IF I COULD CHOOSE (Chapter 2)

Standar

If I Could Choose (Seandainya Aku Dapat Memilih)

(Chapter 2)

 

By Baekkibell

 

Main Cast

Park Chanyeol

Kris Wu

Byun Baekhyun

 

Other Cast

Kim Junmyeon

Oh Sehun

Luhan

Kim Jongdae

Do Kyungsoo

 

Ost: Different- Snsd Taeyeon ft Kim Bum Soo

 iicc 2

Aku ini apa? Aku yang selalu bilang bahwa hidup itu selalu menyediakan banyak pilihan.

Namun aku juga yang kini berhenti memercayainya.

Seandainya aku bisa berhenti mendengar (sesuatu dari hatimu)

Seandainya aku bisa berhenti melihat (sesuatu dari matamu)

Seandainya aku bisa memilih, untuk kepada siapa aku jatuh cinta.

 

***IICC***

 

Di dunia ini, banyak hal-hal sepele yang terlihat oleh kasat mata terjadi secara kebetulan, padahal bisa saja hal itu menjadi sebuah tanda.

Di sebuah rumah sakit yang besar ini, berapa kali sih akan terjadi kejadian seorang dokter menemukan cat air milik seorang pasien, yang mengantarkannya ke perkenalan lebih dalam? Adakah kemungkinan kasus serupa bisa berulang? Lalu apakah itu sebuah kebetulan?

Kebetulankah cat air milik Kris ditemukan oleh Baekhyun, hingga akhirnya mereka berjumpa?

Kebetulan kah hingga akhirnya Baekhyun dan Kris menjadi dekat setelahnya?

Hanya karena sebuah cat air yang tertinggal di bangku taman.

 

Srettt…

Terdengar suara pintu terbuka.

“Annyeong Kris, selamat sore…” sapa Baekhyun biasa dengan senyum sumringahnya.

“Annyeong Baekhyun…” balas Kris yang tengah terduduk di tempat tidurnya, terlihat sedang melukis. Ia menoleh sebentar ke arah Baekhyun yang berjalan menghampirinya.

 

“Apakabar hari ini?”

“Baik, seperti yang kau lihat.”

“Itu pasti karena aku yang tiga hari ini rutin mengunjungimu, kekeke~”

“Gomabsemnida, Baekhyun-ah…”

“Untuk?”

“Mau menjadi temanku, beberapa hari lagi aku akan melakukan operasi. Kau tahu?”

“Jeongmal? Kapan? Apa itu operasi pertamamu?”

“Nee…operasi pertamaku. Kata Dokter, operasi akan dilaksanakan sesegera mungkin jika kondisiku tengah stabil.”

“Kau harus banyak istirahat agar tubuhmu stabil kalau begitu.”

 

“Aku takut…” Kris menghentikan aktifitas menggambarnya dan ia berbicara melihat Baekhyun yang duduk disebelahnya. Mata Kris selalu sayu, mungkin itu pengaruh dari penyakit yang dideritanya. Padahal Kris adalah namja yang tampan, wajahnya terpahat sempurna, hanya saja ia terlalu pucat dan ringkih.

 

“Tak perlu takut, Kris…operasinya pasti akan berjalan dengan lancar.” Balas Baekhyun.

“Tapi, kata dokter jika kanker ini sudah di operasi maka ada kemungkinan ada penyebaran setelahnya.” Kris bergidik ngeri membayangkan resiko yang tengah membayanginya.

“Maka dari itu biasanya setelah operasi, pasien akan dianjurkan chemotherapy.”

 

“Tapi aku benar-benar takut…”

Gyuutt

Kris menggapai tangan Baekhyun, mengekspresikan ketakutan sepenuhnya di tangan kecil milik Baekhyun. Lalu Baekhyun sontak membalas menggenggam tangan Kris.

“Semua akan baik-baik saja, Kris…” Baekhyun mengangguk pasti.

“Apa kau ingin berjanji untukku?” tanya Kris.

“Apa itu?”

“Jika operasiku lancar, maukah kau duduk di taman berdua denganku? Dan aku melukismu? Apa Baekhyun-ah mau?” tanya Kris dengan mata yang berusaha memancarkan keceriaan, menyesuaikan perasaaan hatinya kini.

 

Kris nampak sangat lemah sekali di mata Baekhyun, namun ia meminta Baekhyun berjanji untuk sekedar menjadi salah satu penyemangatnya menjelang operasi.

 

“Sangat mau sekali!! Aku janji bersedia dilukis olehmu. Maka dari itu kau harus berani ya?” Jawab Baekhyun riang.

“Gomawo… sincha gomawo.”

“Teruskan melukisnya, aku senang melihat wajah seriusmu jika sedang melukis, kau nampak seperti orang sehat lainnya jika sedang melukis.”

Kris tertawa dan kembali melanjutkan melukis.

 

“Oh ya, Baekhyun-ah, eommaku ingin berkenalan denganmu juga. Aku sering menceritakan tentangmu padanya, sehingga ia juga ingin bertemu denganmu,”

“Benarkah? Kau menceritakan aku seperti apa? Kau bilang aku lucu? Manis? Humoris? Kekeke~” Baekhyun sudah mulai membuat Kris mudah tertawa sekarang.

“Nee!! Aku bilang Baekhyun itu anak yang manis, sangat manis…”

Blush…

 

“Jeongmal? Apakah aku benar manis?”

“Sincha…iya kau manis.”

“Dengan begitu aku percaya karena Kris yang bilang. Hehehe…”

“Baekhyun lucu sekali…Hari ini kau ingin bercerita apa?” tanya Kris kemudian.

“Hm, bagaimana jika hari ini Kris yang bercerita? Seperti siapa Kris sebenarnya, seperti apa keluargamu, kehidupanmu, aku ingin mendengarnya.”

“ Andwe…tidak ada yang menarik dariku untuk diceritakan.”

“Mwo?? Aku ingin tahuuuu….jebal” Baekhyun mengubah intonasi suaranya menjadi sedikit manja.

“Huh. Baiklah…” Kris akhirnya menyerah.

 

Kris mulai bercerita mengenai dirinya, mengenai masa kecilnya yang bahagia karena belum mengidap penyakit ganas bernama kanker. Mengenai hobi melukisnya, mengenai ia belum pernah sekalipun berpacaran. Kris menceritakan segala tentangnya sembari tidak berhenti melukis. Ini adalah pertama kalinya Kris menceritakan kehidupannya kepada seseorang, mungkin karena Baekhyun adalah teman pertamanya yang dengannya Kris bisa luwes bercerita, bisa berbagi hal apa saja.

 

“Eomma adalah orang yang paling aku sayang, ia sangat mirip denganku dari wajah maupun sifat. Appa orang yang baik, namun ia lebih menyayangi hyung ketimbang aku.”

“Hyung? Kau punya kakak laki-laki juga?”

“Nee, aku dua bersaudara. Aku dan Hyungku. Kami tidak terlalu akrab sih, entah kenapa.”

“Setidaknya kamu masih memiliki anggota keluarga yang lengkap Kris…” lirih Baekhyun.

 

“Baekhyun-ah, apakah kau sedih? Kau pasti merindukan keluargamu ya?”

“Nee, sangat…”

“Bagaima kabar hyung-mu yang dirawat di rumah sakit itu?” tanya Kris hati-hati.

“Ia sehat, selalu sehat, hanya pikirannya yang terganggu serta memorinya yang tidak lagi mengenaliku sebagai adiknya…” lirih Baekhyun. Kris terdiam menyesapi kisah kehidupan Baekhyun, kenyataan bahwa dibalik wajah cerianya ia menyimpan kepedihan seperti yang ia ceritakan sendiri di sore-sore hari kemarin kepada Kris.

 

“Kris, aku pamit dulu ya. Salam buat eomma-mu.” Ucap Baekhyun lagi seraya pamit diri disambut anggukan Kris dan lambaian tangannya lemah.

 

Ketika Baekhyun baru saja menutup pintu kamar Kris, ia berpapasan dengan Chanyeol dan seorang dokter lagi serta seorang suster yang hendak masuk ke kamar Kris.

“Ah, selamat siang Dokter Kim, Dokter Park.” Baekhyun memberi salam kepada keduanya sambil membungkuk.

“Calon dokter Baekhyun? Kenapa kau ada disini?” tegur Dokter Kim, sementara dokter Park nampak acuh tak acuh kepada Baekhyun.

“Aku hanya berkunjung, dok…mari permisi.” Pamit Baekhyun yang merasa tidak enak kepergok sedang berkunjung ke kamar pasien yang bukan ditanganinya. Terlebih ia melihat tatapan penuh curiga dari dokter Chanyeol.

 

“Apakah Kris ditangani oleh Dokter Park juga? Hebat sekali dia, masih muda namun sudah banyak menangani banyak pasien dengan riwayat penyakit yang serius.” Batin Baekhyun dalam hati.

 

**IICC**

 

Park Chanyeol tengah melamun di ruang kerjanya, mengingat tadi siang ia berpapasan dengan Baekhyun di depan kamar Kris. Setahu Chanyeol, Baekhyun hanya memiliki seorang pasien bernama Ahreum, lalu apa yang membuat Baekhyun berkunjung ke kamar Kris?

 

Park Chanyeol POV

 

“Anak itu mengapa selalu ada di sekitarku? Semakin aku menghindarinya…”

Tok Tok Tok

“Masuk!”

“Selamat sore, dok…”

DEG!!

 

Baru saja sedetik yang lalu aku membatin memikirkannya, dan detik ini juga namja mungil berambut cokelat itu sudah ada di hadapanku. Apakah ia meloncat dari pikiranku?

 

“Jweisonghamnida, saya ingin menyerahkan laporan saya mengenai pasien Ahreum. Kata Suho sunbaenim, aku harus menyerahkan langsung kepada Anda.” Ucap Baekhyun.

“Ah ya, berikan kepadaku. Silahkan duduk,” kupersilahkan ia duduk di kursi yang tepat di depanku.

“Terimakasih.”

Aku mencoba memeriksa laporan yang ia berikan, namun pikiranku tidak berjalan semestinya. Konsentrasi hilang entah kemana menyadari di ruangan ini untuk pertama kalinya aku bersama dengan Byun Baekhyun.

 

“Baiklah Baekhyun-ssi, aku akan mencoba membacanya nanti. Jika sudah selesai kuperiksa akan aku berikan lagi kepadamu. Kau boleh pergi.” Entah kalimatku barusan terdengar seperti seseorang yang sedang mengusir atau tidak, namun semoga Baekhyun tidak merasa tersinggung mendengarnya.

“Daedani gamsahamnida, dok…”

Dia pun beranjak dari kursinya.

 

Drrt..drrt…

Bunyi pesan masuk dari handphoneku, yang langsung segera aku baca.

Dari Kyungsoo?

 

“Aku akan kembali ke Korea besok siang, hyung.

Apa kau merindukanku? Aku merindukanmu.

Ps: xxx”

 

Kyungsoo akan pulang? Mengapa mendadak sekali.

 

PRANG!!

Sial! Tanganku tak sengaja menyenggol gelas yang ada di meja hingga jatuh berkeping ke bawah lantai.

 

“Dok, gwenchana?” Baekhyun yang sudah beranjak menjadi kembali menoleh ke arahku yang tengah berjongkok memungut serpihan kaca di bawah lantai.

“Auww!”

“Ah, chamkaman!” serunya tiba-tiba.

“Wae?”

“Jangan memungut serpihan kaca dengan tangan polos seperti itu!” sergahnya.

“Auch,” ringisku yang merasa ada beling yang menggores kulitku.

 

“Telapak tangan dokter berdarah?” tanyanya.

“Ah?” benar saja apa yang ia bilang, tanganku rupanya benar tergores beling.

Grap!

Tangan halus mungil itu mengambil tanganku untuk diperiksanya.

“Dokter Park terkena pecahan kacakah? Lukanya lumayan dalam, tunggu sebentar disini. Akan aku ambilkan obat-obatan sebentar ya.”

 

DEG!

 

Ia melepaskan tautan tangannya di tanganku yang telapaknya terlihat merobek, darah merah segar terlihat hingga daging berwarna putihnya mencuat ke permukaan. Aneh! Seharusnya aku merasakan sakit dan nyeri yang luar biasa akibat sayatan kaca yang merobek telapak tanganku ini. Namun, rasa nyeri itu lebih terasa di dada bagian kiriku. Nyeri sekali.

Bukan, bukan karena dada ini juga terluka.

Dadaku baik-baik saja. Hanya saja tadi ketika tangannya menyentuh tanganku, dan jarak kami sedekat tadi, jantungku terasa berdetak lebih cepat dari biasanya.

 

“Sini, dok duduk disini. Biar aku obati lukanya, pertama kita cuci terlebih dahulu agar steril.”

Aku hanya mengikuti apa perintahnya, nyawaku serasa lepas untuk waktu sesaat ketika ia kembali menggamit tanganku, mulai membersihkan lukaku, memberikannya obat, dan terakhir memerbannya dengan sangat rapih.

 

Di sela-sela aktifitasnya mengurusi lukaku, dia berkata dengan manisnya,

“Seharusnya, seorang dokter sepertimu tidak boleh terluka seperti ini. Bagaimana pasiennya percaya kau bisa menyembuhkannya jika kau sendiri saja terluka.” Ia tersenyum, melirikku sekilas namun segera aku membuang muka.

Tuhan…

Aku tidak bisa lagi menahan untuk diam mendengar suara lirisnya. Aku tidak bisa lagi menahan gejolak ketia ia berbicara kerapkali mengakhirinya dengan senyuman indah.

 

“Dokter Park, boleh aku bertanya sesuatu padamu?”

“Ah nee?”

Sekilas ketika kulihat ia nampak sedang berpikir, seperti memilih-milih kata sebelum akhirnya membuka percakapan kembali. Aku hanya bisa memerhatikan jari jemarinya yang masih memerban telapak tanganku.

 

“Dokter Park apa membenciku?” tanyanya lembut.

“Heh? Maksud Baekhyun-ssi?”

Ia  menoleh ke arahku, aku tangkap dari sorot matanya ia terlihat putus asa telah bertanya satu hal yang mungkin kita berdua sepakat adalah hal yang personal untuk dibicarakan di ruang kerja milikku.

“Ah, mianhe…atas pertanyaanku. Nah kkeut! Perbannya sudah selesai. Aku harap, dokter tidak melakukan aktifitas berlebih dahulu dengan mengenakan tangan ini hingga lukanya mengering…”

“Gamshamida…” balasku lirih.

“Saya pamit, dok…permisi.”

 

Ada sesuatu di dalam diriku yang memaksa untuk buka suara, menjawab dari hal yang ia tadi pertanyakan.

 

“Aku tidak membenci Baekhyun-ssi…”

Akhirnya aku membuka suara, sekaligus menghentikan langkah kakinya yang ingin beranjak keluar dari ruangan.

 

“Ah ne?” balasnya.

“Mengapa Baekhyun-ssi bisa berpikir aku membencimu?” aku tersenyum kepadanya. Mungkin ini kali pertama aku tersenyum kepadanya, sehingga aku bisa lihat wajah Baekhyun yang sedikit kaget.

 

“Beberapa waktu kemarin-kemarin, aku merasa dokter Park seolah menghindariku. Soal bercandaku tempo lalu di kantin tolong jangan dimasukkan di hati, itu hanya kelakar kepada teman sejawat lainnya.”

 

Rasanya aku mulai paham atas apa yang ada di pikiran Baekhyun. Ini adalah tentang kejadian beberapa minggu lalu, ketika di kantin dokter aku melihat Baekhyun dan beberapa calon dokter lainnya sedang berkumpul di meja yang sama.

 

Flashback on

 

“Baekki, kau itu cukup populer di rumah sakit ini, suster-suster dan para dokter banyak yang melirikmu. Apa kau tidak tertarik mencari pacar disini?” tanya Jongdae.

“Betul Baekki! Suho hyung saja aku duga menaksirmu kekeke~~” ledek Sehun.

“YA!! OH SEHUN! KAU BICARA NGAWUR!” Balas Suho yang entah kenapa tiba-tiba wajah putihnya memerah.

“Ayolah Baekki, aku dan Sehun sudah berpacaran. Si Jongdae sedang pdkt dengan suster Xiumin yang bohay. Masa kau kalah dengan kita? Ya gak guys?” kali ini Luhan si namja cantik yang nimbrung.

“Kau tidak usah mendengarkan omongan tiga bocah ini, Baekhyun!” Suho nampak malas melihat Baekhyun digoda-goda oleh temannya.

“Iya sepertinya aku harus mencari pacar, agar ada yang menjagaku hikss…” Baekhyun memasang wajah memelas

“Apa di rumah sakit ini ada yang kau sukai?” sela Jongdae.

“Tentu saja!”

“HAH!!?? Siapa?” tanya mereka semua kompak.

“HAAHAHA!! Kenapa kalian jadi serius menanggapi bercandaanku.” Baekhyun ketawa terbahak-bahak melihat teman-temannya sudah penasaran setengah mati.

PLAKK!

“Kau ini!!!”

“Aku tidak minat mengejar-ngejar cinta seperti Jongdae atau Luhan kepada Sehun dulu weekkk…” balasnya meledek.

“YA!!!”

PLAKK!!

“Jika ada yang suka padamu? Suster Taeyeon noona misalnya?” tanya Sehun

“Shireoo…” jawab Baekhyun cepat.

 

“Hmm, jika Dokter Lee Soo Man?” kali ini Luhan yang bertanya.

“YA!! Haraboji begitu,” protes Baekhyun

“Ah! Dokter Park? Otthe?” tanya Sehun lagi.

“Hmm, kalau dia sih boleh juga, aku suka ~” Baekhyun memasang wajah super cute nya.

“Cih! Giliran yang tampan saja langsung mau, tapi masalahnya apa bisa seorang dokter sekelas Park Chanyeol melirikmu!” ketus Suho yang entah benaran cemburu atau tidak.

“Tapiii Baekhyun cuka doktel Palk Cenyoolll…” Balas Baekhyun dengan suara diimut-imutkan seraya bergelanjut manja di lengan Suho.

PLAKK!!!

 

Rupanya percakapan sekumpulan calon dokter yang sedang membully  Baekhyun sampai di telinga Park Chanyeol yang ternyata sedang makan juga di salah satu meja di belakang meja mereka. Sebenarnya Chanyeol sudah agak risih dan berniat segera menyelasaikan makan siangnya, namun ia cukup kaget juga mendengar soal ‘Baekhyun menyukai dirinya?’

Ya, meskipun ia tahu itu hanya bercandaan murahan yang tidak dijamin keseriusannya, tapi hatinya cukup merasa tidak enak juga.

 

“Ah? Annyeong haseyo dokter Park…” sapa Suho yang tidak sengaja melihat ke arah Chanyeol yang sudah bersiap meninggalkan mejanya.

Chanyeol hanya membalas anggukan takzim kepada Suho dan yang lainnya. Lalu ia berlalu pergi dengan tampang cool nya seolah tidak mendengar apa yang dibicarakan Suho dkk.

 

“Ottokheee? sepertinya dokter Park mendengar semua bercandaan kita tadi.” Bisik Luhan panik ketakutan.

“Sehun sih pake bawa nama dia segala, pabooo!!” Sungut Jongdae.

“Aisshhhh!! Aku malu sekali mau ditaruh dimana mukaku, salahku bergaul dengan hoobae macam kalian.” Suho terlihat frustasi.

Tapi di antara semuanya, Baekhyun lah yang paling gugup mengetahui apakah Chanyeol mendengar ucapannya tadi, tentang dirinya yang menyukai Chanyeol?

“Aku rasa ia mendengar…” lirih Baekhyun.

 

Flashback off

 

Sejak kejadian itulah Chanyeol menjadi jaga jarak dengan Byun Baekhyun. Mereka nyaris tidak pernah terlibat dalam suatu percakapan, jika bertemu hanya sekedar mengucapkan halo. Pernah suatu ketika ada acara di luar rumah sakit, Chanyeol menolak bergabung jika ada Baekhyun disana. Dan jika kebetulan bertemu di lift, Chanyeol terlihat canggung berada dekat Baekhyun sehingga aura dingin keluar dari dirinya.

Itu semua karena tanpa sepengetahuan Baekhun, Chanyeol lah yang sebenarnya menyukainya.

Setiap senja selalu menanti Baekhyun duduk di taman. Memerhatikan Baekhyun dengan diam-diam.

Chanyeol bukan tipe yang mudah berinteraksi, ia sebenarnya hanya malu jika bertemu pandang dengan Baekhyun, maka sebisa mungkin ia mencoba tidak berada di sekitar Baekhyun berada. Karena sikapnya yang demikian, Baekhyun merasa bahwa Chanyeol mungkin membenci dirinya. Sebab, Baekhyun melihat Chanyeol bisa terihat nyaman berbincang dengan Jongdae, Suho, atau yang lainnya. Hanya dengan Baekhyun, Chanyeol seolah menjaga sikap, itu semua dikarenakan ia tidak ingin lebih dalam menyukai sosok Baekhyun yang beberapa akhir ini menarik perhatiannya.

 

Hingga akhirnya Baekhyun memberanikan diri pada hari ini bertanya kepada Chanyeol, benarkah ia membenci dirinya?

 

“Dok? Dokter Park? Mengapa anda melamun?” tanya Baekhyun menyadarkan Chanyeol yang kembali mengingat kejadian waktu itu.

“Ah, ani…”

“Mianhamnida, dokter Park…” lirih Baekhyun kembali.

 

Chanyeol terlihat berjalan pelan mendekati Baekhyun yang berdiri di dekat pintu.

“Bisakah kita berteman, Byun Baekhyun?” ujar Chanyeol tiba-tiba.

 

DEG!!

 

Chanyeol merasa semakin nyeri. Ia tidak paham benar mengapa ia memutuskan mengajak Baekhyun menjadi teman.

 

“Heh? Nee…dokter Park…” jawab Baekhyun yang sebenarnya kurang paham situasi macam apa ini yang tengah menyergapnya.

“Usia kita tidak terlampau jauh, jadi jebal jangan panggil aku Dokter Park. Panggil aku Chanyeol saja. Itu pun kalau kau tidak keberatan.” Balas Chanyeol, mengulurkan tangannya.

“Heh? Chanyeol?”

“Baiklah mulai sekarang kita berteman.” Chanyeol mengulurkan jabatan tangannya.

“Nee,,,”

“Gomapta…”

“Untuk?”

“Mengobati lukaku.”

Sekali lagi Baekhyun membalasnya dengan tersenyum tulus.

 

“Jebal, jangan selalu tersenyum seperti itu di depanku. Kau tidak tahu bahwa aku bisa gila karenanya…” gumam Chanyeol.

~~

 

Baekhyun POV

 

Kutusuk-tusuk spagheti, menu makan siangku hari ini sembari berdiam diri, menduga dalam hati tentang apa yang terjadi pada siang di beberapa hari yang lalu, mengenai Dokter Chanyeol yang menawarkan pertemanan. Apakah dengan semua orang disini ia seperti itu? Setahuku tidak, karena ia terkenal dingin dan kurang berbaur.

“Ahh…” Aku menyerah mencari-mencari kemungkinan.

 

Mataku lagi-lagi melirik arloji di tangan- sesuatu yang kulakukan beberapa menit sekali. Menanti sore hari, menanti bisa mengobrol dengan pasien baruku. Well, Kris memang bukan pasienku dalam artian sesungguhnya. Ia hanya seseorang yang membutuhkan dorongan hidup lebih, dan aku senang sekali jika bisa mengobrol dengannya. Karena dirinya, sore hari menjadi bagian menyenangkan dalam rangkaian rutinitasku di rumah sakit ini. Dan kini aku tengah rindu padanya, karena kejadian tempo lalu ketika aku berpapasan dengan dokter Kim dan dokter Park membuatku dua hari ini tidak dulu berkunjung ke ruangan Kris. Alangkah lebih baiknya menjaga diri agar tidak dicurigai yang tidak-tidak. Aku baru saja membuat Suho sunbaenim kembali percaya kepada kredibilitasku yang sudah tidak pernah lagi terlambat dan aku tidak berminat kunjunganku ke kamar Kris mendapat perhatian terlebih masalah baru.

 

Langkah kakiku terasa ringan kini melangkah menuju kamar Kris, sengaja aku membawakan sebuah apel berwarna merah untuknya. Karena kupikir apel ini sangat manis, jadi aku ingin Kris juga mencobanya.

Sebelum masuk ke dalam, aku sengaja mengintip dari jendela transparan yang ada di tengah-tengah pintu kamar.

“Ah, mengapa ada pemeriksaan padahal sudah sore seperti ini?” kulihat nampak Dokter Kim dan Dokter Park sedang ada di dalam kamar Kris.

Samar-samar kudengar suara Kris yang berteriak.

Penasaran dengan apa yang sedang terjadi di dalam, aku coba dekatkan telingaku ke pintu.

 

“Aku ingin bertemu dengannya dulu, dok!!” teriak Kris cukup parau.

“Eomma, aku ingin bertemu dengannya…” kali ini lirihan yang terdengar.

“Nyonya, siapa yang dimaksud Kris? Ayahnya? Atau keluarganya? Operasi akan dilaksanakan sebentar lagi.” Terdengar suara tegas dari dokter Kim.

 

Operasi? Apakah Kris akan melakukan operasi saat ini?

 

“Kris, sayang? Apakah kamu ingin bertemu dokter itu?” baru kali itu aku melihat eomma-nya Kris. Nampak sudah lumayan tua, dan wajahnya memang mirip sekali dengan Kris.

“Nee!! Aku ingin bertemu dokter Baekhyun!!”

 

DEG!!

 

Bertemu denganku? Aku tersentak.

 

“Hyung, jebal…kau kenal dengannya bukan? Panggilkan dia untukku…”

Hyung? Siapa yang Kris sapa dengan panggilan hyung? Kuletakkan tanganku di atas kenop pintu, mengumpulkan keberanian untuk membukanya.

Kris ingin bertemu denganku, bukan? Jadi tidak apa kan jika aku masuk kedalam?

Namun, keraguan tiba-tiba menyelinap di hati ini, mengingat aku sama sekali tidak berkepentingan untuk berada di dalam.

 

Ottokhe?

 

“Sudah tidak ada waktu lagi, operasi harus dilakukan sekarang mengingat kondisi Kris sedang stabil. Saya ada dinas ke Jepang mulai hari besok dan seminggu ke depan. Kita tidak bisa menunda-nunda lagi.” Dokter Kim kembali angkat suara.

“ANDWEEEEE!!! BAEKHYUN-AAAH!!!” Raung Kris.

 

Tidak! Aku harus masuk kedalam, aku harus memberikan Kris keberanian, ia pasti sedang ketakutan saat ini.

 

SRETTT

 

Pintu pun terbuka oleh tanganku. Semua yang ada di ruangan ini menoleh secara bersamaan ke arahku. Semua tatapan keheranan melihat aku menyelonong masuk. Aku tidak peduli.

Hanya satu tatapan bahagia yang memandang ke arahku.

“Baekhyun-ah?” sambut Kris.

Kuabaikan tatapan penuh tanya Dokter Kim, perhatianku tergugah hanya oleh pada Kris yang matanya sudah berkaca-kaca.

 

“Mianhamnida, dok…saya tadi dari luar mendengar ribut-ribut dan saya mendengar pasien Kris menyebut-nyebut nama saya.”

“Apa yang sedang kau lakukan jam segini disini?” Dokter Kim menginterupsi.

“Saya dan pasien Kris berteman, pada waktu itu saya janji akan menemaninya sewaktu melaksanakan operasi.”

“Oh, jadi inikah yang kau maksud ingin bertemu, Kris?” tanya dokter Kim lembut.

“Nee, dok! Aku ingin dokter Baekhyun juga ada untuk menemaniku.”

“Oh apa jangan-jangan kondisimu beberapa hari ini membaik disebabkan calon dokter Baekhyun ya?” Dokter Kim tertawa pelan, seakan baru mengerti duduk persoalannya.

“Apakah ini salah, dok?” tanya Eomma Kris nampak cemas. Ketika ia melihatku, aku membungkuk memberi salam hormat padanya. Ia membalas salamku dengan senyuman hangat.

“Tidak masalah, selagi Kris menjadi semangat dan siap berperang kembali dengan kankernya. Bagaimana dokter Park?”

“Ah, ne?” jawab Chanyeol. Aku mendongak, menatap wajahnya was-was. Kedua matanya menatap dalam mataku, dagunya menegang.

 

“Aku rasa, tidak apa jika calon dokter Baekhyun berada disini.” Ujarnya dingin. Sangat tanpa ekspresi, datar tidak seperti sewaktu ia menawarkan pertemanan denganku tempo hari.

 

Sementara Dokter dan suster mempersiapkan operasi yang sebentar lagi dilaksanakan, aku duduk menemai Kris yang tengah mengganti bajunya menjadi baju khusus operasi.

“Baekhyun-ah, kamu kemana dua hari ini?” tanyanya.

“Mianhe, aku ada jadwal di kampus Kris sehingga tidak mengunjungimu.”

“Eomma, ini Baekhyun…”

“Iya, eomma tahu. Benar-benar manis seperti yang sering Kris ceritakan.” Wanita separuh baya ini menyentuh wajahku dengan lembut.

“Benarkan manis?” sambung Kris.

Sontak aku menjadi tersipu malu karena Kris memujiku di depan eommanya sendiri.

~~

 

Beberapa saat kemudian aku mengantar Kris yang tengah dibawa ke kamar operasi. Kulihat beberapa kali ia memejamkan matanya dan menarik nafas dalam-dalam. Aku duga, ia pasti tengah dilanda kecemasan yang luar biasa.

 

Gyut

Ia letakkan tangannya di atas tanganku.

“Ku mohon, doakan aku ketika aku di dalam sana.”

“Pasti Kris, aku pasti akan mendoakan…”

“Aku cemas, Baekhyun-ah.”

“Tidak ada yang perlu dicemaskan.” Aku merasakan kini jemari jemari Kris meremas jari jemariku. Sebisa mungkin aku mencoba menyalurkan keberanian yang aku punya untuknya. Entah kenapa ini sama ketika perasaan aku mengantar eomma ke meja operasi, sama dengan perasaan ketika aku mengantar noona yang sekarat ke ruang UGD.

 

Lalu aku melihat Kris masuk ke dalam ruang operasi, yang tidak boleh dimasukki sembarang orang. Kulirik eomma Kris sudah duduk di bangku ruang tunggu operasi sedang berbicara dengan seseorang di telepon.

Aku masih berdiri dan menghela nafas dalam-dalam.

Dan aku sama sekali tidak menyadari kehadiran Chanyeol yang berdiri diam di belakangku sampai ia meletakkan tangannya di lenganku.

Aku lihat ia sudah lengkap dengan pakaian operasi, sangat tampan…

“Kau tenang saja, operasi ini akan berjalan lancar.” Ujarnya.

“Ah nee…”

“Baekhyun, aku sama sekali tidak menyangka kau dekat dengan adikku.” Awalnya aku tidak begitu sadar apa yang Chanyeol ucapkan, namun tiba-tiba saja aku kembali ingat tadi Kris menyebut seseorang dengan panggilan ‘Hyung’. Apakah?

“Kau? Kau kakaknya Kris?” belum pertanyaanku terjawab, eomma Kris yang sudah menelpon langsung beranjak menghampiri kami.

“Chanyeol, eomma percaya kau pasti bisa melakukan operasi yang terbaik untuk uri Kris…”

 

DEG!

 

“Eomma tenang saja ya, operasi ini tidak akan membutuhkan waktu yang lama.” Jawab Chanyeol merengkuh pundak eomma Kris.

“Appa juga cemas, namun ia ada di Busan saat ini. Tolong adikmu, ya sayang?”

“Nee eomma, Kris pasti akan baik baik saja.”

 

Kris dan Chanyeol adalah kakak beradik? Ku tatap punggung Chanyeol yang sudah memasukki ruang operasi, masih tidak percaya.

 

Sesaat setelah itu, lampu di ruang operasi menyala berwarna merah benderang. Pertanda operasi sudah mulai dilaksanakan.

 

“Kris, kau pasti baik-baik saja…”

 

TBC

 

 

Author’s note:

Chanbaek or Krisbaek? hihiii ^^

Sedih adalah ketika melihat lumayan banyak yang membaca ff ini, namun minimnya yang sudi berkomentar. Mungkin ff ku memang sangat tidak dihargai karena sama sekali tidak bagus😥 maka dari itu, aku minta kritik dan saran kalian yaaa~~

 

17 responses »

  1. wah jgn tnya aku mw chanbaek atw krisbaek, karna aku labil sama 3 orang ini kalo masalah otp huhuhu /mojok/ ikutin author-nim aja deh ya yg punya alur cerita, biar sesuai dan jadinya ga aneh.. Btw kris sodaraan ama chanyeol, sesama tiang berarti chan lebih tua yah sip sip, lanjut chap selanjutnya..

  2. wait, chanyeol kakak kris? *bayangin…fiuh..
    ahahahah pertama kali saya lihat kris teriak dan merengek pas minta mau ketemu sama baekhyun..
    .
    kenapa yakira-kira kog hubungan kris samayeol gak deket? trus juga siapa kai?
    lanjut

  3. Maunya sih chanbaek tapi krisbaek juga g masalah selama ada baek nya aja *lah ahaha

    Tapi g tau kenapa feelnya lebih dapet d chanbaek masa authornim
    Haduh mereka bertiga suka bikin galau ckckck
    Tapi klo chanbaek nasih krisoo gimana
    Apalagi chanyeol udah punya hubungan sama kyungsoo
    Haih belibet emang haha
    Tapi seru aja kayanya klo chanbaek sama2 suka pasti perjuangannya lebih dalem(?) Apasih makin ngelantur wkwk
    Klo kris kan bisa blak2an bilang suka klo chanbaek kayanya sukanya bakalan diem2 dulu deh berhubung chanyeol punya kyungsoo
    Tuh kan tuh kan makin kemana aja ahaha
    Pokonya d tunggu kelanjutannya yah authornim
    Endingnya mau chanbaek atau krisbaek gpp kan ini ceritanya author yah wkwk😄
    Keep writing yah authornim ^^9

  4. Errr, pas di part ini baca yeolie jd kakak kris errr *mikir keras*
    Kyanya kebalik deh nih penempatan tokoh *sok banget, abaikan*
    Kya cocokin kris yg jadi kk, pas juga kyanya dengan karakter dinginnya kris *sekali lagi abaikan*
    Btw lanjut ya thor, penasaran ^^

  5. bagussss author ceritanya~ ga nyangka ternyata KrisYeol adik kaka~ aku jadi penasaran gimana lanjutannya😄 bisa bisa KrisYeol berantem gara2 ngerebutin Baekhyun😄 kekeke~

  6. Bgus auhornim ffmu…
    Aku jadi penasaran, ini endnya krisbaek apa chanbaek.
    Kalo aku sih maunya chanbaek aja,,,
    hehehe
    tapi kalo harus end krisbaek gk papa juga. Soal.y aku juga suka couple itu.
    Ayo semangat lanjutnya thor.

  7. bagus thor,, cpetan dilanjut ya..🙂
    terserah deh mau chanbaek or krisbaek. kan author yg punya cerita, jdi pasti plotnya uda ada,,, q gmw menyalahi plot yg uda dibuat authornya, cz q pribadi g suka kalo alurnya q tentuin sendiri, kan ni crita punya author,,knpa g q ja yg buat klo q pngennya gitu,,,
    aku jrang baca yg di blog kek gini kecuali yg uda end ni ja q bru nemu(?) blog ni hehe,, cz biasanya klo ff di blog updatenya lama binggiiitt….
    hehe,,
    jadi cpetan di update ya thor,, hehe
    sejujurnya aku lebih suka kalo pake “aku dan kau” #iklan,, klo ada “kamu”nya q rada aneh bacanya,,, hehe (kesenangan pribadi)..
    kalo boleh minta boleh g thor dikasi ftonya baek n chanyeol yg pkek jas dokter,, editan juga gpp.. pngen tau aja aku ,, hehe
    #ni readers bnyak maunya
    oke thor keep writting ya,,,
    aku bnyak ya cuap cuapnya? mianhae thor.. hehe.. q gini klo uda kommen panjang deh,,,🙂
    p.s cpetan update.. pisss V😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s