Love Never Lies (Chapter 2/ END)

Standar

Love Never Lies (Chapter 2/END)

By: deer_ily

Length: Two- Shoot

Genre: Romance

Rating: G

Main Cast:

Seo JooHyun

Luhan

Chanyeol

Baekhyun

OST:

            Jessica Snsd – That one person, you

1-nature-blur-summer-background-michal-bednarek

 

 

Luhan dengan sukses menggantikan Baekhyun sebagai vocalist band karena absennya Baekhyun. Banyak penonton yang kecewa awalnya karena pergantian mendadak ini, namun setelah Luhan mulai tampil dan membuka suaranya sontak yeoja-yeoja pada heboh. Mereka semua berteriak Luhan lebih tampan, lebih boys over flower, dan suaranya lebih merdu. Di satu sisi, Seohyun sangat terpana oleh penampilan namja yang diam-diam ia sukai itu. Di sisi lainnya ia berusaha menenangkan Baekhyun yang sedikit tidak menerima dirinya digantikan tanpa pemberitahuan, minimal dia juga berhak memilih siapa yang menggantikannya.

Dengan berakhirnya ceremony berupa hiburan, penampilan band maka berarti dibukanya juga kompetisi basket antar tim sekolah secara resmi. Selama 2 minggu akan diadakan beberapa pertandingan untuk memperebutkan Seoul Cup.

Selama dua minggu itu juga Seohyun sibuk mengurusi tim basket sekolahnya, terutama dalam koordinator supporter. Ia juga tetap menyemangati Chanyeol, meski kini ban kapten Basket melingkar di lengan Luhan. Berkat support yang besar, dan skill yang dimiliki, sekolah Seohyun pada akhirnya keluar sebagai pemenang. Tidak dapat dipungkiri, kehadiran Luhan di tengah-tengah mereka memang membawa angin segar. Kehebatan Luhan dalam membawa tim-nya juara pun semakin mengokohkan dia sebagai cowok idola di sekolahnya. Namanya makin sering disanjung-sanjung, setiap ia berjalan selalu banyak pasang mata yang terpesona padanya. Pada intinya, pesona Luhan memang benar-benar sudah memikat para gadis-gadis.

 

 

Hari demi hari berlalu, Luhan semakin bersinar dan mendadak menjadi pangeran sekolah. Ia diidolakan para guru-guru yang terkesan dengan bakatnya dan digilai para siswi. Dan pada suatu hari semua siswa sekolah Seohyun menunggu-nunggu broadcast perdana Luhan di radio sekolah. Seperti sebuah ekstrakurikuler, ada kegiatan mengenai bidang broadcast dimana ada sebuah studio minimalis yang memiliki agenda di tiap harinya. Dalam event-event tertentu seseorang berpengaruh pasti pernah diundang untuk diwawancarai. Contohnya Chanyeol, Baekhyun, Kris adalah yang seringkali diwawancarai di radio sekolah. Dan karena beberapa pekan ini sekolah Seohyun heboh dengan pesona siswa baru bernama Luhan yang mampu menggantikan Chanyeol menjadi kapten tim basket sekaligus membawanya menjadi juara, dan juga pernah menjadi penyanyi menggantikan Baekhyun, maka pada suatu hari radio sekolah memintanya untuk wawancara. Biasanya wawancara dilakukan pada akhir pekan, dan siapapun boleh mendengarkan selagi tercakup gelombang frekuensi.

Acara yang dipadu oleh siswa tingkat akhir bernama Yoona ini sangat dinanti-nantikan seluruh siswa, karena ada satu segmen yang akan membahas hal-hal pribadi yang diwawancarai. Ada juga segmen dimana siapapun boleh mengirimkan sms untuk bertanya apa saja, dan pertanyaan akan dibacakan nanti oleh DJ Yoona.

“Annyonghaeseyo yeorobun, saya IM Yoona. Pagi ini saya sangat nervous sekali karena disamping saya sekarang ada pangeran sekolah tercinta kita yang sedang digilai para yeoja-yeoja. Tanpa basa basi saya perkenalkan, LUHAN!”

“Anyeonghaeseyo…Luhan imnida.”

Siaran diawali dengan perkenalan umum Luhan, tentang kehidupannya, tentang pendapatnya masuk ke sekolah baru. Lalu mulai bercerita tentang bagaimana bisa ia memiliki bakat bermain basket juga menyanyi. Sampai pada ketika di satu segmen Yoona bertanya apakah ia sudah memiliki pacar.

“Luhan-ssi, mengingat fansmu banyak sekali yang kini tengah mendengarkan dan satu minggu ini aku diwanti-wanti untuk bertanya satu hal pribadi ini. Bersediakah kau menjawabnya?” tanya Yoona

“Tentu saja, hehe…”

“Nde, semua siswi yang berpapasan denganku yang mengetahui bahwa hari ini aku mewawancaraimu, mendadak semua cerewet sekali kepadaku. Mereka bilang, seperti: “Yoona eonni, jebal nanti tanyakan pada dia, apakah Luhan-ssi sudah memiliki pacar atau tambatan hati?” Tanya Yoona yang sontak membuat raut muka Luhan memerah.

“Hah? Yeojachingu?” tanya Luhan untuk memastikan pertanyaan itu.

“Nde, jawablah seribu pasang kuping kini pasti sedang was-was mendengar apa jawabanmu hihi.”

“Anio, aku belum memiliki yeojachingu…” jawab Luhan tersenyum.

Sementara di luar sana, para fans Luhan memekik kesenangan mendengar jawaban Luhan bahwa ia masih single. Itu berlaku juga dengan Seohyun, entah kenapa ia tiba-tiba tersenyum sendiri mendengar jawaban Luhan barusan.

“Wah, yeorobun kalian musti senang mendengar jawaban Luhan barusan ya? Hmm, baiklah jika kau belum ada pacar, namun adakah seseorang yeoja yang sedang kau taksir saat ini? Di sekolah ini barangkali?” tanya Yoona kembali.

DEGG!!!

Semua jantung para siswi yang tadinya tenang kembali berdegup karena Yoona bertanya lagi. Seohyun juga merasakan hal yang sama, mimiknya jadi berubah, tidak lagi tersenyum melainkan mengkerut. Chanyeol dan Baekhyun yang sedang ada di sampingnya juga kebetulan melihat ekspresi Seohyun.

“Kau sedang mendengarkan apa sih?” tanya Chanyeol sembari melepaskan sepasang headshet dari telinga Seohyun.

“Anniii, aku hanya mendengarkan lagu. Aku lagi konsen menjahit nih untuk tugas prakarya minggu depan, jangan menggangguku Yeolli,” imbuh Seohyun.

Balik ke siaran Luhan-Yoona,

“Maksud pertanyaannya apa ya?” tanya Luhan kurang mengerti.

“Iya, jika tidak ada yeojachingu pastilah ada kan ya seseorang yang sedang kau taksir? Hm…seperti tipe idealmu bagaimana?” ucap Yoona.

Luhan sesaat terdiam, lalu kembali ia buka suara…

“Ada…” jawabnya pasti.

“Wah!! Ada yeoja yang kau sukai saat ini? Apakah di sekolah ini? Ceritakanlah sedikit, atau barangkali kau ingin menyatakan cinta lewat radioku? Hahaha…”

“Dia…dia…ada di sekolah ini bersamaku.” Kali ini jawaban Luhan sedikit grogi.

“Omona!” pekik Yoona.

“Bagaimana tentangnya? Kami tentu penasaran yeoja seperti apa yang mampu mengambil hati pangeran sepertimu.”

“Yeoja yang aku sukai, sangat suka sekali tersenyum, matanya selalu menyala jika ia berbicara.”

“Heh, itu masih terlalu biasa Luhan-ssi, ada banyak yeoja yang seperti itu aku juga seperti itu hehe.”

“Jeongmal? Hehe…dia orang yang bersemangat, baru pertamakalinya aku melihat yeoja semangat seperti dia. Dia selalu berteriak-teriak menyemangati sahabatnya jika sahabatnya sedang bertanding basket. Dia yeoja yang sangat lucu di mataku, rambut kuncir kudanya, bando rusanya, aegyonya. Wah, sepertinya aku terlalu terang-terangan ya Yoona-ssi?” ucap Luhan yang sepertinya keceplosan menceritakan secara detail tentang yeoja yang ia sukai.

“Pasti kau sangat menyukai dia ya? Hingga kau detail sekali mendeksripsikan dia. Ada yang ingin kau sampaikan padanya barangkali ia mendengar siaran pagi ini?”

“Aku rasa ia tidak mendengarnya, dan aku rasa ia tidak menyukaiku, hehe…Namun, jika ada hal yang ingin aku sampaikan padanya adalah hei, aku Luhan, aku harap kita bisa mulai berteman dan tolong semangati aku juga seperti kau sedang menyemangati sahabatmu. Gomawo…”

“Wah, pesan yang indah. Aku harap siapapun yeoja itu, dia mendengarmu dan untuk kalian yang lain aku harap kalian jangan patah hati yaa atas apa yang barusan Luhan katakan. Marilah sebelum kita masuk ke segmen berikutnya, ada lagu dari EXO untuk kalian semua. Hmm, lagu ini juga nampaknya cocok untuk Luhan-ssi yang sedang jatuh cinta. Mari kita dengarkan EXO, BABY!”

Today is a one time chance My first footstep I take…

I will promise I’m going to do good

As expected I, as predicted, happily

Us two’s own dream That first step

 

Setelah Luhan menyebutkan tipe idealnya, Seohyun terhenti dari aktivitas menjahitnya. Nafasnya untuk sepersekian detik berhenti. Gambaran itu, deksripsi itu, entah kenapa dekat sekali dengan cirinya? Seohyun tidak merasa ia memiliki mata yang menyala-nyala dan senyuman yang manis. Tetapi, ia sadar ciri lainnya, bahwa ia tipe penyemangat dan siapa lagi yang selalu mendukung sahabatnya bermain basket selain dirinya yang yang mendukung Chanyeol. Lalu, harga mati dari semua itu rambut kuncir kudanya? Bando rusanya? Hari ini pun, detik ini pun Seohyun sedang menggunakan bando kesayangannya itu. Ia gerakkan tangannya mengambil bando yang ada di atas kepalanya.

“Ini benar tanduk rusa kan? Tentu saja ini rusa…lalu mengapa Luhan menyukai bandoku? Eh, menyukaiku? Benarkah itu aku?” tanya Seohyun sendiri berbisik.

“Hei Seo! Kau berbicara sendiri?” tanya Baekhyun mengaggetkan.

“Hei kalian berdua!! Aku ingin bertanya, lihat mataku…apakah benar mataku menyala-nyala?” tanya Seohyun pada Chanyeol dan Baekhyun.

“Selalu…” jawab mereka berdua berbarengan, namun hanya di dalam hati mereka masing-masing.

“Pertanyaan apa itu?” Tanya Chanyeol balik.

“Paboyaaa~” ujar Baekhyun.

“Aisssh kalian berdua!!!” Jawab Seohyun sebal.

Lalu ia kembali merasakan getaran di hatinya,

DEGG!!

Seohyun merasakan jantungnya berdetak lebih cepat lagi mengetahui keyakinan benarkah Luhan menyukai dirinya? Mungkinkah ini bukan cinta bertepuk sebelah tangan? Ia pasang lagi headshet di telinganya, senandung lagu Baby dari EXO masih mengalun indah seindah perasaannya.

 

Why do you make my eyes start to sparkle like this?
Why do you make my heart beat this crazily?
I can’t breath, you’re so precious to me don’t forget

 

Sementara di sisi lain, Luhan juga sedang tersenyum karena senang bisa mengutarakan perasaannya meski ia tidak tahu apakah gadis yang ia maksud mendengarnya.

“Seohyun…apakah kau mendengarnya? Aku harap kau mendengar dan menyadari bahwa memang yeoja itu adalah dirimu.” Bisik Luhan dalam hati.

Yes, you are my baby baby baby, baby baby baby…

I promise I won’t stop
Only looking at you…

 

“Betapa bodohnya aku berpikir itu bisa aku? Yeoja disini sangat banyak bahkan jauh lebih cantik dariku, kenapa harus aku? Pastilah aku hanya berpikir bodoh, hanya karena bando rusa ini…” Seohyun kembali bergumam, meyakinkan hatinya bahwa mustahil Luhan menyukai dirinya.

 

I know I was a fool

I didn’t know anything about you, so strange

The first step I’m taking now

Follow girl please come closer            

 

“Andai ia sudah tahu perasaanku, aku harus bagaimana jika bertemu dengannya? Bodohnya aku gegabah seperti ini. Inikah yang disebut jatuh cinta? Membuat seseorang menjadi bodoh.” Di sisi lain Luhan pun sama, ia mencemaskan hal yang sama.

 

So I can only look at you, my angel
Yes, you are my baby baby baby, baby baby baby…

Promise, you’ll only look at me

Only love me… (Baby- EXO).

 

Setelah hari berganti, pasca siaran radio wawancara dengan Luhan, Seohyun mulai memilih melupakannya. Baginya itu hanya khayalan bebasnya bahwa Luhan menyukainya. Dikarenakan ia menganggap angin lalu perkataan Luhan, ke sekolah pagi ini pun Seohyun tetap berdandan apa adanya ia. Rambut yang diikat ekor kuda dengan bando rusanya, ia berjalan tanpa ia sadari mulai banyak siswi-siswi saling berbisik melihat bando rusanya. Siswi-siswi itu sangat penasaran apakah gadis yang dimaksud Luhan adalah Seohyun, namun tidak ada satupun yang mencegat Seohyun untuk bertanya. Sampai ketika Jessica mendengar bisik-bisik itu dan mendapati benar Seohyun tengah memakai bando rusa.

 

“Hei, Seo Juhyun! Kamu langsung membeli bando rusa itu karena sehabis mendengar wawancara Luhan kemarin? Jashik…” cegat Jessica di kantin.

“Mwooo?!!” pekik Seohyun.

“Usaha yang norak! Kamu pikir kamu pantas jadi yeoja yang tengah ditaksir Luhan?” ujar

Jessica lagi dengan nada mencibir.

“Aku tidak norak! Bando ini sudah aku milikki sejak lama.” Seohyun mencoba membela diri.

“Kojimal!” seru Jessica seraya merampas bando yang ada di kepala Seohyun. Lalu suasana pun mulai riuh, semua melingkari Seohyun dan Jessica yang sedang beradu mulut.

“Hentikan ini!” tiba-tiba Luhan datang ke kerumunan tersebut.

“Maaf Jessica Jung, tetapi memang yeoja itu adalah Seohyun-ssi. Dia yang aku sukai, dia yang aku maksud, apa ada masalah?” ujar Luhan terus terang, membuat semua yang ada disitu terhentak. Seohyun juga gugup berdiri di depannya, ia tidak berani menatap mata Luhan.

“Aniya! Mana bisa dia? Luhan oppa, kau jangan bercanda. Lihat semua mata tertuju ke kita, mereka juga semua pasti ingin tahu siapa sebenarnya gadis yang kau suka. Dan jangan bilang lagi bahwa gadis itu dia, siapa yang setuju jika kau harus suka gadis macam dia!” Cerocos Jessica.

“Maaf sekali lagi, aku hanyalah siswa biasa bukan idol atau aktor yang harus dibeginikan. Aku berhak menyukai siapapun itu, kenapa aku harus minta persetujuan darimu atau mereka?” tegas Luhan.

“Kau pikir kau siapa? Yeoja tidak tahu diri!” Jessica mulai mengamuk dan hampir meraih rambut Seohyun jikalau saja tidak ada tangan Luhan yang mengamit lengan Seohyun dan menariknya keluar dari kerumunan para siswa.

Luhan membawa Seohyun ke loteng sekolah, tempat ia biasa menghabiskan waktu sendirian. Tangannya tanpa disadari masih memegangi tangan Seohyun.

“Ah, mianhe aku masih memegang tanganmu.” Ucap Luhan seraya melepaskan genggamannya.

**

 

 

Seohyun hanya diam, ia mengamati loteng tempat ia berada sekarang. Dari beranda loteng itu ternyata ada pemandangan bagus yaitu hamparan gedung-gedung dan pohon-pohon yang berjajaran.

 

“Wah, aku baru tahu ada tempat ini,” kagum Seohyun.

“Aku biasa kesini jika ingin menyendiri.” Jawab Luhan.

“Pantas kau jarang terlihat jika tidak sedang pelajaran sekolah, rupanya kau senang menyendiri.”

“Hei? Kau mencariku ya? Hehe…” Luhan sedikit senang mendapati Seohyun perhatian dengan dirinya.

“Aniyaa…hanya saja aku jarang melihat kamu bergaul dengan yang lain. Memang kenapa kamu senang menyendiri?” tanya Seohyun yang masih asik menghirup udara segar dari atas

beranda.

“Aku senang membaca buku, mendengarkan musik, dan itu semua kulakukan sendiri. Memangnya aneh ya jika tidak bergaul?”

“Aniya…”

 

Lalu suasana menghening, obrolan mereka terhenti dan menjadi aneh dalam keheningan tersebut.

“Seohyun-ssi, omong-omong kau mendengar siaranku di radio kemarin?” Tanya Luhan memecah keheningan.

“Aku mendengarnya, dan sekarang semua salah paham karena deskripsimu tentang gadis itu. Mereka semua mengira aku, huh…” gidik Seohyun mengangkat kedua bahunya.

 

Luhan tersenyum melihat Seohyun

“Aku tidak salah, mereka juga tidak salah, dan tidak ada salah paham…” ucap Luhan mendekat ke arah Seohyun berdiri. Luhan mencoba mendapati mata nyala-nyala itu dari mata milik Seohyun.

“Tetapi, mataku tidak nyala-nyala seperti yang kau deskripsikan!” Seohyun mencoba menghindari tatapan intens Luhan.

“Coba tatap aku, jika memang aku salah.”

“Ah? Nde?”

Dengan perlahan Seohyun memberanikan matanya menemui mata Luhan. Ada perasaan hangat menjalar di sekujur tubuhnya ketika mereka sama-sama saling menatap. Luhan memandangi cahaya dari mata itu, baru kali ini dia dapat benar-benar memandang Seohyun. Karena selama ini ia terlampau penakut, selama ini ia menghindar. Luhan membenarkan dalam hati, bahwa ia tidak salah, memang mata itu menyala-nyala, berbinar-binar, dan itu sangat ia sukai. Tanpa Seohyun sadari, Luhan mendekat dan memeluk tubuhnya perlahan.

“Aku menyukaimu, bolehkah?” bisik Luhan.

 

Seohyun bergidik, sulit bernafas, namun enggan juga rasanya untuk melepaskan. Baru kali ini ada namja yang berbicara seperti itu kepadanya, memeluknya sedemikian dengan perasaan.

 

“Kenapa bisa kau menyukaiku? Ada alasan kan?” tanya Seohyun.

Dengan masih memeluknya dengan lembut, Luhan menjawab kembali,

“Karena aku kesepian…terlalu sepi tinggal di dunia sebesar ini. Aku melihatmu, memimpikanmu, mengharapkanmu untuk bisa bersamaku.”

“Apa?! Hanya karena kau kesepian kau menyukaiku?” tanya Seohyun yang aneh mendengar jawaban dari Luhan.

Luhan mengeratkan pelukannya ke bahu Seohyun.

“Aku tidak pernah merasakan jatuh cinta sebelumnya, hidupku terlalu dingin. Aku jatuh cinta padamu, perlukah alasan untuk hal ini? Love never lies, kata seseorang jika kita menemukan seseorang cinta sejati kita, hati yang akan bicara, bukan bibir yang penuh alasan.”

 

Seohyun melepaskan pelukan Luhan, namun rupanya Luhan masih memeluknya erat.

“Jangan lepas dulu sebelum kau jawab…” ujar Luhan lembut.

Seohyun terdiam tak bergeming. Ia juga menyukai Luhan, bahkan ia mungkin yang lebih dulu jatuh cinta.

“Aku juga menyukaimu…” lirih Seohyun.

“Jeongmal?” Pekik Luhan tidak percaya. Ia lepaskan pelukannya, dan ia pegang kedua bahu Seohyun.

“Ia aku menyukaimu, apa sih kok melihatku sebegitunya?” Seohyun lalu menggetok kepala Luhan karena sebal sedari tadi ditatap seperti itu.

“Neomu yeppuda…” ucap Luhan sembari tersenyum.

 

Seohyun  pun akhirnya resmi berpacaran dengan Luhan, namun secara diam-diam. Seohyun mengajukan syarat agar jangan sampai siapapun mengetahuinya karena ia tidak ingin sampai ada yang membulinya hanya karena kencan dengan pangeran sekolah itu. Akan tetapi, rahasia itu lamat laun terkuak juga karena Luhan sangat manly sekali dalam memperlakukan Seohyun sebagai yeojachingunya. Luhan selalu menggandeng tangan Seohyun, menemaninya makan, menemaninya membaca buku di perpustakaan, dan segala aktifitas lainnya. Seohyun pun akhirnya menyerah dan pasrah jika yang lain sudah mengetahui akan hubungannya dengan Luhan.

 

Tentu saja Baekhyun dan Chanyeol sebagai sahabatnya Seohyun kaget menerima berita di sekolah bahwa Luhan- Seohyun telah jadian. Mereka berdua sangat mencintai Seohyun, dan merasa tidak terima jika Seohyun direbut oleh namja yang mereka benci. Di pihak lain Jessica juga dendam dan iri akan Seohyun yang mampu mendapatkan cintanya Luhan, Jessica bertekad akan membalas perbuatan Seohyun pada suatu saat nanti.

 

**

 

“Benarkah kamu jadian dengan Luhan?” tanya Chanyeol kepada Seohyun pada siang hari itu di kamar Chanyeol. Seohyun memang tengah bermain ke rumah Chanyeol bersama dengan Baekhyun, namun Baekhyun belum tiba.

“Baekhyun lama sekali yaa latihannya? Sudah siang nih katanya kita mau makan siang bareng.” Jawab Seohyun mengalihkan topik dari pertanyaan Chanyeol.

“Jawab pertanyaanku barusan, Seo!”

“Iya aku baru jadian dengannya. Chanyeol, kita mau nonton film apa?” Seohyun kembali mengalihkan topik seraya pura-pura sibuk mencari-cari dvd di rak lemari.

“Kenapa kamu jadian dengannya?” lirih Chanyeol sedih.

Seohyun mendengar lirihan Chanyeol barusan dan memandang Chanyeol.

“Memang kenapa aku jadian dengannya? Kenapa sepertinya kalian tidak suka pada Luhan?”

“Ya memang aku tidak suka kau jadian dengannya!!!” bentak Chanyeol.

“Kau kenapa sih?! Aku jadian dengan siapapun bukan urusanmu…” bentak Seohyun balik.

 

“Karena aku menyukaimu…” ujar Chanyeol putus asa.

“Apa?!”

“Aku jelas tidak suka kamu jadian dengan orang itu, karena aku menyukaimu.”

“Yeol…kenapa bisa begini?” Seohyun duduk di sebelah Chanyeol yang menundukkan kepalanya.

“Sejak dulu, Seo. Sejak kita berteman, aku juga tidak tahu kenapa. Perasaanku kepadamu ini terus tumbuh tidak bisa aku cegah.” Jelas Chanyeol.

Ucapan Chanyeol membuat Seohyun nampak sedih, dan menitikkan airmatanya. Bagaimana bisa sahabatnya ini mencintai dirinya dan ia sama sekali tidak menyadarinya.

 

“Mianhe…” lirih Seohyun.

“Kau benar mencintai Luhan?” tanya Chanyeol.

“Nde…sangat mencintainya…”

“Kalau begitu kau harus bahagia. Aku senang melihatmu tersenyum, jika Luhan bisa membuatmu selalu tersenyum, aku tidak berhak merubahnya.”

Seohyun merengkuh pinggang Chanyeol, memeluknya dengan penuh sayang sebagai sahabat. Seohyun senderkan kepalanya di bahu Chanyeol dan Chanyeol membalasnya dengan merengkuh kepala Seohyun.

“Tidak ada yang akan berubah kan?” tanya Seohyun, karena ia takut jikalau persahabatan mereka akan rusak setelah Chanyeol menyatakan cintanya.

“Tidak akan ada yang berubah, pernyataanku tadi hanya untuk sekedar membuat hatiku lega. Kita masih akan selalu berteman.” Bisik Chanyeol.

“Gomapta…”. balas Seohyun.

 

Pada malam harinya, Seohyun kembali menangis. Kali ini Baekhyun yang menyatakan cinta kepadanya.

“Kenapa harus Luhan?”

“Karena aku cinta padanya, bukan yang lain.”

“Hatiku sakit Seo…aku pikir aku yang paling menyayangimu, bukan yang lain.” Terang Baekhyun sungguh-sungguh.

“Baekhyun, mianhe…aku memang hanya menganggapmu sebagai temanku, sama seperti Chanyeol. Mianhe jika kamu terluka, tetapi aku tidak bisa…”

“Baekhyun, jebal…aku sangat letih sekali hari ini. Bisakah aku masuk rumahku untuk beristirahat?”

“Seo…baiklah, istirahatlah. Maafkan aku atas pernyataanku ya? Dan tolong rahasiakan ini dari Chanyeol.” Ujar Baekhyun sedih. Baekhyun rupanya juga tidak tahu menahu soal pernyataan Chanyeol tadi siang. Seohyun merahasiakan ini dari keduanya.

Seohyun lalu masuk ke rumahnya, setiba di kamarnya ia hempaskan tubuhnya ke tempat tidur. Lalu Seohyun mulai menangis panjang. Merasa lelah rasanya hari ini mendengar pengakuan cinta dari kedua sahabatnya. Seohyun cemas persabatan yang sudah lama terjalin itu akan berbeda di kemudian harinya. Kadang cinta bisa merusak tulusnya arti persahabatan, akan sulit jika keduanya hadir dalam satu hubungan.

 

“Ottokhee?…” lirih Seohyun dengan airmata yang masih membanjiri pipinya.

“Mianhe Baekhyun, mianhe Chanyeol…mianhe…”

 

**

 

Benar rupanya dugaan Seohyun, sejak hari dimana Baekhyun Chanyeol menyatakan perasaan, keduanya nampak berubah sikap. Mereka berdua seolah menghindar dari Seohyun. Namun, Chanyeol bilang bahwa ini hanya sementara waktu karena memang butuh waktu untuk menerima Seohyun sudah milik Luhan sekarang. Bila Chanyeol lebih sedikit menerima dan meyakini dirinya bahwa semua akan kembali seperti biasa, berbeda dengan Baekhyun yang benar-benar terlihat sedih menerima Seohyun kini lebih sering bersama Luhan. Sungguh Seohyun juga merasa sedih bahwa disatu sisi ia sangat bahagia bersama Luhan sekarang, namun di sisi lain ia mengorbankan perasaan teman-teman baiknya.

 

“Seohyunnie, ada kabar buruk huh.” Ujar Luhan ketika ia dan Seohyun sedang berjalan menuju lapangan basket.

“Kabar buruk apa?”

“Minggu depan aku dan tim basket harus menghadiri acara keolahragaan di Busan, maka aku tidak bisa ikut acara perkemahan. Sedih sekali, Seohyun…padahal aku sudah membayangkan berkemah bersamamu.”

“Yahh? Sincha? Sayang sekali. Tidak bisakah menyusul?” tanya Seohyun sedih, padahal awalnya ia antusias karena sekolah mereka mengadakan acara camping bersama di sebuah pegunungan.

“Pasti akan aku usahakan jika bisa menyusul, Aku janji.” Senyum Luhan.

“Arasho…tidak perlu dipikirkan.” Balas Seohyun tersenyum.

“Temani aku latihan ya sampai selesai?”

“Iya aku temani, hwaiting!”

Lalu Luhan membelai rambut Seohyun sesaat, kemudian berlari memasukki lapangan. Dari sudut lapangan Chanyeol melihatnya, Seohyun pun juga merasa Chanyeol melihat ke arahnya, namun ketika Seohyun melambaikan tangan, Chanyeol memalingkan wajahnya. Mungkin Chanyeol merasa kehilangan Seohyun yang biasanya menyemangatinya selalu dari pinggir lapangan, namun Seohyun sudah punya Luhan sekarang yang harus ia semangati. Tetapi, Seohyun memilih bersikap adil ia tidak berteriak-teriak nama Luhan maupun Chanyeol.

 

“Oh, jadi mentang-mentang sudah memiliki pacar, kamu melupakan sahabat-sahabatmu itu? Tidak lagi berteriak dengan suara cemprengmu menyemangati si Chanyeol?” sindir Jessica yang ternyata ada di dekat Seohyun.

Seohyun memilih diam tidak meladeni cibiran Jessica.

 

“Sica, jangan mulai lagi. Kajja kita pergi.” Sahut Tiffany menyeret Jessica lalu pergi.

“Lihat saja Tiff, akan aku balas sakit hati kita kepadanya. Karena dia aku tidak bisa dengan Luhan, dan kamu tidak bisa dengan Chanyeol.” Ujar Jessica kepada Tiffany.

 

Hari perkemahan bertepatan dengan hari libur sekolah, seluruh siswa siswi sangat antusias dan semangat sekali melakukan kegiatan ini. Mungkin hanya Seohyun yang sedari pagi hanya mengkerutkan wajahnya, ia nampak tidak bersemangat seperti biasanya.

“Seohyunnie, kenapa wajahmu sedari tadi ditekuk saja? Karena pacarmu tidak ikut?” tiba-tiba saja Baekhyun datang dan berbicara pada Seohyun. Seohyun sempat kaget karena sudah beberapa hari ini ia jarang sekali mengobrol dengan Baekhyun.

“Baekki?”

“Mwo? Kenapa kaget melihatku?”

“Ani…kau tumben menyapaku?”

“Mianhe Seo, selain sibuk ujian aku juga sibuk latihan band. Mianhe jika seperti menjaga jarak darimu. Gwenchana?”

“Ah, aku benar-benar kangen kalian. Chanyeol pun sama seperti Luhan dia tidak bisa ikut perkemahan kali ini, padahal jika kita bisa berkumpul bersama pasti akan seru di acara api unggun nanti.” Ucap Seohyun sembari menghela nafas.

“Seru kau bilang? Jika kita? Siapa yang kamu maksud dengan “Kita” Seohyun? Bagaimana bisa aku bersama denganmu dan melihatmu bersama namja lain? Andai kamu tahu, memang sebenarnya sepekan lalu aku menghindar darimu.” Batin Baekhyun dalam hati.

“Kenapa? Kok kamu diam? Eh, bus nya sudah datang! Kajja!! Aku duduk sampingmu ya Baekhyun?”

“Iya…”


Hawa pegunungan memang sangat sejuk dan cocok untuk berkemah. Selesai memasang tenda, Seohyun pergi menelpon Luhan. Luhan mengabarkan bahwa pertandingan persahabatannya selesai namun ia belum bisa kembali hari ini juga.

“Mianhe, semoga besok sore aku sudah bisa tiba disana dan menjemputmu ya?” ucap Luhan dari seberang telepon.

“Jika besok kamu lelah, tidak usah dipaksakan.”

“Tidak lelah, pokoknya aku akan menjemputmu besok! Kamu jangan lupa makan 3kali sehari, minum air putih yang banyak, jangan sampai telat makannya, kalau mau tidur pake lotion anti nyamuk, perhatikan apakah tendanya sudah tertutup rapat. Dan Seo JooHyun, jangan coba-coba kamu senyum dengan mata nyala-nyala dengan namja lain. Arasho?”

Ampun deh, namjachingunya ini memang terlalu over over protektif kepadanya. Entah karena Seohyun yang masih kekanak-kanakkan atau apa sehingga Luhan memperlakukannya bak anak kecil.

“Aku akan tersenyum kepada semua namja, wekkk~” Seohyun memang selalu nakal dan menggoda Luhan, dan jika sudah begitu artinya Luhan akan semakin cerewet kepadanya.

“Andwee, kalau kau sampai begitu akan aku lempar bola basket ke muka semua namja yang tergoda olehmu.”

“Oh silakan Luhan-ssi, goodbye annyong! Mmuuuaah…”

Trek…tut tut tut…

Seohyun sengaja memutuskan teleponnya, dia memang sangat senang membuat Luhan kesal setengah mati padanya. Lalu pasti setelah itu belasan sms akan dikirimkan Luhan pada Seohyun. Jangan pernah memandang cowok dingin dan terkesan cuek akan seperti itu juga jika sudah kepada orang yang benar-benar disayanginya karena itu salah. Cowok super dingin itu bisa dibilang sangat perhatian dan cenderung posesif.

 

Ketika Seohyun sedang tertawa-tawa menertawakan Luhan yang ia bayangkan pasti sedang ngomel-ngomel sendiri di Busan sana, Baekhyun menghampirinya.

“Seo, selepas acara nanti malam aku ingin bicara denganmu. Bisa kan? Sudah lama kita tidak mengobrol.”

“Ya ampun Baekki, kenapa sekarang harus izin dulu jika ngobrol denganku? Aku bisa kok nanti malam oke?” ujar Seohyun sembari menepuk-nepuk pundak Baekhyun.

Jam sudah menunjukkan pukul 23.45, siswa siswi baru saja selesai mengadakan acara api unggun dan hiburan lainnya.

Seohyun dan Baekhyun duduk tidak jauh dari perkemahan, mereka mulai mengobrol berdua tentang mengapa mereka berubah, Seohyun Baekhyun dan Chanyeol yang seharusnya tidak seperti ini.

“Seo, ini hari ulangtahunku, aku ingin minta hadiah darimu. Boleh?”, tanya Baekhyun kepada Seohyun yang menyadari bahwa memang kini persahabatan mereka sedikit merenggang karena persoalan dia dan Luhan pacaran serta pengakuan cinta Baekhyun waktu itu.

“Aku masih ingat…saengil chukae hamnida Byun Baekhyun.” Ucap Seohyun tulus.

“Mana hadiah untukku?”

“Issh, aku belum sempat mencarinya. Kamu ingin hadiah apa dariku?”

“Hadiah yang mungkin terakhir bisa kau beri.”

“Apa maksudmu?”

“Bisakah kau mengabulkan permintaanku kali ini saja?” pinta Baekhyun setengah pasrah, raut wajahnya benar-benar memendam rasa cinta yang tak sampai.

“Aku tidak mengerti maksudmu, mengapa kamu seperti ini? Aku mau tidur jika tidak ada lagi yang perlu kita bicarakan.” Seohyun akan mau pergi namun Baekhyun mencegahnya.

“Aku tidak ingin sesuatu yang bisa dibeli…Seo, jebal kali ini saja pahami aku.” Ujar Baekhyun yang nampaknya lebih merana karena cintanya yang begitu besar ke Seohyun harus tak terbalas seperti ini.

“Sudahlah Baekki, apa maumu?” Seohyun akhirnya menyerah.

Lalu belum sempat Seohyun menutup bibirnya saat selesai berbicara, Baekhyun sudah menyambar dengan bibirnya. Tangan Baekhyun memegang kuat kedua pipi Seohyun dan mendorongnya agar ciuman darinya tersambutkan. Bibir Baekhyun melumat lembut bibir manis Seohyun, ada cinta yang begitu kuat sehingga menjadi menyakitkan yang dialirkan Baekhyun kepada Seohyun. Ciuman itu terasa pahit di bibir Seohyun karena datang bukan dari Luhan-nya, bukan dari orang yang dia cintai.

“Aaakk, lepaskan!!!” Raung Seohyun sekuat tenaga, ia dorong kuat-kuat badan Baekhyun.

Pada akhirnya ciuman paksa itu terlepas. Baekhyun melihat Seohyun mulai menangis sembari memandang jijik kepada dirinya. Ia tahu, ini adalah kesalahan namun dia tidak kuasa melepas Seohyun begitu saja.

“Kkkk…aaa…uuu, kauu…tega sekali menciumku seperti itu Byun Baekhyun!!!
teriak Seohyun frustasi.

“Aku tidak tahan kau menjadi jauh dariku, Seo…tidak seharusnya kau mendorongku dari hidupmu hanya karena aku mencintaimu,” jawab Baekhyun lesu, ia memang merasa ini sudah kelewatan.

“Kau yang membuatnya menjadi ada jarak, kau membuatku yang mendorongmu!!” Ujar Seohyun lalu langsung pergi berlari menjauhi Baekhyun. Ia benar-benar benci dengan sahabatnya itu.

 

Kenapa…kenapa aku harus mengalami hal ini? Bibirku? Ciumanku? Baekhyun, kenapa kamu tega?

BUKKK!!

“Aduuhh!” pekik Seohyun ketika ia merasa tertabrak dengan seseorang.

“Seohyunnie?” Chanyeol nampak kaget bertabrakan dengan orang yang suaranya adalah suara Seohyun. Malam memang agak gelap jadi sulit melihat wajah siapa yang menabrak dirinya.

“Chanyeol?” balas Seohyun lagi? Setelah mereka saling mengamati ternyata benar yang ditabrak Seohyun adalah Chanyeol.

“Iya ini aku, Chanyeol.” Jawab Chanyeol memastikan.

“CHANYEEEEEEEOOOOOLLLL!!!!” Jerit Seohyun, tangisnya makin pecah ketika ia tahu di depannya adalah tubuh Chanyeol. Ia memeluk Chanyeol erat, ia tumpahkan segala kesedihan yang baru dialaminya. Chanyeol nampak kebingungan karena Seohyun menangis sangat keras sekali di dadanya.

“Hai, ada apa Seo? Ceritakan padaku.”

“Kau ada di perkemahan juga? Katamu kau baru balik besok?” tanya Seohyun yang masih terisak.

“Iya, aku menyusul kalian kesini karena urusanku di Busan sudah selesai.”

“Berarti Luhan juga sudah ada disini?” tanya Seohyun.

“Belum, ia masih harus menunggu pagi untuk pulang kesini. Kamu kenapa menangis? Baekhyun kemana?”

“Aku benci dia. Aku benci Baekhyun…”

“Waeyo? Ada apa Seo?”

Lalu Seohyun menceritakan semua kejadian yang dialaminya. Ia bercerita dari awal, bahwa Baekhyun juga sama dengan Chanyeol yang menyatakan perasaan cintanya kepada Seohyun. Sampai pada akhirnya hal memalukan terjadi, Seohyun dicium paksa olehnya.

“Jadi, Baekhyun juga mencintaimu? Aku tidak pernah menyangka ia juga memiliki hati kepadamu. Betapa bodohnya…lalu ia menciummu? Aku harus memberi pelajaran padanya!” ujar Chanyeol.

“Apa kau akan seperti itu juga?” cekat suara Seohyun.

“Aku tidak akan menyakitimu, sejak aku memberitahumu tentang perasaanku aku kan sudah bilang bahwa aku hanya ingin sekedar kau tahu, aku tahu kau telah memilih Luhan. Tetapi, si pabo Baekhyun nampaknya memang harus diberi pelajaran!”

Lalu Chanyeol menghampiri tempat Baekhyun berada. Tanpa basa basi Chanyeol menghajarnya. Seohyun berusaha sekuat tenaga untuk bisa melerai perkelahian kedua sahabatnya itu karena akan malu jika sampai ada orang lain yang melihat mereka sedang bertengkar.

“Hentikan kalian berdua!” teriak Seohyun, namun Chanyeol dan Baekhyun tidak mendengarkannya.

“Jadi, kau juga? Dengan Seohyun?” tanya Baekhyun yang tampak kaget karena tidak menyangka Chanyeol juga mencintai Seohyun.

“Iya aku juga mencintai dia, tetapi aku tidak sebodoh dirimu Baekhyun!”

Lalu Baekhyun pergi berlalu meninggalkan Chanyeol dengan Seohyun.

“Biarkan dia menenangkan kepalanya agar dingin dan bisa kembali berpikir sehat. Mari, aku antar kamu ke tendamu.” Ucap Chanyeol.

Ketika Seohyun dan Chanyeol beranjak pergi, tanpa mereka berdua sadari ada seseorang yang sedari tadi mengawasi mereka.

“Tuhan berpihak kepadaku rupanya, kau akan habis Seohyun. Foto-foto mesramu dengan Baekhyun dan Chanyeol akan sampai pada handphone Luhan saat ini juga. Rasakan Seo Joo Hyun, ini akibat kau membuat Jessica Jung kesal! Hahaha!” rupanya sejak bersama Baekhyun tadi, Jessica sudah mengikuti. Ia juga menjepret semuanya, ciuman dengan Baekhyun, pelukkan dengan Chanyeol. Dan kini foto-foto yang bisa menimbulkan salah paham itu sudah sampai di tangan Luhan.

**

 

Keesokkan harinya…

Pada saat tengah semua siswa siswi berbenah untuk pulang, Baekhyun dan Chanyeol nampak terlibat adu mulut kembali. Rupanya kepala keduanya tak urung dingin juga. Seohyun berusaha melerai sampai kecelakaan kecil menimpanya, ia tersandung batu kali dan jatuh tersungkur. Nampak jelas warna merah darah merembes dari celananya, dengkulnya rupanya terluka membentur ujung bebatuan yang tajam.

“Auuuch!!!” jerit Seohyun yang akhirnya berhasil membuat Chanyeol dan Baekhyun saling menyindir.

“Seo? Gwenchana?” sahut keduanya.

“Dengkul kakiku, perih sekali aduuh…” ringis Seohyun.

“Aku gendong ya, Seo?” tawar Baekhyun.

“Anio, aku saja! Badanku lebih kuat membopong Seohyun.” Sela Chanyeol.

Sesaat setelah Chanyeol mengangkat Seohyun untuk menggendongnya, tiba-tiba saja tangan Chanyeol dihentikan oleh sepasang tangan lain. Rupanya Luhan sudah datang dan dengan dingin dia menyuruh Chanyeol memberikan Seohyun kepadanya.

“Biar aku yang menggendong Seohyun,”

“Sudah tidak apa..”

“Aku pacarnya, Chanyeol-ssi!” potong Luhan dengan mimik wajah yang dingin sebatu es.

Pada akhirnya Chanyeol menyerahkan Seohyun kepada Luhan.

“Ayo kita pulang, naik mobilku saja. Tadi aku sudah minta izin kepada sosaengnim untuk membawamu pulang denganku. Sebelumnya kita obati terlebih dahulu lukamu.” Ucap Luhan datar.

Seohyun merasakan keanehan kepada diri Luhan, mengapa Luhan seperti sedang marah sekali. Dia berbicara dengan Seohyun, namun matanya tidak menatap Seohyun sama sekali.

Selama di perjalanan pulang pun Luhan hanya diam saja. Meskipun berkali-kali Seohyun mulai mengajak ngobrol, bercerita apa saja yang ia lakukan dua hari ini di pegunungan, menanyakan bagaimana cuaca Busan, dll. Tetapi Luhan tidak bergeming…Seohyun benar-benar bingung sekaligus sedih diabaikan sedemikian rupa oleh Luhan.

Sampai pada ketika sudah sampai di kediaman Seohyun akhirnya Luhan buka suara.

“Aku tidak pernah tahu rasanya selingkuh. Apakah itu menyenangkan Seohyun-ssi?” tanya Luhan.

“Hah? Maksudmu?” Seohyun semakin aneh karena tiba-tiba Luhan memanggilnya Seohyun-ssi.

“Iya perselingkuhan itu apakah menyenangkan?”

“Aku tidak mengerti denganmu hari ini, tiba-tiba saja kamu datang ke perkemahan menjemputku, kan aku bilang jika kamu lelah atau capek tidak usah menjemputku. Akibatnya seperti ini, badmood-mu terbawa-bawa. Dari tadi mendiamkanku dan dingin.” Jelas Seohyun kepada Luhan.

“Aku tidak capek, memangnya masalah aku menjemputmu? Oh, tadi nyaris saja jika aku sedetik terlambat kau pasti sudah digendong oleh Chanyeol! Kau kecewa Seohyun-ssi?”

“Ah sudahlah, aku sedang lelah sekali, aku tidak akan menanggapi ucapanmu karena aku tidak sedang ingin bertengkar.”

Baru saja Seohyun selangkah menjauh dari Luhan,

“Seperti inikah sesungguhnya dirimu?” Tanya Luhan, Seohyun menghentikan langkahnya.

Hening tidak ada jawaban dari bibir Seohyun, karena ia juga tidak mengerti maksud dari pertanyaan Luhan. Lalu Luhan kembali bersuara,

“Semurah dan gampangnya kah dirimu hingga membuat dua namja sekaligus bertekuk lutut kepadamu. Err, maksudku Chanyeol dan Baekhyun,” Senyum Luhan yang lebih mirip dengan sebentuk seringaian. Tentu saja Seohyun terkaget-kaget dengan ucapan Luhan yang menyebut dirinya gampangan. Namun, Seohyun masih enggan menjawab sindiran Luhan dan berniat melangkahkan kakinya pergi. Meski ia terlihat sangat ingin berusaha tegar namun matanya tidak dapat berbohong, airmatanya jelas semakin deras turun meleleh di pipinya, hatinya terasa sakit dikarenakan perlakuan namja yang ia cintai itu.

“Mengapa kau diam??!! Benarkan apa yang kuucapkan? Diammu itu semakin membuatku muak Seohyun-ssi! Aku sudah melihat kau berani mencium dan memeluk dua namja bodoh itu! JAWAB AKUUUU!!!” Luhan nampaknya menjadi semakin emosi karena Seohyun tetap berdiam diri tak menggubris.

“Aku benar-benar membencimu Seohyun-ssi!!!” Kali ini Luhan berbicara dengan nada lirih. Sepertinya ada nada getir di ucapannya kali ini.

“Aku tidak paham apa yang sedang kau bicarakan.” Seohyun tidak berbalik memandang Luhan.

“Mengapa masih belum jujur kepadaku?” Wajah dingin Luhan sudah berganti menjadi raut wajah yang sedih sekali.

“Aku lelah…sangat lelah ingin menjelaskan kepadamu. Mianhe…”

Seohyun hanya menjawab Luhan dengan menoleh ke belakang sekilas, mencoba menangkap sorot kemarahan dari mata Luhan. Lalu ia berbalik kembali dan berlari, berlari secepat mungkin yang ia bisa, menjauhi Luhan.

Sungguh lelah, amat lelah atas apa yang terjadi kepada dirinya. Seohyun sama sekali tidak menyangka Luhan mengetahui yang terjadi padanya soal semalam. Dan sedih bukan main ketika Luhan langsung menuduhnya dan berkata membenci dirinya tanpa ada penjelasan yang sebenarnya. Dan saat ini sangat lelah, bahkan untuk menjelaskan yang sebenarnya. Seohyun hanya bisa menangis.

Di satu sisi Luhan juga merasakan kesedihan yang sama. Ingin sebenarnya mencoba lebih sabar dan bertanya dulu apa yang sebenarnya terjadi kepada yeojachingunya tersebut. Namun, fakta yang ia terima semalam dalam berupa foto-foto yang dikirimkan Jessica membuatnya marah besar. Luhan belum pernah mencintai seseorang sebesar itu, dan tentu saja belum juga merasakan sakit seperti itu, sakit ketika melihat foto perempuannya tengah berciuman dengan pria lain, berpelukkan dengan pria lain. Akal sehatnya terkalahkan oleh rasa cemburu dan emosinya.

Dan waktu berlalu begitu saja…

 

Flashback Off…

 

Luhan tidak mencoba menghubungi Seohyun, begitu juga dengan Seohyun. Rupanya dalam hal ini keduanya sama-sama memiliki watak yang keras. Seohyun berpikiran bahwa Luhan masih marah kepadanya, dan Luhan berpikiran seharusnya Seohyunlah yang duluan menghubunginya.

Lalu waktu hanya habis untuk menunggu. Seohyun yang tengah sedih memutuskan untuk pergi ke sebuah pantai tanpa diketahui siapapun kecuali eommanya. Seohyun benar-benar ingin menghindar lebih lama dari masalah yang ada. Meski berkali-kali Chanyeol maupun Baekhyun menghubunginya, namun Seohyun tidak ingin dulu berbicara kepada siapa-siapa. Meski, terkadang dia berharap Luhan menghubunginya.

“Akankah dia mencariku?” tanya Seohyun kepada ombak yang datang menyapu jari jemari kakinya.

 

The only thing I can do is cry but
Like a fool, I am waiting
Please come to me now
Come to me just like this
My last wish is that one person, you…

 

“Apa ini salahku? Sepertinya ini salahku. Seharusnya memang pada malam itu aku menjelaskan saat itu juga padanya bahwa ini tidak seperti yang ia pikirkan.”

 

The one person who appears even when I close my eyes
The person who is next to me even in my dreams
Do you even remember me?
Do you even think of me?
I miss you, please…
(That one person, Jessica).

 

Seohyun kembali meneteskan air matanya. Betapa ia rindu sekali dengan Luhan, berat rasanya berpisah dalam keadaan salah paham seperti ini.

 

Sementara angin pantai semakin kencang, dan matahari menuju tenggelam. Senja akan segera datang namun Seohyun masih betah duduk di atas pasir.

 

“Kau bisa masuk angin jika duduk di tepi pantai terus hai Seo Joo Hyun!” tiba-tiba ada suara berat menganggetkan lamunan Seohyun.

“Chanyeol? Baekhyun?” Seohyun berlari ke arah mereka berdua.

“Pantai bukan solusi lari dari masalah.” Ucap Baekhyun.

“Aku lelah, dan tidak tahu harus kemana…”

“Kami sudah tahu apa yang terjadi, Luhan sudah menceritakannya.”

“Luhan? Luhan berbicara dengan kalian?” tanya Seohyun tidak yakin.

“Iya, maafkan aku Seohyun karena perbuatan bodohku malam itu semua menjadi terjadi. Jika saja aku tidak err…menciummu, si Jessica pasti tidak memfoto dan memfitnahmu.” Ujar Baekhyun yang nampak merasa bersalah.

“Tunggu! Aku tidak mengerti, maksudmu Jessica apa?”

“Iya Seo, Jessica lah biang dari semua ini. Dia yang mengirimkan foto-fotomu kepada Luhan sehingga Luhan salah paham.” Terang Chanyeol yang membuat Seohyun kaget karena ini ulah Jessica.

“Tetapi, memang Luhan yang tidak menyayangiku. Dia percaya begitu saja, dan bahkan dia tidak mencariku.” Lirih Seohyun.

“Siapa bilang? Dia orang yang paling mencemaskanmu tau!” Ucap Baekhyun.

“Iya, Luhan sangat mencemaskanmu.” Imbuh Chanyeol.

“Aku menjadi sadar dengan adanya masalah ini, bahwa dia memang benar mencintaimu. Aku menjadi sedikit lega kau apabila bersama dengannya. Hehe…” Baekhyun tersenyum. Dia rupanya telah menyadari dan mengikhlaskan Seohyun untuk Luhan.

“Andwe…kalau dia cemas padaku maka seharusnya saat ini detik ini dia ada di pantai ini!” ujar Seohyun sedih.

 

“Aku ada disini kok…” ujar seseorang tiba-tiba yakni Luhan dengan wajah manisnya.

“Kamu?” Seohyun tidak bisa berkata-kata, kenyataan Luhan ada di depannya sekarang membuat dia senang sekaligus ingin menangis.

“Kamu jahat…hiks hiks…” Seohyun akhirnya menangis meluapkan kebuncahan dalam dadanya.

Luhan langsung memeluk Seohyun lembut dan membawa Seohyun masuk ke dekapannya.

 

“Mianhe…” bisiknya di telinga Seohyun.

Seohyun masih terus menangis dan menepuk nepuk dada Luhan karena saking kesalnya.

“Kenapa tidak menelponku meski sudah tahu kebenarannya?” protes Seohyun.

“Aku tidak ingin berbaikkan denganmu di telepon.” Luhan membelai rambut Seohyun dan menciumnya.

“Maafkan aku ya?” sekali lagi Luhan membisikkan kalimat maaf kepada Seohyun.

 

“Ehhmm…kalian berdua silahkan menikmati moment bahagia ini, aku dan Baekhyun lebih baik menyingkir hehe…” Interupsi Chanyeol tiba-tiba.

“Eh, tapi besok pagi jadi kan kita snorkling bareng?” tanya Luhan.

“Sipp jadi bro! Sampai ketemu di penginapan ya!” lanjut Baekhyun.

Seohyun juga bingung sekarang Luhan dan kedua sahabatnya tampak lebih akrab.

 

“Kalian juga akan menginap disini? Kalian besok pagi snorkling? Jeongmal? Huaaaah!!!”

“Iya kami bertiga mau liburan dua hari disini, jika nona Seohyun yang tukang kabur mau pulang ke Seoul duluan dipersilahkan.” Ledek Luhan.

“Aaaaaaahh, aku juga mau snorkling ya ya ya???”

“Panggil aku dulu oppa!” pinta Luhan.

“Andwe…”

“Sekali saja panggil oppa,”

“Hmm…Oppa,” ucap Seohyun datar tanpa ekspresi.

“Hahaha, masa begitu aja.” Luhan mencubit hidung Seohyun.

 

Mereka berdua pun berjalan menyusuri pantai yang sudah senja. Di langit, sunset berwarna jingga memayungi dua hati yang kembali bersatu.

 

“Luhan oppa, saranghae…” akhirnya Seohyun mengucapkan kalimat yang paling ditunggu-tunggu Luhan.

Luhan membalasnya dengan tersenyum lalu mencium bibir Seohyun dengan penuh rasa sayang.

 

**

 

Sementara Baekhyun dan Chanyeol melihat mereka berdua dari kejauhan dengan hati yang hampa, namun tidak lagi sesedih waktu itu.

 

“Kau sudah mengikhlaskannya?” tanya Chanyeol.

“Melihatnya tersenyum ternyata jauh lebih penting…” jawab Baekhyun.

“Benar…” jawab Chanyeol lagi.

 

Please love her, please love the girl that I love…

Please love her who doesn’t even know my heart

Because the one she love is you

Please love her more than me… (Please Love Her, Chen EXO)

 


-END-

Komentar yaa, maaf jika ff ini sangat jelek sekali😀

Dukung terus Seohyun couple EXO!

-Seohan ff-

13 responses »

  1. Ooh~ jadi gitu toh ternyata:o kirain bakal sad ending, untungnya kaga:D salah satu ff seohan yg bagus dr ff seohan yg pernah aku baca.. Seoexo jjang !! Oh ya thor, bs request kaga, bikin ff seoho(seohyun-suho) gtu :v cuz pling suka seoho couple dr seoexo /kagaditanya-..-\ eh tp kaga maksa kok:> terus ff minseo yg ‘Love u like love a song’ dilanjutin doong:\ kan nanggung (?) bikin penasaran tau:3 keke

  2. kren.. ska bgt sma crta prshbtan and cinta. aku suka bgt sma SeoHan..
    tdi’y gk bgtu suka..tp stlh d tlsuri fakta2 Luhan jdi suka deh sma dia, and ng’ikhlasin Seohyun eonniku sma dia.. mlah jdi Fans’y luhan.
    SeoHan jjang^^.. bkin lgi dong eonni triangle love gitu cast nya SeoHan+Sehun/Suho/kyuhyun.. jebal^^

  3. ff-nya nyegerin otak(?) Kkkkk~~ nice thor!! Lanjut lagi,yaa^^
    Semenjak DJ Got Us Fallin in Love – TTS ft. EXO,jadi suka SeoEXO~

  4. WOW….Bagus kog cuman kok akhirnya seo lebih milih cinta dari sahabat kan baekyeol yg ceritanya di ff ini dah lama suka seo tapi seo lebih milih luhan kan kasihan thor chanyeol job nya jadi ketua tim basket direbut sama luhan(saat chapter 1) kan kasihan bias ku kedua ini ;( terus kasihan baek job nyayi nya direbut luhan kasihan thor bias ku yg pertama

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s