apa sih oppa?” tanyaku mulai tidak sabaran. Ada firasat tidak enak di ulu hatiku.

Seungri oppa lalu menggenggam kedua tanganku dengan kedua tanggannya. Ia menangis! Ada apa? kenapa ia menangis?

“Aku…aku akan segera menikah…”

DEGG!!!

Entah kenapa aku seperti tuli ketika barusan mendengar Seungri oppa bicara. Sehingga aku memintanya mengulangi kalimat itu lagi.

“Menikah? Hehehe…oppa tidak serius kan?”

“Mianhe, aku memang akan menikah…”

“Menikah dengan siapa?”

“Seorang wanita yang selama enam tahun ini menjadi kekasihku…”

DEGG!!!

“Kekasihmu? Selama ini oppa sudah memiliki kekasih?”

“Mianhe Seohyunnie, aku tahu aku sangat jahat, tidak pernah memberitahumu sebelumnya. Aku memiliki kekasih yang sekarang masih kuliah di Hongkong. Aku dan dia sudah jalan enam tahun, dan rencananya tahun depan kami menikah.”

Aku terdiam mendengar semua pernyataan Seungri oppa. Aku berusaha menemukan lelucon di matanya, seperti biasa saat ia menggodaku dengan kekonyolannya. Namun, yang aku lihat di matanya sekarang adalah kilatan penyesalan yang teramat dalam.

“Lalu, apa arti 3 bulan bersamaku?”

“Kini kau tahu mengapa alasanku dulu menjauh darimu? Aku mulai menyukaimu sejak pertama kali melihatmu. Tapi, aku pikir dulu mungkin ini hanya perasaan simpatik biasa. Namun, aku salah, semakin sering melihatmu perasaaan suka itu semakin besar. Maka dari itu aku memilih menghindar. Tapi ternyata, kau memaksaku untuk lebih mendekatimu.”

“Aku memaksa oppa?”

“Eh, maksudku. Waktu Yoona bilang kau ingin aku ajak ngobrol, saat itulah aku merasa kau memiliki perasaan suka juga padaku.”

“Jadi, teman-teman oppa tahu bahwa kau sudah memiliki kekasih?”

“Ya, mereka semua tahu. Tapi, Donghae yang paling menyadari tentang hubungan kita. Ia bilang kepadaku berkali-kali untuk tidak bermain api.”

“Aku ingin sekali menampar oppa saat ini.”

“Aku jahat sekali ya? Maafkan aku Seohyunnie, aku mohon jangan membenciku setelah ini.”

Aku merasakan mataku sudah panas, tapi aku lebih memilih berlari dari hadapannya. Aku tidak ingin menangis di depannya.

“Seohyun!”

“Jangan mengejarku! Kau tidak ingin aku benci kan? Kalau begitu jangan ganggu aku lagi, biar kita sudahi sampai sini!” Lalu aku berlari menjauhi Seungri oppa.

BUKKK!! Tidak sengaja kakiku tersandung batu yang tak terlihat karena terselimuti salju. Seungri oppa nampak berlari berusaha menyusulku.

“STOP! Jangan mendekat kan aku bilang! Jauhi aku, oppa…jebal..”

“Gwenchana?” tanyanya cemas.

“Tidak apa, luka begini masih bisa kutahan!” sergahku, aku benar-benar tidak kuasa menunjukkan wajahku lagi. Dengan kaki masih perih, aku terus berlari menjauhinya.

~

Di sebuah bangku taman aku menangis sejadi-jadinya. Bagaimana bisa selama ini aku menjadi orang bodoh? Menjadi orang ketiga tanpa aku sadari? Aku benar-benar terpukul, tidak benar-benar menyangka Seungri oppa yang kukagumi adalah pria jahat yang mampu menduakan hatinya? Aku terus menangis, sampai aku tidak sadar jatuh tertidur di bangku taman. Sampai aku tiba-tiba terbangun karena bunyi dan getaran dari handphone yang ada di kantung jaketku.

b-bring the boys out…

Aku buka sms yang masuk ke hp-ku.

From : Kyuhyun

Text : Lagi dimana sih? Umma-mu menelponku karena sudah larut begini kau belum pulang. Jangan buat orang khawatir dong, Seororo! Cepat kasih tahu dimana, biar aku jemput!

Malam paling pahit itu tidak akan pernah aku lupakan seumur hidupku.

Sulit kukatakan. Betap sulit membaca pikirannya. Aku merasa selalu dianiaya oleh perasaannya. Seungri oppa masih terus menghubungiku pasca kejadian malam itu. Malahan, ia sudah kembali seperti sediakala. Kembali, meng-sms-ku dengan sejuta kalimat penuh perhatiannya, kembali menelponku-meski tak pernah kuangkat-, kembali menyapakaku jika di kampus.

“Seohyunnie, jangan buat aku tersiksa. Tolong kembali seperti dulu, saat kita bercanda bersama, tertawa bersama.” Ucapnya suatu kali ketika ia berhasil mencegatku.

“Kau masih menginginkan itu, oppa?”

“Ya, aku masih mau dekat denganmu. Jebal, jangan mendorong aku dari kehidupanmu. Karena itu terlalu menyakitkan.”

“Apa? menyakitkan? Lalu, aku harus bagaimana oppa? Menjadi kekasih gelapmu? Sampai tiba saatnya kau menikah baru aku boleh mundur?”

“Mianhe, Seohyunnie…ini memang keegoisanku sebagai laki-laki. Di satu sisi aku ingin memilikimu, di satu sisi lain aku tidak bisa meninggalkannya yang selama ini sudah mencintaiku apa adanya. Ia adalah perempuan yang mencintaiku dengan hati, bukan otak…”

“STOPPPP!!! Aku sama sekali tidak berminat mendengar kisah cinta oppa dengan pacar oppa!”

Ia terus menyiksaku dengan pengakuan-pengakuan cintanya. Ia selalu bilang, ‘andai’, andai tidak ada perempuan itu, andai ia masih sendiri, andai ia dapat membelah diri, dan andai-andai lainnya.

“Oppa, mengapa sih kau selalu berandai-andai kita jadian?” ujarku suatu ketika kepadanya.

“Hanya itu yang bisa aku lakukan, sebatas berandai.”

“Tahu tidak bahwa oppa menyakiti kekasih oppa dan menyakitiku?”

“Aku juga sakit Seohyunnie, menyadari benar bahwa perempuan di depanku ini tidak bisa aku miliki.”

“Aku membencimu.”

“Aku lebih membenci diriku sendiri,”

~

Hatiku benar-benar bimbang. Ketika aku tengah mengadu pada Tuhan tentang semuanya, aku selalu bimbang saat memohon. Apa yang harus aku pinta, bukankah sangat jahat memintanya putus dengan pacarnya agar aku bisa berjodoh dengannya? Memintanya untuk melupakanku pastilah sangat melelahkan. Lalu meminta Tuhan untuk menghapus perasaan ini dari hatiku? Jika ada cara untuk menghapusnya, pasti akan kulakukan. Hanya saja, sulit sekali melupakan rasa ini, rasa sayang yang pertama kali kurasa seumur hidupku.

“Andai aku masih sendiri, maukah kamu menikah denganku?”

“Aku tidak bisa menjawab, karena itu suatu hal yang tidak bisa dibayangkan, kesendirianmu? benar-benar tak bisa aku bayangkan.”

“Percayalah Seohyunnie, apapun yang telah terjadi pada kita, kau tetap sudah menjadi bagian dari kehidupanku. Dan aku merasa sangat berterimakasih pada Tuhan, jika ia bisa mengirimu lelaki yang baik, tidak seperti aku.”

“Tidak usah bersusah payah berdoa untukku!”

Bagaimana bisa segampang itu kau menyuruhku mendapatkan belahan jiwa, ketika aku melihat belahan jiwaku lenyap?

Ia yang datang kepadaku, membawa perasaan sayang yang ia berikan padaku, tanpa boleh aku membalasnya. Ciuman hangat darinya, tanpa pernah bisa aku simpan menjadi sebuah memori. Benarkah ia mencintaiku atau malah jahat kepadaku? Sejujurnya, aku ingin marah. Akan tetapi, aku gak boleh marah karena aku memang tidak berhak marah kepadanya. Hanya aku yang seorang manusia bodoh.

Puncak penderitaanku adalah saat Seungri oppa mengabariku bahwa kekasihnya yang berada di Hongkong akan pulang ke Korea selama liburan natal dan tahun baru. Awalnya aku bersikap biasa saja, karena aku pikir dengan ada kekasihnya disini akan membuat Seungri oppa tidak menghubungiku.

Aku menghibur rasa sakitku dengan berkumpul bersama Yoona, Jonghyun, dan Kyuhyun. Mereka sudah tahu masalahku, dan mereka sama sekali tidak menyalahiku.

“Seungri Hyung hanya merasakan euphoria saja bersamamu, Seo! Mungkin ia hanya sedang jenuh.” Ini pendapat yang datang dari mulut Jonghyun.

“Iya, kamu jangan bermain api ya sayang…jangan tergoda lagi jika ia terus mendekatimu. Seohyun pasti bisa tanpa Seungri!” Yoona memberiku kekuatan dengan kata-katanya.

“Kau terlalu naïf sih, enggak pernah pacaran eh sekalinya jatuh cinta sama orang yang salah.” Ketus Kyuhyun kepadaku.

Selama masih ada ketiga sahabatku itu, aku masih bisa mampu melalu satu hari tanpa menangis. Namun, ternyata ada yang hampa dan berbeda ketika kekasih Seungri oppa akhirnya pulang kesini. Seharian penuh Seungri oppa tidak menghubungiku, baik itu sms atau telpon. Aku pandangi layar handphoneku, ada rasa kangen melihat nomornya tertera dilayar sana. Tetapi, dengan susah payah aku buyarkan rasa itu. Betapa bodoh jika aku merindukan seseorang yang saat ini pasti sedang bersama pacarnya.

“Seohyunnie, bogoshipta…” Tiba-tiba satu pesan singkat masuk ke inbox-ku ketika aku baru saja ingin menutup mata. Pukul 12.30 malam? Gila! Ia baru menghubungiku ketika larut malam? Aku benar-benar gila!

Pada akhirnya aku memutuskan berada disini, di Jepang seorang diri. Guna mengobati rasa sakit hatiku dan kembali menetralkan perasaan ini. Di hari ke-12 ini, di atas beranda ini, aku masih belum bisa berhenti menangis. Huh…

You’re my everything to me…You’re my everything to me…alunan suara penyanyi favoritku mendayu-dayu dari bunyi handphone-ku yang berdering, menyadarkanku dari lamunan menyesakkan dada. Aku mengecek terlebih dahulu nomor siapa yang tertera di layar hp, ketika di layar tertera nama ‘Kyuhyun’ aku baru mengangkatnya.

“Eh yeoja konyol, kapan sih balik kesini? lama amat semedinya di Jepang? apa jangan-jangan udah nemu pesumo ganteng ya disana? terus nikah? hahaha…”

“DAMN!”

“jangan marah akh, kangen nih! eh maksudnya bukan aku doang. Si Jong sama Yoona juga kangen katanya.”

“Bodooo”

“Pulang ya, miss you. kekekeke….”

“Kyu, bagaiamana kabar umma-ku?”

“Ajumma baik dan sehat, tapi dia bawel sekali mencemaskanmu, kau pulang ya!

“Iya besok lusa aku pulang, tolong sampaikan pada umma aku baik-baik saja.”

Aisshh! Selain si Seungri oppa yang selalu tak pernah menyerah membujukku pulang, sahabatku yang satu itu, si Kyuhyun, juga selalu cerewet bolak-balik menelpon walau hanya sekedar menanyakan kabarku. Kyuhyun adalah satu-satunya orang yang bersedia mendengarkan curhatanku selama ini. Aku selalu nyaman bercerita padanya karena ia sangat memahami benar posisiku.

Aku kembali berdiri di beranda. Inikah saatnya aku pulang? Apa aku sudah kuat? Setidaknya selama di Jepang, aku sudah mengalami beberapa perubahan. Yakni, aku sudah sanggup tidak membalas sms dari Seungri oppa dan tidak menjawab telepon darinya. Ya! Kurasa, esok lusa aku sudah siap pulang ke Seoul!

~~

Besok lusa,

Author Pov

Seohyun berangkat dari hotel menuju bandara Narita sejak tadi sore, dan pesawat yang ia tumpangi sempat delay karena kesalahan penjadwalan. Maka yang seharusnya sampai di Seoul pukul tujuh malam, menjadi terlambat hingga pukul sebelas.

“Ugh, untung aku gak jadi meminta eomma menjemput. Kalau tidak kasihan sekali menungguku selama ini.” Gumam Seohyun dalam hati.

Ketika tengah berjalan meunju pintu keluar bandara, tiba-tiba saja ada sepasang tangan yang memeluknya dari belakang.

“Huaaaahhhh!!!”  jerit Seohyun kaget.

“Aisshhh, paboya! Jangan teriak semelekit itu dong, aku gak mau orang-orang disini menyangka bahwa aku penculik.”

“Kyu? Sedang apa disini?”

“Menjemputlah, dasar tomat kenapa bisa telat sih?” tanya Kyuhyun seraya mengambil semua koper yang ada di tangan Seohyun.

“Menjemputku? Mana Yoona sama Jong?” Seohyun celingukkan mencari kedua sahabatnya lagi.

“Siapa bilang aku menjemputmu dengan mereka? Mereka tidak ikut, aku sendiri. Kajja aku antar kau ke rumah.”

“Ne…”

Kruyuk…kruyuk…

“Kau lapar, Seo?”

“Anniiooo…” ucap Seohyun parau sambil memegang perutnya, yang sebenarnya memang lapar karena tadi ia hanya sempat sarapan di Tokyo.

“Hahahaha! Dasar Seororo, udah tahu perutnya nyanyi-nyanyi kelaparan, tapi masih gak ngaku. Yasudah nanti kita mampir dulu ke kedai mie ya!”

PLETAKK! Seohyun menyentil kening Kyuhyun keras.

“Baru ketemu udah ngata-ngatain ihhhh…”

“Hahahaha!”

Lalu pada akhirnya mereka berdua makan bersama di sebuah kedai mie pinggir jalan. Angin di bulan Januari memang lebih dingin ketimbang angin di bulan-bulan lainnya. Tetapi Seohyun dan Kyuhyun tidak terpengaruh dengan angin malam yang berhembus kencang, mereka tetap bisa menikmati mie ramen hangat yang mereka santap.

“Makan yang benar dong! Celemotan gitu ih,” seru Kyuhyun seraya mengelap kuah mie yang menempel di dagu Seohyun.

Seohyun tidak menggubrisnya, ia asik sendiri dengan mie ramennya, yang kali ini sudah mangkuk kedua. Kyuhyun tersenyum-senyum sendiri memperhatikan cara makan Seohyun yang lucu. Di dalam hatinya ada getaran yang menyapa ketika ia melihat Seohyun kembali duduk di depannya. Meski tampangnya sangat super culun ketika sedang rakus menyantap mie ramen, namun bagi Kyuhyun, gadis itu sangat spesial.

“Kenapa, Kyu?”

“Eh? Gak kenapa-kenapa.”

“Itu kok ngeliatin? Ill feel ya liat aku makan rakus gini? Hahaha…Cuma di depan Yoona, Jonghyun, dan kamu aja nih aku berani makan kalap begini.”

“Enggak ill feel kok, weekkk!”

“Mmh? Kyu…” ucap Seohyun ragu-ragu.

“Wae?”

“Aku ini cantik gak, sih?”

“Wah! Pertanyaan macam apa itu? Itu kan pertanyaan buat manusia, bukan buat ubi.” Goda Kyuhyun, yang berhasil membuat Seohyun mendaratkan kembali sentilan di keningnya.

“Serius akh, huhu…” Seohyun sudah nampak kesal karena Kyuhyun selalu dan selalu bercanda.

“Kecantikan itu cuma ada di dalam hati.” Ucap Kyuhyun yang nampaknya mulai serius.

“Terus menurutmu, hatiku ini cantik gak, sih?”

Kyuhyun tidak langsung menjawab. Gengsi baginya untuk langsung memuji. Lantas, dalam kapasitas sebagai sahabat, tangannya pun nakal mengkucak-kucak rambut Seohyun.

“Setidaknya, lumayan lah. Hahahaaha…” Jawaban Kyuhyun kembali bercanda dan Seohyun cuma bisa mencibir kesal.

“Eh, tapi banyak lho yang naksir aku. Waktu di Jepang aja, banyak yang ngajak kenalan.”

“Iya, uri Seohyunnie kan cantik jadi wajar banyak yang naksir.” Kini Kyuhyun menyerah untuk memuji Seohyun.

“Hhahaha! Terus, kamu gak pingin seperti yang lain?”

“Maksudnya pingin?”

“Naksir aku juga gitu?” Kali ini Seohyun memancing-mancing Kyuhyun dengan bercanda.

DEGG!! Hati Kyuhyun berdetak lebih kencang ketika Seohyun bertanya hal demikian.

“Gak lah! Aku sudah lebih menang ketimbang cowok-cowok itu.” Balas Kyuhyun mencoba membalas bercandaan Seohyun.

“Kok?”

Kyuhyun kembali memainkan perasaan Seohyun.

“Pingin tahu jawabannya?” Kini Kyuhyun kembali memegang permainan. Seohyun mengangguk cepat.

“Tanpa susah payah naksir kamu pun aku sudah bisa sangat dekat sama kamu.”

Seohyun bersungut, kali ini pukulannya mendarat lemah di dada Kyuhyun. Dan Kyuhyun otomatis tertawa terbahak.

~

“Tapi, aku gak bisa menyukai satupun di antara banyak laki-laki itu kecuali orang itu, Kyu…” Lirih Seohyun sambil memainkan kedua sumpit bekas tadi ia makan mie.

“Hhhh…masih orang itu?”

“Ne…”

“Ku kira, sepulang kau dari Jepang, kau sudah siap hati melupakan dia.” Jawab Kyuhyun dengan sejuta rasa kecewa di hatinya mengetahui bahwa Seohyun belum bisa melupakan Seungri.

“Aku kira, meski aku berlari ke kutub utara pun, aku tidak bisa menetralkan kembali perasanku.”

“Kau bisa, Seo! Selama kau terus mengingat bahwa ia adalah milik perempuan lain. Yang akan sakit hatinya, jika tahu kau dan tunangannya bermain cinta di belakangnya. Kau tidak ingin menyakiti perempuan itu kan?”

“I made a mistake and … and this is my fault” lirih Seohyun, seraya menjatuhkan kepalanya di bahu Kyuhyun.

“….” Kyuhyun mengepalkan tangannya kuat-kuat. Betapa ia geram dengan laki-laki yang telah membuat sahabat sekaligus perempuan yang amat ia cintai ini terluka sedemikian dalamnya.

-TBC-

Note: disambung dulu ya, kalau komennya banyak baru deh di publish lagi kekeke~~~ Ayoo, yang setuju Seo sama Seungri siapa? yang setuju Seokyu siapa? *unjuk tangan*🙂

35 responses »

  1. Aku pilih seo ama kyu ya🙂 heuh, seungri udh punya cewe.. Biarkanlah seungri ama cewe itu, jgn sakiti seommaku😦 huhuhuh, ditunggu part 2’a dan jangan lupa seo harus sama kyu ya😉 update soon ya🙂

  2. ehhh..
    Gak rela deh kalo gt seo ama seungri..
    Ama kyu aja yg ngerti seo luar dalem..
    Buat apa ngarepin org yg gak jlas perasaan nya, sementara yg bnr2 cinta ada di hadapan kita..
    Seokyu aja deh kalo gt..

  3. eonn aku pilih seo eonni sama kyuppa,,,, ^^
    pokok nya harus seokyu,,,, ^^
    part pertama banyak sama seungri oppa,, aku jadi gk terlalu semangat bacanya,,,
    tpi bagus ko eonn ff nya,,, ^^
    utk part selanjutnya, banyakin seokyu nya eonn,,, hehe,,, ^^

  4. Aku pilih seo sma kyu..
    ,, aduh seo gk sadar ni, klau kyu oppa ada perasaan ama seo…
    Pokoknya gk ridho bgt, klau seo ama seungri..
    Ridhonya cuma seo ama kyu…
    Next part…
    Skalian let it be, lanjutanya cepet di publish donk thor..

  5. Seungri oppa jahat bngt sma seo,trnyta seungri oppa sbntr lg mau mnkah sma cwe lain yg dah d pcrin lama,, kshan seo skli jth cnta sma cwo yg udh pnya tunangan,,,trnya seo d jdiin pcr smpanan,, ayo seo cpt lupain seungri oppa,kan da kyu oppa yg cnta sma seo,,kira2 pa yg akn d lkuin kyu oppa kpda seungri oppa y,krna dah buat cwe yg d sukain’a trlka hti’a,,
    d tng2u y chingu klnjutan’a…

  6. quh kra sunbae yg nolaak.seo tuh kyu tw ny bang seung ri…
    seo enak bgt y bwt nlupain cwo yg dy suka prgi k jepang
    kyu jgn jd pengecut.dunk ayuk nyTakN prasaan mu
    next part d tunggu chingu jgn lma y
    pkok end ny hrusss seokyu
    SEOKYU JJANG

  7. jahad.. seungrioppa jhad.. jahad.. jahad.. tega bgd nyakitin perasaan seo. da tau punya tunangan masih aja deketen seo. emang perasaan ce segampang itu apa but di mainin.. hhiks..
    semoga seo bisa membuka hatinya buat namja lain terutama kyuppa. trus seo juga sadar kalo selama ini kyuppa itu cinta ma seo.
    lanjut ya thor..
    ending nya seokyu happi ya thor..

  8. jahat bgt seungri mau ku jitak kali ya dia?!
    hehehehhehehe……
    untung ada kyu opaa yang selslu adda di saat suka dan duka…
    ayooo kyu oppa aku mendukung mu buat ngerebut hati seohyun dari seungri .
    lanjut ya thorrr

  9. Kasian kyu oppa,,,
    msa sih hrus gtu nasibnya,,,,
    setuju seokyu,,,,
    uuu,,,bner” gag tega liat nsib kyu oppa,,,
    ayo seo cpet lupain seung ri,,,,
    ad namja yg lbih sgalanya yaitu kyu oppa,,,,
    ayolh sadari bahwa kyu oppa sngat syang ma eonni(seo),,,,
    cpetan sdar,,,,,

    pokoknya buat seokyu bersatu,,,,

    lanjutanya yg cpet ya,,,

  10. Yaaa!! Seungri jahat!! *lebay*
    Oppa jeongmal naeppeun saram~ *kokmalahnyanyiya?*
    Aku setujunya sama SeoKyu chingu,
    Lanjut ya chingu, trus aku penasaran siapa ya yeoja yang mau nikah sama Seungri?

  11. hey new readers here!!
    kekeke..
    aduh seo lupakn aja deh seungri itu.
    pilih kyu aja..karna aku itu seokyu wires!!
    update soonnn!!!

  12. halo saya readers baru
    slam kenal chingu

    huaaaaaaaaa kyuppa mnjadi pengagum rahasia seo
    biasanya kyuppa yg di kejar2 wanita heh

    ditunggu next partnya chinguu

  13. lanjut….
    Kok seungri kyk gituh sih….
    Seohyun nyadar dong klo masih ada yg lebih baik dari seungri yaitu kyuhyun…

  14. Seo’y shbatan ma kyu.
    Gak pantes seo sama seungri…
    Itu trus gmana lanjutan:y duh penasaran….knp seo duluan hrus naksir seungri sih….

  15. .wah keren bgt nic ff
    tpi aq kshan 5 kyuppa-_-
    eon bwt seoni bles cintanya kyuppa dong
    n di tunggu next partnya ea

  16. chingu,,ff bgus..suka pairingnya..suasana baru..alurnya juga suka..hehe smg happy end dan konfliknya makin bgus..next part d tunggu ya..gomawo

  17. lanjut chingu!! neh satu bulan lagi udh mw setaun neh ff g lanjut2..heu
    ceritanya menarik..
    aw seo cinmat m riri..
    sama sapa aj deh chingu tp aq lbh cndong pngnnya sm kyu..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s